SeCret LoVe'S Princess

SeCret LoVe'S Princess
First Kiss ( adult 18+)



"Cup..." sebuah kecupan ringan mendarat di bibir Aya yang lembut. Aya membelalakkan matanya, kemudian kecupan itu dilepas oleh Fathur.


"Brengsek, sekali lagi kamu ulangi akan kuputus bibirmu." Ucap Aya sambil memberontak.


"Lepaskan, lepaskan aku."


"Cup... " Fathur kembali mengecup bibir Aya sekali lagi. wajah Aya semakin merah karena menahan amarah.


"Siapa juga suruh kamu menggodaku, dengan menggunakan pakaian terbuka seperti ini." ucap Fathur.


"Ini pakaian yang kamu berikan."


"Benar, ini pakaian yang kuberikan tapi aku tidak menyuruh kamu membuka kancingnya di bagian atas. Apa kamu sengaja memperlihatkannya?"


"Dasar otak mesum, lepaskan..."


"cup..." Fathur kembali mengecup bibir Aya dengan penuh gairah. Kecupan kali ini lebih dalam daripada yang pertama. Fathur menggigit bibir bagian bawah Aya, agar ia membuka mulutnya.


"Hmmm... lepaskan. Sakit brengsek."


Suara Aya terdengar samar samar. Disaat Aya membuka mulutnya untuk berbicara dengan cepat lidah Fathur masuk kedalam rongga mulut milik Aya. Fathur memberikan ciuman yang sangat lembut dan hangat yang penuh gairah. Aya yang belum pernah disentuh lelaki sama sekali, merasakan seluruh tubuhnya bergetar seperti disengat oleh listrik. Detak jantung Aya berpacu dengan sangat cepat. Aya lupa dengan apa yang terjadi. Aya benar benar terbuai dengan kenikmatan yang diberikan oleh Fathur. Tanpa disadarinya dia mengeluarkan suara ******* hingga membuat Fathur memperdalam ciumannya. Aya menggenggam erat tangan Fathur, kemudian Fathur menekan tengkuk Aya agar ciumannya semakin dalam, Fathur menghisap lidah Aya dengan lembut lalu melahap habis bibir Aya, kemudian Fathur melepaskan ciumannya.


Fathur melihat wajah Aya yang masih memejamkan matanya, Aya menggigit bibir bawahnya lalu menatap Fathur dengan sayu, begitu juga sebaliknya dengan Fathur.


"Maaf." Ucap Fathur melepaskan Aya.


"Jangan keluar dari kamar ini atau berupaya untuk melarikan diri. Kamu akan tertangkap. Sekarang kamu berada di dalam lingkungan istana. Besok aku akan membawamu keluar dari istana dan mengantarmu pulang. Sekarang istirahatlah."


Aya hanya menatap punggung Fathur melangkahkan kakinya pergi. Sepeninggalan Fathur Aya mengingat kejadian yang baru saja dilakukan.


"Kenapa aku menikmatinya." gumam Aya sambil meraba bibirnya lalu memukul kepalanya agar ia sadar.


Aya melangkahkan kakinya mengambil selimut yang tergeletak diatas lantai lalu menggulung keseluruh tubuhnya. Ia melangkahkan kakinya kearah jendela untuk melihat suasana diluar.


"Banyak sekali pengawalnya. Bagaimana aku keluar? Lagi dimana aku sekarang dan siapa pria itu? Kenapa dia ada dihutan menyelamatkanku?" gumam Aya didalm hatinya. Begitu banyak pertanyaan yang muncul dikepalanya hingga membuat ia bingung.


Aya melangkahkan kakinya lalu menuju sofa untuk tidur kembali. Tidak berapa lama Ayapun tertidur, tubuhnya masih terasa sangat lelah. Semenjak Aya memilih untuk memasuki hutan belantara milik Selena dirinya belum ada tidur sama sekali. Barulah saat ini dia bisa tidur dengan nyenyak dan melupakan sejenak balas dendamnya.


Fathur yang sudah menyelesaikan pekerjaannya dari ruang kerja, menatap Aya tidur di atas sofa. Lalu melangkahkan kakinya mendekati Aya untuk merapikan rambut yang menutupi wajahnya. Setelah rasanya rapi Fathur menuju ranjang king sizenya untuk memejamkan matanya. Tidak berapa lama Fathur pun memjamkan matanya.


** Pagi hari


Pangeran Fathur terbangun lebih dulu dibandingkan Aya. Fathur membersihkan badannya lalu menggunakan pakaian resmi kerajaannya. Dia harus menghadap Raja dan Ratu pagi ini.


Fathur melangkahkan kakinya meninggalkan Aya didalam kamar.


"Macron, perintahkan pengawal untuk menjaga kamarku, jangan izinkan satu orangpun masuk kedalam kamarku.


"Baik pangeran," jawab Macron.


