My Wife The Mafia

My Wife The Mafia
Suami Posesif



Ares terkekeh melihat Lyza, ia sangat senang menggoda sang istri. Siapa sangka, seorang ketua mafia berdarah dingin bisa mengeluarkan ekspresi yang sangat menggemaskan seperti itu?


" Oh yah, tadi kenapa kamu mengakuisisi restoran fml itu? ". Melirik sekilas ke arah Lyza dan kembali ke depan. " Apa makanan di sana sangat enak sampai-sampai kamu membeli restoran nya? ".


" Ah mmm yah anggaplah seperti itu ". Gugup Lyza, ia tidak ingin mengatakan yang sebenarnya. 'tidak mungkin aku mengatakan, karena melihat cerminan diriku pada manajer restoran itu'. Orang yang suka memanfaatkan kekuasaan nya, dan mengindas orang kecil.


Ares tidak ingin bertanya lebih, hingga mereka sampai ke perusahaan.


Ares dan Lyza pun turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam perusahaan. Ares senantiasa memegang tangan Lyza.


" Hei.. bukannya itu nona Lyza 'kan "


" Dia sudah menggunakan hijab, sangat cocok "


" Coba lihat senyuman nya. Sangat manis ".


Bukan seperti saat pertama kali Lyza datang dimana ia memberikan wajah dingin dan angkuh, kali ini Lyza membalas sapaan dari para karyawan sang suami dan membalas senyuman yang di berikan kepada nya.


Mereka masuk kedalam lift khusus petinggi perusahaan.


Ting...


Lift terbuka, mereka segera masuk kedalam ruangan CEO, tepat di depan ruangan ada Egi yang sepertinya akan masuk kedalam.


" Assalamu'alaikum ". Salam Ares dan juga Lyza


Egi berbalik " wa'alaikum salam ". Jawabnya. " Wah ada nyonya Lyza. Apa kabar? ".


Lyza tersenyum. " Alhamdulillah baik ".


" baru sudah makan siang Gi? ".


" Iya bos. Ini mau masuk kedalam, ada berkas yang harus di lihat langsung sama CEO nya ".


" Oke. Ayo masuk ". Masuk kedalam ruangan dengan masih menggandeng tangan Lyza di ikuti oleh Egi yang juga ikut masuk.


" Kamu duduk di sofa dulu yah ". Ucap Ares pada Lyza. Lyza hanya mengangguk dan duduk di sofa yang ada di ruangan Ares. Ini kali kedua Lyza masuk kedalam ruangan Ares.


Ares dan Egi mulai membahas pekerjaannya. Ares duduk kursi kebesaran nya, sedangkan Egi duduk di depan Ares dengan di batasi meja.


Lyza memperhatikan wajah sang suami yang sedang bekerja, wajahnya sangat serius. 'wajah Hubby memang tampan kalau sedang bekerja seperti ini'. Selama ini Lyza sering diam-diam memperhatikan Ares yang bekerja saat di rumahnya.


'huh! Beruntung sekali para karyawan wanita yang melihat wajah suamiku saat bekerja'. Ia mendengus.


Tak lama kemudian, Egi pun keluar dengan mengucapkan salam. Setelah Egi benar-benar keluar dari ruangan itu, Lyza membuka hijab nya. Dan dengan sigap Area mengunci otomatis pintu.


" Sayang, sini ". Seru Ares memanggil Lyza.


Lyza meletakkan hijab nya lalu merapikan rambutnya dan beralih melihat Ares. " Ada apa? ".


" Sini ". Masih memanggil Lyza menggunakan tangannya.


Lyza pun berdiri dan mendekati Ares. " Lebih dekat ". Titah Ares.


Lyza semakin mendekat " kyaaaa ". Pekik Lyza saat Ares menariknya untuk duduk di pangkuan nya.


" By.. Astaghfirullah... Aku bisa Jantungan ". Ucap Lyza kaget. " Lepasin by, malu... ". Wajah nya sudah memerah.


