My Struggle

My Struggle
Graduation



Hari yang ditunggu Alisa telah tiba, hari ini adalah hari kelulusan dikampusnya, Alisa dengan cepat menyelesaikan kuliahnya dalam 2,5 tahun saja dan dia mendapatkan beasiswa luar negeri.


“Pasti ibu dan ayah bangga melihat Alisa sekarang, Alisa udah bahagia bu” Batin Alisa


“Alisa ayo cepetan katanya jam 8 dimulai” Ucap Rara teriak dari luar


“Iya sebentar bawel banget sih lo”


Rara hanya bisa melongo melihat sahabatnya yang sangat-sangat cantik berbeda dari hari biasanya. Alisa memakai kebaya ibunya dan sudah memakai topi toga yang membuatnya lebih bijaksana.


“Rara lo kenapa”


“Eh Alisa lo cantik banget tau, gue iri sama lo” Ucap Rara kagum


“Halah udah biasa kali Ra, udah ayo buruan takut telat”


“Eh iya-iya”


Adam menunjukan ekspresi yang sama dengan Rara tatakala Alisa mulai memasuki tempat yang disediakan.


“Rara itu bener si Alisa?” Tanya Adam


“Heem, gue tau lo makin kepincut kan?” Goda Rara


“Iya ampun dia kenapa jadi cantik banget sih” Ucap Adam lebay


Hari ini menjadi hari yang sangat special dan berarti bagi Alisa dia benar-benar lulus dengan nilai terbaik.


Alisa sangat terbawa suasana dia sangat sedih dikala orang lain dengan orang tuanya dia hanya diwakili sahabat terbaiknya Adam dan Rara. Alisa memutuskan untuk ketaman belakang karena memang itu tempat yang paling aman untuk menenangka dirinya.


*****


“Tuan hari ini tuan ada agenda di kampus apakah tuan akan datang?” Tanya Ken


“Untuk apa aku harus datang?” Ucap Aditya tanpa engalihkan pandangan dari laptopntnya


“Begini tuan, rektor yang baru Pak randy mengundang tuan dengan hormat dan kita juga sekalian melihat kinerjanya bagimana?”


“Atur saja Ken”


“Baik tuan”


Aditya sudah datang dan disambut dengan meriah oleh pihak kampus serta berterima kasih telah berkenan hadir diacaranya.


Mendatangi kampus ini hanya membuat luka di hati Aditya karena mengingatkan pada sang adik


Aditya tidak pokus mengikuti acara malah dia izin keluar dan mencari udara segar, dan tentu banyak yang mengagumi ketampanan orang yang banyak berjasa itu.


“Kenapa ada orang yang masih datang kesini seperti gak ada kerjaan” Ujar Aditya yang melihat Alisa duduk membelakanginya di bangku taman


*****


“A alisa kangen ibu” Ucap Alisa tertunduk


“Alisa gak bisa pulang bu, lusa Alisa akan ke Amerika maafin Alisa bu” Ucap Alisa sesenggukan


Mendengar kata Amerika Aditya langsung menghampiri orang yang sedang duduk dibangu taman kampus itu.


Sebenarnya Aditya bukan tidak mampu membawa adiknya dari Amerika tapi dia takut membuat sang adik lebih benci padanya.


“Maaf apakah saya mengganggu” Ucap Aditya dan langsung duduk disamping Alisa dia belum menyadari orang yang disapanya, dan entah kenapa seperti ada magnet yang menariknya Aditya spontan melakukan itu semua.


Alisa buru-buru menyeka air matanya dan melihat siapa yang menyapanya.


Deg


Mata mereka beradu pandang sorot mata Alisa sangat tajam, tak terkecuali Adit sangat sulit ditebak.


“Apa ini” Ucap Aditya meraba dadanya sendiri


Alisa yang melihat gelagat orang yang terkena penyakit jantung langsung panik, dia mengira bahwa Aditya serangan jantung terlebih asistennya Ken pernah menyebutnya dia punya riwayat lemah jantung.


“Maaf pak, bapak tidak papa?” Tanya Alisa khawatir dan sesegera mungkin mencari pertolongan, dia lupa akan kesalahan Aditya ditempo lalu


“Saya tidak papa saya hanya butuh udara segar” Ucap Aditya


“Dan satu lagi jangan pernah panggil bapak emang saya orang tua anda”


“Eh iya maaf” Alisa memamerkan gigi rapihnya untuk menutupi kegugupannya.


Senyuman Alisa membuat Adit tidak karuan dia terus memegangi dadanya dan menghirup udara sebanyak-banyaknya.


