My Struggle

My Struggle
Kabur



Alisa dan Rara menuju kosannya dan tidak sengaja Rara melihat seseorang didepan kosannya Zenia.


Kebiasaann Rara memang tidak bisa diubah sampai kapanpun dia selalu menganga jika melihat orang bening sedikit, Alisa sudah mengetahui gelagat sahabatnya dari awal dan mendahului Rara untuk segera ke kosannya, dia berfikir gelagat itu sudah tidak aneh baginya.


“Al tungguin kenapa sih lo” Mata Rara tidak bisa berpaling dari seseorang yang berada di depan kosannya Zenia


“Makannya buruan, ini gelap tau cepetan gue takut” Elak Alisa


“Iya elah sini dulu Al, liat orang yang ada dikosannya si Zenia itu siapa ya?” Tanya Rara


“Tanya aja sana, paling orang yang mau nyuri" Jelas asal Alisa


“Huust jangan sembarangan Alisa masa ganteng-ganteng maling sih” Rara mendelik kesal


Laki-laki itu menuruni tangga kosan Zen, karena memang kosannya berlantai dua sama dengan kosan Alisa dan Rara hanya berbeda fasilitas saja. Laki-laki itu menghampiri mereka berdua yang tak lain adalah Raka.


Mata Rara terus berbinar sedangkan Alisa mengerilingkan matanya kesal dengan sikap sahabtnya yang sedikit agresif.


“Maaf nona apakah penghuni dikosan lantai atas ada?” Ucap Raka


“Eh pak kalau dipanggil gak nyahut berarti gak ada” Ucap ketus Alisa, dia memang hanya ingin cepat-cepat ke kosannya selain Alisa cape juga dia ingin mandi karena badannya sudah sangat lengket.


“Iya ampun non dingin amat sih” Ujar Raka


Rara menyadari percakapan mereka dan langsung nimbrung.


“Alisa lo apa-apaan jangan gitu ah, gak sopan” Jelas Rara


“Rara” Rara mengulurkan tangannya dan matanya terus berbinar


“Panggil saja saya Raka” Ujar Raka


“Iya ampun Raka? Beda dikit ya sama Rara hehe” Ucap Rara


Alisa yang mendengarnya sedikit enek dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


“Alisa lo mau kemana, tungguin gue maafin sahabat gue ya Ka, sifatnya susah ditebak” Cengir Rara


“Gakpapa, oh iya Ra lo tahu?” Ucap Raka


“Oh iya gue lupa, lo nyariin Zenia?” Tanya Rara


“Eh iya, dia kemana ya gue udah hubungin dari pagi juga” Jelas Raka


“Eh ngomong-ngomong lo siapanya Zen” Selidik Rara


“Oh iya gue sepupunya maafnya perkenalannya gak terlalu jelas” Ucap Raka


Hati Rara meleh dia berfikir masih ada kesempatan untuk mendapatkannya.


“Eh iya dia lagi dirumah sakit, gue sama Alisa baru aja pulang dari sana” Jelas Rara


“Apa rumah sakit? dia kenapa Rara coba jelasin ke gue semuanya” Ucap Raka tegas


Rara langsung terkejut melihat perubahan sikap yang ditunjukannya.


“Jelasin Ra” Ucap Raka dan menggoyang-goyangkan bahu Rara


Rara gelagapan dan akhirnya menjelaskan semua yang terjadi pada Zen.


“Sialan, gue harus beresin semuanya” Ujar Raka dan berlalu meninggalkan Rara


Lagi-lagi Rara kembali terkejut, baru saja dia berharap pada sepupunya Zen itu malah serasa dihempaskan kedasar paling rendah.


Hari telah berganti seperti biasa mereka melakukan aktivitasnya masing-masing. Hari ini Alisa ada kelas pagi dan untungnya Rara kelasnya sore jadi bisa bergantian untuk menjenguk sahabatnya itu.


