SeCret LoVe'S Princess

SeCret LoVe'S Princess
Aya menunjukkan kemampuannya



"Sayang, Apa kamu tidak merasa aneh dengan kehadiran wanita itu disamping pangeran fathur? Aku merasa dia bukan seorang wanita sembarangan." Alexa memakaikan mahkota di kepala raja Abraham.


"Hanya perasaanmu saja Alexa."


"Apa kamu tidak melihat cara dia memberi penghormatan kepadamu siang tadi? Dia membungkukkan badannya layaknya seorang putri begitu juga dengan caranya berjalan." Alexa mengingat tingkah Aya begitu juga dengan raja Abraham.


"Ayo, kita makan malam dulu. Kita tanyakan saja asal usul dia nanti." raja melangkah jalan dan diikuti oleh Alexa.


"Pangeran Fathur." Alexa terkejut begitu juga dengan raja Abraham karena Aya datang bersama dengan Fathur.


"Ada perlu apa kamu kesini?"


"Saya hanya ingin menemani orangku untuk menemui anda, Raja." Raja Abraham melihat gadis disampingnya yang begitu cantik dan sangat anggun.


"Ayo kita makan malam dulu, setelah itu baru kita bertemu dengan orangmu."


"Silakan raja, saya akan menunggumu disini bersama dirinya." ucap Fathur menoleh kearah Aya. Semenjak kematian Ibunya Fathur bisa dikatakan tidak pernah makan bersama dengan ayahnya kecuali jika dalam acara penting kerajaan. Selain itu Fathur juga tidak mau memanggil raja Abraham dengan sebutan Ayah.


"Apa kamu tidak ingin makan dengan ayahmu," ucap raja Abraham tidak suka.


"Saya bukan tidak mau, saya hanya tidak ingin meninggalkan dirinya sendiri, kecuali jika kita makan bersama dirinya."


"Kamu jangan lancang pangeran, mana mungkin seorang pelayan semeja dengan seorang raja."ucap Alexa murka.


"Ayo, silakan," ucap raja Abraham hingga membuat ratu Alexa menggenggam tangannya dan membuat beberapa pelayan menjadi begitu takjub melihat gadis yang baru saja datang didalam kerajaan ini bisa makan semeja dengan raja Abraham.


.



note : Ratu Alexa free image from pinterest


"Ayo..." ucap Fathur menuju meja makan, Aya hanya menarik nafasnya lalu melangkahkan kakinya dengan anggun duduk disamping pangeran Fathur. Pangeran Zein yang baru datang untuk bertemu dengan Alexa pun ikut duduk dimeja makan disamping ratu Alexa.


Beberapa pelayan membukakan piring untuk melayani keluarga raja makan namun berbeda dengan Fathur. Aya dengan anggunnya mengambil piring yang ada di hadapan Fathur lalu mengisinya dengan makanan lalu menyajikannya dengan begitu indah dihadapan Fathur. Selanjutnya dia mengambil piringnya sendiri dan mengisi dengan sedikit makanan lalu meletakkan serbetnya di paha. Dilihatnya raja sudah mulai menikmati makanan lalu dengan anggunnya ia juga mulai melahap makanan tanpa menoleh kekiri dan kanan. Sementara semua mata tertuju kepadanya melihat gayanya yang anggun dan sangat tenang menikmati makanan tanpa terdengar sedikitpun bunyi sendok dan garpu bertempur diatas piring.


"Kenapa dia begitu tenangnya makan bersama seorang raja tanpa ada rasa canggung sedikitpun?" gumam seorang pendamping raja yang selalu setia mendampinginya bernama Tuan Robert.


"Lihat cara dia makan, dia pasti seorang putri. Apa mungkin dia kekasih pangeran Fathur?" ucap pelayan wanita yang suka bergosip.


"Iya, malahan dia lebih anggun daripada ratu Alexa." pelayan dan pengawal tidak berhenti menatap Aya.


"Ada apa," ucap Aya kepada Fathur yang melihatnya tanpa berkedip. Aya hanya makan sedikit. Dia sudah selesai dengan makanannya.


"Oh tidak." Fathur melanjutkan makan makanan yang diambil oleh Aya hingga membuat beberapa pelayan merasa aneh. Biasanya pangeran Fathur tidak suka makanannya diambilkan oleh orang lain. Dia lebih senang memilih sendiri makanan apa yang diinginkannya.


"Kenapa semua mata melihat kearahnya." Alexa melihat kearah raja yang mencuri pandang kearah Aya.


