
Saat ini Aland tengah berada di depan sebuang rumah dengan gerbang yang sangat indah nan elegan.
''Inikah rumahnya'' tanya Aland kurang yakin karna rumah itu tak terlihat seperti rumah pada umumnya tapi lebih terlihat seperti istana dalam negri dogeng, Aland pun kembali melihat alamat di ktp Ellena dan memastikan alamat itu benar atau tidak.
''Iya benar ini almatnya'' lalu Aland turun dari mobilnya untuk menghampiri securty yang berjaga di dekat gerbang rumah Ellena
''Malam pak, apa benar ini rumah nona Ellena?'' tanya Aland meyakinkan
''Nona Ellena Felicity?''tanya security itu pada Aland
''Eee iya pak'' jawab Aland ragu karna selama 3 bulan ini Ellena mengejarnya ia tidak pernah memperhatikan Ellena sedikitpun karna dirinya benar - benar terlalu sibuk pada pekerjaannya
''Iya benar ini rumah nona kami Ellena, ada yang bisa saya bantu tuan'' tanya securty itu pada Aland
''Iya, nona Ellena berada di dalam mobilnya, tolong antarkan dia ke kamarnya
Security itu hanya diam menatap mobil Ellena yang masih menyala
''ada apa pak?'' tanya Aland karena melihat ekspresi takut pada security itu
''Ss - saya tidak berani mengajk nona masuk ke kamarnya tuan'' terang securty itu jujur, karena Ellena tidak pernah mengijinkan siapapu masuk ke kamarnya kecuali pembantu yang memang di tugaskan untuk membersihkan kamarnya itu, jangankan masuk ke kamar Ellena bahkan pembantu yang ada di sana pun tidak pernah berani menyentuh kulit mulus Ellena, karena Ellena juga tak mengijinkan siapapun menyentuhnya,kecuali Aland.
''Bisakah anda yang langsung mengantar nona ke kamrnya tuan,sepertinya anda orang yang spesial'' pinta security itu pada Aland
Mau tidak mau akhirnya Aland pun mau mengantarkan Ellena masuk ke rumahnya
''Kau benar - benar menyusahkanku Ellena'' gerutu Aland setelah masuk ke dalam mobil dan menatap Ellena sedikit tajam
Lalu gerbang pun di buka oleh securty itu dan langsung mengangatar Aland ke bagasi rumah Ellena.
Aland pun menggendong Ellena ala bridal style untuk masuk ke dalam rumahnya, Aland pun mengikuti pembantu yang tadi di panggil oleh securty itu untuk mengantar Aland mencari kamar Ellena.
Dan sampailah Aland di depan pintu kamar mewah di dasari warna putih dan corak kuning pada atas dan tengahnya,menambah kesan mewah nan elegan pada pintu kamar itu.
Pintu pun di buka oleh pembantu yang di ikuti Aland tadi.
''Silahkan tuan, ini kamar nona Ellena'' terang pembantu itu pada Aland lalu berlalu pergi
Aland pun masuk ke dalam kamar Ellena menutup pintu dengan satu kakinya, Aland pun meletakkan Ellena di ranjang king size milik Ellena, Aland pun menatap Ellena sedikit lama, selama ini Aland tidak pernah menatap Ellena se intens ini, tapi malam ini Ellena terlihat berbeda, mata tertutupnya terlihat sangat indah di mata Aland, wajahnya terlihat sangat damai saat dirinya tertidur seperti ini
Aland yang memperhatikan wajah Ellena pun matanya berhenti pada bibir Ellena, bibir itu terlihat sangat menggiurkan bagi Aland, warna bibir yang terhiasi lipstik berwarna merah muda, bibit bawah yang tebal sedangkan bibir atasnya terlihat tipis menambah kesan manis pada bibir itu.
''Hah Aland apa yang kau pikirikan'' gerutu Aland pada dirinya sendiri karna sudah memperhatikan bibir yang terlihat sangat manis itu.
Aland pun bangkit dari duduknya hendak pergi meninggalkan kamar Ellena, tapi Aland yang baru akan membuka pintu pun mengurungkan niatnya karna mendengar isak tangis dari ranjang Ellena, yang otomatis seseorang yang menangis itu adalah pemilik kamar ,Ellena.
