My Struggle

My Struggle
Eps 6



Jika di restoran Aland yang sedang bersenang-senang dengan temannya,lain halnya dengan Ellena yang masih bersedih di dalam kamarnya, masih meratapi nasibnya yang terasa hampa.


Memang benar kata orang-orang tidak ada yang mempunyai hidup yang sempurna,semua pasti punya kekurangan dan kelebihannya masinng-masing. Jika Ellena yang memiliki kemewahan tapi tk mendapatkan cinta, dan orang yang lain yang tak memiliki kemewahan malah memiliki dan mendapatkan cinta, itulah kehidupan.


Sakit sekali rasanya ketika kalian melalukan yang terbaik tapi masih terlihat buruk oleh orang lain, mungkin ini yang namanya proses pendewasaan diri untuk Ellena.


Ellena yang tengah duduk di balkon jendelanya sembari menatap keindahan dari atas rumah yang bak istana itu, menikmati dinginnya angin malam yang menusuk hingga tulangnya, melihat remang-remang lampu jalan yang terlihat sangat indah di temani warna langit yang sudah berwarna jingga,menambah keindahan yang Ellena lihat saat ini.



''sunset selalu lebih bijaksana daripada sunrise Ellena, percayalah matahari terbenam telah menambahkan pengalaman dalam jiwamu'' Kata Ellena menguatkan dirinya.


Ya benar sunset selalu lebih bijaksana dari pada sunrise,karena saat matahari tenggelam kita sudah menambahkan pengalaman sepanjang hari pada jiwa kita sendiri sendangkan sunrise, tidak akan ada yang tahu bagaimana hari esok berjalan kan.


''Aku hampir melupakan Aland dari pagi tadi, aku harus bertanya pada Dian'' kata Ellena pada dirinya lalu langsung mengambil phonsel miliknya di meja sebelah tempat tidurnya.


Tutttt tuuuttt tuuttt


suara bunyi phonsel yang menandakan Ellena yang sedang menghubungi Dian,di dering ketiga akhirnya Dian mengangkat panggilan Ellena


''Halo Dian''


''Halo kak, ada apa menelfonku'' tanya Dian


''Dimana Aland?, maaf aku menghubungimu karna aku tidak punya nomer phonsel Aland untuk menanyakan dirinya'' sahut Ellena pada Dian


''Kakak sedang ada reuni dengan teman semasa SMA nya dlu kak''


''Dimana?''tanya Ellena penasaran


''Di restoran X kalau tidak salah kak, ada apa kak?'' tanya Dian penasaran


''Dian, boleh aku bertanya padamu?''


''iya kak,tentu saja boleh''


''mmmmmm,,, apa Aland punya mantan pacar di Sma nya? tanya Ellena penasaran sembari memicingkan matanya


''Iya kak, kak Aland punya 1 mantan pacar saat sma'' sahut Dian jujur pada Ellena


''BENARKAH?'' Kaget Ellena langsung berdiri dari duduknya dengan mata yang mungkin terlihat hampir lepas.


Dian yang mendengar suara Ellena pun terkejut dab dengan refleks membuang phonselnya di ranjang. lalu beberapa detik kemudian Dian mengambil phonselnya lagi.


''Kak ada apa, sungguh aku terkejut mendengar suaramu'' Protes Dian pada Ellena


''Siapa namanya?'' tanya Ellena


''Siapa kak''


''mantan kakakmu Dian'' sahut Ellena frustasi sambil berjalan ke sana kemari menenagkn dirinya


''aaaa,, namanya Daira kak''


''Baiklah,terimakasi Dian,aku tutup telfonnya'' tanpa menunggu persetujuan dari Dian,Ellena langsung menghentikan panggilan mereka secara sepihak.


...****************...


Restoran X


Aland yang sedang berkumpul dengan semua teman- teman semasa sma nya itu termasuk dengan Daira .Dengan menceritakan kenangan semasa sekolah mereka sembari menegak minuman yang ada di meja mereka, alkohol maupun hanya minuman bersoda.


'' Aland, apa kamu tidak akana kuliah?'' tanya teman pria Aland,Reno


''Nanti setelah keuanganku membaik,'' jawab Aland dengan santai


''Siapa pacarmu sekarang Land?'' tanya teman Aland yang lain, Farhan


Daira dan teman -teman yang lainnya pun kompak menatap Aland karena penasaran akan jawaban Aland,tapi sebelum Aland bicara seseorang datang dan memanggil nam Aland.


''Aland'' kata wanita itu,Ellena


''Aland,kenapa tidak mengajakku reuni dengan teman- teman mu, kamu tidak akan mengenalkan aku pada teman-temanmu?'' kata Ellena lagi tak memberi kesempatan Aland untuk bicara, dan Aland yang masih tak dapat merespon ucapan Ellena pun hanya diam memandangi Ellena yang sedari tadi bicara padanya.



Ellena yang terlihat sangat cantik dan fresh dengan balutan drees merah pada tubuhnya pun membuat semua mata yang ada di dalam ruangan itu tertuju padanya, seorang wanita cantik, sexy dab berkulit halus sedang berdiri di hadapan mereka semua dengan percaya diri.


''Kamu pacarnya Aland ya'' kata Reno seolah sok tahu hubungan mereka.


''Iya'' sahut Ellena dengan percaya diri


Aland yang mendengar pun hanya memberikan tatapan tajamnya pada Ellena. Ellena hanya menatap Aland tidak perduli dengan tatapan membunuh Aland


''Ayo bergabung bersama kami,silahkan.'' kata Fahran dengan mata yang masih menatap Ellena dengan kagum.


''Tidak, sedang apa kau di sini'' tanya Aland pada Ellena, dengan menahan marahnya,karna merasa tidak enak kepada teman-temannya jika ia mengeluarkan amarahnya pada Ellena sekarang


''Aland jangan terus marah padaku, aku bersalah, aku minta maaf padamu ya'' sahut Ellena dengan pura-pura memasang wajah sedihnya,agar terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar.


''Aland tidak boleh seperti itu pada pacarmu, kau akan menyesal jika dia meninggalkanmu, kmu tidak akan mendapatkan wanita secantik dia lagi jika sikap mu seperti ini padanya'' kata teman Aland menasehati Aland.


''Dia bukan.....'' sebelum Aland melanjutkan kata katanya teman Aland lebih dulu membantahnya.


''Sudahlah Aland biarkan pacarmu bergabung''


''iya Aland'' kata teman-teman lainnya pada Aland, karena merasa tidak enak pada temannya Aland pun menyetujui Ellena bergabung dengan mereka dengan berat hati.


Ellena pun berjalan menuju Aland dan duduk di sebelahnya, mata Ellena terus mencari-cari siapa kemungkinan yang menjdi pacar Aland dulu.


Mata Ellena pun tertuju pada gadis di depan kirinya, pas di depan tempat Aland duduk,dengan melihat tatapan wanita itu pada Aland Ellena pun yakin bahwa dia adalah mantan pacar dari Aland.


''Apa dia wanita itu, aku akui dia imut, tapi tetap aku lebih cantik darinya, tak akan aku membiarkanmu dekat lagi dengan Alandku'' gerutu Ellena dalam hatinya.


Maaf gaje 😁


biasalah author baru hihiii😆


typo berterbaran