My Wife The Mafia

My Wife The Mafia
Tiba-tiba



Lyza telah di pindahkan di ruang perawatan VVIP. Setelah tiga hari di rawat Lyza akan di izinkan pulang, yah itulah yang di katakan dokter.


Saat ini Lyza sedang menyusui baby Tifa, setelah tadi menyusui baby Kira. Ia harus makan-makanan yang dapat membuat air susunya melimpah, karena ada dua baby yang harus ia beri susu secara bersamaan.


" Uma.. coba lihat, Dede Kira menggenggam jari Fatih." Seru Fatih di dekat keranjang tempat baby Kira di tidurkan.


" Fatih suaranya di kecilkan. Jangan sampai dede Kira terganggu." Tegur Ares. Ia juga ikut memperhatikan sang putri yang sedang tidur sembari memegang telunjuk Fatih


" Baik abi.." sahut Fatih dengan sedikit berbisik.


Lyza hanya geleng-geleng melihatnya. " Hmm sepertinya dede Tifa tidak terlalu rewel yah, tidak seperti dede Kira." Seru Lyza Melihat baby Tifa yang sudah terlelap setelah melepas aset berharga Lyza. Beda halnya dengan Kira tadi yang sempat rewel sebelum akhirnya tertidur.


" Benar juga yah. Mungkin dede Kira hanya kelelahan tadi." Ujar Ares mengambil baby Tifa dan menaruhnya dengan perlahan di samping kakak kembarnya


Fatih kembali bermain bersama adik-adik nya, walaupun sebenarnya ia hanya memandang kedua adik perempuan nya yang sangat menggemaskan.


Sedangkan Ares kembali ke tempat sang istri. Ia menangkup seluruh kedua pipi Lyza dan mendaratkan bibirnya di setiap sudut wajah Lyza.


" Sekali lagi terima kasih sayang. Kamu memberikan hubby dua putri yang sangat cantik." Entah sudah berapa kali ia mengatakan nya. Yang pasti, Ares seperti tidak bisa berhenti mengatakan kata-kata terimakasih nya.


" Jangan berterima kasih, walau bagaimanapun keduanya adalah putri kita. Kita sama-sama bahagia atas kehadiran keduanya." Memegang tangan suaminya yang masih ada di pipi


Ares tersenyum lalu mendaratkan kecupan singkat di kening Lyza " Kamu sudah berjuang keras sayang." Ujarnya


Lyza ikut tersenyum melihat sang suami tersenyum " Kamu juga sudah berjuang by."


" Oh yah by. Kemarin saat aku lahiran. Kok aku tidak melihat Sean yah." Tanya Lyza. Kemarin ia sama sekali tidak heran, pikirnya mungkin saja Sean sedang ada urusan jadi tidak bisa menjenguk nya. Tapi sampai sekarang Sean masih tidak memperlihatkan batang hidungnya.


Ares duduk di sebelah brankar Lyza " Entahlah sayang. Aku belum sempat bertanya pada Egi atau Zean." Ucap Ares


" Hmm kalau tidak salah nanti mereka akan datang 'kan."


" Iya katanya seperti itu."


Baru saja di bicarakan tiba-tiba dari arah pintu terdengar suara salam. " Assalamu'alaikum." Salam Zean dan Ara bersamaan. Kali ini Ara juga ikut menjenguk kakak ipar nya bersama baby Lisya juga ia ikut bawa


" Wa'alaikum salam.." Balas Ares dan juga Lyza, serta Fatih yang tidak mengalihkan pandangannya dari keranjang bayi


Ara masuk terlebih dahulu dan langsung memeluk Lyza, lalu langsung di balas oleh Lyza " Selamat kak. Aku turut senang dengan kelahiran baby Kira dan baby Tifa." Melepas pelukannya


" Kakak sudah sehat 'kan?." Tanya Ara


" Alhamdulillah.. sedikit. Tinggal istirahat dua atau tiga hari sudah bisa jalan." Ara manggut-manggut.


" Oh yah Zean, dari kemarin aku sama sekali tidak melihat Sean. Sebenarnya Sean kemana?." Tanya Ares, Lyza juga ikut melihat Zean. Ia juga sama penasarannya dengan sang suami


" Hm entahlah... Dari laporan yang saya dapat. Sean tengah menjalankan misi di luar negeri, seperti kebiasaannya dia sama sekali tidak memberitahu 'kan nya pada orang-orang." Jelas Zean, itulah yang ia dapatkan dari beberapa anak buah nya


Lyza memegang kepalanya " Haisss dasar Sean! Kenapa kebiasaannya itu sama sekali tidak berubah. Aku benar-benar tidak tahu bagaimana mengurus anak itu." Ia sedikit kesal. Setidaknya seharusnya Sean mengatakan jika ingin pergi


" Sudah jangan di pikirkan lagi. Sean sudah dewasa, dia bisa menjaga dirinya sendiri." Ares tidak ingin membuat sang istri kepikiran


Lyza menuruti perkataan sang suami. Benar apa yang di katakan Ares, Sean sudah dewasa tidak seharusnya Lyza selalu mengkhawatirkan nya.


