Revenge In Marriage

Revenge In Marriage
Menjadi Lelaki Sejati



“Jangan dorong-dorong dong, sakit tau.”


“Mengerti juga kamu rasanya sakit? Lebih sakit mana, didorong begini atau dikhianati pasangan sendiri?” bentak Angga.


“Siapa juga yang berkhianat? Kamu tuh yang berkhianat di depan mata kepalaku sendiri.”


“Itu masa lalu, jangan diungkit terus!”


“Iya masa lalu. Tapi kalau Anabel belum meninggal, kamu pasti masih terus mendua kan?”


“Aku tidak bisa bersama Anabel. So, kamu juga tidak bisa bersama lelaki lain, apalagi sama Devan yang sok baik itu.”


“Stop menyudutkan Devan, dia beda sama kamu. Dia benar-benar baik, tidak seperti kamu yang pura-pura baik.”


“Puji saja terus Devan mu itu. Sebentar lagi, dia tidak akan mau lagi menerima kamu.” Angga tersenyum licik kala mengatakan nya.


“Apa maksud kamu?” tanya Alisha dengan suara gemetar.


“You are mine, Alisha. Only mine, starting from now.” Angga lalu melucuti penutup kepala Alisha.


“Mau apa kamu?” gertak Alisha.


“Mau kamu dong, sayang. Mau apa lagi kalau bukan tubuh mu ini?” Ia beralih membuka penutup tubuh Alisha yang ketakutan.


“Stop touching me!” tutur Alisha seraya mengelak dari sentuhan-sentuhan kasar Angga. Ia terus mundur, hingga mencapai tembok kamar.


Angga terus mendekat, semakin dekat, dan dengan cepat menarik Alisha ke dekapan nya.


Bibir nya kini menyentuh bibir sang istri. Maka terjadilah pertemuan antara dua bibir.


Alisha meronta kuat, memukul dada bidang milik Angga. Sayangnya, ia tak cukup kuat untuk melepaskan diri dari Angga.


Awalnya, Angga me-nye-sap bibir Alisha perlahan. Namun lama kelamaan, kecupan nya semakin menuntut, membabi buta. Sampai Alisha kesulitan bernafas karena nya.


Angga barulah melepaskan pagutan bibir nya, saat menyadari Alisha terengah-engah karena ulah nya. “Manis dan empuk. Aku suka sekali,” ujar nya sembari memegangi bibir merah jambu milik Alisha.


Tak tahan, Angga kembali melayangkan ciuman pada bibir candu milik istri nya itu. Alisha jadi mematung dibuat nya. Mata mereka seketika bertemu, membuat jantung Alisha berdegub kencang.


A few moments later, Angga melepaskan pagutan nya. “Aku haus,” ucap Alisha setelah pergulatan hangat itu.


“Tunggu di sini, aku ambil air dulu.”


“Biar aku saja yang ambil sendiri.”


“Jangan, kamu di sini saja. Duduk yang manis.” Angga beranjak dari duduk nya, kemudian melangkah keluar kamar.


“Yes, dia sudah pergi. Saatnya kabur.” Alisha mengenakan kembali pakaian nya, lalu membuka pintu dengan cepat. “Damn, pintu nya terkunci. Dasar licik,” imbuh nya. Ia terpaksa kembali duduk di ranjang.


Sejurus kemudian, Angga masuk dengan membawa segelas air. “Minum yang banyak ya, biar kamu kuat.” Angga menyerahkan segelas air itu ke Alisha. “Kenapa kamu pasang baju lagi?” tambah nya saat menyadari istri nya itu tak lagi polos.


“Dingin.”


“Biar kuhangatkan.” Angga mendekati Alisha, tangan nya kembali menyentuh baju Alisha. Bersiap untuk melepaskan penutup tubuh istri nya itu untuk kedua kalinya.


“Aku lapar,” tukas Alisha cepat.


“Tadi haus, sekarang lapar, nanti apa lagi? Kamu terlalu banyak tingkah,” umpat Angga.


Untung saja perut Alisha berbunyi. Jadi Angga tidak jadi marah karena berpikir Alisha memang lapar. “Tunggu sebentar, aku ambil makanan dulu.”


Angga ke dapur lagi. Sedangkan Alisha, ia menarik nafas panjang. “Alhamdulillah selamat,” ujar nya seraya mengelus dada.


“Nanti mau alasan apa lagi ya?” tambah nya.


