
Jepang saat ini tengah terjadi pergantian musim, dari musim dingin ke musim semi. Hiruk pikuk warga Jepang dan para wisatawan semakin terlihat. Musim semi memang jauh lebih baik untuk dijadikan wisata, maka dari itu para turis semakin gencar mengunjungi Jepang saat musim semi yang terjadi antara bulan Maret hingga Mei mendatang.
Udara dingin berangsur menghilang tergantikan dengan kehangatan. Angin sesekali bertiup, bunga sakura bermekaran menghiasi berbagai penjuru kota. Biasanya orang-orang akan melakukan kegiatan Ohanami, menikmati keindahan sakura yang bermekaran di setiap daerah.
"Moshi moshi, Ailee san no otaku desuka?" seru seseorang dibalik telepon.
(Halo, Apakah ini kediaman Ailee?)
"Hai, sou desu. Watashi desu."
(Ya, benar. Ini Ailee.)
"Ashita Shinjuku Gyoen ni ikimasen ka?"
(Besok pergi ke Shinjuku Gyoen, Yuk?)
"Sumimasen, dekimasen. Watashi wa Indoneshia ni modoranakereba narimasen."
(Maaf saya tidak bisa karena harus kembali ke Indonesia)
"Dono gurai no ma?"
(Berapa lama?)
"Jūbun'na naga-sa. Anata to hanarete sabishiku narimasu. Jaa mata."
(Cukup lama. Aku akan merindukanmu. Sampai jumpa.)
Sambungan telepon antara Ailee dan Sachi terputus. Sachi adalah teman dekat Ailee selama enam tahun di Jepang. Teman kemanapun dirinya melangkah. Suka duka dilewati bersama, hingga mereka menganggap satu sama lain seperti saudara sendiri.
Sangat lama. Enam tahun telah berlalu, gelar Bachelor of Economics telah disandang. Empat tahun belajar Business Administration di Tokyo University dan dua tahun ini tengah menjalani S2 di fakultas dan Universitas yang sama. Selama itu pula dirinya berjuang penuh menyembuhkan luka masa lampau dengan tidak memijakkan kaki ke tanah kelahirannya.
Dan kali ini dirinya terpaksa untuk kembali ke Indonesia dikarenakan Aiden, saudara kembarnya yang juga selama enam tahun hidup di Jepang itu akan melangsungkan pernikahan dengan Sora Reina Sachiko, sahabatnya sendiri. Sangat panjang jika menceritakan kisah cinta mereka yang memang sangat rumit, akan tetapi ia begitu bangga dengan Aiden yang akhirnya bisa menaklukkan hati Sora.
Sedikit cerita, beberapa bulan yang lalu Aiden memang sudah tak di Jepang. Dia kembali ke Indonesia akan tetapi tetap memperhatikan studi lanjutannya yang berada di negara matahari terbit hanya karena ingin mengejar Sora. Pada akhirnya perjuangan Aiden membuahkan hasil, kedua orang tua merestui, dan bahtera rumah tangga akan segera diarungi.
Dua koper besar telah siap dan tersusun rapi di depan pintu apartemennya. Dua jam lagi pesawat akan lepas landas. Perempuan cantik yang kian manis nan dewasa itu memandang sekilas seisi apartemen yang menjadi tempatnya selama ini. Tak pernah sehari pun ditinggalkan, dan ini adalah pertama kali dirinya akan beranjak pergi.
"Aku akan merindukanmu..." lirihnya sebelum menutup pintu apartemen.
Meski hanya sebentar saja tapi gadis itu tetap enggan, ia takut jika luka yang hampir sembuh kembali terbuka dan justru malah menganga lebar. Secepat mungkin dirinya harus kembali ke Jepang lagi karena wisuda S2 akan segera dilangsungkan, dan gelar Magister akan tersemat.
Bandara Haneda sangat ramai, banyak wisatawan berdatangan hanya untuk menikmati musim semi di Jepang. England, America, Korea, dan yang lain nampak memenuhi bandara. Mereka baru saja sampai, terlihat jelas raut wajah yang berseri dan bersiap memulai pariwisata.
Gadis itu telah duduk di dalam pesawat, disaksikannya sebentar kawasan bandara yang masih penuh dengan orang yang berlalu lalang. Tak lama kemudian pesawat meluncur meninggalkan negara sakura. Bandara Haneda menuju Bandara Soekarno Hatta memerlukan waktu tujuh jam lamanya.
"Are you okay?" tanya seorang pramugari menghampiri Ailee yang sedari tadi gelisah dan cemas.
