
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu
Minal aidin wal Faizin 🙏
mohon maaf lahir dan batin. bagi yang merayakan.
Semoga tahun ini kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik, dan bermanfaat bagi semua orang. Aamiin 🙏
...*Happy reading...
Setelah kepergian Ares. Kini tinggallah Lyza, Sean, Zean dan pak Sam di ruang tamu.
" Hei Zean.. sebenarnya ada berapa banyak agama di negara ini? Apakah Islam salah satunya? ". Tidak melihat Zean, namun malah memperhatikan kertas yang ada di tangannya. Lyza mengira orang yang percaya tuhan, maka keyakinannya sama.
" ada beberapa Nyonya, dan Islam adalah salah satunya ". Jawab Zean.
" Begitu yah ". Lirih Lyza. Entah mengapa ada sesak di dadanya saat ia mengetahui rupanya ia mempunyai agama! Dan kemana saja dia?
" Jadi tiga hari kemudian anda akan menikah nyonya? ". Tanya Sean
" Yah sepertinya begitu ". Lyza berdiri dan melangkah pergi dari situ. Ia pergi ke dalam kamar.
Zean berharap dengan nyonya Mudanya menikah dengan seorang ustadz akan merubah Lyza dan membawanya keluar dari jeratan mafia.
Sedangkan di sisi lain, Ares masuk ke mobil dengan senyuman yang tak pernah luput. Bahkan Egi sampai heran melihatnya.
" Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu ". Memasang sealbelt.
" Wa'alaikum salam. Wisss dapat lotre yah, muka nya bahagia bangat ". Melajukan mobil membelah jalan.
" Alhamdulillah lebih dari mendapatkan lotre. Aku berhasil meyakinkan ketua mafia itu untuk menikah dengan ku ". Sahut Ares
" Alhamdulillaah... Tapi apa kamu yakin untuk menikahi seorang penyuka sesama jenis? ". Melirik sekilas ke arah Ares dan kembali fokus ke jalan.
" In Syaa Allah, jodoh itu cerminan dari diri sendiri. Kalau misalkan kamu menilai ku dengan seorang yang baik, maka jodohku pasti akan orang baik. Kalau pun sekarang belum terlihat, in Syaa Allah maka ladang pahala lah yang akan menanti ". Ujar Ares.
" Iya... Iya.. aku kalah dengan pak Ustadz ".
" Hahaha bisa saja kamu ".
Mobil terus melaju hingga tak terasa Ares dan Egi tiba di mansion. Rupanya ayah dan ibu menunggu kepulangan Ares dengan duduk di ruang tamu. Untuk sekalian menyambut Ares. Mereka penasaran dengan hasil apa yang akan dj bawa oleh anaknya.
" Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu ". Salam Aresn di ikuti oleh Egi.
" Wa'alaikum salam ". Jawab kedua pasutri senior tersebut. Ibu dan ayah langsung berdiri saat melihat Ares dan Egi pulang.
Ares menyalami tangan ibu dan ayah diikuti oleh Egi. " Tumben nyambut. Ada apa nih? ". Duduk di sofa bersamaan dengan Egi.
" Kami penasaran dengan jawaban dari nak Geril ". Ibu duduk bersama dengan ayah.
" Jadi bagaimana Ares, apakah dia bersedia? ". Tanya ayah Angga.
Ares tersenyum. " Alhamdulillah... Ares berhasil meyakinkan nya, agar mau menikah ".
" Alhamdulillah... ". Seketika ibu dan ayah bernafas lega.
" Tapi kami hanya akan mengadakan acara ijab qobul. Sepertinya Lyza takut mengadakan acara yang mencolok. Walau bagaimanapun dia seorang ketua mafia, pasti punya banyak musuh ". Jelas Ares.
Ayah dan ibu nampak berfikir. " Baiklah.. yang diakatan nak Geril benar adanya ". Ujar sang ayah.
" Lyza, ayah! Bukan Geril. Dia tidak akan menerima jika disebut dengan sebutan sembarang ". Mengingat wajah Lyza yang kesal membuat Ares Terkekeh geli.
Ketiga orang disitu hanya saling pandang. Mencari jawaban, kenapa Ares jadi seperti ini? Ibu melemparkan tatapan tanya pada Egi dan di balas dengan mengangkat bahu, pertanda ia juga tidak tahu.
" Husstt Ares. Istighfar.. belum muhrim jangan terlalu memikirkan nya ". Sepertinya Ayah bisa tahu ekspresi yang di berikan Ares. Walau bagaimanapun ayah juga pernah muda.
