
Akhirnya jam pulang kantor pun di mulai. Ares membersihkan barang-barang nya dan melangkah masuk kedalam ruangan pribadi nya dimana ada sang istri yang sedang tertidur.
Ares membuka pintu ruangan dan melihat Lyza yang masih pulas tertidur. Ia berjalan mendekati sang istri. Ares tersenyum lalu mengusap lembut pipi Lyza.
" Sayang, bangun kita pulang ".
" Hmm ". Lenguh Lyza. Perlahan Lyza membuka sedikit demi sedikit matanya. " Hmm sudah pulang yah, by ". Tanya Lyza dengan suara serak khas bangun tidur.
" Iya, ayo kita pulang ".
" Sudah jam berapa, by? ". Mata Lyza masih terkantuk-kantuk.
Ares Terkekeh melihat Lyza, ia dengan gemas mencubit pipi Lyza " Jam 5 sore ".
" What!! Jam 5 sore??? ". Pekik Lyza. Ia melihat Ares dengan tajam. " Kamu bohong yah By, katanya tadi cuman sebentar, nah ini sudah jam 5 . Huh! ".
" Hahah sorry... ". Mengangkat tangannya tanda peace.
Lyza mendengus kesal. Kesal pada dirinya karena tidak bisa marah pada sang suami jika memberikan wajah memelas seperti itu.
" Sudah yah, kita pulang sekarang ".
Lyza mengangguk. Ia perlahan turun dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan wajahnya. Sedangkan Ares menunggu Lyza di pinggir ranjang sembari memainkan ponselnya.
Tak lama kemudian Lyza keluar dari kamar mandi, sontak Ares melihat Lyza. Ia tersenyum, benar bukan sang istri sangat cantik?.
" Pakai hijab nya dulu sayang ".
Lyza mengangguk dan mengambil hijab yang ada di sandaran sofa, lalu membawanya ke depan meja rias dimana disana ada cermin. Lyza duduk di depan cermin dan mulai memakai hijabnya.
" By, kok disini ada meja rias? Memangnya kamu suka merias? Atau...___ ". Melihat Ares yang sedang duduk di ranjang di depan cermin.
" Itu baru aku taruh di situ sayang ". Beralih melihat Lyza
" Baru? Sejak kapan? ".
" Sejak kita menikah, karena aku tahu kalau istri ku pasti akan sering-sering datang ke kantor ". Ucap Ares lalu melangkah mendekati Lyza.
" Oh.. ". Hanya ber-oh ria.
" Nah sudah cantik ". Mencium pipi Lyza. " Ayo ". Menarik tangan Lyza dan keluar dari sana.
Lyza yang dapat serangan dadakan tak dapat berkutik. Ia hanya mengikuti sang suami yang sedang menariknya keluar.
.........
Mobil sampai di halaman rumah Ares, satpam yang bertugas membukakan gerbang rumah. Setelah mobil terparkir sempurna, Ares dan Lyza turun beserta dengan Egi yang pamit untuk pulang.
" Aku pulang dulu bos, Nyonya ".
" Tidak mau singgah dulu? ". Tanya Ares
" Tidak usah bos. Aku tidak Mau ganggu kegiatan kalian lagi! lanjutkan!!... ". Mengedipkan mata nya sebelah.
Blushh
Wajah Lyza memerah mendengar perkataan Egi. Ia tersipu dan malu kali ini. Lyza bersembunyi di belakang Ares sembari menarik-narik kemeja sang suami.
" Hahah bisa saja kami Gi. Tapi, thanks atas sarannya ". Balas Ares dengan kekehannya.
" Baiklah aku pulang, Assalamu'alaikum ".
" Wa'alaikum salam ". Jawab Ares
Masih di belakang Ares, Lyza menjawab salam Egi dengan lirih. Egi pun masuk kedalam mobilnya dan melaju meninggalkan pasutri baru itu. Maksud nya baru di landa cinta. Eaaa...
