
"Istriku belum meninggal! Dia baik-baik saja!" teriaknya dengan isakan tangis. Ia kemudian terduduk lemas tak kuasa menahan kesedihan. Ailee masih hidup, mereka tak boleh berucap dan berdoa seperti itu. Ia pun mengamuk meninju barang yang di sekitarnya.
"Aku memang baik-baik saja."
"Happy birthday to you...happy birthday, happy birthday...happy birthday to you..."
Semua yang ada di sana lalu terpingkal-pingkal, tertawa begitu puas membuat Binar mengernyit tak paham. Ia pun menoleh ke belakangnya mencari sumber suara yang tak begitu asing di telinganya.
Dan terkejutlah ia tatkala mendapati seseorang yang dinantikan kabarnya sejak kemarin– berdiri membawa kue dengan lilin yang menyala di atasnya. Suara terompet pun kemudian terdengar menyakitkan telinga. Bryan, Aiden, Kimmy, dan Sora yang meniupnya. Kemudian tirai diturunkan dan menampakkan dinding yang telah dihias sedemikian rupa siap dijadikan pesta.
Binar lalu berdiri dan menghampiri istrinya yang ternyata baik-baik saja. Ia dekap dengan erat setelah kue di tangannya tadi disisihkan. Tangis kembali pecah membuat Ailee terharu pula dibuatnya.
"Maafkan aku, Hubby. Ini hanya kejutan. Jangan menangis lagi," ucap Ailee di dekapan Binar.
"Aku hampir mati dibuatnya, ini sangat tidak lucu!"
"Ini sudah seperti tradisi dalam keluargaku, setiap satu anggota ada yang ulang tahun pasti dikerjain habis-habisan."
Semua yang di sana kemudian kembali tertawa melihat Binar yang dirasa sangat lucu. Apalagi sejak kemarin lelaki itu menangis tak karuan karena kehilangan cintanya. Ternyata cinta Binar kepada Ailee sangatlah besar.
"Hubby, sudah tua jangan menangis lagi," canda Ailee yang mampu membuat Binar melepaskan pelukannya.
"Tapi tetep tampan hehe..." lanjutnya. Binar kemudian memeluknya lagi. Sungguh, ia tak ingin melepasnya supaya kejadian kemarin benar-benar tak terjadi.
Para keluarga ikut terharu melihat Binar dan Ailee yang berpelukan dan terlihat sangat mencintai satu sama lain. Lilin yang tertiup angin pun kembali dinyalakan, Bu Melati menyuruh Binar berdoa sebelum meniupnya.
"Jangan nangis lagi, ayo tiup lilin dan potong kuenya. Kami sudah lapar," seru Aksa menggelakkan tawa.
Binar hanya bisa menurut, ia masih kesal dengan semua orang yang turut membantu istrinya mengerjai dirinya. Lilin ditiup setelah berdoa, kue pun dipotong kemudian. Disuapkan kepada orang tercintanya. Kemudian dibagikan kepada seluruh orang yang sudah menunggunya.
"Pak Bin, kamu tadi berdoa apa? Kok lama banget sih?" tanya Kimmy seraya meneguk jus jeruk yang juga disediakan di sana.
"Kepo banget sih jadi orang," sahut Aiden.
"Halah! Padahal situ juga kepo."
Ailee pun bertanya juga kepada suaminya tentang doa yang terpanjatkan tadi. Binar lalu tersenyum dan mengecup tangan istrinya.
"Aku berdoa supaya rumah tanggaku semakin bahagia, istriku semakin mencintai dan menyayangimu, dan segera diberi malaikat kecil pelengkap kebahagiaan," ucap Binar berkaca-kaca.
"Semuanya sudah dikabulkan!" jawab Ailee.
Para keluarga bersorak karena paham dengan maksud Ailee. Kemudian Aiden datang memberi satu kotak untuk Binar.
"Hai, calon ayah!" ucapnya ketika memberi kotak.
Binar masih heran dan semua menyuruhnya untuk membuka kotak tersebut. Dua testpack berbeda merk yang terdapat dua garis merah dan juga ada beberapa foto hasil USG. Ada surat keterangan dokter pula yang menyatakan jika Ailee Tanisha Sanjaya tengah mengandung.
"Aku dulu bohong soal datang bulan itu, sebenarnya aku sedang hamil, Hubby."
"Kok bisa?" tanya Binar menatap tak percaya pada istrinya.
Lagi-lagi air mata Binar menetes tak terbendung. Ia langsung bersujud mengucap syukur yang tak terhingga. Di hari bertambahnya usianya kini ia mendapat kado terindah dari Sang Pencipta, yakni buah hati yang ia nanti-nantikan.
Ailee pun tak kuasa menahan harunya melihat suaminya yang sangat bahagia. Ia kemudian membimbing Binar supaya berdiri, lalu didekap erat tubuh lelaki itu. Para keluarga pun banyak yang menitikkan air mata larut dengan suasana yang ada.
