
Lyza duduk di sofa dengan bakso itu di atas meja depannya. Ia telah selesai menyisir rambut dan kini tengah menunggu sang suami.
Untuk menghilangkan keinginan makan bakso di depannya, Lyza memilih memainkan ponsel.
Glek..
Ia kembali melihat bakso di depannya. Asap yang keluar dari dalam mangkuk membuat bakso itu terlihat lebih enak, belum lagi aroma nya yang menggugah selera.
Slurrpp..
Lagi-lagi Lyza harus mengisap kembali air liurnya yang ingin menetes. " Kalau aku coba sedikit tidak apa-apa 'kan." Gumam Lyza. " Hubby juga tidak mungkin menghabiskan satu mangkuk besar bakso ini." Perlahan tapi pasti setan-setan di dekat Lyza mulai mempengaruhi nya
Lyza meletakkan ponsel di atas meja. Ia kemudian perlahan mendekat ke mangkuk bakso tersebut. Lyza mencium aromanya
" Wah... Sangat harum." Ia menghapus air liur yang sudah menetes di mulutnya
Lyza mengambil sendok di dekat mangkuk itu. Perlahan ia mencicipi kuah bakso nya. " Hmm enak..." Pekik Lyza
" Aku masih mau." Hendak mengambil kembali kuah bakso itu. " Tapi, ini 'kan punya hubby. Hmm sudahlah pasti hubby juga memaklumi, aku 'kan sedang ngidam sekarang." Kilahnya sendiri
Lyza kembali memakan bakso Ares. " Ehem.."
Suara itu sontak membuat Lyza terdiam. Sontak ia menoleh ke sumber suara, dan disana sudah ada suaminya yang sedang bersandar di pintu dengan bersikap dada.
Dengan canggung Lyza menaruh kembali sendok yang di pegang. Lalu kembali ke tempat ia semula. Ia serasa ketahuan berbuat salah, yah memang iya sih
Ares mendekat " Kenapa tidak di lanjutkan?." Tanya Ares dengan masih bersedekap dada
" Hmm itu 'kan punya mu by." Jawab Lyza gugup
" Kamu suka baksonya?." Ia sudah duduk tepat di samping Lyza
" Iya, aku suka." Jawab Lyza berbinar melihat Ares
" Ho? Bukannya tadi ada yang bilang tidak butuh dan tidak suka." Menaikkan sebelah alisnya
Lyza mencebikkan bibir nya. Ia cemberut " Memang nya siapa yang mengatakan hal itu." Ucapnya mengerucutkan bibir
Ares Terkekeh, ia mencubit pipi Lyza lalu mengecupnya. " Hahah iya.. iya.. cuman angin lalu tadi. Kita makan sama-sama, bagaimana?." Tawarnya kemudian. Tiba-tiba Ares ingin makan satu mangkuk bersama sang istri
" Benarkah?." Tanyanya Dengan wajah berbinar
Ares mengangguk. " Ayo kita makan." Dan mereka pun makan bersama dalam satu mangkuk. Untung saja tadi Ares memesan yang ukuran jumbo
Sedangkan di tempat lain..
Sean yang saat itu sedang bersantai di dalam Markas. Tiba-tiba di kejutkan dengan..
Brakk...
" Sean..." Teriak seorang wanita
Sontak Sean mendongak melihat wanita itu. " Hah!! Re!!!!." Ia tak kalah teriak. " Wah... Rupanya kamu sudah bosan dengan goa mu yah." Melihat dengan tatapan mengejek
Seorang wanita dengan tubuh mungil, memakai piyama dan Hoodie oversize, dengan rambut acak-acakan dan lingkar hitam di bawah matanya. Melangkah mendekati Sean dengan menggebu-gebu. Ia mencengkram kerah baju Sean.
" Sean sialan!! Selama 6 tahun aku tidak keluar. Apa saja yang sebenarnya terjadi. Kemana bos Lyza?!! Kenapa kamu yang duduk disini! Dan apa-apaan kalian menyuruh ku mencari dari dalang yang menyerang keluarga Warrent. Aku sama sekali tidak mengerti saat Killua sialan itu mengatakan bos Lyza hamil yang kedua kalinya." Cerosos wanita itu masih mencekram kerah baju Sean
" Re!! Tenanglah. Semuanya salah mu yang tidak pernah keluar dari kamar mu bukan? Selama 6 tahun ini kamu hanya mengurung diri menjadi wibu tidak jelas!." Sean tak kalah cerewetnya
Re akhirnya melepas cengkraman tangan nya. Ia mencoba mengatur nafasnya. Apalagi dadanya yang masih bergemuruh
" Haisss coba lihat penampilan mu. Apa-apaan rambut mu ini, setidaknya rapikan rambut mu ini. Belum lagi piyama mu, kenapa coba harus piyama dan Hoodie yang sangat besar ini, kamu tenggelam di dalam Hoodie mu sendiri. Dan coba lihat berapa lama kamu tidak tidur!!." Lagi-lagi Sean memarahi Re yang amburadul
" Cih! Jangan mengomentari penampilan ku. Kalai bukan karena aku yang menghalangi polisi dan mencari musuh, memang nya kamu masih bisa hidup sampai sekarang!!." Yah Re adalah seorang hacker yang bekerja di mafia Dark Blood.
