Revenge In Marriage

Revenge In Marriage
Video Skandal Angga



“Ini Angga kan? Tega sekali dia mengkhianati Alisha,” ucap Devan saat menonton video tak senonoh suami dari perempuan yang sangat ia cintai.


Ia bergegas mengarahkan layar gawainya ke fitur telepon. Kemudian menelepon kontak yang selama ini selalu berada di riwayat panggilan, juga di hatinya.


“Aktif, tapi tidak diangkat. Come on Alisha! Angkat dong!”


Devan mondar mandir, sebelum akhirnya mendatangi rumah Angga karena khawatir. Ia menekan bell, sayangnya si empunya rumah tak jua membuka pintu. Menyebabkan perasaan gusar aparat gagah ini kian membuncah.


Ia terpaksa mengabaikan adab bertamu, dengan merangsek masuk ke rumah lelaki yang masih ia anggap rival hingga detik ini. Untungnya rumah itu tidak terkunci.


Ia menapakkan kaki menuju kamar yang terdengar ramai, oleh suara lenguhan sejoli. Persis seperti yang sering ia dapati saat bertugas.


Devan memukul kepalanya. Ayolah Devan, move on! Alisha sudah sepenuhnya jadi milik Angga. Jangan pernah berharap lagi bisa memilikinya.


Devan berbalik, bersiap untuk meninggalkan rumah yang tengah ia pijaki itu. Tapi terhenti oleh racauan Angga yang menyebutkan nama perempuan lain. Anabel, Angga mengucapkannya dengan penuh hasrat.


Anabel? Apa itu perempuan yang ada di video? Kalau itu bukan Alisha, berarti Alisha ada di tempat lain. Tapi dimana?


Devan menarik rambutnya yang tak gatal sama sekali. Untuk kesekian kali, dia menghubungi nomor Alisha. Tapi hasilnya tetap sama seperti sebelum-sebelumnya.


Apa jangan-jangan Alisha ada di dekat danau, yang fotonya pernah dia upload bareng Rembulan?


Ia beralih mencari keberadaan danau itu. Benar saja, gawai Alisha tengah berdering di sekitaran danau yang telah ia temukan. “Alisha mana ya? Kenapa cuma HPnya yang ada di sini?”


Tiba-tiba, ia dikejutkan dengan sosok Alisha yang sudah mengambang di atas permukaan air. Ia langsung melempar gawainya. Dengan cepat menceburkan diri ke danau di


hadapannya. Menarik pujaan hatinya itu ke tepi.


Alisha belum sadarkan diri juga. Tak ada cara lain lagi, ia bergegas membawanya ke rumah sakit.


Di gerbang rumah, dia berpapasan dengan Miland. “Kamu siapa? Kenapa kamu bawa Alisha?” bentak lelaki yang juga sangat mencintai Alisha.


“Tanyakan saja ke suami sialannya itu! Kenapa dia tega berselingkuh dengan perempuan lain. Sampai Alisha ingin mengakhiri hidupnya. Minggir, Alisha harus cepat-cepat dibawa ke rumah sakit.”


Miland memberi jalan. Devan membuka mobil, lalu membaringkan Alisha di sampingnya. “Bertahanlah Alisha, kita segera ke dokter.”


Adapun Miland, ia melangkahkan kakinya ke kamar Angga. Di kamar itu, hanya ada Anabel di dalam. “Mana Angga?” tanyanya kesal.


“Ada di dapur.”


Dengan langkah seribu, Miland menghampiri Angga di dapur. Tampak, lelaki yang ia cari tengah menikmati beraneka jenis hidangan di atas meja dengan begitu lahapnya.


Seketika jiwa psikopat Miland seolah timbul saat melihatnya. “Kamu benar-benar kurang ajar Angga. Apa sebenci itu kamu ke Alisha? Apa seharus itu kamu menyebarkan video syurmu dengan perempuan murahan itu?”


“Stop menamai Anabel seperti itu! Dia bukan perempuan murahan.”


“Jadi apa label yang pantas untuk perempuan yang tidak tahu malu, tidur dengan suami orang seperti dia? Kalian juga tega sekali share video mesum kalian ke sosmed. Alisha pasti sangat malu, sudah ketahuan gagal menjaga suaminya. Kamu keterlaluan Angga!” bentaknya.


“Video mesum? Maksud kamu?”


Miland memutarkan video Angga dan Anabel yang sedang bermain kuda-kudaan di markas lama. Video itu beredar dimana-mana.


Emosi menyelimuti hati dan pikiran Angga kala melihatnya. Ia menggebrak meja. “Perempuan sialan, berani-beraninya dia menyebar video ini. Tunggu saja Alisha, foto-foto vulgarmu akan kusebar juga. Dasar perempuan tidak tahu diuntung.”