My Supermodel Husband

My Supermodel Husband
Menemui Orang Tuaku



Kafa merasa aneh dengan gadis di depannya. Wajahnya begitu bahagia ketika apa yang diinginkannya terwujud. Alih-alih meminta uang dengan jumlah banyak, Flo hanya meminta sebuah pekerjaan.


Gadis yang aneh. Itulah yang ada di benak Kafa ketika melihat Flo. Entah apa yang akan terjadi dengan hidupnya kelak. Yang jelas, kali ini hanya menyelamatkan nama baiknya yang ada di pikirannya.


“Aku akan siapkan berkas pernikahan dan surat perjanjian pernikahan. Jadi kamu tinggal menandatanganinya saja.”


Binar kebahagiaan itu perlahan surut, ketika mendengar perjanjian pernikahan. Flo pikir, hanya dalam novel-novel saja perjanjian pernikahan terjadi, tetapi ternyata juga terjadi di dunia nyata dan terlebih lagi terjadi padanya.


Tidak masalah. Yang terpenting aku bisa masuk ke Kafa management.


Apa pun akan aku lakukan untuk mengungkap apa yang menimpa kakak.


“Baiklah, aku akan menunggu.”


“Lah, tolong siapkan semua. Hubungi pengacara dan adakan konferensi pers. Aku akan mengumumkan pernikahanku.” Kafa menatap temannya. Kemudian beralih pada Flo.


“Kalau begitu ayo!” Kafa berdiri seraya menatap Flo. Memberi kode untuk segera beranjak.


“Ke mana?” tanya Flo bingung.


“Menemui orang tuaku.” Tanpa berbasa-basi Kafa menarik tangan Flo. Membawanya keluar dari ruangannya meninggalkan Gala yang sedari tadi hanya jadi pemain figuran. Tak banyak yang dilakukannya.


“Sepertinya dramanya akan segera dimulai.” Gala menggeleng. Kali ini akan banyak tugas yang harus dia kerjakan. Mengingat Kafa sudah membuat permasalahan baru. Beginilah nasib pemain figuran, hanya sebagai pelengkap dan bertugas menyelesaikan masalah-masalah pemain utama.


...----------------...


Kafa melajukan mobilnya ke kediaman Syailendra. Sepanjang jalan dia memikirkan bagaimana caranya menjelaskan masalah ini pada kedua orang tuanya. Ada ketakutan di hatinya. Takut jika sampai orang tuanya menolak Flo. Namun, Kafa tak mau ambil pusing. Dia akan berusaha untuk membujuk orang tuanya, mengingat semua demi kebaikan bersama.


Sepanjang jalan, Flo melirik Kafa yang duduk di sebelahnya. Pria itu tampak serius menatap jalanan. Rasanya dia tidak bisa bayangkan akan seperti apa menikah dengan seorang supermodel seperti Kafa.


“Tidak, orang tuaku tidak punya siapa-siapa. Jadi aku pun juga tidak memiliki paman atau bibi.”


Kafa mengangguk-anggukan kepalanya. Merasa itu adalah keuntungan untuknya. Paling tidak, tidak ada drama penolakan dari keluarga Flo. Kini hanya memikirkan tentang keluarganya saja.


Mobil sampai di kediaman Syailendra. Dari balik kaca mobil, Flo dapat melihat rumah megah bak istana di depannya. Baru kali ini Flo melihat rumah mewah dengan pilar-pilar besar nan kokoh. Biasanya, dia hanya melihatnya di televisi saja. Namun, kini dia dapat melihatnya langsung. Rasanya untuk memeluk pilar itu saja, tangan Flo tidak akan bisa menyatu.


Mobil berhenti di depan rumah. Kafa mengajak Flo untuk turun. Saat turun, Flo menyapu pandangan. Keindahan rumah tergambar nyata. Dia hanya bisa membayangkan akan seperti apa penghuni rumah Kafa.


Flo menarik lengan Kafa. Membuat Kafa berhenti. Pandangan matanya tertuju pada tangan Flo. Jari dengan kuku lentik itu mencengkeram erat lengannya. Membuat kemejanya sedikit kusut. “Kenapa?” tanyanya.


“Aku takut,” ucapnya polos.


“Kamu pikir kamu saja yang takut.” Sebenarnya Kafa pun juga berdebar-debar. Takut orang tuanya menolak niatnya.


Flo semakin lemas. Jika Kafa saja takut, bagaimana nasibnya. Yang ada rencana menikah dengan Kafa akan gagal dan impiannya menjadi model Kafa Management pun juga akan melayang.


“Sudah ayo!” Kafa melanjutkan kembali langkahnya. Flo mengekor di belakang Kafa, bersembunyi di belakang tubuh kekar pria yang mengajaknya menikah itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Jangan lupa...


... like ...


...komentar...


...vote ...