"Panggil pelayan wanita yang bisa dipercaya untuk mengantarkan makanan dan pakaian kedalam." ucap Fathur berlalu pergi.


Fathur melangkahkan kakinya menuju singgasana Raja dan Ratu.


"Aku keluar sebentar ya, kamu akan aman disini." ucap Aya berlalu pergi menuju pintu kamar.


Aya sudah bergaya seperti layaknya seorang pelayan. Aya ingin mencari tau dimana dirinya sekarang. Aya bergerak dengan lincahnya didalam istana, sudah hampir dua jam dia berkeliling di istana. sudah lumayan banyak informasi yang dia terima. kemudian disaat dia ingin kembali dikamar, dia bertemu dengan pangeran Fathur yang sedang ditarik oleh seorang pengawal kerajaan. pangeran Fathur ingin dihukum cambuk karena berani meninggalkan kerajaan saat acara perjodohan dirinya dan ini bukan terjadi untuk pertama kali. Raja Abraham sangat murka dengan dirinya karena sudah mempermalukan dirinya.


Pangeran menatap kearah Aya lalu membelalakkan matanya.


"Apa yang dilakukannya disini dengan menggunakan pakaian itu." gumam Fathur menoleh kearah Aya. Aya diam diam mengikuti langkah pengawal menuju ruang bawah tanah.


Sampai di ruang bawah tanah, Aya melihat Fathur dicambuk. Aya menatap iba kearah Fathur, disaat Aya ingin melihat lebih dekat datang seorang wanita cantik kearah Fathur.


"kenapa kamu harus melarikan diri, sayang?" ucap wanita itu membelai wajah Fathur. Fathur menghindari tangan wanita tersebut dari wajahnya.


"Apa yang membuatmu ada disini, Alexa?"


"Tidak ada apa apa, aku hanya ingin menikmati penderitaanmu, pangeran."


"Dasar perempuan berhati iblis." ujap Fathur murka.


Mendengar ucapan Fathur, Ratu Alexa yang merupakan ibu tirinya semakin murka.


"Eben, sudah selesaikah hukuman cambuknya?" ucap Alexa menatap tajam kearah pengawal setianya.


"Sudah Ratu, Raja hanya menyuruh saya untuk melakukan 20 kali cambukan saja." jawab pengawal menunduk.


"Tambahkan 20 kali cambukan lagi jika ingin tanganmu masih ada." ucap Ratu Alexa berlalu pergi.


Eben yang merupakan pengikut setia Ratu Alexa menatap tajam ke arah Fathur, Fathur yang tangannya diikat tidak bisa berbuat apa apa. Fathur tidak memyadari jika Aya ada berada disebalik tembok.


"aaaaaachhh..... Fathur menjerit disaat cambukan dilepaskan kepungggungnya" cambukan sekarang lebih terasa daripada cambukan sebelum kedatangan Alexa. hal itu dikarenakan punggungnya sudah banyak terluka dan lecet akibat cambukan yang telah diberikan oleh Eben.


Macron tertawa menyeringai, hatinya puas bisa mencambuk seorang pangeran. Macron mengangkat tinggi tinggi tangannya untuk memberi cambukan lanjutan.


Bugh... tubuh Eden terpelanting jauh ke tembok dan mengeluarkan darah segar. Eden bangun dengan bersusah payah dan melihat sekelilingnya. namun ia tidak menjumpai seseorangpun disana.


Disaat dia berjalan tertatih tatih menuju Fathur, datang sebuah pisau terbang melintas samping tubuhnya, semakin dekat Eben melangkah semakin banyak pula pisau yang datang kearahnya. Namun pisau tersebut tidak mengenai tubuhnya. Aya sengaja hanya menakut nakutinya. Eben yang melihat pisau yang banyak datang kearahnya akhirnya keluar dari ruangan bawah tanah.


"Brengsek,,,, siapa yang mengangguku" gumam Eben melangkahkan kaki menuju ruangannya.


Aya langsung datang menghampiri Fathur. dan melepaskan ikatannya.


"Bagaimana kamu mau membawaku keluar dari istana ini , jika kamu mati disini." ucap Aya sambil tersenyum sinis.


"terimakasih." ucap Fathur keluar dari ruangan.


"Ayo, kita ke kamar. aku ingin mengobati lukaku, setelah itu baru akan kuantar kamu pulang." ucap Fathur.


"Baiklah pangeran" ucap Aya sambil tersenyum.


"Apa kamu menguping pembicaraan kami." Fathur menatap Aya karena Aya memanggilnya dengan sebutan Pangeran.


"Aku tidak menguping namun pembicaraan kalian sampai ditelingaku pangeran. Aya melangkah pergi dengan gerakan cepat kemudian menghilang dari penglihatan Fathur. tubuh Aya sudah kembali sehat setelah istirahat yang cukup tadi malam. Makanya Aya sudah bisa kembali bergerak lincah seperti biasanya.