My Wife The Mafia

My Wife The Mafia
Warung atau Restoran?



Malam itu saat semua orang telah terlelap, Fatih bangun dari tidurnya. Ia haus tanpa basa-basi ia langsung melangkah menuju dapur untuk mengambil air minum. Gelas yang ada di kamarnya telah kosong.


Keadaan gelap, hanya lampu dapur dan lampu belakang yang di hidupkan. Namun Fatih sama sekali tidak takut. Setelah minum, ia hendak kembali tertidur namun rasanya begitu berat. Mungkin karena setelah pulang dari mall tadi ia langsung tertidur jadi sekarang ia sudah susah untuk terlelap kembali.


Saat Fatih mencoba untuk kembali terlelap, entah mengapa ada perasaan aneh yang di rasakan nya. Bocah 3 tahun setengah itu keluar kamar dan berjalan pelan-pelan menuju halaman belakang, entah mengapa ia merasa ada sesuatu disana.


Tanpa takut Fatih menuju ke halaman belakang. Lampu di halaman belakang memang di hidupkan jadi sama sekali tidak gelap. Ia celingak-celingukan, tidak ada apapun disana namun Fatih yakin jika instingnya pasti tidak akan meleset


" Siapa disana!." Teriak Fatih, ia merasa ada seseorang yang mengawasinya


" Kelual atau aku akan teliak!." Teriaknya lagi, padahal ia sudah berteriak tapi masih mengancam akan berteriak


Srek.. srek..


Pohon di taman belakang itu tiba-tiba saja berbunyi tak jelas. Tiba-tiba...


" Yaps." Tiba-tiba ada seorang pria yang melompat dari atas pohon, jujur saja Fatih tidak terlalu kaget karena ia mempunyai kepekaan yang sama dengan sang ibu.


" say hello bos muda." Ucap pria itu dengan tersenyum cerah sembari mengangkat satu tangan nya


Fatih mengerutkan keningnya " paman Siapa?." Tanya Fatih. 'Sepeltinya dia bukan anak buah abi. Kalena tadi dia panggil Fatih dengan bos muda, bukan tuan muda. Siapa dia? Aku halus waspada' batin Fatih


Fatih bisa tahu kalau sekarang di rumahnya pengamanan nya di perketat. Sebab ia bisa merasakan ada beberapa orang yang selalu lalu lalang di sudut-sudut rumah atau tempat titik buta rumahnya dan itu terjadi saat sepulang dari mall tadi. Jadi, Fatih bisa menarik kesimpulan bahwa ada sesuatu yang terjadi.


" Apa paman anak buah abi?." Tanya Fatih berlagak polos


Pria itu berjongkok mensejajarkan tingginya dengan Fatih, ia menggeleng pelan " Bukan."


Benar saja dugaan Fatih. 'kalau begitu, hanya ada satu jawabannya' batin Fatih yang sepertinya sudah yakin akan jawabannya.


" Jadi, paman mantan anak buah uma." Tebak Fatih masih berlagak polos, padahal sebenarnya Fatih sudah tahu identitas sesungguhnya sang ibu.


Dulu Fatih tidak sengaja masuk kedalam ruangan yang selalu di kunci, rupanya ruangan itu adalah tempat penyimpanan koleksi pistol sang ibu. Bahkan ada foto yang sangat besar di mana itu adalah foto Lyza sembari memegang pistol bersama para anggotanya.


Jujur saja Fatih terkejut saat mengetahui identitas asli sang ibu. Ia jadi ragu apakah benar ibunya memang orang baik seperti yang di katakan sang ayah atau mungkin saja hal itu hanya karangan semata, sebab saat itu Lyza masih berada di dalam rutan. Dan yang Fatih tahu, mafia adalah sekelompok orang-orang jahat kelas kakap yang sangat di incar polisi.


Pria yang berjongkok di depan Fatih terkejut mendengar tebakan bos mudanya. Padahal 'kan Fatih bisa saja menyangka mereka sekelompok orang jahat.


" Iya, paman mantan anak buah bos Lyza. Tapi apa yang bos muda lakukan di luar malam-malam begini?."


