
Kini Lyza sudah ada di depan kantor milik Ares. Ia masuk kedalam dengan menenteng bekal makan siang yang sudah di buat.
Para karyawan yang melihat Lyza menunduk hormat dan tersenyum ramah, Lyza membalas sapaan dan senyuman para karyawan sang suami.
Ia menghampiri resepsionis disitu. " Ah nyonya... Ada yang bisa saya bantu? ". Tanya wanita yang menjabat sebagai resepsionis itu dengan ramah.
" Apa CEO kalian sibuk? ". Walau bagaimanapun Lyza tidak ingin mengganggu Ares saat bekerja.
" Tenang saja nyonya... Pak Ares tidak sibuk dan sekarang sedang ada di ruangan nya. And bisa menggunakan lift di sebelah sini ". Jawab resepsionis itu sembari menunjuk sebuah lift yang sepi. Ia sebenarnya heran dengan tingkah istri sang bos ini. Tidak perlu bertanya jika memang ingin mengunjungi suami sendiri, sesibuk apapun Ares pasti ia akan mengutamakan istrinya terlebih dahulu.
" Baiklah.... Terima kasih. Assalamu'alaikum ".
" Wa'alaikum salam ". Jawabnya
Lyza kemudian masuk kedalam lift khusus petinggi perusahaan, makanya lift itu terlihat sepi.
Ting...
Lyza keluar dari dalam lift dan langsung menuju ke ruangan Ares.
" Wah... Nyonya, anda datang menemui Ares ya ". Entah memang Egi sangat senggang atau bagaimana, tapi yang pasti. Lyza selalu bertemu dengan Egi setiap dia di lorong-lorong seperti ini.
Lyza tersenyum. " Assalamu'alaikum... ".
" Eh! Wa'alaikum salam lupa hehe ". Nyengir sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Lyza geleng-geleng kepala. Dia yang baru beberapa bulan ini mengenal agama Islam lebih mendalam saja masih ingat mengucapkan salam, sedangkan Egi yang notabet nya sudah mengenal Islam jauh lebih dulu dari Lyza masih bisa lupa mengucapkan salam.
" Iya... Aku datang kesini menemui suamiku yang selalu sibuk. Tapi, kelihatan nya Kamu sangat senggang yah sampai masih bisa mengajak ku mengobrol di lorong seperti ini, padahal ini masih jam kerja loh ". Menyindir Egi menggunakan wajah sok polos.
Jleb...
Nah langsung kena ulu ginjal. " Haha nyonya ada-ada saja. Gini-gini aku juga banyak kerjaan loh ".
" Oh.. rupanya kamu sangat sibuk, kalau begitu aku duluan. Assalamu'alaikum ". Langsung pergi dari sana. Akan lama jadinya kalau harus berbincang dengan Egi.
" Wa'alaikum salam ". Jawab Egi melihat punggung istri sang bos. " Haiss apa nyonya sangat membenciku.. ck. Ck.. ck... Aku ada salah apa ". Melanjutkan langkahnya menuju ruangannya.
Tok.. tok.. tok ...
Lyza mengetuk pintu ruangan Ares. " Masuk.. ". Sahut yang di dalam.
Dengan perlahan Lyza masuk kedalam. Ia Melihat sang suami yang masih berkutat dengan berkas di depannya.
" Ada apa? ". Tanya Ares tanpa melihat Lyza. Sepertinya ia belum sadar siapa yang datang.
Lyza tersenyum. " Apa anda masih sibuk pak? ". Suara yang sangat di kenali Ares. Sontak ia mendongak dan melihat sang istri di depannya, Ares tersenyum manis.
" Kalau tidak bagaimana jika kita makan siang bersama? ". Lanjut Lyza.
Ares berdiri. " Sayang.... Kamu kok tidak kasi kabar kalau mau kesini? ". Melangkah mendekati Lyza.
" Assalamu'alaikum ". Salam Lyza Menyodorkan tangannya.
Ares tersenyum. " Wa'alaikum salam ". Memberikan tangan kanannya untuk dicium Lyza, dan Ares mencium kening Lyza.
" Aku datang kesini bawa makan siang buat kamu... Atau apa kamu masih sibuk, by? ". Melihat berkas-berkas di meja Ares.
" Karena sudah datang, aku tidak akan sungkan lagi... Ayo kita makan, aku juga sudah lapar ". Menarik tangan Lyza duduk di sofa.
Ares dan Lyza duduk bersebelahan. Lyza kemudian menyiapkan bekalnya untuk siap di santap.
Ares membuka jas nya dan menaruh di sandaran sofa, ia menggulung lengan atasnya.
Setelah mereka makan siang....
