
Maaf guys Typo nya~
......................
Dokter telah tiba dan sekarang ia sedang memeriksa Ares. Yah dokter muda nan tampan yang pernah merawat Ares saat terkena tembakan waktu itu.
" Bagaimana Kill?." Tanya Lyza
" Hmm tuan Ares baik-baik saja, tidak perlu ada yang di khawatir 'kan bos." Ucap Killiua. Ya dokter muda nan tampan yang rupanya bernama Killiua itu adalah bawahan Lyza
" Kamu yakin? Tapi kenapa kepala ku pusing dan mual saat berjauhan dengan istri ku." Ucap Ares dengan nada lemah. Ia kembali memeluk Lyza
Killiua tersenyum tipis " Hmm sepertinya anda yang harus di periksa bos." Merogoh sesuatu dari tas nya. " Silahkan bos." Memberikan sebuah tes pack
Deg..
Entah mengapa jantung Lyza tiba-tiba berdetak sangat cepat saat melihat alat itu kembali. Alat yang membawa kebahagiaan untuk nya
Lyza menerima tes pack tersebut. Ares memperhatikan tes pack yang sekarang ada di tangan Lyza. " Jangan bilang.." ia tak dapat melanjutkan perkataannya. Jika memang benar sang istri hamil hal itu akan menjadi sesuatu yang sangat amat membahagiakan.
Lyza memandang wajah berbinar Ares. Pasti ia juga akan senang jika memang hamil lagi, namun sekali lagi Lyza tidak ingin terlalu berharap " Aku periksa dulu, lepas tangannya by." Ujar Lyza
Ares melepas pelukannya, setelah itu Lyza pun masuk kedalam kamar mandi. Ares yang belum apa-apa tapi sudah sangat senang tiba-tiba mual dan pusingnya hilang, sangking senang nya ia bahkan sudah berdiri di depan kama mandi menunggu sang istri keluar.
Satu menit..
Dua menit..
Tiga menit...
Empat menit..
Sampai lima menit...
" Kenapa Lyza masih belum keluar-keluar juga." Ia frustasi, dari tadi Ares mondar-mandir di depan pintu kamar mandi
" Baru juga lima menit Res. Tunggu sebentar lagi." Seru Egi yang pusing sendiri melihat Ares mondar-mandir tak jelas
" Iya abi. Fatih pusing melihat Abi jalan-jalan telus." Fatih menimpali, ia juga ikut pusing di buatnya
Ceklek...
Sontak Ares langsung menghampiri sang istri. " Bagaimana sayang?.". Tanyanya dengan wajah berbinar
Lyza tersenyum secerah matahari " Hehehe garis dua." Memperlihatkan tes pack yang baru saja sudah ia gunakan sembari masih tersenyum lebar
Tangan Ares bergetar mengambil tes pack itu. " Alhamdulillah..." Ia tak bisa berkata-kata lagi. Ares langsung memeluk tubuh istrinya
" Alhamdulillah.. selamat Ares, nyonya." Ujar Egi yang turut senang
" Syukurlah bos. Dan selamat bos, tuan Ares." Timpal Killiua
" Hmm sebenalnya ini ada apa?." Memiringkan kepalanya, Fatih tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi disini
" Selamat bos muda. Dalam sembilan bulan sepuluh hari, anda akan menjadi seorang kakak." Ucap Killiua mensejajarkan tingginya dengan Fatih
" Hmm apa Fatih akan punya adik?." Tanya Fatih dengan wajah berbinar. " Apa benal Uma?." Berlari ke arah Lyza dan langsung memeluk kaki sang ibu
" Iya sayang." Lyza menjawab dengan mengangguk
" Jadi adiknya masih ada di dalam pelut uma yah, sepelti aunty ala."
" Iya, Fatih lepaskan uma dulu. Biarkan Uma istirahat, 'kan ada adik Fatih di perut uma." Titah Ares
Fatih langsung melepas pelukannya. Pelan-pelan Ares menuntun Lyza ke atas tempat tidur. " By tidak perlu seperti ini. Aku bisa jalan sendiri." Ia merasa perilaku sang suamo terlalu berlebihan
" Tidak! Memang benae orang yang berbadan dua harus di manja dan tidak boleh banyak bergerak. Benar 'kan Kill."
