
" Kalau ini perasaan suka, aku sudah menyukai mu sejak lama sekali.. ". Ucap Lyza dan langsung menunduk. Ia terlalu malu untuk sekedar melihat reaksi yang akan di berikan Ares.
Ares terdiam mendengar nya. Ia menatap lekat Lyza yang kini sedang menunduk. Bibirnya tertarik ke atas melengkung menjadi senyuman.
" Cuman perasaan suka? Bukan cinta? Yah aku jadi sedih nih ". Suara nya dibuat sedih.
Sontak Lyza mendongak. Ia kalang kabut. Bukan dirinya bermaksud untuk membuat Ares sedih, ia hanya terlalu malu untuk mengatakan kata-kata cinta, karena itu Lyza lebih memilih kata-kata suka daripada cinta.
" Bu.. bukan begitu... Aduh ... Maksud ku bukan begitu ".
" Jadi? ". Menaikkan sebelah alisnya
" Aku.... Aku mencintaimu ". Gumam Lyza pelan sambil menunduk.
" Aku tidak mendengar nya ". Sengaja menggoda Lyza.
Lyza mendongak. " Aku mencintaimu ". Katanya sedikit keras dengan menutup mata.
Ares sedikit terkejut mendengar suara Lyza. Ia terkekeh dan...
Cup...
Memberikan satu ciuman di bibir Lyza. " A... Apa yang kamu lakukan? ". Wajah Lyza Memerah, ah.. kenapa ciuman kali ini terasa berbeda.
Ares tersenyum lalu membelai pipi Lyza. " Terima kasih, aku juga mencintaimu ". Kembali mencium bibir Lyza, dan menahannya sebentar. Bibir yang sangat ia rindukan. Walaupun mereka memang jarang berciuman, tapi entah mengapa kali ini sepertinya hal ini akan menjadi keseringan.
Setelah beberapa saat, Ares pun melepas ciumannya.
" Sejak kapan kamu juga me.. mencintaiku ". Perkataan yang Lyza alai itu entah mengapa membuat nya malu sendiri.
" Hmm entahlah mungkin sejak pertama kali mengenalmu ". Kata Ares, dan yah memang itu lah kebenaran nya.
" Apa? Bagaimana bisa? Kalau begitu aku dong yang seharusnya menang ". Wajah terkejut Lyza tidak bisa ia sembunyikan.
" Menang? Ah ... Tidak, memang aku yang menang. Waktu itu aku hanya bilang siapa yang lebih dulu mengungkapkan perasaannya maka dia kalah, bukan siapa yang lebih dulu jatuh cinta ". Jelas Ares membuat Lyza lagi-lagi terkejut. (di episode taruhan. udah aku revisi ulang. silahkan si baca ulang✌️)
Karena rasa takut kehilangan, membuat Lyza buru-buru mengungkapkan perasaannya. " Be.. benar juga, jadi memang aku yang kalah? ".
Ares mengangguk. " Iya, tapi kalau kamu tidak terima. Silahkan jadi pemenang, tapi yakin? ".
" Ti.. tidak kamu saja yang jadi pemenang. Aku tidak ingin pisah ". Jawabnya tegas
" Hahah gitu dong ".
Sedangkan di luar
" Alhamdulillah... Ares sudah sadar ". Seru Ibu. Entah sudah keberapa kali ia mengatakan nya
" Iya, tapi aku tidak menyangka bang Ares akan sadar karena perkataan ayah dan bang Egi ". Ara terkekeh saat melihat wajah Ares yang susah payah untuk bangun, hanya karena tak ingin sang istri di nikahkan kembali.
" Hahaha sebenarnya tadi kami hanya iseng saja ". Timpal ayah.
" Iya, aku sama sekali tidak menyangka Ares benar-benar sadar. Memang yah kekuatan kebucinan sangat hebat ". Celetuk Egi membuat semua orang disitu tertawa mendengar nya. Memang benar, kekuatan kebucinan mengalahkan akal sehat.
" Assalamu'alaikum... ". Suara itu membuyarkan tawa orang-orang disana. Mereka semua menoleh melihat sumber suara.