" Hehe maaf Ayah.. hanya saja wajahnya sangat menggemaskan saat marah. Ares benar-benar tidak tahan melihat, minta langsung di bawa pulang saja ". Ares kembali tertawa kecil
" Hah! Apa itu tidak salah? Dia seorang ketua mafia loh. Menggemaskan? Dari mananya! ".
" Kamu belum melihat dia sih Gi. Pasti kalo kamu sudah melihat nya. Pandangan mu terhadapnya akan berubah ".
" Benarkah? Jadi penasaran? Wanita seperti apa yang bisa membuat seorang Ares jatuh cinta ".
" Jatuh Cinta? Siapa? ". Tanya Ares.
" Kamu ". Jawab serentak Egi, ayah dan ibu.
" Eh! Apa iya? ". Sungguh Ares benar-benar lambat dalam hal percintaan.
" Hahahaha ". Ketiga orang itu hanya tertawa melihat wajah polos bin kebingungan Ares.
.........
Tak terasa tiga hari telah berlalu. Selama itu Ares dan Lyza sama-sama tak pernah kontak.
Tok.. tok.. tok..
Suara pintu kamar membuat Lyza yang baru keluar dari kamar mandi membawa mengayunkan kaki jenjangnya untuk membuka pintu.
" Ada apa? ". Tanya Lyza saat melihat Zean sudah berdiri di balik pintu.
" Apa anda lupa Nyonya? Hari ini adalah hari pernikahan anda. Dan di bawah telah datang MUA untuk merias anda ". Jelas Ares
Lyza terbengong. Ia menepuk jidatnya. 'oh iya aku benar-benar lupa'.
" Baiklah suruh mereka naik, agar sekalian merias ku ". Kata Lyza lalu menutup pintu.
Tak lama kemudian pintu kembali di ketuk, Lyza hanya menyahut dari dalam. Lalu masuklah beberapa orang untuk merias Lyza.
" Kenapa malah diam disitu. Ayo cepat rias aku ". Kata Lyza dan berjalan menuju meja rias. 'aku tidak akan mungkin kalah dengan pak ustadz'. Ia masih tak terima dengan kata-kata Ares tiga hari lalu.
" Baik ". Jawab MUA tersebut.
Sedangkan di tempat lain, terlihat di mansion warrent semua orang sedang sibuk. Sebentar lagi mereka akan berangkat ke masjid untuk proses ijab qobul.
Sudah lima belas menit ayah, ibu, Ara dan Egi menunggu di bawah. Yah siapa lagi yang mereka tunggu kalau bukan calon pengantin prianya.
" Kenapa bang Ares lama sekali? ". Sekali lagi Ara melihat ponselnya.
" Apa mungkin Ares nyesal mau nikah, terus kabur ". Timpal Egi. Ia sedang membandingkan kisah bos nya dengan novel yang ia baca. Nanti malah jadi pengantin pengganti versi pria.
" Hmm sabar mungkin dia gugup ". Ibu memberi penjelasan.
" Iya benar yang di katakan ibu mu. Ares pasti sedang menenangkan diri, sebentar lagi dia akan mengijab seorang wanita. Tanggung jawab yang ia pikul akan bertambah ". Walau bagaimanapun ayah juga pernah muda.
" Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu... Maaf menunggu lama ". Akhirnya suara Ares membuat mereka bernafas lega.
" Wa'alaikum salam ". Jawab serentak ke empat orang tersebut.
Ke-empat orang itu berdiri. " Ayo... Sebentar lagi acara di mulai ". Ayah langsung berbicara agar tak ada lagi basa basi yang pasti akan membuat mereka tak kunjung-kunjung berangkat.
Mereka hanya mengangguk dan melangkah keluar untuk segera bergegas ke masjid.
.........
Setelah hampir sejam Lyza di rias, akhirnya ia disuruh untuk menggunakan pakaian yang akan di kenakan nya saat proses ijab qobul nanti. Lyza keluar dari walk in closet. Semua mata yang melihatnya sungguh terkagum-kagum. Kebaya yang di kenakan Lyza nampak cantik membalut tubuh langsing Lyza.
" Wah.. sangat cantik nona ".
" Anda seperti bidadari nona ".
Lyza tersenyum miring. " Aku memang sudah cantik dari lahir ". Ujar sombong Lyza, selama ini ia memang menganggap dirinya cantik.
Para MUA hanya tersenyum canggung melihat dan mendengar perkataan Lyza. Mereka akui bahwa Lyza Memang cantik bak bidadari, namun Lyza terlalu sombong. Yah tapi itulah nilai plus nya.
