
Netra keduanya saling beradu. Membuat pandangan saling mengunci. Kafa sudah melihat banyak gadis cantik. Namun, kali ini dia merasa gadis cantik di depannya itu terlihat memiliki kecantikan yang berbeda. Polesan make up tipis saja sudah memancarkan pesona. Apalagi jika seorang make up artis profesional yang memolesnya. Bisa jadi Flo akan lebih cantik.
Namun, sejenak Kafa melihat wajah Flo seperti tidak asing. Dia merasa sudah pernah melihat wajah Flo sebelum bertemu di dalam lift. Entah di mana dan kapan, dia tidak tahu.
Flo yang memandangi Kafa menyadari jika ternyata Kafa benar-benar tampan. Pantas jika dia menyebut dirinya supermodel. Pahatan sempurna dari wajahnya pastinya membuat semua orang akan terpesona.
“Lihat itu Kafa.” Dari kejauhan ada beberapa wartawan yang melihat Kafa. Tadi, Kafa sendiri yang sengaja memanggil wartawan untuk menangkap basah pelaku yang sudah menyebarkan fotonya. Namun, sepertinya Kafa akan kena batunya saat dalam situ intim dengan Flo.
“Fa,” panggil Gala memperingatkan Kafa. Untuk melepaskan tubuh Flo dari tubuhnya.
Sayangnya suara Gala bagai suara merdu yang mungkin mirip alunan musik. Mengiringi drama saling pandang yang sedang dilakukan oleh Kafa dan Flo.
Wartawan sudah semakin mendekat. Kamera mereka sudah membidik Kafa dan Flo yang begitu intim dari kejauhan. Semakin dekat, mereka memperoleh foto lebih sempurna. Karena bagaimana Kafa memeluk Flo menjadi pose pas untuk diunggah ke dalam berita. Sasaran empuk untuk menaikkan rating berita online dan offline mereka.
“Faaa ….” Gala menggoyangkan tubuh Kafa. Mencoba menyadarkan temannya itu.
Kafa tersadar dan kemudian melepas pelukannya. Namun, sepertinya nasib buruk sedang menghampirinya. Karena tepat saat melepaskan pelukannya, wartawan sudah di depannya.
Para wartawan masih terlihat membidik foto. Apalagi kali ini perut kotak-kotak milik Kafa terpampang, membuat mereka akan mendapatkan berita hot tentang Kafa. Para wartawan yang melihat Flo, menyadari jika gadis itu adalah orang yang berada di dalam foto.
“Apa benar foto yang beredar itu benar foto kalian?” tanya wartawan pada Kafa dan Flo.
“Apa benar itu adalah foto asli kalian berdua?” Satu wartawan lain memberikan pertanyaan seraya menyodorkan perekam suara.
“Ada hubungan apa antara kalian berdua? Sepertinya kalian sangat dekat sekali?” tanya wartawan di sebelah wartawan sebelumnya. Tangannya menyodorkan mic agar suara Kafa terdengar.
Pertanyaan bertubi-tubi tak henti dilempar oleh para wartawan. Mereka ingin jawaban pasti dari kabar yang sedang ramai beredar. Tak lupa para cameramen mengabadikan kejadian tersebut. Beberapa masih terus membidik foto untuk menjadi headline news hari ini.
Flo baru kali ini berhadapan dengan wartawan. Walaupun sudah sering melihat cahaya kamera yang mengambil gambar, tetapi kali ini dia merasa tidak nyaman dengan cahaya yang mengarah padanya. Flo memundurkan tubuhnya, bersembunyi di tubuh kekar Kafa. Tak mau para wartawan mendapatkan fotonya.
Kafa bingung menjawab apa. Kali ini dia sudah tertangkap basah. Ingin mengelak sudah tidak bisa. Apalagi sudah tertangkap basah.
“Dia tunanganku, jadi aku rasa jangan dibesar-besarkan.”
Mendengar ucapan dari Kafa, membuat Flo terperangah. Dari balik punggung kokoh Kafa, Flo hanya bisa terdiam. Bingung memikirkan kenapa Kafa menjawab wartawan seperti itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Aku tunggu like-nya banyak dulu ya...
...Baru lanjut lagi...
...Ayo yang ngerasa dari awal ga like. ...
...Putar balik, Like dulu. ...
...Scrool lagi siapa tahu kelewat Likenya....