Lyza lah yang dulu merekrut dan menyelamatkan nya bersama dengan kakak nya, Killua. Karena itu Re dan Killiua Sangat menghormati Lyza, apalagi Re yang tidak akan mendengarkan perkataan siapapun kecuali dari Lyza.
Namun ia memang tidak pernah keluar dari kamarnya. Sejak Ia berumur 17 tahun sampai sekarang saat ia berumur 23 tahun. Ini pun dia keluar karena mendengar kabar menyimpang tentang sang bos dari kakaknya
Re menghempaskan tubuhnya di atas sofa " Cepat! Ceritakan yang sebenarnya tentang bos Lyza." Katanya
Sean duduk tepat di depan Re. Ia menghela nafas dan mulai menceritakan semuanya. Saat dimana Lyza menikah dan masuk ke dalam sel dan semua tentang Lyza, tidak ada yang di tutup-tutupi.
" Apa!! Kalian memberikan bos masuk kedalam sel sendiri." Suaranya meninggi, ia bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana sang bos di dalam sel
" Mau bagaimana lagi, tidak ada yang bisa kami lakukan."
Brakk
Re menggebrak meja di depan " Kurang ajar sekali kalian!!! Kalian membiarkan bos menanggung semua kejahatan yang kita lakukan selama ini!!." Bentak Re. Ini pertama kalinya ia sangat marah seperti ini
" Haiisss kalau begitu kamu temui saja bos. Sekarang dia sudah bahagia dengan suami, dan anaknya. Bahkan bos juga sedang hamil anak keduanya sekarang. Sebaik nya kamu jangan terlalu mengganggu Bos."
" Huh! Tidak ada untungnya aku berbicara dengan mu! Sudahlah aku akan menemui bos langsung." Berdiri dan hendak pergi dari sana
Sean ikut berdiri " Memang nya kamu tahu dimana kediaman bos sekarang?."
Re tersenyum sinis " Memang nya kamu kira aku siapa." Masih dengan senyum sinis
Sean menghela nafas. Ia dia tahu siapa Re, seorang hacker terhebat di dunia. " Tapi setidaknya temui lah bos dengan pakaian yang lebih bagus. Kau tau sekarang kau seperti gembel."
" Sialan." Melempar vas bunga yang ada di atas meja. Untungnya Sean mempunyai refleks yang bagus, ia langsung menangkap vas bunga tersebut
Re keluar dari ruangan Sean dengan amarah yang sudah ada di ubun-ubun. Brakk.. ia menutup pintu dengan sangat keras.
.........
Dengan berbagai pertimbangan akhirnya Ares mengizinkan Lyza untuk pergi lagi ke restoran, Dan Ares juga telah kembali ke kantor.
" Tenang saja by. Aku tidak akan banyak bergerak." Kata Lyza memegang tangan Ares yang mengelua perutnya
" Tenang saja abi. Fatih akan menjaga uma." Seru Fatih
Ares tersenyum. " Baiklah, jangan lupa untuk makan tepat waktu."
" Iya. Aku masuk ke restoran dulu. Assalamu'alaikum." Mencium tangan kanan Ares
" Wa'alaikum salam." Mencium kening Lyza. Fatih juga ikut mencium tangan sang ayah.
Setelah acara berpamitan selesai, Ares dan Egi kembali naik kedalaman mobil dan melaju menuju kantor. Sedangkan Lyza dan Fatih masuk kedalam restoran.
" Assalamu'alaikum semuanya." Salam Lyza dan Fatih
" Wa'alaikum salam.. wah.. mbak Lyza sudah baik-baik saja." Tanya Gisell
" Haha tenang saja aku baik-baik saja. Baiklah hari ini juga kita harus semangat! Semoga kita bisa dapat banyak pelanggan juga hari ini."
" Pasti!!." ujar mereka.
Lyza dan Fatih pun masuk kedalam ruangan pribadi Lyza.
" Uma aku mau ke dapul yah." Ucap Fatih di depan pintu ruangan Lyza
" Iya. Tapi jangan mengganggu para koki memasak." Mengelus rambut sang putra
Fatih mengangguk antusias " Siap!." Lalu ia pun pergi ke dapur. Dengan dalih ingin mengawasi para koki, padahal ia hanya ingin mencoba makanan yang dibuat Disana.
