My Wife The Mafia

My Wife The Mafia
Mengerjai Lyza



Billy seketika berdiri dan membungkuk sedikit saat Ares datang. 'sayang? Apa maksudnya'. Berdiri.


" Pak, apa yang membuat anda datang ke sini? ". Ares Memang sangat jarang ke pantry, bahkan mungkin tidak pernah.


Billy masih memberikan senyuman ramah, ia tidak memperhatikan tatapan Ares yang tajam Kepada nya.


" Saya kesini untuk menjemput istri saya ". Ujar Ares. Seketika Billy terdiam. Istri? Siapa? Memangnya sang bos sudah menikah?


" Si.. ".


" Lyza.. kita pulang sayang ". Ujar Ares dan langsung menarik pinggang Lyza dan menempel pada tubuhnya.


'tch pasti pak ustadz balas dendam karena tadi pagi aku panggil dia honey'. Decak Lyza dalam hati. Namun ia menerima begitu saja pelukan dari Ares.


Billy yang mendengarnya membulatkan matanya. 'hah!!!? Jadi...__'.


" Jadi... Lyza... ".


" Iya dia Istriku, ada apa Billy? ". Bertanya seolah tidak tau apa-apa. Padahal Ia sudah melihat semuanya dalam cctv, dan dari mata dan gelagat Billy sudah Ares tau kalau Billy tertarik pada sang istri.


" Ti.. tidak apa-apa pak, saya cuman menemani nyonya minum kopi disini ". Jawabnya gugup


" Oh kalau begitu terima kasih, tapi sebaiknya jangan di ulangi. Tidak baik pria dan wanita yang bukan mahram berdua ". Datar Ares


Billy menelan salivahnya. " I.. iya pak ".


" Ayo sayang kita pulang ". Melihat Lyza penuh cinta. Billy yang melihat itu pun kembali menelan salivahnya, dari tatapan mata sang bos sudah bisa dilihat, bahwa wanita itu sangat berharga untuknya.


Namun sayang, yang di beri tatapan malah tak mengerti.


" Baik ". Singkat Lyza.


" Assalamu'alaikum ". Salam Ares dan diikuti oleh Lyza


" Wa'alaikum salam ". Jawab Billy.


Ares menggandeng tangan Lyza pergi dari sana.


" Tumben pulang nya cepat, biasanya malam baru pulang ". Sindir Lyza. Kalau cemburu seharusnya dia mengatakan nya, jangan malah tarik-tarik, pikir Lyza


Ares berhenti. " Haisss seharusnya kamu senang kita pulang cepat. Atau kamu lebih suka jadi Patung di ruangan ku ". Tersenyum manis


" Huh! Tidak. Ayo kita pulang ". Menarik tangan Ares.


Sesampainya di parkiran, rupanya sudah ada Egi disana. Ares sudah menelepon Egi sebelum ke parkiran untuk menyiapkan mobil dan pulang cepat. Tentu Egi yang mendengarnya sangat girang, kapan lagi bisa pulang cepat seperti ini.


Di dalam mobil


" Nanti mampir di toko buku sejahtera yah Gi ". Titah Ares


" Oke ".


Lyza hanya mendengar, mencoba untuk pura-pura tidak peduli, padahal dalam hatinya ia sudah bertanya-tanya.


Hingga akhirnya mereka sampai di toko buku Sejahtera yang di maksud Ares. Toko buku langganan Ares.


" Mau turun? ". Tawar Ares kepada Lyza yang sedang fokus dengan ponselnya.


Lyza mendongak melihat Ares. " Tidak ". Singkat Lyza lalu kembali melihat ponselnya.


" Baiklah, Assalamu'alaikum ". Menyodorkan tangannya.


Lyza melirik sekilas, dan hanya mengangguk. " Wa'alaikum salam ". Setelah mendapat jawaban, Ares pun keluar dari dalam mobil, dan terlihat punggungnya masuk kedalam toko buku.


