
" Hei.. kenapa kalian menangis? ". Lyza di buat kalang kabut melihat para anggotanya yang berbadan kekar itu menangis.
" Maafkan kami bos... Hanya saja kami tidak percaya anda akan benar-benar memikirkan kebahagiaan anda sekarang ". Seru Keren
" Benar bos. Padahal waktu itu anda sangat manis, dan selalu menarik-narik ujung baju saya untuk mengajari anda. Tapi sekarang anda sudah memikirkan kebahagiaan anda, dan akan pergi meninggalkan kami ". Ucap salah seorang pria.
Lyza sedikit terkejut mendengarnya. Memang nya mereka orang tua Lyza? Namun ada rasa haru di dalam hati Lyza melihat mereka yang menyayanginya.
" Terima kasih... Kalian adalah orang tua yang sangat hebat bagi ku ". Tersenyum hangat melihat para anggota junior dan senior di sana.
Mereka semua tersenyum melihat sang bos yang tersenyum manis seperti ini. Sungguh pemandangan yang sangat langkah.
Setelah beberapa saat mereka hanyut dalam keharuan, akhirnya Lyza buka suara
" Baiklah, karena sepertinya kalian enggan untuk lepas dari dunia bawah ini. Dan tidak ingin membubarkan Dark Blood, jadi.... ". Menoleh melihat Sean.
Lyza menarik tangan Sean dan menyuruhnya untuk berdiri tepat di samping nya. " Dengan ini, aku Gerilya Lyza Anataran... Keturunan asli dan terakhir dari keluarga Aran dan juga Ketua dari Dark Blood membebas tugaskan diri ku dari tugas... ". Ucap Lyza dengan lantang, ia kali ini mengeluarkan aura kepemimpinan nya.
Lyza menoleh melihat Sean. " Dan, mengangkat Sean Siangga Putra salah satu tangan kanan ku untuk meneruskan jabatan yang telah ku lepas! Sebagai ketua dari Dark Blood! ". Lanjut Lyza
" Apa???!!! ". Pekik Sean. Kenapa tiba-tiba dirinya di angkat menjadi ketua dari Dark Blood?
Saat Sean sedang Terkejut, berbeda dengan orang-orang disana yang malah setuju jika memang harus Sean yang menggantikan Lyza. Sean cukup di hormati dan kompeten, apalagi sifatnya memang sangat mirip ketua mafia yang kejam. Dan juga selama Lyza menjaga Ares, Sean lah yang memimpin Dark Blood saat itu.
" Sean .. suara mu terlalu keras ". Menutup kedua telinga menggunakan tangannya.
" Hehehe maaf bos ". Menggaruk kepalanya yang tak gatal. " Tap, bos kenapa harus saya yang menggantikan anda? Kenapa bukan Zean? ". Menurut Sean, Zean lebih kompeten dan lebih mahir dalam memimpin.
" Aku tidak mau mengganggu Zean. Zean juga punya kehidupan sekarang, ia ingin berubah demi seseorang yang berharga dalam hidup nya. Kau tahu kan kalau sekarang Zean sudah jadi mualaf ".
" Kalau soal Zean jadi mualaf saya tahu bos. Tapi, demi seseorang? Apa itu wanita? ".
Lyza mengedikkan bahunya. " Entahlah... Mungkin calon kakak ipar mu ".
" WHAT!!!!!! ". Semua orang disitu terpekik. Zean yang dingin seperti es dan datar layaknya kenebo kering, mempunyai kekasih???!
Apa kiamat sudah dekat? Pikir mereka
" Hahahah kalian pasti tidak menyangka 'kan ". Lyza tertawa mendengar pekikan mereka dan wajah mereka yang terlihat sangat terkejut.
" Apa itu benar bos? Saya sama sekali tidak mengetahui nya ".
" Yah katanya, dia masih berusaha untuk jadi lebih baik bagi wanita itu, tapi sepertinya belum jadi kekasih ".
" Apa bos tahu siapa wanita itu? ". Dan akhirnya jadi acara ghibah
Lyza mengangkat kedua bahunya. " Entahlah... Tapi sebaiknya kalian juga yang ada disini, yang masih jomblo agar mencari pasangan. Dan tinggalkan dunia gelap ini ". Ucap Lyza mencoba bijaksana.
Mereka semua terdiam mendengar perkataan Lyza, dan Lyza mengerti hal itu. " Sudahlah, semua keputusan ada di tangan kalian ". Tidak baik untuk memaksakan kehendak bukan? Yah walaupun selama ini Lyza sering memaksakan kehendaknya.
Lyza melihat ponselnya. " Wah... Sudah hampir tengah malam ". Gumam Lyza. Ia melihat kembali anggotanya yang setia padanya.
" Baiklah. Sekali lagi aku tegaskan. Sekarang, detik ini, saat ini, malam ini, aku Gerilya Lyza Anataran, mengangkat Sean Siangga Putra sebagai ketua dari Dark Blood ". Ucap tegas Lyza dan disambut tepuk tangan oleh para bawahan, ralat anggota Lyza. Lyza tidak suka memanggil mereka bawahan, karena menurut Lyza mereka semua adalah Keluarga Lyza. Tapi, jika ada yang berkhianat maka detik itu juga Lyza akan memusnahkan nya.
" Karena sudah hampir tengah malam, aku akan pulang. Jaga diri kalian ". Lyza akan berbalik
" Anda tidak tinggal bos? ". Seru salah seorang anggota Lyza
" Aku sudah bersuami, jadi harus pulang ke tempat suamiku ". Jawabnya sembari tersenyum. " Baiklah aku pulang. Sekali lagi, jaga diri kalian ". Mereka tersenyum mendengar perkataan Lyza.