Lyza masuk ke dalam toilet khusus di ruangan Ares. Sedangkan Ares merapikan alat-alat makan yang di pakainya tadi.
Tak lama kemudian, Lyza keluar dari toilet tanpa menggunakan hijabnya. Ia menguncir rambut nya.
" Seharusnya tunggu biar aku yang beresin, by ". Duduk di sebelah Ares. Di atas meja semua nya sudah beres dan tidak kotor seperti tadi lagi.
" Tidak apa-apa, cuman seperti ini aku juga bisa ". Santai Ares.
" Ya.. ya.. kamu memang suami idaman ". Mencubit pipi Ares gemas.
" Sayang... Ini sakit ". Memegang tangan Lyza yang ada di pipinya.
" Apa by? Mau tambah lagi ... Nih aku kasi ". Bukannya melonggar 'kan, cubitannya Lyza malah menambahkan nya. Ia bahkan tidak menggubris perkataan sang suami.
" Oh.. nakal yah ". Tersenyum licik. Ares dengan cepat menggelitik badan Lyza, sampai Lyza tidak tahan untuk tak tertawa.
" Hahahahahh by... Berhenti.. ". Akhirnya melepaskan tangannya di pipi sang suami.
" Apa? Tambah? Oke... Sini aku tambah ". Akhirnya Area balas dendam.
Suara tawa dari Lyza dan Ares menggema di ruangan tersebut, untung saja ruangan itu kedap suara. Jadi tidak akan ada orang yang bisa mendengar tawa mereka.
" Hahah by... Aku capek ". Lirih Lyza lemah, ia sudah terbaring di sofa dan Ares di atasnya.
Ares menghentikan gelitikannya, ia membelai lembut pipi Lyza. Sesaat tatapan keduanya saling mengunci satu sama lain. Mereka tidak menyangka akan menjadi seperti ini di masa depan, padahal pertemuan pertama mereka sama sekali tidak baik.
Perlahan Ares mendekatkan bibirnya dan mencium Lyza, ia melumatt pelan bibir Lyza dan tanpa sadar Lyza juga membalasnya.
Tangan Ares sudah masuk ke dalam baju Lyza, ia membelai perut rata sang istri. Ciumannya turun ke leher jenjang Lyza.
" Euhh.. hmm by... Jangan disini.. ini kantor ". Mencoba menahan tangan Ares yang sudah merembes kemana-mana.
Ares kembali menatap netra Lyza, ia mencium bibir Lyza bertubi-tubi dan terakhir sedikit melumatt nya. Ia mengusap bibir ranum sang istri dengan ibu jarinya. Wajah Area sudah memerah menahan hasratnya. " Tenang saja... Pintunya sudah terkunci otomatis ". Katanya dengan nafas sedikit tertahan dan suara berat.
Ares kembali menjelajahi tubuh sang istri. Ia menyingkap baju Lyza hingga kedua gundukan Lyza terlihat. Ia melepas pengait bra sang istri. Dan langsung mencumbu kedua gunung itu.
" Tenang saja.... Ruangan ini kedap suara ". Kata Ares meremass-remass ujung salah satu gunung Lyza.
" Ah... ". Desahann keras keluar dari mulut Lyza. Ia tidak menyangka ruangan sang suami sangat mirip dengan novel-novel yang dibacanya.
Lyza sudah tidak memakai atasana sama sekali, Ares kemudian melepas jasnya. Lalu kembali mencumbu sang istri.
" By... Yakin kita melakukan disini ah... Bagaimana dengan pekerjaan mu... Ah... ".
" Kita lakukan sebentar saja.. yah... ". Memperlihatkan puppy eyes nya, dimana Lyza tidak bisa membantah jika sudah di perlihatkan yang seperti ini.
Lyza akhirnya mengangguk. Entah mengapa, tapi Ares selalu ingin melakukan nya jika berdua bersama sang istri. Apa ini hal yang biasa?
Ares menyeringai, ia berhasil membujuk Lyza. Dengan gerakan cepat Area menggendong Lyza masuk kedalam ruangan khusus disana dengan mencium Lyza.
Sesampainya, di dalam Area meletakkan Lyza dengan perlahan. Lalu kembali mencumbu sang istri.
Dan yah... Terjadi lah yang memang harusnya terjadi.. ( traveling sendiri yah guys 🤣)
Suara desahann mereka menggema di dalam ruangan tersebut. Sedangkan Egi masih ada di depan ruangan Ares yang sedari tadi mengetuk pintu tapi tak ada yang membukanya.
" Ck .. dasar pengantin baru... ". Teriak Egi dengan kesal dan teriakan nya itu tidak akan membuat dua orang yang sedang berbagi peluh di dalam menghentikan aksinya. Apalagi suara Egi juga tidak akan di dengar.