Egi hanya bisa geleng-geleng kepala saat mengingat perlakuan Ares tadi di dalam mobil.
Flashback on
Lyza yang tengah itu masih memikirkan ciuman tiba-tiba Ares di pipinya tak dapat melihat wajah sang suami. Ia benar-benar malu untuk melihatnya. Lyza hanya menunduk meremass-remass ujung hijab nya.
Tentu Ares menyadari hal itu. Ares tersenyum licik lalu mencolek pipi Lyza. " Ada apa sih, hmm? ". Tanyanya dengan lembut.
Sontak Lyza memegang pipinya. " Ti.. tidak apa-apa ". Membuang wajahnya ke samping jendela.
Ares semakin merapatkan duduknya dengan sang istri, membuat tubuh keduanya tak ada batas lagi.
" By, sempit minggir sedikit ". Mendorong Ares menggunakan sebelah tangannya, namun tidak melihat Ares.
Bukannya melonggar sedikit, Ares malah semakin gencar mendekati sang istri. Wajah Lyza memerah, bukan hanya tersipu namun sedikit kesal dengan tingkah Ares. Dan Ares yang melihat wajah Lyza seperti itu malah semakin ingin menggoda nya.
Sejenak Ares melupakan kehadiran Egi di dalam mobil. Dan Egi hanya geleng-geleng melihat tingkah sang bos yang baru jatuh cinta ini. Ia pura-pura tidak melihat tingkah kekanakan sang bos.
Lyza sontak melihat Ares dengan memasang wajah garang nya. Malu dan sebagainya yang tadi dirasakan hilang saat Ares membuat nya kesal.
Namun wajah garang Lyza malah semakin membuat Ares gemas melihat nya, bukannya takut Ares malah terkekeh melihat nya.
" By.. emmmmhp ". Belum sempat Lyza melanjutkan perkataannya, Ares Langsung membungkam bibir Lyza dengan bibirnya. Wajah Lyza sangat menggemaskan di mata Ares, karena itu tanpa sadar ia mencium bibir Lyza.
Lyza membulatkan matanya, ia tersentak saat mendapati ciuman tiba-tiba dari sang suami. " Hmm by, hmmm ". Mencoba memberontak. Lyza masih sadar kalau bukan hanya mereka berdua di dalam mobil itu.
Namun Ares malah semakin melumatt bibir Lyza, membuat Lyza tanpa sadar menikmati dan bahkan membalasnya. Suara kecapan-kecapan pun memenuhi mobil.
Bukan hanya Lyza yang kaget, namun Egi pun sama kagetnya. Ia tidak menyangka Ares akan seagresif itu pada sang istri. Apa mungkin karena sudah sah, makanya Ares tidak ragu-ragu lagi. 'walaupun begitu, setidaknya pikirkan perasaan ku juga'. Jiwa jomblo Egi meronta-ronta.
" Ehem... ". Suara deheman Egi membuat kedua orang itu sadar dan segera melepas pagutannya.
Ares langsung menjauh sedikit dari Lyza. Ah... Ia tidak bisa menahan godaan ini, mungkin karena sudah sah makanya ia tidak bisa menahan godaan dari sang istri. Sedangkan Lyza menunduk kembali. What!! Dirinya sangat malu.
" Tahan... Sebentar lagi sampai, jangan lupa kalau aku masih ada disini ". Egi sengaja menggoda kedua orang itu.
Ares terkekeh. Tebal 'kan, wajah dulu jangan pusing dengan perkataan orang lain. Lagi pula ia juga tidak berbuat zina. " Sorry, Gi. Aku lupa masih ada manusia disini selain aku dan istriku ". Terkekeh.
" Ck ". Egi mencebik.
Lyza langsung masuk kedalam kamar mandi setelah mereka masuk kedalam kamar. Ia masih malu dan tersipu akan kelakuan nya tadi dengan sang suami di dalam mobil.
Lyza masuk kedalma bathtub, " ahk... Bodoh! Bodoh! Bodoh! ". Memukul-mukul air di dalam bathtub untuk meluapkan malu nya.
