
Flo masuk ke rumah. Tampilan megah rumah benar-benar membuatnya tercengang. Beberapa lampu kristal yang mengantung terlihat jika itu adalah lampu mahal. Kursi-kursi dengan warna gold sudah seperti singgasana sang raja. Rumah sudah bak istana raja, sama persis dengan bayangan Flo yang tadi melihat tampilan rumah dari depan.
Flo menyapu pandangan. Mencari di mana orang tua Kafa berada. Saat itu juga, dia melihat seorang wanita paruh baya yang menuruni anak tangga. Wajahnya masih terlihat cantik, walaupun mungkin usianya sudah tidak muda lagi. Dia tak sendiri, di belakangnya ada pria paruh baya yang juga ikut menuruni anak tangga. Postur tubuhnya tinggi besar. Wajahnya pun terlihat sangat berwibawa. Mungkin karena dia adalah pemimpin sebuah perusahaan.
Sejenak Flo berpikir, mungkin tinggi badan Kafa diperoleh dari sang papa. Ketampanan Kafa diperoleh dari campuran sang mama dan papanya. Begitu sempurna.
Kembali Flo mencengkeram lengan Kafa dari belakang. Takut dengan apa yang akan terjadi padanya. Terlebih lagi pandangan orang tua Kafa begitu menyeramkan.
“Akhirnya kamu ke sini juga,” ucap Syailendra pada putranya. Suara bass yang terdengar begitu terasa menakutkan. Sang istri-Kirei berhenti ketika sampai di anak tangga. Menunggu sang suami yang masih menuruni anak tangga.
Saat sudah berdiri bersebelahan, mereka berjalan bersama-sama menghampiri Kafa yang masih berdiri di dekat kursi. Syailendra duduk di kursi single sedangkan sang istri duduk di kursi panjang yang berada di sebelahnya.
“Aku ke sini untuk menjelaskan semua.” Kafa memberanikan diri untuk menyampaikan niat kedatangannya.
“Apa itu wanita yang bersama denganmu dalam foto?” tanya Kirei seraya memiringkan kepalanya untuk melihat wajah Flo yang bersembunyi di balik tubuh putranya.
“Iya, dia wanita yang berada di dalam foto dan dia korban dari foto yang tersebar kemarin,” jelas Kafa.
Korban? Rasanya sematan itu sedikit kurang pas untuk Flo karena sebenarnya dia adalah pelaku yang membuat foto itu tersebar. Namun, dia memilih untuk menutup rapat mulutnya agar tidak ada yang tahu.
“Sepertinya ada yang sengaja melakukan semua ini, Pa. Mereka ingin menjatuhkan aku sebelum pengumuman pengangkatanku menjadi CEO dengan menyebarkan foto kami berdua yang diedit.” Kembali Kafa menjelaskan semuanya seperti apa yang Gala ceritakan.
Flo yang mendengarkannya baru mengerti jika ternyata itulah yang di pikiran Kafa, tentang foto yang bisa tersebar itu.
“Kamu yakin jika ada orang lain yang membuat semua untuk menjatuhkanmu? Bukan wanita yang berada di belakangmu yang ingin mencari popularitasnya denganmu?” Syailendra sedikit menyindir.
Flo hanya bisa menelan salivanya. Takut ketahuan jika dia adalah pelaku sebenarnya. Apalagi jika nanti sampai pelaku penyebaran itu tertangkap.
Matilah kamu Flo. Hanya itu yang bisa Flo katakan dalam hatinya. Membayangkan jika dia harus menghabiskan masa mudanya di balik jeruji penjara.
“Lalu, apa solusi yang akan kamu lakukan untuk menyelesaikan masalah ini?” tanya Syailendra.
“Aku akan menikahinya.”
Syailendra dan Kirei saling pandang. Terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Kafa. Baru kali ini putranya berani memutuskan sesuatu tanpa bertanya dahulu. Biasanya sebelum memutuskan sesuatu, Kafa menanyakan pendapat mereka.
“Apa kamu yakin jika menikahinya masalah ini akan reda?” tanya Syailendra yang masih belum yakin.
“Jangan bermain-main dengan pernikahan, Fa.” Kirei pun memperingatkan putranya.
“Aku tidak bermain-main. Aku ke sini untuk minta restu dari kalian untuk menikah dengan dia,” ucap Kafa pada mama dan papanya seraya menoleh ke arah Flo.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Jangan lupa ...
...Like...
...Koment ...
...vote ...