My Struggle

My Struggle
Sakit hati?



Mereka sudah berada di dalam taksi Rara terus mengomel pada Alisa yang mau saja membantu orang seperti Aditya.


“Al lo gimana sih, gak dengerin gue banget ini kan akibatnya”


“Gue gakpapa Rara cuman pusing”


“Tapi itu bisa ganggu aktivitas kamu Alisa gimana sama persiapan ke Amerika dan wisuda lo”


“Dan besok lo harus ke kampus lagi kan?


“Oh iya lo ngomong apa aja dengan ibunya Raka lo jangan terlalu dekat ya Al”


Rara terus nyerocos sana sini tanpa sadar Alisa sudah pingsan


“Al Alisa lo dengerin gue ngomong gak sih?”


Alisa tidak bergerak sama sekali membuat sahabatnya itu khawatir.


“Alisa ini gak lucu tau, Alisa lo kenapa?” Rara menggoyag-goyangkan bahu Alisa


“Pak ini teman saya kenapa ya?” Tanya Rara pada supir taksi


“Mungkin pingsan nona, tadi katanya nona yang pingsan ngeluh sakit kepala, apakah punya riwayat penyakit yang serius non?” Tanya Supir


“Hm ngga pak tapi teman saya memang punya penyakit kurang darah tapi tidak sampai seperti ini” Jelas Rara


“Oh tapi bisa jadi nona bagaiman jika saya putar balik kembali untuk mengantar ke rumah sakit?”


“Baiklah secepatnya ya pak” Rara sangat khawatir karena Alisa belum juga bangun


Mereka sudah sampai dirumah sakit dan Alisa langsung ditangani oleh dokter dan satu orang suster.


Rara tak sengaja melewati ruangan Aditya yang sedang memaki Ken.


“Kenapa wanita yang gak jelas itu yang harus jadi pendonorku Ken?” Emosi Aditya


“Maaf tuan darah tuan sedikit langka dan stok dirumah sakit sedang kosong karena kelangkaanya, dan dulu saya pernah mendengar nona Alisa mendonorkan darahnya pada nona Zenia, mungkin darah tuan dan nona Alisa juga sama dan sangat kebetulan sama tuan maafkan saya ” Jelas Ken panjang lebar


“Aaaaggrrrh” Aditya merasa prustasi dia kepikiran kembali adiknya Zen


“Ken kita pindah dari rumah sakit sempit ini” Ucap Aditya


“Baik tuan”


Memang Aditya memiliki rumah sakit yang sangat luas dan bahkan rumah sakit terbesar di Indonesia tahun lalu pun pernah masuk rumah sakit terbesar di Asia Tenggara.


Rara langsung buru-buru meninggalkan pintu rawat Aditya tapi terlanjur terlihat oleh Ken.


“Maaf bukannya nona Rara?” Tanya Ken


( Aduh dia liat gue tadi gak ya, bisa malu kalau ketahuan” Batin Rara


“Iya dengan saya ada apa?” Rara memasang wajah juteknya


“Bukannya nona sudah pulang?” Tnaya Ken kembali


“Iya kami sudah pulang dan gara-gara tuan lo yang sialan itu sahabat gue malah masuk rumah sakit”


“Apa? maafkan saya nona saya tidak tahu” Ucap Ken merasa bersalah


“Gakpapa sih tapi harus tanggung jawab”


“Baik nona secepatnya saya akan membayar perawatan nona Alisa”


Alisa belum juga sadar, Rara masih setia menunggunya.


Drtttrrrrtttt


“Halo Dam apa?” Tanya Rara


“Kok kalian gak ada dikosan ini udah tengah malam tahu” Ucap Adam


“Gue dirumah sakit si Alisa pingsan Dam”


“Alisa pingsan? Kasih tau aja lokasinya dimana gue kesana”


Rara dan Adam berharap cemas menunggu dokter keluar


Setelah sekian lama dokterpun keluar dan memberikan penjelasan yang sangat memuaskan, Alisa hanya terlalu kelelahan dan dehidrasi berat tetapi harus dirawat mala mini juga.