''hiks hiks hikssss'' tangis Ellena pelan dengan mata yang masih tertutup
Aland yang penasaran pun kembali menghampiri Ellena dan duduk di sebelah Ellena lagi
''Ku mohon, jangan kembali padanya'' gerutu Ellena pelan masih memejamkan matanya
''Ku mohon, aku menunggumu Aland'' gerutu Ellena lagi
Entah apa yang di mimpikan Ellena sampai seperti ini.
''Kenapa dia menyebut namaku'' tanya Aland dalam hatinya
Aland yang melihat Ellena masih menangis terpejam pun mengulurkan tangannya untuk mengusap rambut Ellena pelan memberi rasa aman dan nyaman pada tidur Ellena.
Entah apa yang merasuki Aland saat ini dirinya pun dengan ragu mencium kening Ellena, ciuman di kening yang terjadi cukup lama, lalu Aland pun menyudahi ciumannya pada kening Ellena lalu berlalu pergi meninggalkan kamar itu.
...****************...
Kamar Aland
Saat ini Aland sudah berada di kamarnya setelah tadi dirinya berjalan sendirian mencari halte bus terdekat, hingga kini samapailah di rumahnya yang menempuh hampir 25 menit dari halte tadi.
''Apa yang terjadi padaku? kenapa ku mencium keningnya, bagaimana jika dia hanya pura - pura tidur tadi, haahhh Aland kau gila benar - benar gila'' gerutu Aland pada dirinya sendiri lalu merebahkan dirinya di kasur single miliknya sembari memukul - mukul bantalnya dengan tangannya sendiri meluapkan kekesalannya karna perbuatannya pada Ellena tadi
Pagi hari di kamar Ellena
Ellena terbangun dari tidurnya, semalam dirinya bermimpi bahwa Aland kembali lagi pada mantan kekasihnya dan meninggalkan Ellena. Ellena pun menangis dalam mimpinya sembari berkata pada bayangan Aland yang sudah terlihat jauh dari pandangannya, tapi setelah itu Aland datang kembali lalu menenangkannya dan mencium keningnya.
Ellena mengira yang di lakukan Aland kemarin adalah sebuh mimpi, tapi kenayataannya Aland memang benar - benar menenangkannnya bahkan mencium keningnya dengan sangat lama.
''Kenapa rasanya sangat nyata di keningku? hahh aku sudah mulai gila karnamu Aland'' sembari memegang kepalanya yang berdenyut karna minuman semalam.
Ellena pun bangun dari tidurnya lalu membersihkan diri hendak berangkat ke kampusnya hari ini.
Ellena yang sudah rapi dengan bajh sabrina berwarna biru dan rok panjang yang terdapat robekan di sebelah kanannya hingga memperlihat kan kaki jenjang Ellena di lengkapi dengan sepatu hitam dan tas selempang hitam pendek miliknya, menambah kecantikan Ellena yang tidak ada duanya.
Ellena pun menuruni anak tangga rumahnya menuju meja makan.
''Selamat pagi nona'' sapa para pelayan di rumah itu
Seperti biasa dirinya akan sarapan sendiri pagi ini karna ayah dan ibunya memang jarang berada di rumah, mereka hanya sibuk pada kegiatan masing - masing , sibuk pada pekerjaanya masing - masing.
Ellena yng sudah terbiasa pun acuh tak menghiraukan keberadaan ayah dan ibunya, yang jarang dirinya lihat.
''Bik'' panggil Ellena ada pelayannya yang menunggunya di sebelah tempat dirinya duduk saat ini
''Iya nona'' sahut pelayan itu
''Siapa yang mengantar ku ke kamar kemarin'' tanya Ellena penasaran
''Teman anda nona'' sahut pelayan itu
''Apakah dia laki - laki?'' tanya Ellena mengarah pada Aland
''Iya nona, teman anda memakai kemeja putih tadi malam'' sahut pelayan Ellena menjelaskan
''Apa yang mengantarku ke kamar adalah Aland kemarin? '' tanya Ellena dalam hati pada dirinya sendiri.
''Aku harus menemui Aland nanti'' kata Ellena senang pada dirinya sendiri.
next?
maaf gaje ini hasil karya pertamaku😇
semoga suka ya 😇😇