“Eh pak apa perlu saya hubungi ambulance?” Tanya Alisa


“Jangan pernah panggil saya pak apa kamu mengerti?” Tanya Adit cukup tegas


“ Dasar aki-aki bener gue mau nolongin tapi ribet amat sih” Gerutu Alisa tapi masih terdengar oleh Aditya


“Saya bukan kakekmu ya, panggil saja saya Adit”


“ Bapa denger ya eh Adit maksud saya”


Aditya terkekeh melihat tingkah laku orang yang ia sebut orang gak jelas itu.


“Oh iya saya dengar anda mendapat beasiswa ke Amerika?”


“Iya saya sangat bersyukur”


“Apakah kamu bisa membawa adik saya ke Indonesia kembali?”


“Zen maksudnya? Saya juga gak tau Dit dia dimana sekarang, padahal dia teman terbaik kami, kami gak tau dia tiba-tiba pindah kuliah tanpa menghubungi terlebih dahulu” Ucap Alisa tersenyum dia sudah merelakan sahabatnya itu dan mendukung apapun apa yang Zenia putuskan bagi Alisa hanya ingin yang terbaik bagi sahabat-sahabatnya.


“Dia di Amerika”


“Apa jadi selama ini dia disana? Kenapa anda tidak memberitahukan kami?”


“Jangan formal biasa saja”


“Ada alasan dibalik itu semua Al, kamu gak perlu tahu”


Alisa mengerti dia tidak seharusnya masuk lebih dalam dengan urusan mereka dia harusnya cukup dengan hanya melihat kebahagian Zen sahabant.


“Baiklah saya akan ke Aula kembali, mungkin teman-teman saya menunggu” Ucap Alisa dan langsung berdiri tetapi Aditya mencekal tangan Alisa dan mengaharuskannya untuk duduk kembali.


Aditya langsung melepaskan tangan Alisa dadanya sakit kembali dia sangat heran apakah jantungnya bermasalah kembali itu yang dipikirkan Aditya.


“Adit kenapa lagi?”


“Bawa adiku kembali” Aditya masih memegangi dadanya


“Hanya kamu yang bisa membawanya”


“Tapi aku tidak yakin” Ucap Alisa Ragu


“Tolonglah Al, cuman Zen keluargaku satu-satunya”


“Saya bukan siapa-siapanya, kamu kakaknya pasti lebih mengerti Zen”


“Aku memang kakak yang gak berguna membiarkan adiknya hidup sendiri, tapi aku hanya ingin yang terbaik buat adikku, pasti setap kakak memberikan perhatiannya dengan cara yang berbeda-beda aku hanya ingin dia mandiri Al, tolong” Hampir diusianya saat ini Aditya tidak pernah semelas ini meminta pertolongan pada seseorang.


“Baiklah aku akan mencobanya”


“Alisaaaaaaaa” Rara dan Adam meliahat mereka berdua


Adam sedikit cemburu pada laki-laki yang dismping Alisa, Rara dan Adam langsung menghampiri mereka.


Kebetulan Ken pun menemukan tuannya bersama dengan perempuan.


“Alisa kami cariin lo malah asik berduaan” Rara mendelik kesal dia belum sadar yang disamping Alisa itu siapa.


Aditya langsung berdiri membenarkan jasnya dan memasang wajah dinginnya kembali.


“Maaf tuan, tuan harus kembali kekantor” Ucap Ken


“Baiklah” Ucap Aditya tanpa basa-basi dan meninggalkan taman itu.


“Alisa lo kok bisa berduaan sih sama pak Adit sialan itu, dan lo gak denger nasehat gue ya jangan pernah campuri urusan mereka gue kasian sama lo Al” Hardik Rara


“Jangan gitu lo Rara gak ada sopan-sopannya tau” Ujar Alisa


“Iya Alisa lo kok bisa disni ngapain aja?” Tanya Adam dengan sedikit terbakar api cemburu


“Iya dia cuman memberi tau gue Zen ada di Amerika” Jelas Alisa


“Apa Amerika? Kalau gitu kebetulan dong Al sampaikan ke si Zen gue minta maaf ya ya “ Ucap Rara memelas


“Amerika luas kali, emang upil lo kecil” Hardik Adam


“Ye gini nih yang cemburu ngomongnya suka ngelntur aja” Ucap Rara kesal


“Cemburu? Kesiapa?, dan ya memang luas sih tapi gue akan berusaha mungkin saja ketemu yak an?”


“Alisa-Alisa ya cemburu sama lo lah dia liat lo berduaan sama pak Adit dasar gak peka lo, pokonya harus ketemu”


“Apaan sih mending kita masuk lagi takut ada pengumuman tadi setelah selesai gue buru-buru kesini”


“Iya udah iya cepetan makannya” Mereka berdua beriringan dan disusul Adam


“Apa lo gak akan buka hati buat gue Al?” Batin Adam


Akhirnya graduation Alisa berjalan dengan lancar tinggal menunggu keberangkatnya ke Amerika.


-


-


-


-Salam❤