" Nyonya.. anda yakin tidak mau masuk kedalam toko buku itu? ". Egi membuka suara.


Lyza mengalihkan pandangan dari ponsel ke arah Egi. " Memangnya kenapa? ".


" Hahah nyonya apa anda lupa nyonya. Pesona Ares? Apalagi dia sudah sering datang ke toko buku ini, dan pemilik nya mempunyai adik perempuan yang sepertinya menyukai Ares ". Menggoda Lyza.


Sontak Lyza menatap Ares tajam, lalu langsung keluar dari mobil dengan buru-buru. Egi yang melihatnya Terkekeh. Ia langsung mengirimkan video singkat yang ia video tadi ke dalam grub 3 jokes.


Dimana di dalam grub ada Egi, Sean dan juga Zean. Dan tentu yang membuat grub itu adalah Sean dengan persetujuan Egi, sedangkan Zean dipaksa untuk masuk.


"Nyonya kalian cemburu🤣". Mengirim video tersebut ke grub dengan tag Tersebut.


Tak berapa lama, balasn datang dari Sean. "Waw.. ini pertama kalinya aku melihat nyonya Lyza seperti itu, pintu mobilnya sampai ia banting😱".


Zean hanya membaca pesan itu tanpa berniat membalas. Ia iuga ikut Terkejut melihat video itu, apa benar dia sang young ms yang di kenalnya selama ini? Kenapa terlihat berbeda?.


Sedangkan di sisi lain.


Lyza masuk kedalam toko tersebut, ia memandang beberapa rak buku, di ambilnya salah satu. Kening Lyza berkerut. " Ini kan buku yang selalu di baca pak ustadz setiap tengah malam ia bangun ". Lyza yang penasaran membuka buku yang di maksud atau Al-Qur'an.


" Sepertinya pak ustadz memang dari planet lain. Apa-apaan coba tulisan ini, bersambung-sambung. Bagaimana baca nya kalau begini? ". Kembali menyimpan Al-Qur'an Tersebut.


Lyza kembali pada tujuan awalnya yaitu mencari sang suami. Di belokan ia melihat punggung sang suami, dengan langkah cepat Lyza menemuinya.


Namun, belum sampai di tempat sang suami. Lyza melihat Ares sedang berbicara dengan seorang wanita bercadar, dengan gembira.


" Katanya pria dan wanita tidak boleh berduaan. Tapi dia malah.. berduaan dengan wanita yang bukan mahramnya ". Dengan langkah tegasnya Lyza menghampiri Ares lalu bergelayut di lengan Ares.


" Masih lama honey? ".


Ares tersenyum melihat tingkah Lyza. " Kok turun, tadi katanya tidak mau ". Membelai tangan Lyza yang bergelayut di lengan nya.


" Kamu terlalu lama ". Mencebik. Padahal belum ada lima menit Ares masuk kedalam Toko buku tersebut.


" Hehhe iya.. iya.. mau beli buku? ".


" Tidak ". Lyza Melihat wanita di depannya dengan wajah sok kebingungan dan sok polos. " Dia siapa? ". Tanyanya dengan nada sok polos, padahal dalam hatinya ia sudah mengumpat.


" Oh kenalin dia kenalan ku, dia yang punya toko buku ini, Humairah ".


Lyza beralih Melihat wanita di depannya yang bernama Humairah itu. " Nah Irah, kenalin ini istriku. Lyza ".


Humairah menjulurkan tangannya. " Humairah ". Terlihat matanya menyipit yang menandakan dia sedang tersenyum.


Lyza menerima uluran tangan Humairah. " Lyza ". Singkat Lyza.


" Ohh jadi ini Istri mu Res. Cantik banget ".


" Hahaha iyalah.. istri siapa dulu .. ".


Lyza hanya memperhatikan mereka. Tiba-tiba dadanya sesak Melihat sang suami akrab dengan wanita lain.