Ucapan selamat membanjiri Binar. Semua sangat menyayanginya, doa pun tak henti-hentinya terucap. Acara makan-makan segera dilangsungkan. Semua makanan telah tersedia dan semuanya diatur oleh Ailee. Ia hanya ingin ulang tahun serta surprise untuk suaminya kali ini akan terkenang sampai kapan pun.
Usai berfoto ria bersama keluarga, mereka pun segera berpamitan hendak melanjutkan aktivitas masing-masing. Ailee berterima kasih karena telah membantunya mempersiapkan kejutan ini.
Dan kini, rumah itu hanya menyisakan Bu Melati, Binar, dan Ailee saja. Binar masih asyik menatap testpack dan foto USG, ia masih tak menyangka dengan kabar ini. Ah, iya, ia hampir melupakan sesuatu.
"Jadi, surprise ini ide siapa? Siapa yang punya ide gila sampai mengabarkan Ailee jika kecelakaan pesawat?" tanya Binar kepada dua wanita yang duduk di dekatnya.
"Ehm, Hubby, aku lelah, aku ingin ke kamar istirahat," ucap Ailee ketakutan, ia lalu berdiri dan bersiap menuju kamarnya, tapi sang suami buru-buru mencekal tangannya dan mendudukkannya kembali.
Binar jadi tahu siapa dalang dibalik semua ini tanpa diberi tahu terlebih dahulu. Sudah dipastikan jika dalangnya adalah Ailee– istrinya sendiri.
"Hebat Ailee, idenya luar biasa, sampai kamu hampir mati dibuatnya," ledek Bu Melati terkikik geli.
Awalnya Ailee memang tak tahu jika dirinya hamil, lalu Kimmy mengajak periksa ke dokter. Dan pada akhirnya Ailee benar-benar dinyatakan hamil. Muntah-muntah dulu bukanlah keracunan makanan, tapi morning sickness.
Nah, mulai dari sanalah ide konyol pun muncul. Ia berencana pergi ke Jepang dan menyuruh petugas bandara untuk mengabarkan kepada Binar jika pesawatnya kecelakaan. Cukup susah mengajak keluarga serta pihak bandara bekerjasama dengan dirinya, tapi akhirnya mereka mau dan justru hasilnya sangat memuaskan.
Bu Melati menjadi orang yang pertama mendukung ide konyol itu. Dia sebenarnya tidak pergi menjenguk temannya, tapi harus membantu Ailee mengkoordinasikan para keluarga supaya turut meramaikan.
"Ehem..." dehem Binar membuat istrinya yang sedari tadi menunduk berjingkat karena terkejut.
"Hehe..." Wanita itu hanya bisa meringis menunjukkan giginya yang rapi nan cantik.
"Sudah, Bin. Jangan marahin Ailee, harusnya kamu bersyukur punya istri dia," ujar Bu Melati.
"Tuh dengerin mama..." ucap Ailee sedikit takut karena tampang suaminya itu sedang tak hangat dan sepertinya akan marah.
Binar semakin mendekati Ailee, dan wanita itu menggeser tubuhnya karena takut. Binar kembali mengikuti Ailee dan begitu seterusnya hingga Ailee mentok di ujung sofa.
"Huhuhu, Hubby, maafkan aku. Aku kan hanya bercanda, janji nggak akan diulangi lagi. Jangan marah..." seru Ailee memejamkan matanya tak berani menatap Binar.
"Siapa yang mau marahin? Orang aku mau meluk kamu kok!" ucap Binar yang kemudian langsung mendekap Ailee. Wanita itu pun akhirnya memberanikan diri membuka matanya.
"Lain kali jangan berbuat seperti itu lagi. Kamu bisa bikin orang jantungan hingga akhirnya mati mendadak."
Lelaki itu mengusap perut Ailee yang masih datar. Di sana terdapat benih cintanya. Banyak hal yang terjadi dan di luar dugaan. Perasaan tak percaya masih bersemayam.
Dan begitulah akhir dari cerita cinta seorang murid yang mencintai gurunya sendiri. Berawal dengan hal yang konyol kemudian benih perasaan menyertainya. Meski semesta sempat memisahkan mereka, pada akhirnya cinta yang tulus kembali menyatukan.
Di luar dugaan memang, tapi semua sudah menjadi kehendak-Nya. Hati yang hitam itu lambat laun mengering dan musnah, kemudian tergantikan dengan hati baru yang jauh lebih berwarna.
Di dunia ini memang tak ada yang instan, semuanya butuh perjuangan. Kebahagiaan pun tak akan langsung datang jika tak ada usaha yang mendahuluinya. Meski kesedihan kerap datang, kita tak boleh terus berdiam dan meratapi. Yang harus dilakukan adalah selalu berdoa dan berjuang karena kebahagiaan itu pasti akan datang setelahnya. Entah itu cepat atau lambat, tapi kedatangannya sudah dipastikan.