" Nyonya... Sebentar lagi acara akan dimulai, dan supir tuan Ares juga sudah datang menjemput ". Zean menangahi.
" Baiklah ayo turun ". Mereka pun turun ke bawah.
Sesampainya di depan pintu, terlihat mobil mewah berserta dengan sang supir menunggu.
'ini mobil pak ustadz? Aku kira dia orang kismin'. Tanpa basa-basi lagi, Lyza segera masuk kedalam. Sebelum ia masuk, Lyza memerintah Zean dan Sean agar mengikuti mobilnya, jaga-jaga apabila ada musuh yang nekat menyerang.
Di dalam mobil yang di tumpangi Lyza, hanya ada dirinya dan juga seorang supir, suasana di dalam mobil hening bagai kuburan.
'pasti pak ustadz bukan orang sembarang'. Melirik melihat supir.
'benar juga, sebenarnya kami mau menikah di mana sih. Eh! Tunggu dulu, berapa biaya yang di ambil dalam pernikahan ini'. Batin Lyza sembari memikirkan hal yang seharusnya ia pikirkan dari kemarin.
'ah!!! Bukannya aku tidak berkontribusi sama sekali! Cih apa pak ustadz sialan itu mengira aku tidak punya uang untuk membiaya pernikahan ini! Awas saja kau pak ustadz sialan'. Mengepalkan tangannya. Harga diri Lyza seolah di injak-injak.
Sedangkan mobil yang di kendarai Zean dan Sean, penuh dengan ocehan Sean.
" Wah... Nyonya Memang cantik kan ".
" Aku sudah tidak sabar melihat pak ustadz ".
" Kira-kira nyonya mau menikah di mana yah Zean? ".
" Apa kita seharusnya menikah juga yah hahaha ".
" Pak Ustadz punya berapa saudara yah ".
" Apa pak ustadz punya banyak uang? ".
Dari tadi tak henti-hentinya Sean mengoceh, entah apa yang sebenarnya ingin di katakan oleh Sean. Zean hanya diam dan tak mengubris perkataan Sean, akan panjang jadinya jika dia harus mendengar perkataan Sean.
Tak butuh waktu lama, merekaa pun sampai pada sebuah bangunan. Bangunan yang sangat asing bagi Lyza, Sean maupun Zean. Namun, Zean tahu bangunan apa tersebut.
Lyza turun dengan di bukakan pintu oleh supir tersebut. 'bangunan apa ini?'.
" Bengunan apa ini? Apa ini rumah pak ustadz? Yang benar saja! ". Belum apa-apa Sean sudah mengoceh.
" Jaga bicaramu Sean. Ini masjid ". Tegur Zean, ia merasa malu dengan sikap sang adik yang tidak punya sopan santun di rumah tuhan.
Samar-samar Lyza mendengar perkataan Zean yang mengatakan bahwa tempat tersebut adalah masjid. Tempat bagi para kaum muslim untuk beribadah. 'ini masjid? Kenapa aku di bawa ke masjid? Bukannya tempat ini untuk menyembah tuhan?'. Yap Lyza sudah mencari beberapa informasi tentang agama Islam yang membuat ia mati penasaran.
Tiba-tiba dari arah samping..
" Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu ". Ucap dua orang wanita dengan suara lembut.
Sontak Lyza menoleh, ia mendapati seorang wanita paruh baya yang masih cantik menggunakan jilbab panjang, dan seorang wanita yang memakai jilbab panjang, baju yang kebesaran serta cadar yang menutupi wajah wanita tersebut.
" Siapa kalian? ". Tidak membalas, Lyza malah bertanya balik.
Wanita paruh baya tersebut tersenyum, senyuman hangat yang dapat menyejukkan hati bagi yang melihat nya, termasuk Lyza. Oh jangan di tanya tentang Zean dan Sean, mereka juga ikut tersihir oleh senyuman wanita itu. Bagaikan Melihat senyuman pak Ustadz.
" Masya Allah... Calon mantu ku cantik nya subhanallah ". Ujar wanita Tersebut lalu membelai pipi Lyza lembut. Sedangkan yang di belai tak dapat memberi reaksi.
" Iya yah bu ". Sahut wanita bercadar itu yang tak lain dan tak bukan adalah Ara.
'wanita itu kenapa menutup wajahnya. Apa wajahnya jelek, sampai harus di tutupi'.
TBC
jangan lupa tinggalkan jejak kalian. like, komen dan votenya