Revenge In Marriage

Revenge In Marriage
Diary Alisha



“Sebenarnya wajar kalau Alisha menyebar aibmu, karena kamu sudah terlalu sering menyakiti dia. Jadi tidak usah sebar foto-foto Alisha. Nanti kubantu menghapus semua videomu yang sudah terlanjur beredar itu.”


“Asam harus dibayar asam Miland. Biarkan dia malu juga sepertiku.”


“Alisha sudah cukup menderita karena kamu Angga. Jangan ditambah lagi lukanya.”


“Darimana kamu tahu? Kamu membuntuti istriku terus ya?”


“Bukan aku yang membuntuti, tapi kamu yang terlalu asyik dengan selingkuhanmu itu. Sampai-sampai istrimu terluka tapi kamu tidak tahu.”


“Bagaimana mau tahu, dia tidak pernah kasih kabar. Mikir dong Miland!”


“Seharusnya kamu yang menghubungi dia. Toh kamu yang salah, bukan dia. Tadi, aku lihat Alisha di depan. Dia digendong laki-laki lain karena pingsan. Semoga saja kamu tidak menyesal kalau suatu saat Alisha meninggalkan kamu, karena lelaki itu.”


“Jangan coba-coba membodohiku Miland.


Bagaimana bisa kamu ketemu dia depan? Sedangkan sepekan ini Alisha tidak pernah pulang.”


“Tunggu sebentar.” Miland bergegas mengambil koper Alisha di ruang tamu, lalu membawanya ke hadapan Angga.


“Kamu terlalu sibuk dengan Anabel. Sampai tidak memperhatikan kedatangan istrimu,” lanjutnya setelah memperlihatkan koper milik Alisha.


Angga melongo untuk beberapa saat. “Alisha ternyata sudah pulang. Kenapa dia tidak berkabar ya?”


Di saat yang sama, Devan tiba rumah sakit. “KTP pasien mana pak?” tanya dokter padanya.


Sial, dompet Alisha pasti ada di rumah Angga.


“Tunggu sebentar bu. Aku cari KTPnya dulu.” Ia bergegas mencari kontak Angga di gawai Alisha.


“Nomor baru, angkat tidak ya?” monolog Anabel. Ia terpaksa menjawab panggilan yang tak henti itu.


“Halo!”


“Iya, halo!”


Ini pasti suara perempuan sialan itu. “Bawa KTP Alisha ke rumah sakit sekarang juga!”


“Cihhh, memangnya kamu siapa suruh-suruh aku? Lagian Alisha tidak ada di sini. Dia di rumah orang tuanya.”


“Aku temannya Alisha. Aku sudah tahu perselingkuhan kamu dengan suaminya. Ambil KTP Alisha di kopernya sekarang juga, atau kamu kulaporkan atas kasus perselingkuhan.”


“Bapakku Jenderal Polisi. Coba saja menyuapnya kalau kamu berani. Bawa KTP Alisha sekarang! Sebelum batas kesabaranku habis.”


Anabel mulai gemetar. “Tapi aku di rumah suaminya, bukan di rumah orang tuanya.”


“Koper Alisha ada di ruang tamu Angga. Kamu ke situ sekarang, cari KTPnya. Cepat!”


Dengan cekatan, Anabel bangkit dari duduknya. Sebenarnya ia tidak begitu percaya dengan ucapan Devan. Tapi rasa takutnya yang amat besar menggiringnya ke ruang tamu.


Tidak ada koper di sini. Kalau kubilang tidak ada, lelaki ini pasti marah. Tanya kak Angga dulu, barangkali dia lihat KTPnya Alisha dimana.


“Ini koper Alisha kan?” tanyanya saat tiba di dapur.


“Iya, kenapa?” tanya Miland. Masih dengan ekspresi kesalnya.


“Sini cepat!” Anabel menarik paksa koper itu.


Miland menggenggam koper itu dengan erat, tak membiarkan Anabel mengambilnya. Tatapannya yang begitu tajam juga ia tunjukkan ke perempuan licik itu. “Mau apa lagi kamu?”


“Disuruh sama orang ini bawa KTPnya Alisha ke rumah sakit.”


“Rumah sakit? Alisha sebenarnya kenapa?” tanya Angga. Ia mencoba bersikap biasa saja, tapi raut wajahnya tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya yang mendalam pada Alisha.


“Sudah kubilang dia pingsan. Seingatku dia basah, jangan-jangan dia mencoba bunuh diri di danau.”


Angga tertunduk lesu. Semua ini pasti karena aku. Aish, danau itu harus segera ditimbun.


Miland langsung membuka koper Alisha, di dalam terdapat tas kecil. Berisikan dompet juga diary berukuran mini. Dia membuka dompet, di dalamnya terdapat KTP Alisha. “Kamu di sini saja Anabel, biar aku yang bawa ini ke lelaki itu.”


“Tunggu!” cegah Angga.


“Mau apa lagi? Kalau mau tanya-tanya nanti saja. Aku harus segera ke sana.”


“Aku ikut.” Angga merampas dompet juga diary milik Alisha dari tangan Miland. “Dia istriku,” lanjutnya.


“Aku juga mau ikut,” pinta Anabel.


“Kamu di sini saja. Sikonnya tidak bagus. Alisha bisa mengamuk kalau lihat kamu.”


Terima kasih untuk like, komen, gift, dan votenya kak. Terima kasih juga untuk sarannya. Maaf kalau gak balas, kadang aku bingung mau jawabnya gimana. Makanya cuman like🙈. Tapi aku notice kok🥰🥰