" Aku telusik kalna kalian libut sekali di lual. Mengganggu tidul Fatih." Ucapnya mengomel


Lagi, pria itu terkejut di buatnya. Bagaimana bisa seorang anak kecil bisa menyadari keberadaan mereka? Padahal orang dewasa saja tidak mungkin menyadari hal ini. Ia menelan salivahnya susah.


Sepertinya darah mafia memang tidak bisa di sembunyikan!


" Wah.. maaf yah, mau bagaimana lagi paman sama teman-teman paman sedang patroli." Mengusap kepala Fatih


"Alex kau sedang apa!" Tiba-tiba alat komunikasi yang berada di telinga berbunyi.


"Sedang bermain dengan bos muda" ucapnya bangga.


Ia sengaja mengatakan nya karena sebenarnya selama ini semua mantan anggota Lyza sangat ingin berbicara atau pun berdekatan dengan Fatih, namun tak ada yang berani melakukan nya. Apalagi jika mendengar ocehan Sean yang selalu membangga-banggakan dirinya karena bisa selalu bertemu dengan Bos muda, membuat mereka semakin ingin bertemu dengan Fatih.


"Apa!! Bos muda!" Sontak semuanya berteriak di balik alat komunikasi di telinga Pria itu


" Paman kenapa?." Tanya Fatih bingung


" Bukan apa-apa." Jawabnya dengan sengaja membesarkan suaranya


" Nama paman siapa?." Sudah dari tadi mereka berbicara tapi hanya pria itu yang tahu namanya, sedangkan Fatih sama sekali tidak mengetahui nama pria di depannya ini.


Pria itu tersenyum senang. " Alex, Nama paman Alex." Ucap Alex, sekali lagi ia merasa bangga


Fatih ikut tersenyum " Salam kenal paman Alex."


" Sa..___ woi..." Baru Alex ingin membalas, tiba-tiba ada lima orang datang mengerubungi Fatih. Dua di antara mereka wanita


" Bos muda.." ucap mereka serentak


" Wah.. ini benar bos muda.."


" Akhirnya aku bisa bertemu bos muda." Mereka semua bersahut-sahutan sembari mencubit pipi Fatih, ada juga yang mengelus kepala Fatih.


Fatih terdiam, ia masih bingung dengan keadaan ini. Sampai...


" Yah sih bos..." Ucap kemudian mereka serentak dan lalu pergi dari sana. Ke-5 orang itu mendapat teguran dari Keren, yang sekarang memimpin Kelompok ini


Sekarang tinggal Alex dan juga Fatih di tempat. " Mereka juga mantan bawahan Bos Lyza." Ucap Alex


Fatih manggut-manggut sembari ber-oh ria. " Kalau begitu aku mau kembali ke kamal yah paman." Tiba-tiba Fatih di landa kantuk


" Mau paman antar?." Tawar Alex namun Fatih menggeleng. " Baiklah hati-hati."


.........


Setelah penyerangan saat di mall yang gagal waktu itu, kelompok mereka Wallet dan juga Dark Blood mulai mencari dalang dari pelaku penyerangan tersebut, di bantu oleh Ares dan juga Egi akhirnya pelaku nya berhasil di tangkap.


Waktu itu Ares mengatakan pada Lyza agar tidak perlu khawatir dan ikut campur sebab semuanya sudah bisa di urus tanpa campur tangannya sekali pun.


Pengamanan di sekitar dan mansion telah di perkendor, walaupun tidak sepenuhnya di hilangkan setidaknya mereka sudah tidak terasa terancam lagi.


Hari-hari mereka lalu dengan tenang, tidak! Sebenarnya mereka mencoba untuk tenang dan tidak ingin khawatir.


Dua Minggu pun berlalu.


Renovasi warung yang akan menjadi milik Lyza selesai dengan cepat.


Hari ini Ares akan membawa langsung sang istri ke tempat warung yang di maksud. Renovasi nya telah rangkup, dan siap untuk di isi.


" Apa renovasinya berjalan lancar?." Tanya Lyza. Entah mengapa Lyza mempunyai firasat aneh. Jika misalkan renovasinya berjalan lancar, pasti warung itu akan siap dalam 3 atau 5 hari, tapi ini memakan waktu sampai 2 Minggu.