Ares terkekeh. " Ada apa hmm? ". Tanya Ares lembut sembari membelai lembut pipi Lyza, dan tangan satunya ia gunakan untuk memeluk pinggang Lyza.


" Memangnya aku kenapa? ".


" Itu mukanya kok di tekuk terus dari tadi ". Masih mengelus pipi Lyza.


" Bukan apa-apa ". Mengalihkan pandangannya. 'tidak mungkin aku mengatakan, kalau aku cemburu pada sesuatu yang tidak jelas'.


" Hmm yakin? ". Menyelipkan anak rambut Lyza ke belakang telinga.


" I.. iya.. ".


" Benar? ". Memajukan wajahnya, hingga nafas Ares tepat berhembus di telinga Lyza.


Tubuh Lyza menegang merasakan hembusan nafas Ares, ia semakin gugup. " Hmm ja.. jangan dekat-dekat ".


" Hmm kenapa? Yakin kamu baik-baik saja? ". Menggigit daun telinga Lyza.


Sontak Lyza memegang telinga nya dan menoleh ke arah Ares dengan wajah memerah semerah Tomat.


Cup...


Satu kecupan mendarat di bibir tipis Lyza. " Ada apa hmm? ". Tanya Ares lembut. Ia tidak ingin membuat Lyza memikirkan masalahnya sendiri.


Lyza bengong, tiba-tiba tubuh Lyza berdesir mendapati kecupan dari Ares. Sebisa mungkin Lyza mengontrol tubuhnya.


Lyza kembali membuang muka, kalau mengingat wajah sang suami yang sangat tampan saat serius bekerja, dan dengan leluasa para karyawan wanita bisa melihatnya, membuat Lyza kesal. Dirinya benar-benar cemburu yang tak masuk akal. " Humm kenapa sih wajah mu sangat tampan ". Tiba-tiba sifat asli Lyza yang dulu keluar. Sifat yang suka berbicara jujur tanpa menutup-nutupi, walaupun perkataan nya akan menyinggung perasaan orang lain.


Ares tersenyum tipis, ia mengangkat sebelah alisnya. Menantikan apa yang akan di katakan oleh istri cantik nya.


Ares tersenyum mendengarnya, di mata Ares sekarang Lyza terlihat mengomel seperti anak kecil sangat imut dan manis. " Oh.. jadi ini ceritanya kamu cemburu, Hmm? ". Mencolek pipi Lyza.


" Si.. siapa yang cemburu! Aku tidak cemburu ". Kilah Lyza


" Benar nih? ".


" Iya, tentu saja ".


Ares Terkekeh melihat wajah Lyza yang menurutnya sangat menggemaskan. Tanpa ba bi bu lagi, Ares menarik tengkuk Lyza dan mendaratkan bibirnya di atas bibir Lyza. Mata Lyza melebar mendapatkan serangan tiba-tiba.


Ares yang mendapati tidak ada penolakan, melumatt pelan bibir Lyza. Lyza kembali tersetak, dengan perlahan ia menutup matanya dan menikmati lumatann-lumatann kecil dari sang suami.


Lama-kelamaan ciuaman itu semakin menuntut, lidah Ares sudah masuk kedalam mulut Lyza dan mengakses semua rongga di dalamnya. Lyza juga tak kalah, ia juga membalas belitan lidah dari sang suami.


Tangan Ares sudah mulai naik ke dalam baju Lyza. Lyza memang tidak memakai gamis sekarang. Ares mengelus perut Lyza.


Ciuman Ares turun ke leher jenjang sang istri, tangannya meremas gunung kenyal Lyza dari balik bh nya.


" Euhhh ". ******* Lyza yang sangat pelan itu membuat Ares tambah semangat. Keduanya sudah di kuasai oleh nafsunya.


Saat Ares akan membuka bh Lyza tiba-tiba..


Ceklek.. ceklek..


Tok.. tok.. tok...