" Iya benar apa yang di katakan tuan Ares, bos. Anda harus banyak istirahat, apalagi sepertinya kehamilan anda masih sangat muda." Timpal Killiua
" Nah dengat itu." Mendudukkan Lyza di atas kasur.
" Tapi disini 'kan yang hamil nyonya Lyza, tapi kenapa Ares yang mual dan pusing?." Tanya Egi.
" Oh itu biasa di sebut kehamilan simpatik atau disebut juga sindrom Couvade terjadi ketika suami ikut merasakan atau bahkan mengganti 'kan sang istri merasakan tanda-tanda kehamilan yang dialami oleh sang istri. Umumnya faktor pemicunya adalah stres dan rasa empati suami kepada istri yang sedang mengandung." Jelas Killua
" Mungkin tuan muda terlalu memikirkan bos Lyza." Lanjut nya
" Apa yang seperti itu normal Kill?." Tanya Lyza. Ia sangat tahu bagaimana rasanya morning sick, dan hal itu sangat menyiksa. Ia jadi merasa tidak tega dengan sang suami
" Dalam hal medis itu normal Bos. Tenang saja biasanya hanya pada awal-awal kehamilan saja." Jelas Killua membuat mereka semua manggut-manggut.
" Hmm kalau Ares menggantikan nyonya Lyza mual dan pusing seperti ini. Jangan bilang kalau nanti Ares juga yang akan menggantikan Lyza merasakan sakit saat persalinan." Celetuk Egi
" Eh! Apa iya, Kill?." Tanya Lyza, ia jadi khawatir jika hal itu terjadi. Karena ia sangat tahu bagaimana sakit nya saat persalinan
" Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai kehamilan, lebih baik bos hubungi dokter obygin." Lanjut Killiua
" Baik, terimakasih Kill. Kamu sampai harus datang jauh-jauh kesini."
" Tenang saja bos. Kapan pun anda butuh saya selalu siap." Walau bagaimanapun Killiua tetap menghormati Lyza
" Baiklah saya permisi bos, tuan Ares."
" Hati-hati di jalan." Killiua mengangguk dan undur diri dari sana
" Aku tidak akan pergi ke kantor hari ini." Ucap Ares setelah Killiua pergi dari sana dan masih memeluk Lyza
" Baik bos. Kalo gitu aku mending pergi ke kantor dulu. Assalamu'alaikum."
" Wa'alaikum salam." Setelah kepergian Egi, kini tinggallah tiga orang itu.
Fatih naik ke atas kasur. " Apa benal di dalam pelut ibu ada adik Fatih?." Tanya Fatih dengan wajah imutnya
" Iya sayang." Mengelus perutnya yang masih terlihat rata
" Yey nanti Fatih punya dua adik. Dali pelut aunty Ala sama pelut uma!." Ujarnya sambil melompat-lompat di atas kasur
" Fatih! Hentikan! Jangan lakukan itu nanti bayinya terguncang dalam perut uma." Tegur Ares. Moodnya tiba-tiba down melihat Fatih melompat-lompat tidak jelas
Seketika Fatih menghentikan lompatannya. " Fatih tulun dulu. Pasti bi Ija sudah datang." Katanya dengan wajah murung.
Lyza mengelus kepala Fatih lembut " Maaf yah sayang, Abi sedang mengidam jadi moodnya sangat jelek sekarang." Lyza menjadi merasa sangat bersalah dengan sang putra, sebab jujur saja sepertinya moodnya sangat mirip dengan suaminya. Ah... Tapi ia masih mencoba untuk berlembut hati
Fatih mendongak lalu tersenyum hangat ke arah Lyza, ia sangat senang mendengar suara lembut sang ibu. Fatih melihatnya ayahnya, ia memberikan tatapan sengit. " Huh!." Tidak ingin bertatapan dengan sang ayah
Setelah itu Fatih akhirnya turun juga dan keluar dari kamar. Akhirnya tinggal Area yang masih memeluk Lyza dari belakang. Jujur saja Lyza juga sangat menikmati pelukan hangat sang suami, namun tiba-tiba ia teringat dengan kertas yang semalam ia lihat di ruang kerja Area yang sudah dia potret
" Hmm oh yah by, ada.. ada yang ingin aku tanyakan." Ucap Lyza memecah keheningan.