“Ra, hari ini gue ada kerja kelompok mungkin gue agak sore ke rumah sakit lo gakpapakan? Sebelum gue kesana lo jangan kemana-mana dulu ya”


~Send to Rara~


Alisa terpaksa berbohong padahal tidak ada kerja kelompok di agendanya dia berencana untuk menelusuri rumah Pak Parjo yang sempat ia datangi kemarin.


“Non cari siapa ya”? Tanya seseorang


“Ini pak maaf sebelumnya saya mencari seseorang yang bernama Pak Parjo bapak tau?” Tanya Alisa


“Oh Pak Parjo ya non? Lurus saja, ada gang belok kiri” Ujarnya kembali


“Terima kasih ya pak” Ucap Alisa


Rumah itu iya seperti rumah yang di tunjukan bapak-bapa tadi rumah sederhana tapi kelihatan sangat terawatt.


Tok-tok-tok Alisa terus mengetok-ngetok pintu tetapi tidak ada yang menyahutnya.


“Nona mencari Parjo?” Tanya ibu-ibu


“Iya bu pada kemana ya?” Tanya Alisa


“Ada apa nona mau kontrak disini ya?” Tanya Ibu-ibu lagi


( Oh jadi bapak Parjo itu ngontrak ) Pikir Alisa


“Eh ngga bu saya cuman mau tanya apa benar ini kontrakannya Pak Parjo?” Tanya Alisa


“Iya nona memang ini kontrakannya, tetapi kemarin secara mendadak beliau pindah” Jelasnya


“Apa bu pindah? Ngomong-ngomong ibu tau pindahnya kemana?” Tanya Alisa kembali


“Katanya beliau kembali kekampung halamnnya non, tungu sebentar kalau gak salah waktu pertama kontrak disini beliau ngasih ibu kartu nama mungkin saja ada alamatnya neng” Jelasnya


“Sekali lagi terima kasih iya bu” Ucap Alisa


“Sama-sama non” Ujar sang ibu


( Setau gue alamat ini jauh dari kota ini deh ) Pikir Alisa


Di Rumah Sakit


Rara melihat Adam sedang panik mondar-mandir di depan ruangan Zen yang sedang dirawat


“Hey lo Dam ada apa kaya setrika aja bolak-balik terus?” Tanya Rara


“Oh ya biarin gue yang jagain Zen sekarang lo pulang aja istirahat, makan dan mandi nanti kita kuliah berngkatnya bareng aja” Ucap Rara


“Bukan gitu Ra si Zen kabur” Ujar Adam panic


“Kabur? lo bercanda ya emang penjara harus pake kabur segala” Rara tidak percaya apa yang diucapkan Adam


“Gue juga gak tau Ra pas bangun tadi pagi si Zen udah gak ada kalau gak percaya liat aja coba” Titah Adam


Rara melihat ruangan dan memang disana sudah rapih dan Zenpun sudah tidak ada, Rara langsung panik dan berjalan mondar-mandir seperti Adam yang sebelumnya seperti itu.


“Aduh gimana ini Dam kok lo bisa-bisanya sih kecolongan gini” Ujar Rara


“Gue gak tau Ra, tadi pagi gue dibangunin perawat karena pasien yang ada di ruangan itu katanya sudah cek out, pembayarannyapun sudah lunas nah gue kan bingung kenapa si Zen gak bangunin gue dan gue juga hubungin dari tadi HP nya gak aktif Jelas Adam


“Apa kita kasih tau Alisa” Tanya Adam


“Jangan dulu deh dia ngirim pesan ke gue katanya dia mau sore kesini dia ada tugas bareng sama teman-temannya” Ujar Rara


“Mending kita cari dulu aja lo bawa mobilkan?” Tanya Rara


“Iya udah, gue bawa kok cari sekrang aja takut si Alisa kecewa sama gue” Ujar Adam


( Yang dipikiran loh cuman si Alisa doang dasar loh bucin ) pikir Rara


Di tempat lain


Alisa sedang memesan tiket untuk pergi ke alamat yang diberikan ibu kontrakannya Pak Parjo. Alisa terpaksa menggunakan uang ibunya karena uang tabungannya sudah menipis apalagi sekarang beasiswa Alisa sudah dicabut pihak kampus.