
Brak ….
Suara pintu terbuka dengan kasar membuat pria yang sedang fokus pada laptopnya mengalihkan pandangannya. Kafaeel Syailendra-seorang model yang merangkap menjadi seorang CEO itu menoleh ke arah pintu. Pria tiga puluh tahun itu melihat sang asisten masuk ke dalam ruangannya dengan tergesa-gesa seperti baru saja melihat hantu.
“Apa kamu tidak bisa membuka pintu dengan baik?” tanya Kafa-panggilan akrab dari pria yang baru saja menyandang jabatan sebagai CEO Kafa Management-sebuah agensi model kelas atas di Indonesia. Sebuah agensi yang sudah mengirim model-modelnya memasuki kancah internasional, termasuk Kafa. Pria tampan itu adalah model dari perusahaannya sendiri.
Kafa Management merupakan anak perusahan dari Syilendra Grup-yang merupakan perusahaan media, berbasis multi platform, seperti website, social media, majalah, maupun event. Syailendra Grup juga merupakan penggagas diadakannya event modelling yang menjembatani para desainer untuk memperkenalkan produk mereka. Dengan adanya Kafa Management, para desainer bisa menggunakan model-model yang berada di Kafa Management untuk memperkenalkan produk mereka ketika event berlangsung.
Enam tahun lalu Kafa melenggang di fashion week internasional. Sejak saat itu dia menetap di Paris-yang terkenal sebagai pusat mode dunia. Namanya melambung tinggi setelah wajah tampannya terpampang di beberapa majalah kelas internasional.
Orang menyebut Kafa adalah supermodel. Rahang tegas, tatapan tajam dan tubuh kekarnya, menjadi daya tarik sendiri untuk menjadi magnet fashion. Apa saja yang dipakai Kafa, selalu terlihat fashionable.
Sayangnya, kesempatan menjadi supermodel itu sudah berakhir, karena seminggu yang lalu, Kafa memutuskan menjadi CEO di perusahaan yang didirikan papanya untuknya. Sesuai dengan kesepakatan dengan sang papa-Syailendra, Kafa bisa mengejar karir modelnya, tetapi dia akan tetap menjadi CEO di Kafa Management suatu saat nanti.
Enam tahun adalah waktu yang diberikan sang papa. Hingga saat waktu itu tiba, mau tidak mau Kafa harus kembali ke Indonesia. Melepas perlahan mimpi yang sudah dia raih. Namun, tak masalah bagi Kafa, namanya sudah dikenal di kalangan model, jadi dia masih akan menjadi role mode untuk dunia fashion. Karena dia adalah supermodel.
“Ini gawat, Fa,” ucap Gala-asisten Kafa seraya mengayunkan kakinya menghampiri meja Kafa. Pria yang seusia Kafa itu adalah teman sekaligus asistennya. Gala sudah seperti saudaranya bagi Kafa. Sejak orang tuanya meninggal, Gala tinggal bersama dengan orang tua Kafa. Mereka sudah menganggap Gala anak sendiri dan sebaliknya Gala sudah menganggap kedua orang tua Kafa-orang tuanya sendiri.
“Apa yang lebih gawat dari pakaian dalam Supermen yang berubah menjadi di dalam?” Senyuman polos pria tampan selalu saja tetap memesona.
“Astaga! Kenapa membahas pakain dalam Supermen. Ini lebih gawat dari itu!” Gala menatap lekat wajah Kafa
Kedua bola mata yang dihiasi bulu mata indah milik Kafa berkedip-kedip manja ketika temannya tampak serius. “Apa Supermen tidak pakai pakaian dalam?” Kafa langsung tertawa membayangkan ucapannya sendiri.
“Fa …,” teriak Gala kesal.
“Oke-oke, katakan padaku, ada apa?” tanya Kafa mulai serius.
Gala memutari meja Kafa. Menuju ke laptop milik temannya. Melihat Gala yang mengambil alih laptopnya, Kafa memundurkan tubuhnya. Memberikan ruang untuk Gala memainkan mouse pada laptopnya.
Tangan Gala sibuk memainkan mouse. Mengklik laman untuk dibuka. Kafa dengan saksama melihat apa yang dilakukan oleh Gala.
“Kamu mau menunjukan foto pulgar ya?” tanya Kafa menengadah melihat Gala yang posisinya lebih tinggi darinya. “Tidak baik, Galah!” Kafa biasa memanggil temannya itu dengan panggilan Galah. Menurutnya itu adalah doa agar temannya itu bisa tinggi seperti galah, tetapi tidak sama sekali temannya itu menjadi tinggi. Padahal kedua orang Kafa sudah memberikan Gala susu merk jerapah. Berharap Gala bisa tumbuh setinggi jerapah. Sayangnya, hanya Kafa yang mempan minum susu merk jerapah karena akhirnya dia benar-benar tumbuh tinggi.
“Siapa yang mau menunjukan foto pulgar,” elak Gala. Tangannya masih sibuk bermain mouse. “Ini dia,” ucapnya Gala menemukan apa yang dicarinya. “Lihatlah!” perintah Gala pada temannya.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Selamat datang di Novel Myafa🥰...
...Sudah lama tak bersua. Semoga kalian masih berkenan membaca novel aku....
...Tidak seperti biasa, novel ini tidak punya jadwal. Karena aku masih ngerjai Al-Shera....
...Jadi novel ini tidak up tiap hari....
...Pastiin kalian follow Instagram...
...Myafa16...
...Untuk info update...
...Jangan lupa buat like dan komentar....
...Kasih poin kalau ada....
...Gratis cari di pusat misi....
...Selamat membaca 🥰🥰...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kafaeel Syailendra
.
.
.
.
.
Danica Florencia
.
.