
“Dia adalah tunanganku. Danica Florencia,” ucap Kafa memandangi Flo.
Tatapan penuh damba yang mengisyaratkan banyak cinta di dalamnya membuat Flo begitu terbuai. Senyuman manis Kafa mampu meluluhkan hati Flo. Ini kali pertama Flo dipandang seorang pria seperti itu dan rasanya dia tak kuasa menahan gejolak aneh dalam hatinya.
“Dan kami akan segera menikah.” Tangan Kafa menarik tangan Flo dan menggenggam erat.
Kali ini Flo membeku dengan perlakuan Kafa. Dia bak seorang kekasih yang begitu terlihat sangat mencintai kekasihnya.
“Senyum!” bisik Kafa.
Untuk sesaat Flo terdiam tanpa ekspresi. Begitu terpesonanya dengan pesona seorang supermodel di depannya. Mendengar suara Kafa, dia tersadar dan akhirnya memilih untuk tersenyum seolah dia begitu bahagia dicintai oleh seorang Kafaeel Syailendra.
“Kapan rencananya kalian menikah?” tanya wartawan pada Kafa.
Kafa mengalihkan pandangannya pada wartawan. “Dua hari lagi.”
“Apa pernikahan kalian sengaja dilakukan untuk menutupi masalah ini?” Kembali wartawan melempar pertanyaan yang menyudutkan Kafa.
Kafa mengempalkan tangan satunya yang berada di bawah meja. Menahan gemuruh dalam hatinya. Flo jelas melihat Kafa yang begitu kesal. Namun, dia dapat memperlihatkan wajahnya dengan senyuman di depan wartawan.
“Apa kalian tahu bagaimana terlukanya tunangan saya karena foto palsu yang beredar itu? Sebagai seorang pria yang begitu mencintainya, saya ingin menjaganya. Apalagi dari orang-orang yang ingin berbuat jahat. Untuk pernikahan, memang sudah kami rencanakan sejak lama. Namun, karena ada masalah ini saya mempercepatnya, agar dapat melindungi tunangan saya dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu agar tidak terulang kembali kesalahan itu.” Kembali Kafa memandangi Flo. Mendaratkan kecupan di punggung tangan Flo yang sedari tadi digenggamnya.
Semua wartawan begitu terpesona dengan apa yang dikatakan oleh Kafa. Merasa jika Kafa adalah laki-laki yang begitu sempurna. Selain memiliki wajah tampan, dia juga memiliki tanggung jawab besar.
“Terima kasih untuk konferensi pers kali ini. Saya harap semua penjelasan tadi bisa meluruskan semua ini. Doakan pernikahan kami berjalan dengan lancar.” Kafa berdiri dan menautkan tangannya pada Flo. Mengajak gadis itu untuk segera pergi.
Para wartawan yang sudah mendapatkan berita pun membubarkan diri. Segera merilis berita yang sempat menghebohkan itu.
Kafa menarik lembut tangan Flo. Mengajaknya masuk ke lift. Sepanjang jalan tangannya masih bertaut erat dengan tangan Flo. Tak terlepaskan sama sekali. Di belakang mereka ada Gala yang mengekor dan ikut masuk ke lift.
Saat di dalam lift Kafa langsung melepaskan genggaman tangannya. “Kamu sepertinya senang sekali,” cibirnya.
Mendengar ucapan Kafa, akhirnya Flo tahu jika tadi di depan wartawan Kafa bersandiwara. Memperlihatkan bagaimana dia begitu mencintai Flo.
Sial, ternyata dia berpura-pura. Untung saja aku belum terpesona sepenuhnya.
Flo merutuki dirinya yang nyaris terbuai pesona Kafa. Untungnya, kini dia tersadar, jika pria di sampingnya hanya bersandiwara.
“Apa kamu bilang?” tanya Kafa yang mendengar suara Flo dengan jelas.
“Penipu.” Flo memperjelas ucapannya.
“Bagaimana bisa kamu bilang aku penipu?” Kafa menatap dengan pandangan menghujam. Tak terima dengan ucapan Flo.
“Karena kamu menipu para wartawan tadi.” Flo memutar bola matanya malas ketika mengingat bagaimana tadi dia melihat Kafa yang tampak begitu mencintainya, tetapi ternyata itu hanya sebuah kepura-puraan.
“Itu bukan menipu namanya, tetapi bersandiwara,” elak Kafa.
“Sama saja,” cibir Flo.
Kafa kesal dengan ucapan Flo, tetapi sesaat kemudian dia tersenyum menyeringai. Bergerak melangkah mendekat pada Flo. “Apa kamu tadi sempat percaya jika aku begitu mencintaimu?” tanyanya penuh curiga.
Flo memundurkan tubuhnya saat Kafa mendekat. “Siapa yang percaya, aku sudah sedari tadi tahu jika kamu berpura-pura?” elaknya.
“Benarkah?” tanyanya kembali menerawang jauh ke dalam dua bola mata indah milik Flo.
Jarak yang terkikis membuat Flo tidak bisa lari ke mana-mana. Hal itu justru dimanfaatkan Kafa untuk terus mendekat. Deru napas yang begitu terasa dekat, membuat Flo begitu berdebar-debar. Beruntung pintu lift terbuka. Membuat Kafa menghentikan aksinya. Melihat kesempatan itu, Flo langsung mendorong tubuh kekar Kafa, menghindari pria aneh yang mendekat padanya itu.
Kafa tersenyum melihat aksi Flo. “Sepertinya hidupku akan lebih berwarna,” gumamnya. Sambil memasukkan tangannya ke saku celana, Kafa mengayunkan langkahnya keluar dari lift. Menyusul Flo dan Gala yang lebih dulu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Terima kasih sudah membaca novel ini....
...Novel ini sudah tamat tgl 14 Juni di Noveltoon. Jika kamu menemukan novel ini hanya sampai bab 20. Kalian bisa temukan cerita selanjutnya di platfoam lain....
...Ada di...
...Good.Novel...
...KuBaca...
...Untuk informasi platfoam lain, bisa kunjungi intagram Myafa16....