"I'm fine, thank you," jawabnya dengan menampilkan senyum tipis meskipun keresahan masih melanda.
Bagaimanapun juga dirinya tak boleh seperti ini. Takdir pasti telah berubah, semua hal tak akan lagi sama seperti masa lampau. Bisa jadi lelaki itu telah menemukan perempuan yang memang layak untuk dirinya. Enam tahun berlalu, bagaimana dengan Clarissa? Pasti dia tumbuh sangat cantik. Ah, anak itu tak bisa hilang dari benak Ailee. Terus memikirkan perubahan apa yang terjadi, dirinya sampai tak sadar jika pesawat telah sampai di Bandara Soekarno Hatta.
Troli berisikan koper dan keperluan lainnya didorong menuju pintu keluar. Kata mama dan papanya, dirinya akan dijemput oleh Mang Dudung serta Bi Mina karena kedua orang tuanya itu tengah sibuk mempersiapkan segala hal untuk pernikahan Aiden dan Sora.
Senja di Jakarta sangat indah, sudah lama sekali tak memandang. Ailee tersenyum senang menatap langit yang jingga kemerahan dan burung-burung berwarna hitam berterbangan hendak kembali ke peraduan. Sangat cantik.
"Neng Ailee!" seru seseorang dari seberang. Lelaki gendut berbalut seragam satpam dan perempuan paruh baya menghampirinya dengan rasa tak sabar.
Mang Dudung dan Bi Mina yang datang, mereka langsung memeluk tubuh mungil yang sangat dirindukan. Tangis haru karena akhirnya bisa bertemu kembali pun pecah di antara ketiga orang yang tengah berpeluk melepas rindu.
"Ailee kangen Mang Dudung dan Bi Mina," suara Ailee tercekat. Enam tahun tak kembali sama sekali, banyak orang yang ia rindukan termasuk pekerja rumahnya itu.
"Bibi juga kangen, Neng Ailee lama sekali pulangnya," sahut Bi Mina masih terisak.
"Mang Dudung kangen dikerjain Neng Ailee lagi, enam tahun nggak ketemu kangen banget. Ayo kita pulang, semuanya sudah menunggu," ajak Mang Dudung. Lelaki itu buru-buru menaikkan koper Ailee ke mobil, pintu mobil pun dibuka lebar mempersilakan nonanya untuk masuk.
Perlahan meninggalkan bandara. Menyusuri kota yang memiliki ciri khas, kemacetan di sore hari. Berbeda sekali dengan Jepang yang minim kendaraan hingga kemacetan tak pernah terjadi. Namun, Ailee menikmatinya, sudah lama juga ia tak berdiam menanti celah untuk kembali melaju.
Gedung-gedung baru berdiri kokoh dan menjulang tinggi. Tempat-tempat telah diperbarui dan jauh lebih modern dari sebelumnya. Taman kota dihias jauh lebih cantik. Banyak sekali perubahan yang ada, dan dirinya baru mengetahui.
Menatap beberapa sepeda motor yang berhenti di samping mobilnya, Ailee terdiam dan matanya berkaca-kaca. Sepeda motor dan lelaki itu. Ah, banyak kenangan yang kembali terbuka. Tempat bersejarah yang menjadi saksi kebersamaan mereka tiba-tiba berenang di benak.
Bagaimana kabarnya? Pertanyaan itu terlintas, entah kenapa dirinya teringin tahu kabar Binar sekarang. Apakah sudah ada ibu pengganti untuk Clarissa? Apakah sudah ada perempuan yang layak dengan lelaki itu?
"Ailee..." seru Kimmy dan Bryan menyapa Ailee di depan rumah. Mereka heboh sekali sudah seperti bertahun-tahun tak bertemu, padahal setiap libur tahunan Kimmy, Bryan, Sora sering sekali berkunjung ke Jepang.
"Bukankah beberapa bulan yang lalu kita sudah bertemu? Kenapa kalian histeris saat melihatku? Sudah seperti tak bertemu lama saja!" cebik Ailee yang baru saja turun dari mobil.
Kimmy, Bryan, dan calon pengantin menyambutnya hangat. Pelukan selamat datang karena telah kembali ke Indonesia setelah sekian lamanya pun diberikan. Ailee benar-benar disambut, hingga pesta kecil pun diadakan di dalam rumahnya.
.
.
.
Hi, I'm back😂
Mari berhalusinasi lagi🥰
Oh ya, kalian kan baca gratis, aku juga nulis suka² ngga ada bayaran, tapi tolong dong kasih vote tiap minggunya😅ngga kasih hadiah bunga/kopi/dll gapapa, vote aja ehe