Sekretaris Ares yang berada disana dibuat terkejut dengan teriakan Egi. " Ada yang bisa saya bantu pak? ". Tanya pria itu hati-hati. Ares Memang lebih suka berinteraksi dengan pria di banding wanita, kecuali ibu, adik dan istrinya.
" Tidak ". Ketus Egi dan langsung pergi dari sana. Ia yakin bahwa sang bos sedang menjelajahi surga dunia.
Sekretaris itu menggaruk kepalanya yang tak gatal. " Aku ada salah apa? ". Tanyanya pada diri sendiri. Ia hanya geleng-geleng kepala
..........
Setelah adegan panasnya usai, Lyza tertidur nyenyak di atas kasur. Tadi Ares bilang sebentar, namun mereka sampai mengulanginya beberapa kali. Hingga sekarang sudah sore.
Ares bangkit dari kasur, ia mencium kening Lyza lalu menarik selimut untuk menutupi seluruh badan sang istri yang telanjang.
Kemudian Ares masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah nya ia kembali melanjutkan pekerjaannya.
Seperti nya kali ini Ares harus lembur, namun itu tidak menyurutkan semangatnya. Apalagi sudah di beriam vitamin oleh sang istri.
Tok.. tok.. tok...
Ares melepas kunci otomatis pintu. " Masuk ... ". Seru Ares dan tak lama Egi pun masuk dengan wajah tak bersahabat.
" Ada apa, Gi? ". Tidak melihat wajah Egi namun masih fokus dengan pekerjaannya.
" Ini berkas yang anda minta tadi SIANG ". menekan kata-kata siangnya.
Ares mendongak melihat Egi. Ia tertawa pelan " ada apa dengan wajah mu itu ".
" Yah.. siapa yang tadi SIANG katanya sangat SIBUK tapi malah tidak melanjutkan pekerjaannya sampai BERJAM-JAM ". Ketus Egi
" Hahaha sorry... Yah gitu lah, kalau sedang bersama istri. Makanya kamu juga harus cepat-cepat nikah ". Ares yang memang mempunyai sifat sedikit cuek tidak tersinggung dengan kata-kata Egi.
" Ya.. ya.. ini pak berkas nya. Kalau gitu saya permisi ".
Ares hanya mengangguk.
Yah setidaknya Egi lega melihat rumah tangga sang bos yang baik-baik saja. Padahal awal-awal pernikahan mereka sama sekali tidak menunjukkan keharmonisan, namun lihat sekarang semuanya berubah.
Langit sudah berubah menjadi gelap, bintang-bintang menghiasi langit akhirnya terlihat.
Dan akhirnya pekerjaan Ares selesai, ia membangunkan sang istri yang masih terlelap.
Setelah membersihkan diri, Lyza dan Ares pun keluar kantor. Terlihat beberapa ruangan sudah gelap namun masih ada juga yang lampu nya masih menyala.
Di parkiran Egi sudah menunggu. " Assalamu'alaikum ". Salam keduanya
" Wa'alaikum salam ". Jawab Egi, ia sudah tidak kesal lagi.
Lyza dan Area masuk kedalam mobil dan Egi pun melajukan mobil menuju rumah sang bos.
Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai juga.
" Gi singgah dulu ". Kata Ares saat mereka semua sudah keluar dari dalam mobil.
" Iya... Ayo masuk dulu, kita makan sama-sama ". Akhirnya Lyza buka suara. Egi sedikit terkejut, bukannya istri sang bos membencinya? Mungkin dia hanya berfikir berlebihan.
" Kalau kalian memaksa... Baiklah ". Sebenarnya Egi juga sudah lapar, dan tidak ada orang di rumahnya yang akan memasakkan nya. Dan tentu pelayan nya sudah pulang di jam segini.
" Tapi aku harus masak dulu ". Kata Lyza ia melangkah lebih dulu ke dalam rumah untuk merapikan bahan-bahan makanan yang sempat di beli di supermarket.
" Ayo Gi kita masuk.... Masakan Lyza sangat enak loh ".
" Yakin nih bos... Memberikan izin mencoba masakan nyonya Lyza? ". Menggoda Ares, mereka sudah melangkah bersama masuk kedalam rumah.
" Kalau kamu tidak mau.... Kita masih ada di depan pintu, silahkan pulang ". Tersenyum licik
" Yah bos... Aku cuman bercanda ". Ucap Egi dengan wajah cemberut.
Ares terkekeh " aku bercanda ... Ayo masuk ". Dan akhirnya mereka pun masuk kedalam.
.
.
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️
maaf yah guys update nya lambat🙏 padahal aku upload dari tadi pagi, tapi proses review nya lama😢