" Ada apa hmm?." Menatap lekat wajah sang istri
Lyza mengambil ponselnya lalu ia memperlihatkan kertas yang sempat di potret tadi malam " By.. maksudnya ini apa? Apa kamu benar-benar punya istri kedua?." Tanya Lyza menyodorkan ponselnya. Belum apa-apa ia sudah hampir menangis
Dengan kening berkerut Ares, ia mengambil ponsel dari tangan sang istri. " Ini 'kan... " Katanya menggantung 'kan perkataannya. Ia semakin heran, apa hubungannya kertas itu dengan Ares yang katanya punya istri dua?
" Oh kamu sudah tahu yah sayang. Apa kamu tidak suka? Maafkan hubby." Ucap nya dengan raut wajah kecewa
Mendengar penuturan Ares semakin membuat air mata Lyza tak dapat di bendung lagi. Akhirnya air mata Lyza luruh juga. Ia masih tidak menyangka akan kenyataan ini! Jika mungkin Lyza masih tidak berubah, ia pasti akan langsung melubangi kepala Area dan istri kedua nya itu! Tapi, sekarang hal itu tidak mungkin.
Padahal Lyza sekarang sedang hamil, tapi kenyataan apa lagi ini! Ia tidak sanggup. Lyza menangis tersedu-sedu.
" Eh.. eh.. sayang, kenapa sampai menangis." Ares kalang kabut. Ia langsung memeluk tubuh Lyza. " Ada apa.. maafkan hubby yah, kalau kamu memang tidak suka. Nanti hubby buang saja." Ucapnya dengan mengelua rambut Lyza
Mendengar perkataan Ares, sontak membuat Lyza melepas pelukan Ares. " Kamu tidak punya hati nurani by... Aku sama sekali tidak menyangka." Pekik Lyza masih dengan tersedu-sedu
" Tunggu sayang." Tiba-tiba Area seperti merasa ada yang salah disini " Kalau memang kamu tidak ingin ke Cappadocia, kita bisa mengganti dengan tempat liburan yang lain. Jangan menangis seperti ini." Ucap Ares
Seketika Lyza menghentikan tangisannya. " Eh! Tiket itu untuk aku by?." Tanya Lyza kembali melihat kertas yang ia potret
" Memangnya untuk siapa lagi? Rencana hubby, ingin pergi liburan ke Cappodocia dengan keluarga kecil kita." Terang Ares
" Ja.. jadi itu bukan untuk istri kedua mu by?."
" Apa! Haisss kenapa hal itu lagi." Memegang kepalanya. Ia heran sendiri, memang nya tampangnya seperti akan punya istri lebih dari satu.
" Jadi kamu benar-benar tidak punya istri kedua? Cuman ada aku 'kan." Tanyanya dengan penuh harap
" Tentu saja sayang, cuman kamu yang ada di hati hubby. Haiss ini pasti karena kamu menonton sinetron ikan terbang terus." Membalas pelukan sang istri.
Lyza langsung tersenyum cerah. Mungkin karena ia sedang hamil makanya mood nya jadi terambanh-ambang tidak jelas. Ia langsung memeluk Ares dengan erat dan mengusel-usel hidungnya di dada Ares
" Tapi sepertinya tiket itu tidak bisa di gunakan lagi. Kamu sedang hamil muda, tidak mungkin kamu naik pesawat dengan keadaan seperti ini. Padahal aku sudah mengerjakan semua pekerjaan untuk satu bulan kedepan." Ujar Ares.
" Jadi, selama ini kamu lembur gara-gara ingin pergi berlibur."
" Iya sayang. Tapi mau bagaimana lagi." Ia menghembuskan nafas pelan di akhir kalimat
" Hmm setelah aku lahiran kita bisa pergi ber-empat 'kan. Tapi jangan ke Cappadocia!." Ia seperti trauma dengan kata-kata Cappadocia, mungkin gara-gara ia terlalu menghayati sinetron itu
Ares Terkekeh. " Iya sayang, pasti."
.
.
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️