Sedangkan Lyza masuk kedalam ruangannya. Ia kemudian memeriksa dokumen pemasukan dan pengeluaran selama sebulan ini.
Saat sedang asik memeriksa beberapa berkas, pintu ruangan nya tiba-tiba di ketuk.
Tok.. tok.. tok..
" Masuk." Seru Lyza
Rangga masuk kedalam ruangan Lyza. " Eh! Rangga ada apa?."
" Itu mbak, ada seorang wanita di luar mencari mbak."
Kening Lyza berkerut " Siapa?."
" Kami juga tidak tahu mbak. Dia hanya ingin bertemu dengan mbak Lyza." Ucap Rangga " Kami kira tadi dia ingin makan disini, di lihat dari pakaian nya, namun wanita itu malah mencari anda mbak."
Akhirnya mau tidak mau Lyza pun pergi menemui wanita yang di maksud Rangga.
Dari jauh Lyza bisa melihat seorang wanita dengab menggunakan Hoodie oversize dengan celana piyama sedang berbicara dengan salah seorang karyawan nya.
" Hmm permisi, apa anda mencari saya?." Tanya Lyza hati-hati.
Wanita itu langsung melihat Lyza. Ia tidak terkejut lagi melihat Lyza yang memakai hijab, sebab Ia sudah mencari semua informasi tentang Lyza.
" Bos!." Seru Re. Yang rupanya ia yang datang menemui Lyza di restoran. Sesuai dengan informasi yang ia dapatkan, Lyza selalu ke restoran.
" Hmm." Lyza sedikit berfikir. Ia merasa familiar dengan wajah di depannya ini.
" Bos, anda tidak mengenal saya? Saya Re." Ucap Re
Mata Lyza membulat sempurna mendengar perkataan Re. " Re!!." Pekik Lyza " Kamu benar-benar Re?! Astaga kamu sudah besar seperti ini. Ayo masuk dulu." Ucap Lyza, ia tidak ingin membuat keributan di depan pintu masuk seperti ini
Re mengekor mengikuti Lyza masuk kedalam ruangan pribadi nya. " Duduklah Re." Re duduk sesuai perkataan Lyza
" Kamu sudah benar-benar besar. Padahal waktu itu kamu masih kecil saat terakhir kali kita bertemu, waktu itu juga kamu mulai mengurung diri di kamar."
" Walau bagaimanapun saya pasti Tumbuh bos."
" Oh yah ada apa? Aku tidak menyangka kamu akan keluar dari goa mu." Ucap Lyza. Ia juga suka menyebut nama kamar Re sebagai goa
" Sebenarnya sayaa keluar karena mendapat kabar tentang bos." Ia menunduk " maafkan saya bos. And harus menanggung semua beban yang selama ini kami perbuat. Bahkan sayaa baru mengetahui nya dari Sean."
Lyza tersenyum " Tidak perlu minta maaf. Karena kejadian itu juga aku banyak belajar dan sekarang bisa menjadi lebih baik lagi. Semoga kamu juga bisa dapat menjadi pribadi yang lebih baik."
" Hmm tenang saja bos. Saya akan selalu baik kepada anda." Ucapnya dengan bersemangat
Lyza Terkekeh, hal yang tidak pernah dilihat Re selama mengenal Lyza. " Oh yah Re, sekarang kamu kerja apa? Apa kamu masih menjadi hacker?."
" Sebenarnya saya sudah tidak menjadi hacker lagi, karena anda sudah keluar dari dalam organisasi."
" Hmm jadi, sekarang kamu mau kerja apa? Killua sendiri masih menjadi dokter." Lyza tahu bagaimana sifat Re yang sangat menyukai nya dan bergantung pada nya
Re terdiam, ia juga tidak tahu mau kerja apa mulai sekarang. Ia sudah kehilangan semangat untuk menjadi hacker di organisasi Dark Blood
" Bagaimana kalau kamu jadi asisten ku saja? Suamiku ingin mencarikan asisten pribadi untukku. Dari pada orang yang tidak di kenal, lebih baik orang yang memang sudah di kenal 'kan." Tawar Lyza
Sontak Re melihat Lyza dengan wajah berbinar. " Itu artinya saya akan selalu di samping anda bos." Ia seperti naik pangkat seperti Zean
Lyza mengangguk " Iya. Bagaimana?."
" Aku mau! Mau!." Ujarnya dengan cepat dan semangat.
.
.
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian. Like komen dan votenya 😘 banyakin hadiah nya juga biar othor tambah semangat nulis nya ✌️