My Struggle

My Struggle
Rencana Busuk



Alisa baru saja ingin memejamkan matanya Handphone nya tiba-tiba berdering.


“Ya Tuhan apalagi ini” Alisa hampir saja prustasi


“Adam? Ada apa? apa terjadi sesuatu sama mereka?” Batin Alisa


“Sudahlah angkat saja takutnya ada yang penting”


“Haloo, Al kok lo lama banget cuman angkat telepon doang” Adam sedang kumat kamit di sebrang sana


“Iya maaf, emang ada apa sih?” Tanya Alisa


“Oh iya kalian disana baik-baik aja kan?”


Memang beberapa bulan terakhir ini Alisa jarang menghubungi Adam ataupun Rara karena memang mempunyai kesibukan yang segudang begitupun mereka sudah mempunyai pekerjaan dan kesibukannya masing-masing.


“Kami baik-baik aja Al, oh iya gak tau kenapa bibi gue pengen banget ketemu sama lo? Gimana dong katanya penting? Makannya gue ngehubungin lo” Jelas Adam


“Emang gak bisa lewat telpon?” Tanya Alisa


“Iya kalau bisa pasti yang ngomong sekarang itu bukan gue tapi bibi gue, kasian Al sakitnya tambah parah mungkin memang penting banget lo ada waktu gak? Soal biaya biar gue aja yang tanggung”


“Bukan masalah biaya atau gimananya tapi gue bener-bener sibuk Dam, gue belum bisa balik ke Indonesia secepatnya paling 1 atau 2 bulan lagi kayanya bisa deh” pikir Alisa


“Tidak masalah kok Al tapi gue harap lo bisa usahain ya gue takut bibi gue gak bertahan lama”


“Husst lo kok ngomong yang gak bener sih Dam bukannya doain malah nyumpahin lo”


“Bukan gitu Alisa pokoknya gue tunggu lo disini secepatnya”


“Gue duluan yague masih banyak tugas baye” adam langsung mematikan telponnya


“Ada apa perasaan gue gak pernah ada masalah deh sama bibinya Adam” Benak Alisa


“Oh iya apa gue emang harus ke Indonesia ya biar gue sekalian bawa si Zen dan gue cuman punya waktu satu bulan untuk meyakinkannya” Alisa langsung tertidur dengan nyenyaknya


Ditempat lain seseorang sedang menceritakan apa yang telah dilaluinya hari ini.


“Mah si Alisa kenapa kok bisa kesini sih?” Tanya Bela


Bela menjelaskan semuanya pada ibunya Rumini bahwa dia melihat Alisa dengan Raka berdua di mobil


“Kamu terus awasi nak dia berniat jahat sama kita” Rumini terus memengaruhi putrinya itu


Bela memang wanita polos yang berhasil dipengaruhi oleh ibunya sendiri yang berniat menguasai harta kekayaan Angkasa group Bela hanya mematuhi peraturan ibunya dan memang dari kecil sudah dipengaruhi sifat belapun berubah seperti menyerupai ibunya sendiri memang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, tetapi rencana busuk ibunya itu dia sama sekali tidak tahu.


“Terus selanjutnya apa rencana kita?”


“Kamu harus bisa masuk dalam lingkup persahabatan Alisa nak, selebihnya kamu bisa atur sendiri”


“Baik mah aku akan melakukan segala cara supaya dia tidak mendekati keluarga kita” Ucap Bela yakin


**


Hari demi hari Alisa dan Cristy bukannya tambah akur tapi mereka berdua malah makin renggang karena memang Alisa suka menasehati Cristy padahal niatnya baik untuk membantu Cristy keluar dari zona haram, yaps itu semua Jordan tidak mengetahuinnya yang terpenting ketia dia pulang kedua putrinya ada dirumah.


“Gimana lo masih belum baikan?” Tanya Zen


“Gak mungkin deh Zen gak tau gue harus gimana, gue cuma ingin yang terbaik untuknya”


Alisa, Zen dan Raka sedang menuju ke kampusnya, semenjak ketemu Raka memang Alisa sering ikut nebeng dengan kedua sahabatnya apalagi Raka memang satu kampus dengannya.