" Sudah dapat buku nya? ". Lyza mencoba buka suara. Tangannya masih asik bergelayut di lengan kekar sang suami.


" Tunggu dulu... Raka sedang mengambil bukunya ". Ares mengulum senyum dan mengelus pucuk kepala Lyza.


" Tunggu yah... Sebentar lagi suamiku datang membawanya ". Perkataan Humairah lantas membuat Lyza terdiam.


Suami? Maksudnya?


" Assalamu'alaikum.. maaf menunggu lama ". Seorang pria yang mungkin seusia Ares datang dengan beberapa buku di tangannya.


" Wa'alaikum salam ". Jawab ketiga orang itu.


" Maaf Res. Lama, nih buku yang kamu maksud ". Menyerahkan beberapa buku.


" Iya tidak masalah. Makasih yah ". Menerima buku tersebut, walaupun sedikit susah karena satu lengannya masih di gunakan Lyza untuk bergelayut.


Ares mengusap punggung tangan Lyza. " Lepas dulu yah, aku ambil bukunya ". Lembut Ares.


Membuat Lyza sadar dan langsung menarik tangan nya. Ares tersenyum melihat tingkah Lyza.


" Res dia.. ".


" Ah kenalkan Raka. Istri ku, Lyza. Tidak perlu pegang-pegang yah haha ". Ares sedikit bercanda


" Hahaha tenang ajah Res. Aku juga sudah punya ". Menarik pinggang Humairah


" Aku cuman bercanda ". Menarik pinggang Lyza, dan Lyza hanya diam menerima. Ia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Malu, geram yang dirasakan Lyza sekarang.


'Egi sialan!! Dia mengerjaiku!'. Geram Lyza dalam hatinya. Sebisa mungkin Lyza tidak memperlihatkan wajah kesal dan malunya yang menjadi satu.


" Yaudah, kami pergi yah. Assalamu'alaikum ".


" Wa'alaikum salam ".


Setelah mendapatkan jawaban, Ares pun menarik tangan Lyza dan kembali ke dalam mobil.


Sesampainya di dalam mobil, dengan segera Ares dan Lyza masuk.


Brakk..


Lyza menendang kursi yang di tumpangi Egi. " Dasar Ayam sialan! Kamu sengaja 'kan ". Suara Lyza meninggi.


" Heheh ". Egi hanya terkekeh, yang membuat Lyza semakin geram. Kalau mungkin Lyza yang dulu akan langsung mengeluarkan pistol nya, namun sekarang ia sudah tidak seperti dulu.


" Ada apa? ". Tanya Ares bingung. Dirinya baru masuk kedalam mobil sudah disuguhi pemandangan yang mengejutkan.


" Bukan apa-apa. Jalan Yam ". Ketus Lyza.


Egi sedikit mencebik, di panggil dengan sebutan ayam Siapa sih yang tidak suka? Tapi, karena yang memerintah adalah istri dari sang bos tentu Egi menjalankan mobilnya.


Ares menatap heran kedua orang itu. Tak ingin ambil pusing, Ares mulai membuka beberapa buku yang di pesannya.


Lyza sedikit tertarik pada salah satu kertas tebal yang berada di pangkuan Ares. 'itu 'kan buku yang tadi aku lihat yah. Sebenarnya cara baca nya itu bagaimana?'. Melirik diam-diam buku atau lebih tepatnya Al-Qur'an Tersebut.


Dan lirikan itu, tertangkap jelas di mata Ares. Ares tersenyum, ia bahagia melihat sang istri yang mulai penasaran dengan hal-hal tentang Islam, apalagi jika mengingat Lyza yang selalu memperhatikan Ares saat Sholat, membaca do'a sebelum memulai sesuatu, ataupun saat mengaji. Membuat Ares semakin bersemangat untuk merubah Lyza.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘, banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️