" Bisa-bisanya aku menikmati nya, padahal ada ayam di dalam mobil ". Menenggelamkan wajahnya di dalam bathtub.
Blub.. blub.. blub...
Lyza kembali mengangkat kepalanya. " Tapi siapa sih yang bisa menolak pesona nya ". Ia yang mengatakannya, namun ia juga yang tersipu saat mengingat hal tadi.
Setelah cukup lama mandi, Lyza pun keluar dari kamar mandi dengan gugup. Seorang ketua mafia yang di takuti di dunia bawah, menjadi seperti anak kucing saat ini. Orang-orang dunia bawah pasti terperangah saat mengetahui Lyza yang gugup saat ini.
Bunyi pintu kamar mandi dibuka, membuat Ares meletakkan ponselnya dan melihat ke arah sang istri yang keluar dari kamar mandi hanya menggunakan jubah mandi selutut, rambutnya di gerai basah meninggalkan bau yang sangat harum.
Ares terpesona melihat Lyza. Kalau sekarang ia bisa berkata kasar, mungkin sudah sedari tadi di lakukan nya. Bukan karena apa, tapi sekarang junior nya sudah bangkit!!! Ah.. shitt!!
Ares mencoba mengontrol tubuhnya. Ia bangkit dari duduknya dan tersenyum mendekati Lyza. Sedangkan Lyza kembali di landa kegugupan.
Ares mendekati telinga Lyza. 'hmm harum.. '. Mengendus sebentar. " Persiapkan dirimu, sayang ". Kata Ares berbisik dengan senyuman liciknya. Setelah mengatakan nya, ia langsung masuk kedalam kamar mandi. Sekali lagi, Ares tidak ingin sampai melewati batas sekarang.
Tubuh Lyza menegang. Ia memegang telinga nya. Nafas Ares seperti masih tersisa di daun telinga nya. Dengan cepat Lyza Masuk kedalam walk in closet.
Sisi lain dari sang suami membuat Lyza ketar-ketir. Sisi yang liar, namun dalam hal lain. Ah.. Lyza tidak sabar menantikan nya. Atau bagaimana nanti wajah sang suami saat menggagahinya.
Blushh...
Lyza menggeleng-geleng 'kan, kepalanya. Ia menagkup pipi nya yang memerah. " Apa sih yang ku pikirkan. Dasar memalukan!! ". Maki Lyza pada diri nya sendiri. Ia segera memakai piyama.
Setelah memakai piyama, Lyza keluar dari walk in closet dan duduk di meja rias untuk menyisir rambutnya.
Ceklek...
Ares Keluar dari dalam kamar mandi. Bau mint.. memenuhi kamar. 'ahkkk harum...'. pekik Lyza namun masih fokus dengan rambutnya. Ia mencoba untuk tidak menggubris Ares.
Sedangkan Ares hanya tersenyum dan mengayunkan kaki nya menuju Lyza. " Sini biar ku bantu ". Mengambil sisir yang di pegang Lyza dan menyisir rambut Lyza
Lyza hanya diam, ia tidak bisa berkata-kata bahkan untuk bergerak saja ia susah. Apalagi kini sang suami hanya memakai jubah mandi dan memperlihatkan dada bidangnya. Sungguh, Lyza ingin memegang dada itu.
" Hmm.. sudah ku duga kamu sangat cantik, sayang ". Mencium rambut Lyza. Ia meletakkan sisir di atas meja.
" Me.. memang.. huh! Ka.. kamu baru tahu ". Mencoba menutupi kegugupannya dengan bersikap angkuh, namun sayang itu tidak berhasil. Sebab Ares malah tertawa geli.
Ares melabukan ciuman bertubi-tubi di atas kepala sang istri. Wangi dari rambut Lyza membuat Ares tidak bisa menahan untuk tidak mencium nya. Ciuman Ares turun sampai ke tengkuk Lyza.
