My Wife The Mafia

My Wife The Mafia
Promosi



selagi nunggu My Wife The Mafia update. cuss ke salah satu novel othor yang udah tamat✌️


dijamin ceritanya gak kalah seru. bikin senyum-senyum sendiri😆



cuplikan:


" Wisss gila lo... " Duduk di samping Andra


" Gila apaan sih ". Datang-datang langsung cacian yang di lontarkan


" Baru pertama ketemu langsung di ajak nikah , baru sebentar gue tinggal suasananya udah gak ketolongan ". Waras kan?


" Gue udah kenal dia udah dari dulu, lo ajah udah liat latar belakang nya kan ". Jadi stop komen. Yah, Andra dan Alan sudah berhasil menelusuri latar belakang Laras, sangat mudah karena Laras memang hanya rakyat biasa.


" Lagian nih, jadi cowok tuh, perasaannya jangan ditahan-tahan. Pepet ajah ". Memberikan saran yang bisa dibilang berguna


" Yaelah... Kalo diterima sih Alhamdulillah, syukurkan.Tapi kalo ditolak syukurin ". Alih-alih memberi semangat, malah menciutkan semangat nya.


Andra terdiam beberapa saat " ah... Udah ah.. capek gue ngomong sama lo " ingin pergi dari tempatnya.


" Mau kemana? "


" Sholat. Berdoa, semoga gue di terima " dan termakanlah perkataan sahabatnya itu. Andra pun meninggalkan Alan yang sempat termangu. Tidak percaya seorang Andra akan termakan candaannya


" Woi.. tungguin ".


Selesai sholat.


Terlihat tiga orang dewasa, suasana di sekitar nya sangat canggung.


Apalagi wanita disitu, terlihat seperti di interogasi. Apa kau pelaku pembunuhan nya, seharusnya di tanyakan seperti itu. Tapi sayang, ini bukan novel misteri, melainkan novel romantis. Jadi pertanyaan nya.


" Bagaimana? Apa kau bersedia menerima lamaran saya? ". Ucapnya memecah kecanggungan. Memangnya tadi lamaran yah.


" Pertama saya ingin mengajukan pertanyaan pak" gugup laras. Tinggal terima ajah gampang kan. Ah.. author kau terlalu buru-buru


" Hmm silahkan " menaikkan satu alisnya. Kumohon hentikan sikap sok kerenmu. Ya, walaupun memang keren sih.


" Ke.. kenapa pak Andra, ingin saya menikah dengan anda? Saya tidak terlalu cantik, bahkan keluarga saya dari kalangan bawah ". Dalam satu tarikan nafasnya dia mengatakannya. Hati-hati dia mengatakan nya. Oh.. ayolah, kau terlalu merendahkan dirimu


'Karena aku mencintaimu laras, dan juga kau sangat cantik' inginnya dia mengatakannya. Tapi, diurungkan nya. Gengsi masih menguasainya.


" Karena aku ingin, itu saja ". Singkatnya. Menandakan bahwa sudah tidak ada jawaban lain.


'kau terlalu merendah laras, cantik dibilang jelek. Dan juga nih sih bos katanya jangan ditahan, ini malah Ditahan. Ah udah deh' Alan memutar bola matanya, muak melihat tingkah bosnya plus sahabatnya.


'wa.... Sombong banget..., Astaghfirullah nyebut Laras, bersyukur-bersyukur. Untung pak Andra mau bantu. Oke! Aku udah dapat jawaban nya'


" Baik pak, saya terima bantuan.... Eh! Lamaran dari pak Andra ". mencoba menjawab dengan mantap, agar tidak terlihat gugup atau di paksakan.


" Oke. lan! " wajahnya yang datar diluar sungguh mampu menipu orang yang melihatnya. Tapi, bagaimana perasaan nya sekarang? Oh, jangan ditanya. Kalau di dunia ini tidak ada yang namanya gengsi, sudah jungkir balik Andra sambil guling-guling dia di koridor rumah sakit, meluapkan kebahagiaan nya saat ini. Oh, mungkin dia lebih memilih sujud syukur sampai jidatnya berdarah.


klil profilku😉