
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu manteman✌️🤭
kembali lagi dengan othor, nah sesuai janji othor sebulan lalu. Sekarang aku udah upload novel Terjebak Hasrat Majikan. Nah yang cari-cari Sean sama Langga, mereka ada di novel ini yah, tapi bukan sebagai pemeran utama cuman nanti Sean sama Langga bakalan othor tambahkan di dalam nya.
Langsung klik profil othor ajah ✌️
ingat! novel Terjebak Hasrat Majikan bukan sekuel dari novel My Wife The Mafia. Keduanya cuman terhubung satu sama lain.
Cuplikan : Terjebak Hasrat Majikan
Saat Fiona hendak melewati lift, tiba-tiba lift terbuka dan nampak Michael keluar dari dalam lift dengan buru-buru.
Fiona tidak sengaja berpapasan dengan Michael " Eh! Pak Michael. Anda sudah ada disini? Berarti tuan...__"
" Kebetulan anda sudah pulang nona. Ayo cepat anda harus naik kedalam kamar tuan Detrick. Sekarang dia membutuhkan anda, saya harus memanggil seseorang." Potong Michael, ia benar-benar nampak buru-buru sekarang
" Memangnya tuan Detrick kenapa?."
" Sudahlah jangan banyak bertanya. Cepat naik ke atas." Michael sedikit membentak
" Ba.. baik." Ucap cepat Fiona, dan segera masuk kedalam lift. Ia tidak ingin sampai Michael benar-benar murka kepadanya.
Sedangkan Michael segera keluar dari mansion, dan pergi entah kemana.
Ting..
Lift terbuka, Fiona pun keluar dari dalam lift. Ia berjalan dengan cepat menuju kamar Detrick, saat sampai di depan pintu, entah mengapa ia malah ragu untuk masuk
Dari tadi di dalam lift ia sudah memikirkan sebenarnya apa yang terjadi, ia bahkan sudah menyiapkan pembelaan diri dan pencegahan jika memang itu di perlukan.
" Tapi, sebenarnya ada apa?." Gumam Fiona merasa risau.
" Tenang Fio! Kamu harus berani, apapun yang ada di dalam kamu harus bisa menanganinya!." Ia berucap dengan sangat yakin.
" Tapi, bagaimana jika...___"
Prang....
Terdengar suara sesuatu yang pecah dari dalam kamar Detrick.
Ceklek...
Sontak Fiona membuka pintu kamar, matanya terbelalak melihat pemandangan di depannya. Kamar yang selalu rapi kini seperti kapal pecah. Semua barang di dalam tergeletak di atas lantai, bahkan ada yang pecah. Belum lagi sprei yang sudah ada di lantai beserta dengan para bantal
" Ada apa ini?." Gumam Fiona, ia perlahan berjalan mendekati ranjang
" Siapa di sana!!." Teriak Detrick dari balik selimut yang menutupi tubuhnya
" Tu.. tuan Detrick.." panggil Fiona
Detrick terdiam " Keluar!! Apa yang kau lakukan masuk disini!!." Bentaknya dari balik selimut, ia seperti gemetar ketakutan
" Tuan? Apa yang sebenarnya terjadi?" Fiona tak akan keluar begitu saja, apalagi ada hal yang menarik di depannya. Detrick yang selama ini selalu angkuh kini gemetar ketakutan dari balik selimut
Tidak ada jawaban, hingga Fiona semakin mendakati ranjang. Ia mencoba memegang selimut tersebut
" Jangan sentuh!!." Menepis tangan Fiona
Sontak selimut yang menutupi tubuhnya terangkat. Lagi-lagi Fiona di buat terkejut dengan pemandangan yang ada di depannya, terlihat jelas bahwa Detrick telah menangis. Bagian matanya masih nampak memerah dan bengkak
" Tu.. tuan.."
" Aghhhh apa yang terjadi! Kenapa semuanya nampak seperti ini." Detrick berteriak tidak jelas, entah menyalahkan siapa.
Matanya melirik kesana-kemari dan mulai berteriak lagi, ia terlihat ketakutan. Detrick menarik kembali selimut nya dan menutupi bagian atas tubuhnya
" Tuan.. apa Anda baik-baik saja?" Sungguh Fiona tak tahu harus apa
" Keluar!!." Pekik Detrick, tapi Fiona kekeh berada di dalam kamar. Fiona khawatir jika ia meninggalkan Detrick sendiri, entah apa yang akan di lakukan Detrick
" Tidak! Saya tidak akan keluar." Fiona tak kalah meninggikan suaranya. Ia melangkah perlahan mendekati Detrick, hingga ia tepat berada di pinggir ranjang
" Tuan ten...___"
" Aku bilang keluar!!!."