" Wa'alaikum salam ". Jawab mereka.
" Ada apa Zean? ". Tanya Egi. Dia tidak terkejut saat mendengar Zean mengucap salam, sebab ia memang tau kalau Zean sudah mualaf bahkan dirinya lah yang menemani Zean saat Zean akan menjadi mualaf.
Teringat jelas saat seorang ustadz menanyakan kenapa Zean tidak percaya tuhan.
Flashback on
" Apa yang membuat mu tidak mempunyai agama? Padahal tuan mu sendiri berpegang teguh pada agamanya ". Tanya ustadz tersebut. Rambutnya sudah terlihat memutih, dia adalah teman tuan Aran, orang yang menolong Zean dan Sean serta kakek Lyza.
" Saya tidak percaya pada tuhan ". Jawab Zean dengan wajah datar
" Kenapa? ".
" Tuhan telah merampas segalanya dari ku, tidak ada yang dia sisakan. Hanya penderitaan dan kesakitan yang dia berikan! ". Lagi-lagi wajah Zean datar tanpa dosan dan beban.
Egi yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya. Bagaimana bisa Zean mengatakan hal seperti itu tentang tuhan?
" Apa kau yakin tuhan merampas segalanya dari mu? Ingatlah, tuhan tidaa akan merampas sesuatu yang baik, jika tidak akan menggantikan nya dengan yang lebih baik ". Ustadz itu menjelaskan. Ia menarik nafas " saat sesuatu itu di rebut dari mu, tuhan memberikan yang terbaik. Coba lihat hidup mu sekarang, tidak ada yang kurang. Kau hidup dengan kekayaan yang berlimpah, bukan di jalanan saat apa yang telah terampas dari mu. Dan kau masih menyalahkan Tuhan? ". Jelas panjang lebar ustadz tersebut.
Zean terdiam. Benar apa yang di katakan ustadz tersebut. Saat sesuatu yang berharga di rebut dari Zean, tuhan malah memberikan dan mendatang 'kan, yang lebih berharga. Jadi, nikmat mana tuhan lagi yang kau dustakan?
Flashback off
Ibu, ayah dan Ara memang nampak sedikit terkejut saat Zean mengucapkan salam. Walaupun Lyza telah memberitahukan kepada mereka, tetap saja mereka terkejut.
" Ada apa Zean? ". Egi mengulangi pertanyaannya, saat Zean tak kunjung menjawab dan hanya diam saja sambil melihat Ara. Egi tau tentang apa yang di rasakan oleh Zean kepada Ara, karena itu Egi menahan Zean agar tak terlalu memperlihatkan perasaannya sekarang. Apalagi di depan ayah dan ibu.
" Iya Zean, ada apa? ". Ayah menimpali. Ia heran kenapa Zean bisa ada disini, padahal setahu nya seharusnya sekarang Zean sedang ada di kampus untuk mengajar. Dan belum ada yang memberi tahukan bahwa Area telah sadar.
" Saya datang kesini sebab mendengar kabar bahwa tuan Ares telah sadar dari koma ". Jawab Zean di luar ekspektasi mereka. Siapa memberitahu Zean?
" Siapa yang memberi tahu mu, Zean? ". Tanya Ibu.
" Dari dokter yang menangani Tuan Ares. Dia salah satu bawahan saya ". Ujar Zean. Wah jadi dokter muda nan tampan yang entah siapa namanya itu adalah bawahan Zean.
" Dia bawahan mu? ". Mereka semua terkejut
Zean mengangguk. " Saya sengaja menempatkan nya untuk merawat tuan Ares, untuk jaga-jaga agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan ". Ucap Zean.
Mereka semua manggut-manggut, dan respect akan apa yang di lakukan Zean yang selalu siap siaga.
Sean tak datang, bahkan ia sudah jarang muncul sebab Sibuk memimpin geng 'Dark Blood' yang kini tak bisa di jaga oleh Lyza dulu, karena sedang fokus dengan sang suami.