Ares yang saat itu tengah mengemudi melirik sekilas ke samping di mana sang istri duduk " Lancar. Memangnya kenapa?." Jawab Ares jujur, karena memang tak ada kendala dalam merenovasi. Ralat! Membangun ulang


Lyza menggeleng pelan " Tidak apa-apa." Ucapnya.


Tak lama kemudian mereka pun sampai.


Karena hari memang masih pagi, jadi banyak anak-anak yang berseragam sekolah putih biru, putih abu-abu bahkan putih merah yang berkeliaran di sekitar situ.


Fatih mengeluarkan kepalanya dari mobil dan melihat orang-orang yang masuk kedalam sekolah. " Uma, apa meleka sedang sekolah?." Tanya Fatih


Lyza juga sedari tadi memperhatikan mereka. Sebenarnya ia juga bingung, sebab Lyza tidak pernah pergi sekolah, ia selalu home schooling jadi tidak tahu harus menjawab apa.


" Iya, mereka sedang ke sekolah. Coba lihat itu yang berseragam putih abu-abu yang itu sudah SMA, sedangkan putih biru itu masih SMP." Jawab Ares


" Kalo yang melah."


" Sd." Jawab Ares lagi


" Baiklah ayo kita turun. Kalian sudah penasaran 'kan dengan Restoran baru uma." Melepas sealt belt nya.


Lyza menyerngit bingung. Restoran? Bukannya warung yah? Pikir Lyza


Lyza kemudian melepas sealt belt nya juga, ia tidak sengaja melihat sebuah restoran di samping mobil. 'tidak.. itu tidak mungkin' menggelengkan kepalanya


Mereka pun turun. Lyza tersenyum merasakan hawa-hawa Yang menenangkan di sekitar sini. Ia celingak-celingukan mencari bangunan yang akan menjadi warungnya nanti


" Ada apa sayang?."


" Hmm warung ku yang mana by?." Tanya Lyza, ia sama sekali tidak melihat ada bangunan yang menyerupai sebuah warung, malahan disana ada sebuah restoran yang mungkin masih baru


Ares Tersenyum. " Masa kamu tidak lihat sayang. Ini di depan kita." Ujar Ares


" Ya?." Lyza kembali melihat bangunan di depannya. Ia membeku, warung? Ini mah restoran!!


" Ayo kita masuk." Menarik tangan Lyza, sedangkan Fatih sudah lari lebih dulu dan masuk kedalam.


Bangunan itu memang bukan sebuah restoran besar, namun bangunan itu juga bukan lah sebuah warung yang ada di pikiran Lyza. Biar bagaimanapun Lyza juga tahu bentukan Warung itu seperti apa.


Saat masuk Lyza di buat takjub dengan interior nya, bukan seperti Restoran biasa. Tempat duduk di restoran ini seperti dengan tempat duduk yang ada di bar. Samping kanan dan kiri ada sebuah meja yang memanjang dan terlihat banyak bangku yang mengisi di sekitar meja. Sedangkan di tengah-tengah kosong, bisa di bilang jalan itu menuju kasir.


" Untuk kasirnya akan ada dua orang." Ucap Ares.


'apa? Dua?!' Batin Lyza. Bukannya satu saja sudah cukup


" Weathering nya ada empat orang, cleaning servis nya lima orang, dan yang memasak ada empat orang." Ucap Ares membuat Lyza tak bisa berkata-kata. " Aku juga sudah memilih beberapa karyawan yang lain, kalau kamu mau ada perubahan katakan saja." Melihat Lyza yang masih bengong


" Ti.. tidak perlu." Lyza tidak ingin mengatakan pendapat nya lagi. Jika pendapat nya di salah artikan lagi, akan panjang urusannya.


" Jadi bagaimana? Kamu suka 'kan?." Tanya Ares antusias


Melihat ke antusiasan sang suami membuat Lyza mau tidak mau hanya mengangguk menyetujui. Pasti suaminya juga sudah bekerja keras membangun warung, ralat! Restoran ini.


" Ada juga ruang pribadi mu sayang. Kalau kamu lelah bisa istirahat disana." Kata Ares


Sekali lagi Lyza hanya mengangguk. Sedangkan Fatih terlihat sangat suka, karena dengan begini sang ibu tidak akan kelelahan.


.


.


TBC


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️