My Wife The Mafia

My Wife The Mafia
Tertangkap basah



Lyza dan Zean kini berdiri di depan sebuah club malam yang cukup terkenal, sedangkan Sean menunggu di mobil, ia juga berjaga-jaga jika ada hal yang tidak di inginkan. Biasanya akan ada keributan dalam pelelangan jika ada pihak yang tersinggung dengan pihak lain, apalagi jika sponsor yang mensponsori acara lelang itu hanya mafia biasa atau pengusaha biasa yang hanya ingin di anggap.


Diluar dan di dalam nya memang masih sebuah club, namun tidak akan yang menyangka club itu juga tempat pelelangan gelap dan ilegal yang pasti tidak akan di endus oleh polisi. Pelelangan yang melelang barang-barang langkah dengan harga selangit.


Zean dan Lyza masuk kedalam club Tersebut. Mereka menuju bar kecil disana. Terdapat bartender biasa yang sedang mengocook wine yang dibuatnya.


Lyza dan Zean duduk di bar tersebut. Diam-diam Zean Menyodorkan tiketnya di atas meja. Bartender itu tersenyum, lalu menyodorkan wine dan juga topeng. " Pesanan anda ". Ucapnya. Lalu bartender itu memanggil seseorang untuk menuntun mereka berdua.


Zean dan Lyza mengikuti wanita yang berseragam pelayan dari club Tersebut, dari luar Memang nampak wanita itu hanya pelayan biasa, namun Lyza bisa tahu kalau wanita itu pasti bukan orang biasa. Dilihat dari cara jalannya yang tidak menimbulkan suara, itu artinya ia sangat berhati-hati. Mungkin saja dia seorang pembunuh bayaran.


Pelayan wanita itu menuntun mereka hingga sampai ke ruang bawah tanah. " Silahkan gunakan topeng anda ". Ucap pelayan tersebut saat mereka telah sampai di pintu menuju ruang pelelangan.


" Bos kita pakai topeng terlebih dahulu ". Menyodorkan sebuah topeng, Lyza menerima topeng itu.


Setelah memakai nya, wanita itu membukakan pintu dan Lyza serta Zean masuk kedalam ruang pelelangan itu.


Didalam semua orang memakai topeng dan telah duduk di tempat masing-masing. Lyza dan Zean segera duduk di tempatnya juga.


Pelelangan pun dimulai, nampak sang pembawa acara juga memakai topeng. Sepertinya sponsor pelelangan kali ini bukan orang biasa.


Satu persatu barang mulai di lelang. Acara lelang mulai ramai dengan penawaran-penawaran dari beberapa pihak. Sedangkan Lyza masih menunggu barang yang di inginkan.


Di sisi Lain


" Meeting nya akan di adakan besok. Sepertinya para direksi dan pemegang saham sedikit membuat keributan ". Seru Egi


" Lagi-lagi mereka. Baiklah atur pertemuan besok ".


" Haisss kamu sih Res, setidaknya berikan sedikit mereka pelajaran agar mereka tidak membuat keributan lagi. Kan mereka berlaku seenaknya karena menganggap mu lemah ". Keluh Egi


" Memangnya keributan apa lagi yang mereka buat? ".


" Jadi beberapa dewan direksi ada yang mendukung acara lelang ilegal yang dilakukan oleh beberapa ketua mafia di bawah naungan keluarga Warrent ".


" Lagi? Huffhhh lagi-lagi seperti itu ". Bersender dikursi


" Apa kita perlu membubarkan acara lelang itu? ".


" Tidak perlu! Sepertinya akan berbahaya, apalagi mengingat ketua mafia yang mensponsori acara lelang itu. Pasti ada banyak orang-orang penting dan berbahaya yang hadir. Kirimkan mata-mata untuk mengawasi acara itu, jika ada ganjal langsung lapor ". Jangan membuang nyawa begitu saja.


" Baiklah... Tapi besok kamu harus memberi pelajaran pada orang-orang tak tahu diri seperti mereka ". Sekali lagi memberikan nasehat


" Hmm sebenarnya aku tidak mau terlalu membuat keributan sih, baiklah karena ini sudah beberapa kali mereka membuat keributan, sepertinya kita harus memberikan mereka sedikit pelajaran ".