" Jadi kamu datang untuk menjenguknya? ".
" Iya ". Singkat Zean. " Tapi kenapa kalian ada diluar? Kenapa tidak masuk? ".
Keempat orang itu saling pandang, lalu mengedikkan bahunya bersamaan. Zean si buat semakin penasaran. Ia akhirnya mengintip dari balik pintu kaca yang berada di tengah pintu kayu tersebut.
Matanya membulat melihat kejadian di dalam ruangan VVIP tersebut. Bagaimana tidak? Sang young ms yang mempunyai orientasi seksual berciuman dengan seorang pria!!! What!?.
Apa Lyza sudah sembuh? Yah memang tanpa disa sadari, lambat laun Lyza sudah tidak terlalu tertarik dengan sesamanya.
Zean memundurkan tubuhnya. Ia kembali ke tempatnya. " Jadi apa kalian bermaksud di sini sampai yang di dalam berhenti berciuman? ". Ucapan Zean sungguh tak berfilter.
" Jadi, kamu mau masuk kedalam dan menonton acara live kedua orang itu? ". Egi membalikkan pertanyaan.
Zean terdiam. Benar juga yang di katakan oleh Egi, tak mungkin dirinya masuk dan mengganggu suasana.
" Zean apa kamu bisa menjaga disini dulu. Kami harus pulang. Ada urusan, seperti yang kamu katakan tadi. Tidak mungkin kami disini menunggu dua orang yang sedang dilanda asmara ". Tutur Ayah
" Baik ".
" Bagus, kalau begitu kami pulang dulu. Assalamu'alaikum ". Ucapan salam yang terakhir dikatakan oleh semua orang disitu.
" Wa'alaikum salam ". Jawab Zean. Ia melihat semua orang pergi dari sana. Saat Ara Melewatinya, Zean memberikan tatapan yang sulit di artikan, membuat jantung Ara tak dapat di kondisikan. Hmm sebenarnya ada apa dengan mereka berdua? Entahlah hanya Zean, Ara dan othor yang tau.
Hei thor aku juga tau. Ah kita lupakan dengan seruan sih ayam, eh Egi.
Kita kembali ke dua orang yang sedang di mabuk asmara. Layaknya anak Abg.
" Jadi, mulai saat ini aku yang akan menjadi imam buat mu saat sholat ". Menyentuh pipi Lyza. Entah mengapa tapi Ares sangat suka melakukan nya.
" Iya, tentu saja ".
" Alhamdulillah... Jadi keluarga harmonis nih ". Canda Ares. Namun ia memang mengharapkan nya.
Lyza terkekeh. " Kalau itu mau, hubby. Akan aku turuti ".
Panggilan Lyza membuat Ares terkejut. Hubby? Dari mana Lyza mengetahui panggilan seromantis itu? Tidak bukan hanya itu! Bukankah Lyza terlihat menggemaskan saat mengatakan nya? Ah.. bisakah Ares menerekam Lyza saat ini!.
" Hubby? Siapa yang memberi tahu mu? ".
" Oh.. kata Ustadzah Humairah. Katanya itu panggilan sayang. Apa kamu keberatan? ". Wajah Lyza yang menggemaskan seperti ini, siapa yang bisa menahannya!!
" Ti.. tidak aku menyukainya. Seterusnya kamu boleh memanggil ku seperti itu ". Ares tak dapat melihat wajah Lyza. Bisa dibuat jantungan Ares.
" Heheh oke... ". Lyza terkekeh melihat wajah Area yang merona seperti itu. Bahkan untuk sekedar menatap Lyza, Area tak sanggup. Namun, hal itu pula membuat Lyza menjadi ragu akan keputusan yang dia ambil.
Apa dengan melakukannya Lyza akan hidup bahagia? Entahlah... Tapi pasti suatu hari nanti Lyza akan bahagia bukan? Karena bukan hanya orang baik saja di Dunia ini yang ingin bahagia, namun ada kalanya orang yang di anggap jahat juga ingin bahagia!
.
.
TBC
Wah... Apa yang di sembunyikan Lyza yah?
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️