Tiga hari berlalu dengan cepat...


Lyza sudah di perbolehkan pulang dari dokter. Asalkan Lyza bisa selalu menjaga kesehatannya maka tidak akan ada masalah.


Sekali lagi, Lyza sudah jarang ke restoran. Ia disibukkan dengan kedua anak twins nya. Ares juga sudah tidak pernah lembur lagi, sebagian waktu nya ia gunakan bersama istri dan juga anak-anaknya.


Atau biasanya ibu dan Ara datang membantu Lyza merawat kedua baby twins tersebut. Lyza dan Ares tidak ingin mempekerjakan seorang baby sitter, wala Bagaimanapun Lyza dan Ares bukanlah orang biasa, banyak yang mengincar nyawa keduanya.


Lyza masuk kedalam kamar setelah tadi bermain bersama anak-anak nya dan juga ibu. Kebetulan ibu datang dan membantu Lyza merawat baby twins.


Setelah membersihkan tubuhnya, Lyza menyisir rambut siap-siap untuk tidur. Sedangkan Ares masih berada di ruang kerja.


Huhhhh


Lyza menghembuskan nafas panjang, ia tahu merawat anak memang tidak gampang, tapi Lyza sama sekali tidak menyangka kalau waktu dengan sang suami menjadi semakin sedikit.


Ia memejamkan mata sembari memijit-mijit batang hidungnya. Lyza harus mencari cara setidaknya agar ia bisa berdekatan dengan sang suami lagi. Jujur saja waktu untuk berdua sudah sangat sulit di dapatkan


Tiba-tiba...


Grep..


Sebuah tangan melingkar di leher Lyza, memeluknya erat. Perlahan Lyza membuka matanya.


" Hubby? Sudah urusannya?." Tanya Lyza hendak berbalik


" Biarkan seperti ini dulu sayang." Ucap Ares menenggelamkan kepalanya di tengkuk Lyza, ia mengecup leher sang istri.


" Hmm by... Kamu mau?." Tanya Lyza


Perkataan Lyza berhasil membuat Ares mengangkat wajahnya dan melihat pantulan mereka di cermin " Masa nifas mu sudah berlalu sayang?." Tanya Ares dengan wajah berharap


Lyza Terkekeh lalu mengelus pipi sang suami yang ada di samping dengan masih melihat pantulan tubuh mereka di depan cermin " iya, sudah hampir sebulan loh." Ujar Lyza


" Apa!! Sudah hampir sebulan kamu habis masa nifas nya?!!." Pekik Ares. Kemana saja ia sampai tidak mengetahui tentang kondisi sang istri.


Lyza semakin tergelak " Kamu lucu by. Memangnya kamu lupa sudah berapa lama aku melahirkan baby twins." Ia semakin tergelak melihat wajah cemberut sang suami


" Kyaaa... By... " Merangkul leher sang suami


Menaruh Lyza di atas tempat tidur secara perlahan. Ares naik dan mengukung sang istri, di kecupnya seluruh wajah Lyza hingga bibir nya berlabuh di bibir ranum sang istri. Di lumattnya benda kenyal nan merah tersebut.


Setelah beberapa saat saling memagut, Ares akhirnya melepaskan bibir sang istri. Ia menyentuh bibir istrinya menggunakan jari jempol, lalu di kecupnya sekali " Main satu ronde yuk." Ajak nya dengan suara berat


" Yakin cuman satu ronde? Sekarang bilang nya satu ronde, tapi nanti nambah dua atau tiga ronde."


Ares terkekeh lalu mengecup kembali bibir sang istri " Kan memang harus seperti itu sayang."


Lyza mencebik " Alasan." Dengan bibir mengerucut


Sekali lagi Ares mengecup bibir sang istri " Tapi kamu suka 'kan." Goda nya dengan menaik turun 'kan alisnya


" Pastilah." Ujarnya dengan Terkekeh. Ares benar-benar di buat gemas dengan sang istri. Perlahan Ares mencium bibir sang istri, melumaat nya dengan perlahan, saat Lyza membalas Ares semakin menuntut ciumannya. Hingga lidahnya ia mainkan di dalam mulut sang istri.