" Nah itu baru bagus. Kalau kamu di kantor, kan bukan seorang ustadz, tapi seorang pimpinan perusahaan. Jadi sesuaikan sifatmu ".


" Baiklah.. aku mengerti ".


" Oh yah nyonya Ares dimana? ".


" Diruang keluarga bersama Zean dan Sean sepertinya mereka sedang membicarakan hal yang serius ". Ares belum tahu saja, kalau sang Istri pergi ke pelelangan yang sempat mereka bahas tadi.


" Oh untung mereka bertiga yah, jadi tidak akan ada setan di antara mereka ".


Ares terkekeh mendengarnya. Setan lagi.. setan lagi.. " kamu ini ada-ada saja, jangan membahas tentang setan lagi. Apalagi tadi kamu juga sempat mengerjai Sean ".


" Hahahaha kamu gak ngerti sih, seru melihat wajah Sean yang kebingungan seperti itu. Lagi pula aku juga membuat ruang untuk kalian berdua ". Ya, sebenarnya pembahasan setan tadi pagi hanya agar Lyza dan Ares bisa berdua dalam satu mobil.


.........


Akhirnya yang ditunggu-tunggu Lyza di keluarkan juga.


" Bersiaplah Zean ". Zean mengangguk mendapati perintah dari young ms


" Pistol Revolver Gerog Von Reichwein dilelang dengan harga mulai *** ". Seru sang mc.


Tawaran dari beberapa pihak mulai naik ke daratan. Lyza dan Zean juga tak mau kalah. Hingga akhirnya Lyza lah yang memenangkan pistol Revolver itu. Senyuman kemenangan terukir di bibir Lyza.


Setelah acara selesai, Zean segera menebus pistol Revolver tersebut.


Diam-diam ada yang memperhatikan Lyza.


" Maaf tuan... Sepertinya yang memenangkan pistol Revolver itu nona Lyza. Jadi apa yang harus kami lakukan tuan? ". Seru seorang pria yang tengah mengawasi Lyza, mereka ada sekitar dua orang.


" Bodoh! Kenapa kalian bisa kalah!! Apa uang yang ku kirim tidak cukup hah!! ". Sahut di seberang dengan nada tinggi.


" Ma.. maaf tuan... ". Lirih pria itu


" Awasi Lyza... Jangan sampai lepas! Kalau ada kesempatan rebut pistol Revolver itu ". Perintah dari seberang telpon, sepertinya dia punya dendam pribadi dengan Lyza.


" Baik tuan.. ".


" Eh! Bro Nona Lyza kemana ? ". Pria yang ada di samping pria yang memegang telpon membuka suara saat objek yang di amati hilang.


" Apa?! Bagaimana bisa? Kemana dia? ".


" Aku juga tidak tahu, saat aku menoleh sekejap dia sudah hilang ".


" Hei... Apa yang kalian bicarakan!! ". Rupanya sambungan telepon masih menyala


" Itu tuan no__ tutt ".


Ada yang mengambil Telpon yang di genggam pria itu dari belakang. Sontak kedua orang tersebut berbalik dengan wajah garang, namun saat mereka berbalik wajah garangnya berubah menjadi wajah ketakutan.


" Hai... Apa kalian sudah siap ku antar ke neraka? ". Lyza berdiri di belakang mereka dengan senyuman smirk bin manis dengan mengeluarkan aura hitam. Senyuman yang mampu membuat bulu kuduk berdiri.


" No.. nona ".


" Hmmm? ". Masih menampilkan senyuman smirknya. " Sean... Mereka jadi milikmu ". Suaranya tiba-tiba berubah jadi dingin


" Baik bos ". Semangat empat lima nya keluar.


Wajah kedua pria itu memucat. Dan... Hendak kembali berlari, namun


Dor..


Dor..


Dua peluru melesat ke kaki masing-masing pria itu, sontak mereka berdua berteriak kesakitan. Hal itu mengundang beberapa pasang yang melihat, namun mereka tidak ada satu pun yang berinisiatif mendekat.


Sean menelpon bawahannya untuk membawah kedua mainan barunya.


Sedangkan di sisi seberang.


Brak...


Ponsel yang ia pegang di lempar hingga tak berbentuk lagi.