Buakkk
" Auchh, perih." Memegang kening nya yang terkena lemparan dari ponsel Detrick. Fiona melihat ada darah yang keluar dari pelipisnya
Mendengar suara rintihan Fiona, sontak Detrick melepas selimut yang menutupi kepalanya " Bodoh! Ka.. kau!!." Ia ingin mengatakan sesuatu, namun lagi-lagi benda yang ada di sekitar nya terlihat bergerak sendiri, bahkan ada yang berbentuk abstrak. Bukan hanya benda, bahkan Fiona juga terlihat menyeramkan di mata Detrick
" Keluar!! Apa kau tidak mendengar ku!!." Memanglingkan wajah dengan mata terpejam
Fiona mendengus 'aku bernasib sial! Dia yang salah tapi dia juga yang marah-marah' gerutu Fiona dalam hati
Ia tidak mendengar apa perkataan Detrick, dan malah semakin mendekati Detrick
" Apa yang kau lakukan! Jangan mendekat. Keluar!!." Merasa ada seseorang yang mendekati nya. Tapi, ia sama sekali tidak berani untuk membuka mata
" Keluar! Jangan mendekat."
Greb...
Fiona memeluk Detrick dan menenggelamkan wajah pria itu di dadanya.
" Le.. lepaskan!!." Memberontak
" Tenang tuan, semuanya akan baik-baik saja. Saya ada di samping anda." Lirih Fiona dengan suara lembut.
Mendengar suara lembut Fiona serta dekapan gadis mungil ini, membuat Detrick perlahan hanyut dan malah melingkar 'kan tangannya di pinggang Fiona serta semakin menenggelamkan wajah di dada gadis muda yang sedang mendekap nya
Fiona tersenyum lalu membelai surai Detrick. Ia bisa mengamati kalau Detrick pasti mempunyai sebuah penyakit psikologis. Karena itu, ia mencoba menenangkan Detrick bahwa semuanya baik-baik saja. Itulah yang ia tahu, dan rupanya cara itu berhasil
Lama mereka di posisi duduk saling berpelukan. Hingga Fiona merasa Detrick sudah tenang, ia mencoba untuk melepaskan pelukannya namun Detrick malah semakin mengeratkan
" Tu.. tuan."
" Jangan bergerak! Biarkan seperti ini." Ucapnya tanpa mengangkat kepala.
" Tapi tuan.." tetap saja Fiona merasa ada yang aneh. 'ahhhk kenapa juga tadi aku harus memeluknya'
Fiona mencoba untuk melepaskan pelukannya lagi, hingga ia merasa sedikit longgar. 'berhasil' riangnya
" Ck! Aku bilang jangan bergerak."
" Kyaaa... Tu.. tuan.." Pekik Fiona saat tiba-tiba Detrick mengangkat tubuh Fiona untuk duduk di pangkuanya. Hal asih sekarang Fiona sedang duduk di pangkuan Detrick dan saling berhadapan.
Kepala Detrick di letakkan di dada Fiona, lalu ia melingkarkan tangan kekarnya di pinggang ramping Fiona
'eh!.. eh!.. aku dimana? Aku siapa?' Fiona terkejut campur malu bukan main. Ia sama sekali tidak menyangka sang bos yang bagaikan es dan amgkuh seperti besi ini akan memeluk nya dan bertingkah manja seperti ini
" Tu.. tuan.." Bergerak-gerak tak karuan di dalam pangkuan Detrick.
" Jangan bergerak." Ucapnya masih ia letakkan kepalanya di atas dada Fiona, mencari ketenangan
'Shiit. Kenapa harus bangun sekarang!!' Maki Detrick. Adik kecilnya bangun pada waktu yang tidak tepat akibat gesekan dari Fiona
" Ta.. tapi tuan.." Ia tetap Malu dalam posisi seperti ini. 'eh! A.. ada yang mengganjal di bawah sana'
" Tu.. tuan, a... Apa yang ada di bawah sana." Ucapnya terbata-bata 'Semoga tidak seperti apa yang aku pikirkan'
" Jangan banyak bergerak, kalau kau tidak ingin sesuatu yang tidak diinginkan terjadi." Ucap Detrick dengan suara berat
Akhirnya Fiona membatu, dan tidak bergerak lagi 'itu benar. Ahkk bagaimana ini'
Detrick menarik sudut bibirnya " Gadis baik." Gumam nya
.
.