Tanpa berlama-lama, Angga kembali dengan membawa mangkuk berisikan makanan.


“Habiskan cepat!” Kali ini, ekspresi nya sungguh tak bersahabat.


Alisha memakan nya perlahan. Membuat Angga jadi tersulut emosi melihat nya. “Kubilang habiskan cepat! Malah makan kayak siput.”


Alisha pun mengunyah dengan cepat. Mangkuk nya sudah kinclong sekarang, makanan yang ada di mangkuk tadi sudah memenuhi perut nya.


Angga langsung menarik nya kasar. Membuka paksa pakaian perempuan yang berada di hadapan nya itu. “Aku mau buang air,” elak Alisha lagi.


“Sana masuk, jangan buang air di sini.”


Tak sabar, Angga mengetuk pintu toilet itu agak kencang. “Lama sekali, cepat keluar!”


“Tunggu sebentar!” Alisha pun keluar.


Tanpa menunggu lama, Angga langsung mengangkat Alisha. Membaringkan nya di atas ranjang, lalu menindih nya pelan.


Ia kemudian melepaskan satu per satu penutup tubuh Alisha. Ini kali kedua ia melihat gunung kembar yang bentuk nya indah nan padat, kulit mulus, juga gua yang bersih dari rerumputan milik istri nya.


Angga yang amat bergairah, langsung saja menyusuri gunung itu. Menapakkan tangan, memainkan, lalu meminum sedikit air dari nya.


“Arghhh.” Lenguhan lepas begitu saja dari mulut Alisha. Ini kali pertama ia merasakan sensasi itu.


“Suka kan? Mari kita lanjutkan!”


“Tidak, aku tidak suka. Jangan dilanjutkan!”


“You are a perfect liar, sayang.”


Angga terus mengecup tubuh mungil milik Alisha. Memberikan tanda kepemilikan di tubuh sang istri. Semakin ia mengecup, semakin menggeliat juga lah Alisha dibuat nya.


Tak cukup sampai di situ, Angga beralih ke bagian paling sensitif milik istri nya, untuk melakukan penyatuan. Kereta nya mulai memasuki terowongan Alisha yang sempit. Membuat si pemilik terowongan meracau kesakitan.


“Damn, what are you doing? Stop it! You hurt me.”


PRAKKK. Terjadilah benturan yang sangat hebat di bawah sana. Bulir-bulir air mata dan bulir-bulir keringat menyerang Alisha secara bersamaan. Perih sekali rasanya saat Angga merampas hak nya secara tiba-tiba.


“Saaa kit. Arghhh,” keluh Alisha.


“Just a moment. Everything must be okay after this.” Angga tak mau berhenti


mengemudikan kereta nya. “What a pure you are,” tambah nya memuji Alisha.


“Persetan dengan pure. Rasanya sakit sekali, cepat hentikan!”


“Nanti saja, sayang.”


“Nanti katamu. Arghh, kamu sengaja ya mau membunuh ku?”


“Belum ada istri yang mati karena melayani suami nya seperti ini.”


“Jangan banyak bercanda! Cepat hentikan!”


“Tunggu sebentar lagi sayang. Belum tiba di puncak ini.”


Tak lama setelah nya, Angga melenguh panjang. Kereta nya tak lagi melaju. Ia yang amat puas langsung ambruk di samping Alisha.


Ia juga langsung mengecup dahi Alisha. “Terima kasih sayang,” ucap nya sebelum tidur sambil memeluk istri nya itu.


Alisha yang terus merintih membangunkan nya dari tidur nyenyak nya. “Masih sakit?” tanya Angga yang langsung dibalas Alisha dengan anggukan.


“Tunggu sebentar, aku cari solusi nya di om google dulu.”


“Kamu kan sudah sering melakukan nya dengan Anabel. Kenapa harus searching lagi?”


“Iya, sering. Tapi kan beda sayang.”


“Beda bagaimana?”


“Anabel tidak kesakitan seperti kamu.”


“You made me confused. Cepat cari obat nya.”


Angga mulai mengetik. Cara mengatasi sakit karena berhubungan suami istri pertama kali.


Muncullah beberapa blog. Angga membaca judul blog yang paling atas. “Tak Perlu Takut, Begini Cara Atasi Mi-ss-V Bengkak setelah Berhubungan Intim.” Ia langsung mengklik nya.


.


.


.


Seperti biasa, jangan lupa tinggalkan jejak ya kak. Have a nice day😊😊