" Hmm by.. ". Desahh Lyza tertahan
Ares semakin gencar, ia bahkan menangkup kedua pipi Lyza. Netra keduanya saling memandang, hingga tidak tahu siapa yang memulai namun kini bibir keduanya sudah menyatu. Saling melumatt dan memberikan kenikmatan.
Lyza membuka mulutnya, agar Ares bisa semakin leluasa mengekspos rongga di dalam. Lidah mereka terbelit satu sama lain. Suara decapan-decapan memenuhi isi kamar.
Ares langsung menggendong Lyza dengan masih berciuman dan meletakkan tubuh Lyza dengan sangat hati-hati di atas ranjang. Ares mengukung tubuh Lyza. Mereka semakin gencar berciuman.
Hingga ciuman Ares turun ke leher jenjang Lyza. " Euhh ". Lagi-lagi Lyza berdesahh tertahan.
Ares kembali mengecup bibir Lyza. Ia tersenyum sembari menatap bola mata Lyza. " Kita sholat dulu yah ". Ucap Ares dengan suara berat. Jujur saja ia juga sedang menahan hasratnya. Apalagi melihat tatapan sayu sang istri yang sangat jarang dilihat nya.
Lyza mengangguk pelan. Ares segera menggendong kembali tubuh Lyza dan membawanya ke dalam kamar mandi untuk berudhu.
.........
Setelah sholat dan melakukan doa bersigma...
Ares dan Lyza kembali melanjutkan kegiatan panas nya yang sempat tertunda tadi.
Ares mengecup dahi Lyza dan turun ke kedua matanya, lalu ke puncuk hidung Lyza, lalu turun lagi ke kedua pipi Lyza dan terakhir ke bibir Lyza.
Ares tersenyum dan membaringkan tubuh Lyza dengan pelan. " Kamu siap, sayang? ".
Lyza hanya mengangguk tanpa melihat wajah sang suami. Kenapa harus di tanya coba! Ia sangat gugup kali ini.
Ares kembali melumatt dan mencium bibir Lyza, hingga sampai ke leher jenjang Lyza. Pelan-pelan Ares membuka piyama Lyza hingga tak tersis sehelai benang pun menutupi kedua insan itu.
Mereka sama-sama terdiam, mengangumi tubuh pasangannya masing-masing. Ares tidak menyangka, di perut Lyza sangat rata tanpa ada lemak. Lyza juga tertegun melihat six pack yang sedang mengukungnya ini.
Ares melakukan foreplay sesuai nalurinya membuat Lyza tak dapat menahan desahannya.
Dengan di saksikannya rembulan dan angin semilir, kedua insan itu menyatu dan mengeluarkan suara-suara laknat.
" Ahkkkk.. sakit... ". Rintih Lyza saat sesuatu benda panjang nan besar serasa memenuhi bagian bawahnya.
" Tahan sayang... ". Dan.. " ahhh euhh ".
Desahann-desahann keluar dari mulut mereka berdua. Keduanya di banjiri keringat. Mulut mereka tak henti-hentinya mengeluarkan kata-kata cinta dan kenikmatan yang sekarang mereka rasakan. Ranjang bergoyang mengikuti arus di atas nya.
Hingga.. " ah.. by... Faster.... Aku.. aku.. ahhhhhhhh ". Desahann kuat keluar dari mulut Lyza saat ia mencapai puncak nya. Tubuh Lyza bergetar.
Ares menghentikan hentakannya untuk memberikan kenyamanan pada sang istri. Namun bagian bawah nya serasa dipijat dan ia tidak mampu menahannya. Ares kembali melanjutkan nya dan...
" Ahhhkkkk ". Desahh keras keluar dari mulut Ares. Ia memeluk erat sang tubuh sang istri.
Ares mengangkat wajahnya. " I love you... Teriman kasih, sayang ". Mengecup kening Lyza, Lyza hanya mengangguk.
Ares ambruk di sebelah Lyza, lalu memeluk sang istri erat tak lupa ia memakaikan selimut untuk menutupi tubuh keduanya.
.
.
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️