Tangan Ares perlahan masuk ke dalam kaos sang istri. Mengelus lembut aset berharga Lyza, hingga satu desahaan manja keluar dari mulut Lyza.


Ares menarik kaos sang istri dan langsung mengulum sumber air susu baby twins nya.


" Ahhh..." Desahh Lyza


Satu desahaan yang berhasil keluar dari mulut Lyza mampu memancing desahann dan lenguhaan yang lainnya. Membuat suara yang merdua jika di dengar kedua orang yang sedang di landa gairah namun akan sangat mengerikan jika orang lain yang mendengarnya.


Dan terjadilah yang memang harus terjadi.


.........


Setelah semalam Lyza dan juga Ares melakukan olahraga panas yang benar-benar panas, seusai perkataan Ares. Ia meminta satu ronde dan di iringi dengan ronde-ronde yang lain di belakangnya. Ares benar-benar menggempur sang istri hingga mereka selesai saat keduanya melakukan sholat di sepertiga malam


Hari ini akhir pekan, jadi Ares sama sekali tidak mempunyai kegiatan kecuali di rumah menemani istri dan juga anak-anaknya.


Lyza ke dapur untuk membuatkan susu buat kedua baby twins nya serta Fatih. Sedangkan anak-anaknya ia tinggalkan bersama sang suami di ruang tv.


Setelah membuat susu Lyza kembali ke ruang tv. Dari dekat terdengar suara sayup-sayup yang sepertinya bukan suara sang suami. " Apa ada tamu yah." Gumam Lyza mempercepat langkahnya.


Semakin dekat suara itu semakin keras.


" Aku ingin mempersunting Re."


" Apa!!?." Teriak Lyza tak percaya, bahkan nampan susu yang ia pegang hampir jatuh


.........


Saat Lyza ke dapur membuat susu untuk ketiga anaknya. Dari pintu depan terdengar suara bel berbunyi.


" Biar Fatih yang buka Abi." Ujar Fatih. Ares hanya mengangguk, ia juga harus memperhatikan kedua baby twins nya.


Tak lama setelah Fatih pergi, ia kembali dengan dua orang dewasa, Egi dan juga Re. " Assalamu'alaikum." Salam Egi dan juga Re


" Wa'alaikum salam." Balas Ares " Ayo duduk. Duduknya di lantai ajah. Tidak apa-apa 'kan."


" Tidak apa-apa. Seperti siapa ajah." Akhirnya Egi dan juga Re duduk di seberang Ares, dan di tengah mereka ada kedua baby twins yang menatap Egi dan juga Re lekat. Saat baby Kira terlihat bersemangat melihat kedatangan kedua orang itu, lain halnya dengan baby Tifa yang malah membuang muka seperti tidak terlalu tertarik.


" Bos Lyza kemana Tuan?." Tanya Re


" Sedang buat susu untuk baby twins dan Fatih." Jawab Ares


" Kamu masih minum susu Fatih? Padahal sudah punya adik, tapi masih minum susu. Kamu tidak malu dengan dede Kira dan Tifa." Goda Egi


Sedangkan yang di goda cemberut dengan mencebikkan bibir nya " Itu bukan urusan uncle Egi. Kata Uma Fatih minum susu biar cepat besar." Ketus nya yang sekarang duduk di samping sang ayah


Mereka hanya tertawa mendengar penuturan Fatih.


" Kalian datang kesini pasti ada maksud tertentu 'kan." Ujar Ares saat tawa mereka berhenti


Egi dan Re terlihat gelagapan, membuat Ares semakin penasaran " Ehem..." Egi mencoba untuk menenangkan perasaan nya


" Jadi, kedatangan kami disini untuk meminta izin dengan nyonya Lyza." Jawab Egi


" Izin? Izin untuk apa?."


Egi dan Re saling pandang. Lalu Egi tersenyum dan mengangguk 'kan kepalanya melihat Re. Ia menarik nafas dalam " Aku ingin mempersunting Re." Ujarnya dengan tegas


" Apa!!?." Suara teriakan itu membuat orang-orang disana beralih Melihat Lyza.


.


.


TBC


Jadi othor ingin mempertegas 'kan lagi, novel ini memang fokus sama cerita babang Ares dengan neng Lyza yah. Jadi tokoh-tokoh pendukung cuman pemanis doang✌️😁


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️


Follow ig othor🤭😅🙏 \=> HimaSun_05