
Dua Minggu berlalu...
Ares sudah masuk kerja seperti bisanya. Kehidupan yang dijalani Lyza juga normall dan tidak ada yang mengganjal.
" By, nanti aku mau keluar yah ". Lyza mengikat dasi di leher Ares. Ia berusaha untuk menjadi istri yang baik bagi Ares. Seperti sekarang, Lyza lah yang menyiapkan jas serta perlengkapan yang di gunakan Ares.
" Mau kemana? ".
" aku bosan di rumah terus. Jadi aku mau berbelanja ". Mengencangkan dasi Ares.
" Hmm baiklah... Tapi jangan lama-lama ". Mencium kening Lyza, lalu ia merogoh kantongnya dan mengambil dompet disana.
" Ini gunakan kartu ini ". Memberikan black card
Dengan senang hati Lyza menerimanya. " Waw aku dapat jackpot ". Membolak-balik kan kartu tersebut.
Ares terkekeh melihat wajah Lyza. " Katanya banyak uang, tapi mata mu langsung berwarna hijau melihat kartu ini ". Goda Ares.
" Hei... Semua uang yang aku hasilkan selama ini sudah di sumbangkan. Kamu tau kan bagaimana aku mendapatkan nya. Jadi sekarang bukan aku yang kaya, tapi suami ku yang kaya ". Lyza mengucapkan nya dengan sangat percaya diri.
" Hahahah bersyukurlah kau menikah dengan ku ".
" Yah... Aku memang bersyukur karena menikah dengan crazy rich man ".
Ares terkekeh dan geleng-geleng. " Wanita memang sangat suka dengan uang ".
" Memang seharusnya seperti itu. Uang memang bukan segalanya, tapi uang bisa memberi segalanya, all right?. Jadi jangan salahkan wanita jika mereka materialisme ".
" Mulutmu sangat pintar bicara, dear. Baiklah ayo kita turun sarapan ". Menggandeng tangan Lyza untuk turun kebawah.
.........
Lyza mengendari mobilnya menuju mall. Hari ini ia akan berbelanja perlengkapan muslimah. Dari gamis, celana kulot, hijab, kerudung sholat. Semuanya Lyza ingin melengkapi dirinya.
Sesampainya di mall Lyza pun masuk kedalam. Lyza sangat jarang berbelanja, karena ia tidak terlalu suka dengan keramaian.
Lyza Langsung menuju ke salah satu butik fashion muslimah. Selesai membeli keperluan nya, Lyza pun menaruh semua belanjanya di dalam mobil.
" Kalau pakai black card ini, tidak akan habis-habisnya. Dasar orang kaya, kalau sudah mati semua nya 'kan jadi sia-sia ". Gerutu Lyza. " Untung suamiku orang kaya baik ".
Lyza masuk kedalam restoran untuk memenuhi perutnya yang kosong. Sudah sedari tadi cacing didalam protes dan berbunyi untuk di beri makan.
Lyza duduk di kursi dekat jendela, ia suka melihat pemandangan jalan raya dan gedung-gedung pencakar langit.
Setelah Lyza memesan, ia berselancar ke sosial media. Melihat apa yang sedang trend di sana. Hanya melihat, Lyza tidak terlalu suka menanggapi.
"Assalamu'alaikum.... Apa kamu masih jalan-jalan, sayang?". Pesan dari Ares masuk kedalam ponsel Lyza. Bibir Lyza tertarik ke atas melihatnya. Wajahnya nampak merona.
"Wa'alaikum salam... Iya by, masih".
"Kamu dimana sekarang?".
"Ada di restoran fml".
"Oh oke, tunggu aku disana. Kita makan siang bersama".
"Oke, sampai ketemu nanti".
" Sampai ketemu. Assalamu'alaikum".
"Wa'alaikum salam". Lyza senyum-senyum melihat pesan berbalas nya bersama sang suami. Ia bagaikan anak Abg yang sedang dilanda asmara.
Sampai suara seseorang mengganggu kesenangan Lyza.
" Oh God.... Pakaian ku yang mahal. Apa kau tidak punya mata!!! ". Suara pekikan seorang perempuan yang menggelar menarik perhatian Lyza, bukan hanya Lyza namun semua pengunjung melihatnya.
" m.. maafkan saya ". Pelayan tersebut menundukkan kepalanya. Badannya gemetar.
" Maaf.. maaf.. memang nya dengan minta maaf pakaian ku akan bersih lagi! ". Wanita seksi itu tidak peduli pada orang-orang yang melihatnya.
Lyza tidak terlalu memperdulikan dan kembali fokus pada ponselnya. Ia tidak terlalu suka ikut campur masalah orang lain, apalagi di mata Lyza saat ini. Pelayan itulah yang salah sebab menabrak wanita itu.
Brakk...