" Ah.. shitt!! Bodoh! Bodoh! Bodoh! Mereka benar-benar bodoh!!!! ". Maki pria itu, mangacak-acak rambut.


Sudah tidak mendapatkan barang yang di inginkan, suruhannya malah tertangkap. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Untung tidak masuk rumah sakit. Fufufu


.........


Drrt..


Drrtt...


Egi segera mengangkat ponselnya yang berbunyi.


" Iya, ada apa? ".


....


" Apa!! ". Pekik Egi yang membuat alis Ares mengerut melihatnya.


....


" Hmm Baiklah... Awasi terus tempat itu ". Tanpa aba-aba panggilan itu diputus oleh Egi.


" Ada apa Gi? ". Tanya Ares


" Haisss istri kamu benar-benar bar bar yah Res ".


" Hah? Apa sih? Langsung intinya ". Heran Ares, kenapa tiba-tiba Egi membahas tentang sang istri.


" Res, kamu yakin istrimu masih ada di ruang keluarga? ".


" Iyalah. Kalau pun tidak ada di ruang keluarga mungkin ada di kamar. Memangnya kenapa sih? ". Tidak sabar mendengar perkataan Egi


" Anak buahku melihat istrimu ada di sekitar club tempat pelelangan yang baru-baru kita bahas tadi ".


" Apa?!! ". Tak ingin membuang waktu, Ares segera keluar dari dalam ruang kerjanya dan berlari ke arah ruang tamu.


Ia tidak mendapati sang istri disana, Ares kemudian berlari ke dalam kamarnya, berharap apa yang di cari ada. Namun naas tetap sang istri juga tak ada di kamar.


" Astaghfirullah... Kenapa aku tidak memperhatikan nya ". Mengusap wajahnya yang gusar.


" Sepertinya Lyza Memang ke pelelangan Res ". Seru Egi yang baru masuk kedalam kamar.


Ares langsung menyambar jaket dan kunci mobil. Ia bergegas keluar dengan sedikit berlari, Egi mengikuti dari belakang. Ia tahu pasti Ares ingin menjemput sang istri.


Ting...


Pesan masuk ke ponsel Egi. Setelah membacanya, Egi berjalan lebih cepat dan mendahului Ares. " Res, kayanya istrimu sudah perjalanan kesini. Pasti sebentar lagi sampai ". Ujar Egi


Ares berhenti. " Hmm Baiklah kita tunggu di depan saja ". Ucap Ares kembali melanjutkan langkahnya.


Kini mereka sudah ada di depan pintu. Tak lama kemudian sebuah mobil sport masuk ke halaman rumah.


Terlihat Zean turun dan membukakan pintu mobil untuk sang young ms. Lyza pun turun, ia sedikit terkejut melihat Ares berdiri di ambang pintu dengan memasukkan tangannya ke dalam kantong celana.


Dengan sedikit perasaan khawatir Lyza melangkah mendekati pintu. Melihat tatapan Ares yang datar bin dingin membuat perasaan aneh di dalam diri Lyza. Tatapan yang pertama kali ia lihat selama menikah dengan Ares.


" Assalamu'alaikum ". Salam Ares saat Lyza sudah ada di depannya.


Lyza mencoba mengatur mimik wajahnya agar terlihat arogan dan seperti biasa. " Wa.. wa'alaikum salam ". Jawab Lyza. Ia sudah berlatih untuk mengucapkan nya walaupun tidak terlalu lancar.


Egi yang mendengarnya melongo, sejak kapan seorang ketua mafia menjawab salam? Sahabatnya Memang beda, ketua mafia saja bisa di jinakkan.


" Dari mana kamu? ". Tanya Ares datar


" Bukan urusan mu ". Ketus Lyza. Ia tetap memperlihatkan sikap arogan nya.


" Kau.. ".


Belum sempat Ares melanjutkan perkataannya, Zean dan Sean sudah datang. Wajah Sean nampak biasa saja bahkan lebih berbinar, berbeda dengan Zean yang sedikit khawatir, sebab sang young ms tertangkap basah.


.


.


.


TBC


Share ke teman-teman pembaca novel kalian, biar makin rame. Sumpah✌️ aku tulisnya gak gampang loh, mana harus mikir idenya juga. Hadiahnya juga di kasi dong 😋


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