Revenge In Marriage

Revenge In Marriage
Kala Anabel Diculik



Murad mengaktifkan androidnya yang sudah tercharge full. Di layar gawainya itu, tampak notifikasi pesan singkat dari Angga.


I am on my way to Japan with Alisha.


Seketika, rona wajah Murad menjadi ilam-ilam setelah membaca pesan singkat yang dikirim Angga sebelum mengoperasikan jet ke Jepang.


Spontan, Murad mengacak-acak rambutnya dengan kasar. “Aduh, bos sudah dalam perjalanan ke sini. Tamatlah riwayatku kalau bos sampai sebelum Anabel kutemukan.”


Murad memutar otak dengan cepat. Meski begitu, idenya hanyalah memperbaharui strategi pencarian Anabel.


Beberapa anggota bertindak seperti ilanun, menahan transportasi laut yang melintas untuk memeriksa isinya. Bisa saja, Anabel diculik dan disekap di dalam transportasi jalur laut itu.


Sebagian yang lain diarahkan ke hutan-hutan, mengilar semak-semak yang berpotensi menjadi tempat pembuangan mayat. Mafia seperti mereka tahu betul, bahwa kemungkinan besar kondisi sandera adalah dibunuh lalu dibuang ke tempat terbengkalai.


Sementara di dalam jet milik Angga, Alisha mengilaskan kaki berkali-kali. “Turunkan aku Kak!” perintahnya.


Awalnya Angga diam saja, membiarkan Alisha mengeluarkan uneg-unegnya. Hingga menjadi muak karena Alisha tak mau berhenti mengoceh untuk diturunkan.


“Sekali lagi kamu mengeluh. Kuturunkan kamu di sana. Biar kamu dimakan hewan buas sekalian,” tunjuknya dengan mengarahkan kepalanya pada hutan belantara di sisi kanan yang dipenuhi ilat-ilatan.


Nyatanya, ancaman Angga itu berhasil membungkam mulut Alisha. Perempuan cantik itu akhirnya membisu selama beberapa jam di perjalanan mereka menuju Jepang.


Delapan jam pun berlalu, mereka kini tiba di salah satu markas milik Yakuza. Jet dengan harga fantastic itu ia ilatkan tak jauh dari markas. Mereka kemudian keluar dari jet yang menemani perjalanan mereka selama sepertiga hari.


Maka tak heran bila suara keroncongan dari dalam perut mereka terdengar usai kelamaan menahan lapar di jet. Pertanda ileum dalam perut keduanya sudah tidak sabar untuk diisi makanan sesegera mungkin.


Angga menarik Alisha lalu berjalan dengan cepat, menyebabkan istrinya itu mau tidak mau turut mempercepat langkahnya menuju markas. Satu-satunya tempat terbaik bagi Angga dan kawan-kawan untuk mengili dari kejaran Devan.


Tanpa berlama-lama, Angga dan Alisha yang amat dahaga langsung meminum matcha itu. Dilanjutkan dengan menikmati berbagai hidangan khas Jepang yang sudah sedikit dingin.


Keberadaan Alisha di sampingnya, hampir saja membuat Angga luput pada keberadaan Anabel dan Murad. “Anabel sama Murad ke mana?” tanyanya setelah teringat pada dua orang penting dalam hidupnya itu.


“Se, sebenarnya Anabel menghilang sejak tadi pagi bos. Murad dan yang lain sedang mencarinya sekarang,” balas anggota itu dengan mimik ilunya. Berharap mimik itu akan menyelamatkannya dari hantaman sang bos.


Mendengar itu, Angga refleks berdiri. Tangannya dengan cepat meraih kera baju milik lelaki itu. “Kenapa tidak bilang dari tadi, hah?” bentaknya.


Nafas si anggota kini jadi terengah-engah karena gertakan Angga. Jantungnya sampai mengalun kasar saking paniknya. “Ampun bos, kami takut bos marah.”


Angga jadi tidak berselera untuk melanjutkan makannya. Padahal makanan yang ada di mangkuk itu belum setengahnya ia makan. Ia bergegas meninggalkan meja, juga markas itu. Menyusul Murad yang tengah melakukan pencarian.


Sementara di Italia, Dominic melepaskan penutup mulut Anabel. “Apa kabar? Senang sekali bisa bertemu denganmu lagi, walau dalam keadaan yang tidak menyenangkan seperti ini.”


“Kabar? Menurutmu? Tidak mungkin aku akan mengatakan baik-baik saja dengan kondisiku yang tertekan seperti ini,” balas Anabel dengan mata melotot. Sorotan matanya berhias kebencian pada lelaki di hadapannya.


“Aku memperlakukanmu seperti ini karena salahmu sendiri. Kalau saja kamu menjalankan perintahku dengan baik, kamu tidak akan berakhir digigit nyamuk di sini. Ha ha ha, dasar perempuan bodoh. Dikasih pilihan yang enak malah pilih yang eneg.”


.


.


.


Have a nice dream sweet readers ❤️❤️