Pelayan itu tersungkur tepat di kaki Lyza. Sontak Lyza berdiri, ia melihat pelayan tersebut dan langsung membantu nya berdiri. Kejadian itu memang dekat dengan meja Lyza.
Lyza kemudian menatap tajam pada wanita seksi yang mendorong pelayan tersebut. Air mata pelayan itu berlinang, sikunya memar, badannya gemetar. Ia takut jika harus di pecat dari pekerjaannya, karena itu pelayan itu tidak melawan. Apalagi melihat sang manajer restoran itu yang juga mengintimidasi pelayan wanita tersebut.
Menurut Lyza, seharusnya pelanggan wanita seksi itu tidak memakai kekerasan disini.
" Astaga... Wanita itu benar-benar kasar ".
" Bukannya tadi dia yang menabrak pelayan itu karena asik dengan ponselnya ".
Cibir-cibiran itu terdengar jelas di telinga Lyza. Akhirnya Lyza tau siapa yang salah disini. Lyza melihat wanita seksi di depannya.
" No... Nona Lyza! ". Pekik wanita tersebut.
Lyza menaikkan sebelah alisnya. Siapa wanita ini? Pikir Lyza.
" Apa anda benar nona Lyza? Astaga anda sangat berbeda sekarang ". Ia menelisik penampilan Lyza yang memakai hijab.
" Maaf tapi saya tidak mengenal anda ". Ujar Lyza diingin.
" Apa kamu tidak apa-apa? ". Lyza melihat pelayan yang tadi dia bantu. Pelayan itu hanya mengangguk. " Sa.. saya tidak apa-apa nona ".
Lyza beralih melihat manajer restoran itu. " Seharusnya anda melihat siapa yang benar dan salah disini ". Sindir Lyza dan melihat sinis wanita seksi itu, yang sekarang masih terkejut dengan perubahan Lyza.
" Itu bukan urusan mu! ". Sarkas manajer tersebut.
" Ck ". Lyza berdecak. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Sebenarnya ia tidak ingin melakukan nya, namun melihat kesombongan manajer tersebut, membuat Lyza darah tinggi. Jika seandainya Lyza masih jadi ketua mafia, sudah dipastikan manajer restoran itu sudah tidak ada di dunia sekarang.
Tak lama kemudian, seseorang datang dengan buru-buru, menghampiri sang menajer.
Ia terlihat membisikkan sesuatu di telinga manajer itu. Seketika raut wajahnya nya berubah tegang dan di campur terkejut.
" Apa maksudmu! ". Geram manajer restoran itu.
" Seperti yang saya katakan tadi. Mulai detik ini anda di pecat. Restauran ini telah di akuisisi, dan pemilik barunya meminta agar manajer nya di ganti ". Ucap pria itu dengan tegas.
" A.. apa.. tidak! Ini tidak mungkin ". Manajer restoran itu panik, ia tidak terima di pecat begitu saja.
" Silahkan anda keluar dari sini ".
" Tidak! Ini pasti bohong ".
Pria itu memberi instruksi pada kedua security untuk menyeret manajer, ralat mantan manajer tersebut.
'ck rasakan pria sombong'. Batin Lyza.
" Baiklah sekarang kamu bisa pergi ". Lyza memberi instruksi kepada pria yang datang tadi.
Pria itu membungkuk-kan badannya. " Baik nona ".
" Kamu juga boleh kembali ke tempat mu ". Lyza kembali memberikan perintah pada pelayan yang masih menangis di samping nya. " Dan obati luka di siku mu ".
Pelayan itu mengangguk, dan berlalu Pergi. Lyza duduk kembali ke tempatnya, menanti pesanannya tiba.
" Waw.. aku yakin dia bukan orang biasa ".
" Aura nya sangat berbeda ".
Bisik-bisik para pelanggan yang melihat Lyza, apalagi saat Lyza memberikan instruksi pada pria yang datang tadi. Membuat asumsi mereka, bahwa Lyza lah yang mengakuisisi restoran itu. Dan yah itu memang benar.
" Nona Lyza... Apa anda tidak ingat dengan saya? ". Wanita seksi yang sempat terlupakan membuka suara kembali.
Lyza melirik wanita itu. " Aku sudah bilang tidak mengenalmu. Mungkin kamu salah orang ". Lyza sungguh tidak ingat siapa wanita itu.
" Apa maksud anda. Kita sudah melewati malam yang panas ". Ucap wanita itu
Lyza kembali melihat wanita itu dengan tajam. 'apa dia salah satu wanita malam?'.
Bisik-bisik terdengar dari para pengunjung. Banyak di antara mereka tidak percaya dengan apa yang di katakan wanita seksi itu.
Lyza bangkit berdiri. Belum sempat Lyza mengatakan sesuatu.
" Assalamu'alaikum... Sayang, ada apa ini? ". Ares tiba menghampiri Lyza dan memberikan kecupan di kening Lyza.