Lyza pun mulai berbalik dan menuju ke luar di ikuti oleh Sean di belakangnya. Sesampainya di parkiran.
" Sean, aku ingin agar kamu mengawasi dan menjaga aku dan suamiku dari jauh. Walau bagaimanapun aku masih punya banyak musuh ".
" Tapi bukannya Pak ustadz itu dari keluarga Warrent, pasti ada banyak pengawalnya ".
" Aku tahu. Aku hanya ingin berjaga-jaga ".
" Baiklah ". Sean mengangguk
Lyza membuka pintu mobil nya. " Jaga dirimu Sean. Saran ku, ikuti jejak kakak mu yang sudah jadi mualaf ".
Sean hanya tersenyum mendengarnya. Tidak gampang untuk mempercayai sesuatu yang telah lama di lupakan.
Lyza menutup pintu mobil dan melaju menuju rumahnya.
Tak butuh berapa lama...
Ceklek..
Dengan sangat perlahan Lyza membukanya, ia mengendap-endap masuk kedalam kamar lalu menutup pintu dengan sangat perlahan. Ia tidak ingin mengganggu sang suamii yang sedang tertidur.
Lampu kamar telah padam, dan lampu tidur tidak di nyalakan yang membuat kamarnya nampak sangat gelap dan tidak ada satu pun yang terlihat.
Karena tidak ingin mengganggu Ares yang tertidur, Lyza memilih untuk tidak menyalakan lampu kamar. Ia cukup terbiasa dengan keadaan gelap seperti ini. Lyza membuka hijab nya dan menaruh di sofa. Lyza sangat hapal isi kamar tersebut.
Lyza menghentikan aktivitas nya. Ia mengambil ancang-ancang. " Siapa disana ". Ujar Lyza, ia merasa ada seseorang yang memperhatikan nya. Kepekaan Lyza masih belum pudar.
Klek...
Lampu langsung menyala, dan terlihat Ares duduk di atas ranjang sembari menyandarkan punggungnya di pan ranjang. Ia melipat tangannya di dada lalu melihat Lyza dengan tatapan tajam.
" Kamu dari mana? ". Tanya Ares dengan nada datar.
Lyza menghampiri Ares dan duduk di sampingnya. " Maaff... Aku tidak mengatakan jika akan pergi ". Menunduk.
" Ini sudah malam, kamu dari mana? ". Suaranya sangat datar, sungguh Lyza tidak suka mendengar nya.
" Ma... Markas ".
" Apa yang kamu lakukan disana? ". Sesi interogasi pun di mulai
" A.. aku ada sedikit urusan. Tapi sekarang sudah selesai ". Lyza bagaikan anak kecil yang di marahi oleh orang tuanya.
" Urusan apa? ". Dan Ares yang berperan menjadi orang tuanya disini.
" Aku... Aku memilih untuk keluar dari dunia gelap ". Lirih Lyza
Ares terkejut mendengarnya. " Apa kamu yakin? ".
" Tentu saja! Aku ingin hidup bahagia dengan mu! ". Jawab mantap Lyza, namun masih dengan keadaan menunduk.
Ares tersenyum. Ia langsung memeluk Lyza, dan mencium kepal Lyza bertubi-tubi. " Terima kasih.... Kamu membuang semuanya demi aku. Aku benar-benar bahagia ".
Lyza membalas pelukan Ares, ia tersenyum. " Tentu saja, kau harus berterima kasih kepada ku ". Jawab Lyza. Walaupun Lyza sudah berubah, namun itu masih belum sempurna. Dan ia juga belum terlalu terbiasa.
Ares melepas pelukannya, ia menangkup pipi Lyza dan mencium kening lalu turun ke kedua mata Lyza, lalu ke pucuk hidung dan ke dua pipi Lyza. Lalu yang terakhir ke bibie manis sang istri. Ares sedikit melumatt nya.
Area melepas bibie nya dari atas bibir Lyza. Ia tersenyum melihat wajah cantik sang istri, dan dibalas dengan senyuman manis dari Lyza.
Namun, senyuman manis Lyza berubah. Glek.. ia menelan susah-susah salivahnya, saat melihat wajah Ares yang kembali datar dan terlihat kesal.
" Walaupun begitu... Kamu seharusnya mengatakan nya padaku dan jangan pergi sendirian ". Menekan-nekan kedua pipi Lyza sampai bibir Lyza maju lima senti.
" Hhehe muaafkan akyu ".
Ares terkekeh mendengar suara Lyza, ia mengecup bibir Lyza. " Aku khawatir, kalau terjadi sesuatu pada mu ". Melepas tangannya yang ada di pipi Lyza
" Tidak perlu khawatir, aku adalah ketua mafia, by ". Ucapnya percaya diri.
" Mantan ketua mafia jika kau lupa ". Menoel ujung hidung Lyza.
" Iya juga yah ".
Ares menghela nafasnya. " Sudah, mending kamu bersihkan badan mu lalu tidur. Kamu pasti lelahkan sayang ".
Perkataan Ares membuat pipi Lyza merona. Sayang? Ah... Kata-kata yang dulu sangat alai menurut Lyza, namun sekarang menjadi sangat manis saat sang suami yang mengatakan nya.
Lyza mengangguk. Dan langsung lari masuk kedalam kamar mandi. Ia ingin meredam suara jantung nya yang marathon.
Ares geleng-geleng melihat nya sembari Terkekeh. Bukan hanya Lyza yang jantung nya sedang marathon, namun Ares juga merasakannya.
seperti inikah rasanya jatuh cinta?
.
.
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️