Ares seketika sadar, dan langsung mengeluarkan tangannya dari balik baju Lyza. Ia memperbaiki baju Lyza dan melap bibir Lyza.


" Astaghfirullah.. hampir saja ". Mengusap kasr wajahnya.


" Hmm kamu sih By.. ". Wajah nya sudah memerah.


" Kita lanjut nanti malam ". Mengedipkan sebelah matanya. Menggoda sang istri sangat menyenangkan. Walaupun sekarang Ares harus kuat menahan hasratnya.


Wajah Lyza tambah memerh, ia Langsung turun dari pangkuan Ares dan kembali ke sofa, ia tidak bisa lama-lama menatap wajah Ares.


" Sayang, gunakan hijab mu kembali ". Titah Ares. Ia berdiri menuju pintu dan melihat siapa yang akan masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu seperti tadi, walaupun sebenarnya Ares sudah bisa menebak siapa orangnya. Untung tadi Ares sempat mengunci pintu secara otomatis.


Saat di lihat sang istri sudah memakai hijab nya dengan sempurna, Ares pun membuka pintu dan terlihat Egi dengan senyuman nya.


Ares mendengus dalam hati, yah dia juga berterimakasih kepada Egi. Ares tidak ingin malam pertama mereka asal-asalan seperti yang hampir di lakukan Ares tadi.


" Kok lama sekali sih buka pintunya ". Masuk begitu saja.


" Ada apa? Apa ada yang tertinggal? ". Ares tidak memperdulikan nya dan duduk kembali ke kursi kebesaran nya.


" Iya, sedikit ". Dan mereka pun kembali membicarakan pekerjaan.


Diam-diam Lyza melirik melihat sang suami. "Ah.. tampannya". Gumam Lyza. Tiba-tiba matanya beralih melihat bibir sang suami yang sedang berbicara, Lyza memegang bibirnya sendiri.


Blush..


Wajah nya langsung memerah saat mengingat ciuman panas mereka tadi. Lyza segera menggelengkan kepalanya.


Tak lama kemudian Egi pun keluar dari ruangan.


" By, apa masih lama? ".


" Hmm sebentar lagi, memang nya kenapa? ".


" Aku bosan, aku ingin mengelilingi kantor mu. Bolehkan? ".


" Hmm perasaan dulu sudah pernah "


" Iya memang, tapi seseorang tiba-tiba datang menarik tangan ku pulang karena cemburu ". Mendengus kesal.


Ares Terkekeh, ia merasa dirinya sangat aneh saat itu karena tiba-tiba di landa kecemburuan saat melihat sang istri berbicara akrab dengan bawahannya.


" Boleh yah? ". Memberikan wajah memelasnya.


" Tidak! Lain kali saja, ini juga sebentar lagi. Mending kamu istirahat, karena nanti malam aku akan menggempur mu habis-habisan ". Tersenyum licik.


Lyza bergidik ngeri melihat senyuman sang suami. Senyuman yang pasti akan ia lakukan jika mengatakan sesuatu sambil tersenyum seperti itu.


Lyza membuka hijabnya dan masuk kedalam ruangan pribadi Ares yang terdapat kasur dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Seperti nya Lyza benar-benar harus menyiapkan tenaga dan mentalnya.


Ares geleng-geleng melihat tingkah sang istri. Ia benar-benar gemas, ingin rasanya Ares masuk kedalam ruangan yang di tempati Lyza lalu menerkam sang istri sekarang juga. Tapi, pekerjaan nya masih sangat banyak, walaupun tadi di depan sang istri ia mengatakan kalau pekerjaan tinggal sedikit.


Hal itu ia lakukan agar Lyza ingin mendengarkan nya dan membatalkan rencana Lyza yang ingin keliling kantor. Ares tidak ingin kecolongan lagi. Biarlah ia dikatakan posesif, hal itu tidak mengapa baginya. Asalkan tidak ada pria yang menyentuh sang istri kecuali dirinya.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️