Lyza tersenyum. " Wa'alaikum salam ". Mencium tangan kanan Ares. " Bukan apa-apa, sepertinya wanita ini salah menganggap orang ". Melirik melihat wanita seksi tersebut, Ares juga ikut melihatnya.
" Ada yang salah dengan istri saya? ". Tanya Ares saat melihat raut wajah wanita itu yang terkejut.
" I.. istri? ".
" Iya, dia suami saya. Jadi saya pikir anda salah mengenali orang ". Ucap Lyza tenang. Walaupun sebenarnya ia cukup gugup dengan keadaan ini. Bagaimana jika wanita itu nekat dan mengatakan hal aneh di depan publik seperti sekarang? Bisa-bisa membuat reputasi sang suami menjadi buruk. Walaupun tidak ada yang tahu wajah dari sang CEO W Cooperation.
" Ck, pasti dia cuman cari muka ".
" Benar-benar wanita murahan. Tidak mungkin seorang wanita berhijab melakukan hal yang di tuduhkan tadi ".
" Biasalah... Dia cuman ingin pansos, agar viral ".
Bisik-bisik para pengunjung restoran yang membuat wanita seksi itu malu setengah mati. Tanpa sepatah kata pun ia Langsung pergi dari dalam restoran.
Ares dan Lyza saling pandang. Lyza mengangkat kedua bahunya seolah tak tahu apa-apa dan kembali duduk di ikuti oleh Ares yang duduk di depannya.
" Siapa wanita tadi? Seperti nya kamu mengenali nya? ".
" Dia.. ". Belum sempat Lyza menjawab, pesanannya sudah datang.
Setelah waiters itu pergi. Ares kembali menatap Lyza dengan tatapan penuh tanya.
Lyza menghela nafas, ia kembali menaruh garpu yang di pegangnya. " Aku tidak mengenal wanita itu, tapi sepertinya dia salah seorang wanita yang pernah menghabiskan malam bersama ku ". Lirih Lyza, ia serasa berat mengatakan nya. Jujur saja, Lyza merasa jijik dengan dirinya di masa lalu.
" Oh... Tapi bagaimana bisa kamu tidak mengenalinya? ". Mereka telah menghabiskan satu malam bersama, bagaimana bisa Lyza tidak mengenal pasangan nya? Pikir Ares.
" By, kamu tidak hmmm.. masalah aku mengatakan nya? ".
" Tentu tidak. Itu hanya masa lalu, dan sekarang masa depan mu bersama ku, sayang ". Lembut Ares.
Ares sama sekali tidak keberatan dengan masa lalu Lyza, ia menerima Lyza apa adanya. Dan hal itulah yang di sukai Lyza
Lyza tersenyum mendengarnya. " aku memang tidak ingin mengenali wanita yang sudah menghabiskan malam denganku. Aku tidak pernah melakukan hal ganda dengan mereka ". Jujur Lyza, ia memang harus berkata jujur dan tidak menutup-nutupi kebenaran apapun pada sang suami.
" Yang benar saja? ". Kejut Ares. " Astaga... Kalau kamu seorang pria, pasti sudah jadi Casanova kelas kakap ".
" Ck jangan meledekku ". Lyza mencabik 'kan bibirnya. Sungguh, sang suami sangat suka menggodanya.
Ares terkekeh. " Ayo kita makan ". Mereka pun makan siang dengan khidmat.
Setelah selesai makan siang, mereka berdua kembali ke dalam mobil. Namun kali ini Lyza ikut ke dalam mobil Ares dan meninggalkan mobilnya di basement restoran. " Kamu tidak pake supir, by? ". Tanya Lyza sembari memasang sealbelt nya.
" Tidak. Aku memang sudah berencana akan satu mobil berdua dengan mu ". Ucap Ares santai, sembari menjalankan mobilnya. Perkataan Ares memang sangat biasa saja, namun bagi Lyza perkataan Ares membuat hatinya berbunga-bunga.
Ah... Jatuh cinta membuat aura mafia Lyza hilang!
" Ehem... ". Lyza mencoba menetralisir perasaannya. " Oh yah.. kita mau kemana? ". Mengalihkan pembicaraan
" Ke kantor, nanti kita pulang sama-sama. Sepertinya aku lebih bersemangat jika melihat mu saat aku bekerja ". Goda Ares melihat sang istri. Ares sengaja tidak terlalu cepat menjalankan mobilnya.
Wajah Lyza langsung memerah. " Tch gombal ". Membuang muka ke arah jendela. Senyumannya tidak bisa ia tahan.
Ares terkekeh melihat Lyza, ia sangat senang menggoda sang istri. Siapa sangka, seorang ketua mafia berdarah dingin bisa mengeluarkan ekspresi yang sangat menggemaskan seperti itu?
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️