Akhirnya Alisa sudah sadar, Rara dan Adam langsung memasuki ruangan yang dipakai Alisa


“Gue dimana Rara” Alisa memegangi kepalanya


“Lo dirumah sakit, lo sih bandel Alisa, dari dulu lo kan punya penyakit masih aja bantuin orang”


“Dan asal lo tahu Alisa Aditya itu laki-laki yang sombong dia gak mau darah lo ngalir ditubuhnya”


“Maksud lo apa Rara?”


“Gue denger tadi dia lagi marahin si Ken karena pendonornya lo, itu juga gak sengaja sih gue sarannin lo jangan berhubungan dengan keluarga itu Al gak ada untungnya juga kan?”


Alisa sangat bingung tentang perkataan yang disampaikan Rara, padahal dia sangat ikhlas membantu dan mendonorkan darahnya.


“Jangan gitu Rara dia baru aja sadar” Jelas Adam


“Biar si Alisa tahu Dam kalau sama orang lain jangan terlalu care kan ujung-ujungnya gini kan”


“Gakpapa Ra gue ikhlas kok, oh iya gue mau pulang sekarang aja” Alisa berusaha bangkit tapi ditahan Rara


“Kata dokter malam ini lo harus dirawat dan istirahat disini”


“Tapi gue harus ke kampus besok Ra” Elak Alisa


“Iya udah lo harus sembuh dulu baru kita ke kampus” Ucap Rara


Malam itu Alisa tidak bisa tidur kembali sampai pagi dan memutuskan pergi dari rumah sakit tanpa sepengetahuan Rara yang sedang tidur di sofa ruang rawat Alisa.


“Sekali lagi kau meminta bantuan gadis gak jelas itu jangan harap bisa bekerja diperusahaanku lagi” Aditya menggertak Ken dia tidak benar-benar serius mengancam Ken karena orang sepertinya sangat susah didapat


“Baik tuan maafkan keteledoran saya” Ucap Ken menyesal


Alisa tidak sengaja mendengar perbincangan singkat mereka.


“ Jadi benar apa yang dikatakan Rara kok gue agak sakit ya, iya ampun Alisa apa gunanya sih lo sakit hati ya urusan dia lah mau nerima apa ngga. Oh iya emang pak Adit udah sembuh kayanya udah bisa pulang lagi” Batin Alisa


Alisa buru-buru pergi keruang administrasi tetapi setelah Alisa ingin membayarnya semua perawatannya sudah lunas dibayar atas nama Aditya.


“Cih so soan mau bayarin gue lagi dasar emang orang songong” Batin Alisa


“Maaf nona ada yang bisa saya bantu lagi?” Tanya suster


“saya boleh tahu berapa yang mereka bayar untuk perawatan saya selama disini?” tanya Alisa


“Hm, 10.540.000,00 nona” Jelasnya


“Apa? apa saya gak salah dengar sus?”


“Tidak nona memang ruang yang ditempati nona itu kelas 2 jadi pelayannan nya juga sedikit berbeda”


“Oh iya sudah terima kasih sus”


“Gila kelas 2 aja segitu dan gue juga belum satu hari disini sudah 10 jt lebih, gimana kalau kelas VVIP gue gak akan sanggup bayarnya” Batin Alisa


Alisa memutuskan ke kosannya terlebih dahulu sebelum pergi ke kampusnya.


“maafin gue ya Ra gue duluan” Batin Alisa


Benar saja Rara langsung mencari Alisa dan menanyakanya pada suster, dan susterpun menjelaskan bahwa orang yang dimaksud sudah pulang 3 jam yang lalu.


“Dasar lo Al, masa ninggalin gue sih” Rara terus mengomel dan langsung menuju ke kosan.


Akhirnya Rara sudah sampai dan melihat Alisa sudah rapih yang akan berangkat ngampus.


“Alisa lo tega ya ninggalin geu” Ucap Rara


“Maafin gue Rara gue harus buru-buru, udah ya Bye” Ujar Alisa langsung ngibrit


“Eh Alisa lo kan baru pulang dari rumah sakit” Teriak Rara


“Emang dasar keras kepala kalau udah sakit aja siapa coba yang bantuin” Rara terus ngedumel.


-


-


-


-


-Salam❤