“Kata gue juga apa Al lo gak dengerin kita jadi gini memang kalau sudah dari kecil didik yang gak bener tuh susah diubahnya” Sahut Raka


“Ya apa salahnya mencoba” Jawab Alisa


“Ka sebentar itu ada orang yang kecelakaan coba tolongin” Titah Zen


“Gakpapa kali Ka masih ada 30 menit lagi kasian tuh tolongin” Sergah Alisa


Akhirnya Raka turun dari mobilnya, memang mereka melihat seorang perempuan yang terserempet motor dan Raka langsung membantunya.


“Kok gak asing nih muka gue kaya yang kenal tapi siapa?” Raka menerka-nerka


“Apakah kamu bisa menolongku?” Tanya perempuan itu dalam bahasa Inggris.


“Oh tentu” Ucap Raka dan langsung memampah ke mobilnya.


“Bela lo? Tanya Zen, Zenia baru menyadari yang dia lihat itu Bela


“Hm padahal jangan ditolongin aja tuh anak, biar mati aja” Benak Zen


“Eh Zen?” Bela pura-pura terkejut dan pura-pura kesakitan


“Apa lo gakpapa? Apa perlu kita ke rumah sakit?” Tanya Alisa


“Rumah sakit? lo berlebihan banget Alisa nanti juga sembuh sendiri lagian kita kan lagi buru-buru” Zen mendelik kesal


“Zen lo jangan gitu” Ucap Alisa


“Gakpapa ko Al bener apa yang dikatakan Zen, mending kita langsung ke kampus aja, gakpapakan gue ikut? Tanya Bel


“Gakpapa kok udah agak deket ini yakan Ka?” Tanya Alisa pada Raka


“Tidak masalah” Jawabnya


Zen dan Bela duduk bersebelahan di belakang, Zen sangat tidak suka dengan Bela yang memang dia sangat paham dengan sifatnya, sayangnya Zen belum mengetahui bahwa Bela kakak tirinya begitupun sebaliknya.


“Eh lo pasti punya rencana jahat kan? Ngaku aja lo gue gak akan tertipu” Zen melirik Bela


“Aku gak sejahat yang kamu pikirkan Zen, aku ngaku salah aku minta maaf terutama kamu Al” Bela pura-pura menyesal


“Apa-apaan lo aku kamu, biasanya juga lo gue” Ujar Zen kembali


“Zen lo gak bisa kasih kesempatan sama Bela? setiap orang bisa berubah” Tutur Alisa


“Seperti biasa aja Bel jangan terlalu formal” Titah Alisa


“Dan lo gak pernah bisa berubah Alisa” ternyata mereka sudah sampai dikampus Zen dan Zen langsung turun dari mobil


“Awas aja lo Zenia lo akan menderita” Batin Bela


“Bel kita udah sampai, oh iya gue dan Raka duluan” Alisa membuyarkan lamunan Bela


“Eh sekali lagi terima kasih Al lo udah mau nerima dan maafin gue”


“Cih najis gue berteman sama orang udik ini” Batin Bela


Ya Bela seperti orang yang bermuka dua, bagaikan Iblis tanpa tanduk.


“Apa yang dikatakan Zen kok gue gak paham ya Ka?” Tanya Alisa pada Raka


“Alisa-Alisa lo gak nyadar? Liat niat lo untuk merubah Cristy gagal kan? Terus Bela? Lo mau ubah juga? Lo pikir ngerubah seseorang itu gampang? Sebelum merubah orang lain rubah dulu diri lo, dan jadi orang jangan terlalu baik Alisa, otomatis lo akan mudah terpengaruh dan mudah dimanfaatkan orang lain.


Alisa terdiam mencerna kata demi kata yang diucapkan Raka.


-


-


-


- Maaf ya authornya baru Up kembali tetap semangat dan sukses untuk semua❤