"Argh, Dasar gadis jal*ng berani beraninya ia menggoda milikku."


Setelah semuanya selesai makan raja mengajak pangeran Fathur untuk duduk ditaman bersama yang lainnya.


"Siapa dirimu, darimana asal usulmu."


"Perkenalkan namaku Aya berasal dari Desa Rembet, aku seorang yatim piatu." ucap Aya dalam keadaan berdiri.


"Memanah, berkuda, bertempur." ucap Aya santai.


"Hahaha.. Cih, berkuda dan bertempur diatas kasur maksudmu?" pangeran Zein menyela pembicaraan mereka.


"Jangan ikut campur urusanku." ucap pangeran Fathur penuh amarah.


"Kenapa kamu begitu marah, apa itu benar?"


"Kamu...pangeran Fathur ingin berdiri namun dihentikan oleh raja Abraham.


"Hentikan."


"Jika itu tidak benar, kamu tidak perlu marah seperti itu. Cukup tunjukkan saja kemampuan orangmu ini." Raja menyilangkan kakinya sambil menatap Aya dari ujung kaki hingga rambut lalu tertawa diikuti oleh pelayan dan pengawal yang ada disekitar mereka. mereka memandang remeh dengan penampilan Aya.


"Darimana kamu dapatkan pelacur wanita ini pangeran Fathur?" Didalam istana ini banyak wanita yang seperti dirinya." ucap Alexa sinis "Usir saja dia dan pilih wanita mana yang kamu inginkan disini." Alexa lagi lagi menghujam Aya dengan kata kata yang ingin menjatuhkan mental dirinya.


"Oh ya ibu, ayah, Makanya pangeran Fathur selalu melarikan diri dari perjodohan dengan putri Liana rupanya untuk menemui wanita ini." ucap pangeran Zein diiringi dengan tawa yang sangat keras.


"Heh, dasar murahan." Alexa meghujami Aya dengan tatapan membunuhnya.


"Prang." Gelas yang dpegang oleh Alexa jatuh kebawah hingga membuat airnya membasahi gaun yang sedang digunakan.


"Kamu....." perkataan Alexa dipotong oleh Aya.


"Bukankah kalian meminta saya menunjukkan kemampuan saya, salah satunya itu saya mampu menendang gelas itu tanpa mengenai jemari anda, selain itu saya juga bisa menghancurkan jemari itu disaat bersamaan." Aya menantang Alexa dengan tatapannya.


"Kamu lancang." pangeran Zein melayangkan tangannya keudara ingin menampar pipi Aya.


"Bugh... tubuh pangeran Zein terpental jauh akibat tendangan Aya lalu beberapa pengawal kerajaan berusaha untuk menyerang dan menangkap Aya namun dengan lincahnya Aya menghabiskan satu per satu lalu meloncat keatas pohon.


"Dimana dia, cari sampai ketemu." ucap Zein murka.


"Aku disini." semua yang ada menoleh keatas termasuk sang raja.


"Bukankah kalian memintaku untuk menunjuk keahlian dan kemampuanku." Aya turun dengan meloncat dari atas pohon kebawah lalu menepuk nepuk tangannya untuk membersihkan dan memperbaiki rambutnya seanggun mungkin.


"Raja Abraham yang terhormat, Apakah pertunjukanku tadi sudah cukup?" Aya memberi penghormatan kepada raja lalu tersenyum penuh kemenangan.


Semua yang ada membelalakkan matanya seakan tidak percaya atas barusan yang mereka lihat dan dengar yang diucapkan oleh Aya.


"Prok..prok.. " Raja memberikan tepuk tangan kepada Aya lalu tersenyum.


"Kamu boleh pergi."


"Terimakasih raja" Aya memberikan penghormatan lalu mundur dan pulang bersama pangeran Fathur.


Selama dalam lerjalanan Fathur lebih banyak diam mengingat kejadian yang baru saja terjadi sungguh diluar dari dugaannya padahal rencananya tidak seperti itu.


"Siapa dia? Dia selalu berubah ubah" Fathur menatap wajah gadis yang begitu cantik disampingnya sedang begitu bahagia.


"Terkadang dia seperti seorang kucing yang begitu penurut, namun dalam hitungan menit berubah menjadi serigala wanita yang sedang kelaparan dan dalam hitungan jam menjadi seperti ular yang licik. Apa aku bisa mempercayainya?" pangeran Fathur merasa bimbang dengan kehadiran Aya.


"Pangeran, kita sudah sampai. Apa ada lagi yang harus saya kerjakan.