Revenge In Marriage

Revenge In Marriage
Asa yang Selalu Patah



“Sial, mereka berhasil kabur. Gagal lagi,” keluh Devan sembari meninju meja yang ada di hadapannya.


“Kita pasti akan menangkapnya suatu hari nanti,” jawab Roy guna menenangkan koleganya.


Devan lalu berjalan keluar dengan sempoyongan. “Ledakkan markas terkutuk ini,” geramnya.


Satu, dua, tiga, markas itu kini tertutupi oleh kobaran api. Si jago merah menjalar dengan cepat, melahap habis markas berteknologi canggih itu.


Tiga bulan berlalu. Senyum kini terukir di wajah Alisha yang rentan depresi itu. Mata yang dulunya berurai air mata, kini berbinar. Mengalahkan cerahnya sinar purnama yang sering ia tatap kala sedih.


Senyum yang dulunya juga selalu mengerucut ke bawah, kini melengkung sempurna ke atas. Menampung jutaan kebahagiaan yang ia dapatkan setelah berpisah dari Angga.


Terlebih, sebentar lagi ia akan menikah. Tentunya dengan seorang lelaki yang amat mencintainya. Lelaki yang akan menjadi suaminya, tak lain dan tak bukan adalah Devan. Sahabatnya sejak menduduki bangku SMA.


Sialnya, begitu banyak hal dalam hidup ini yang berjalan tidak sesuai rencana. Berlaku juga pada perjalanan cinta Alisha dan Devan.


Akhirnya, Amanda akan menikah juga.


Baguslah, itu berarti dia sudah move on dariku. Dengan begini, beban moralku untuk menjaga perasaannya jadi berkurang.


Angga bersiap melajukan kembali mobilnya setelah memantau rumah Alisha beberapa saat. Namun terhenti oleh percakapan ibu-ibu yang berlalu lalang di sekitaran situ.


“Kasihan Amanda, jodohnya belum ketemu juga. Padahal dia anak pertama. Justru Alisha yang akan melangsungkan pernikahannya yang kedua."


Ucapan ibu-ibu itu meruntuhkan hipotesinya tadi. Hampir saja ia tidak tahu, bahwa yang akan menikah adalah Alisha.


Angga mengepalkan tangannya keras. Perempuan sialan, berani-beraninya dia mau menikah lagi. Kamu terlalu meremehkanku Alisha. Sekali kubilang kamu milikku, maka tidak akan ada laki-laki yang bisa memilikimu selain aku.


Tiga hari kemudian, hari yang Alisha dan Devan nanti-nantikan sudah tiba. Sebentar lagi, perempuan cantik itu akan menjadi istri Devan. Sayangnya, Angga yang masih sangat menginginkan Alisha, tidak membiarkan pernikahan itu berlangsung.


Menyadari kedatangan seseorang yang mencurigakan, Alisha panik. Baru saja mau berteriak, ia sudah dibius duluan oleh Angga.


Sejurus kemudian, ia dimasukkan ke dalam karung berukuran besar. Lalu dengan santainya Angga mengangkat Alisha yang tak sadarkan diri ke luar rumah.


“Bawa apa Mas?” tanya pekerja di luar.


“Sampah Bu,” jawabnya enteng. Seenteng saat ia mengangkat Alisha. Menyebabkan orang lain tak terpikirkan sama sekali bahwa yang ia angkat sebenarnya calon pengantin.


Lelaki setengah psikopat itu pun memasukkan Alisha ke dalam mobil. “Tangkap orang itu,” teriak pelayan yang bertanya tadi.


Dengan terburu-buru, Angga melajukan mobilnya dengan kecepatan abnormal. Membawa Alisha ke markas baru yang tak kalah canggih dari sebelumnya.


Sesampainya di sana, ia hanya mengambil berkas penting saja. Lalu dengan cepat mengoperasikan jet pribadinya ke Jepang. Membawa serta Alisha menyusul anggota-anggotanya yang lain, sebelum Devan kembali berhasil menemukan markasnya.


Di jet pribadi itu, Alisha akhirnya sadar. “Kak Angga,” tuturnya bingung.


“Selamat, pernikahanmu dengan Devan batal. Satu lagi, kamu masih istriku sayang.”


“Kamu gila ya? Kita sudah resmi bercerai tiga bulan yang lalu.”


“Oh ya? Sayang sekali, aku tidak menandatanganinya. So, status kita masih sebagai suami istri. Now, Kita ke Jepang untuk memulai hidup baru.”


“Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah sudi hidup bersama kamu. Jangankan hidup bersama, mengenalmu saja aku tidak sudi. Kalau saja bisa memilih, aku akan meminta pada Allah untuk tidak pernah mengenal kamu dalam kehidupan ini kak.”


“Silakan mengoceh terus! Bagaimana pun, kamu tidak akan menikah dengan Devan. Kamu hanya akan jadi istriku selamanya.”


Mau tanya, bagusnya Alisha sama siapa? Tetap sama Angga (Angga akhirnya berubah), sama Devan, atau sama Miland? Kali ini aku mau buat ending yang sesuai dengan keinginan readers...