My Supermodel Husband

My Supermodel Husband
Menjatuhkan



Kafa menatap layar laptopnya. Kedua bola matanya membulat sempurna ketika melihat foto di dalamnya. “Astaga, ini lebih gawat dari Supermen yang lupa pakai pakaian dalamnya,” ucap Kafa melihat foto yang di depannya.


Gala yang mendengar hanya bisa mendengus kesal. Sejak temannya itu ke luar negeri, otaknya semakin tidak sempurna. Entah apa yang dimakannya di sana hingga membuatnya sedikit tidak waras.


“Bagaimana bisa wajah tampanku bersanding dengan Galagadot begitu?” Kafa terkejut dengan wajahnya yang bersanding dengan seorang wanita.


Saat namanya disebut, Gala menatap tajam pada temannya. Hingga, akhirnya Kafa menyadari jika mulutnya salah berucap.


“Maksudku Gal Gadot KW,” elak Kafa dengan senyuman di wajahnya.


“Apa kamu pernah berpose seperti ini?” tanya Gala yang penasaran.


Kafa memerhatikan dengan saksama wanita yang berpose dengannya. Pose kali ini sangat intim. Tubuh mereka saling menempel tanpa sehelai benang pun. “Kenapa tubuhku jelek sekali?” Bukan fokus dengan pertanyaan Gala, mulut Kafa justru membahas hal lain. “Dan lihatlah wanita ini, jelek sekali!”


“Fa, bisakah kamu serius!” Gala sudah kehabisan kesabarannya. Dari tadi temannya terus saja bercanda.


“Aku tidak pernah berpose seperti itu,” elak Kafa. Dia ingat betul jika selama menjalani dunia permodalan tidak pernah berfoto bugil seperti itu.


Gala mendengus kesal. “Foto ini sudah tersebar di internet, akan jadi sasaran empuk para media saingan Syailendra Grup. Terlebih lagi minggu depan akan ada acara pengumuman kamu menjadi CEO dan ini sangat bahaya sekali.”


“Lalu bagaimana?” Kali ini Kafa mulai serius. Ini menyangkut pekerjaan dan nama baik keluarganya. Jadi mau tidak mau dia harus menyelesaikannya. “Bagaimana semua ini ada?” tanyanya.


“Apa tujuannya melakukan hal ini?” tanyanya.


“Apalagi jika bukan untuk menjatuhkan kamu.”


Kafa mengembuskan napasnya kasar. Dia pun menduga yang dikatakan oleh Gala benar. Segala hal memang penuh persaingan dan cara paling sering dilakukan adalah menjatuhkan.


“Ini sudah beredar luas, dan sulit untuk menghentikan penyebarannya. Netizen cepat sekali jika lihat yang seperti ini. Untuk hiburan mereka bergosip.”


“Aku yakin ini diedit oleh orang yang ahli. Minta orang IT kita melacak di mana awal foto ini di upload. Kita akan mulai dari sana. Jika kita sudah temukan semua ini, kita akan telusuri semuanya.”


Gala mengangguk. Kemudian keluar dari ruangan Kafa. Menjalankan semua apa yang diminta oleh Kafa.


Kafa menyandarkan tubuhnya ke kursinya. Rasanya sama beratnya menjalani bisnis dengan menjalani dunia model. Dulu, dia juga kerab diterpa isu, tetapi semua bisa teratasi. Namun, tidak ada yang sampai hal hina seperti ini yang disebar. Kafa tidak menyangka jika ada saja lawan yang berusaha untuk menjatuhkan. Kafa mengingat bagaimana papanya memintanya untuk memulai mengurus Kafa Management.


“Mulailah bekerja besok di kantor. Kafa Management Papa buat untukmu. Jadi jagalah. Kamu sudah punya banyak pengalaman. Jadi manfaatkanlah. Lagi pula dunia model juga tidak selamanya bisa kamu nikmati. Jadi berbisnis adalah solusi untuk menyiapkan masa depanmu.”


Baru saja Kafa sampai di rumah. Wejangan dari sang papa sudah menyambutnya. Paling tidak dia harus kembali untuk mengurus semuanya. Apalagi dia sudah berjanji pada papanya jika dia akan mengurus perusahaan yang dibuat papanya itu untuknya.


Kafa mengembuskan napasnya ketika mengingat bagaimana dia baru memulai pekerjaan, tetapi sudah mendapatkan halangan. Kali ini dia tidak akan tinggal dan akan membuat orang yang melakukan semua itu