
“Dari tadi kamu terus membicarakan Aditya sayang, yang merupakan ayah dari anak yang kamu kandung siapa dia?”
“Dia anak dari tuan Pramana, pemegang perusahaan Sanjaya group sekaligus pemegang RS Permata juga yah” Jelas Alisa
“Kenapa orang yang berpendidikan bisa merusak anak gadis orang lain” Tyo terus mengintrogasi anaknya.
“Ini hanya kecelakaan yah, Alisa gak yakin Bela yang ngelakuinnya”
“Apa Maksudmu, kenapa dengan anak itu?”
“Waktu kejadian Raka sepupunya Aditya Zenia adiknya Aditya dan Bela ada disana yah”
“Entahlah teman-teman Alisa menjauh semenjak Bela datang tapi Alisa gak menuduhnya kok yah”
“Alisa sekali lagi ayah tanya, bagaimana perasaanmu sama ayah dari anak yang kamu kandung”
“Entahlah dia orang pertama yang Alisa sukai awal ketemu gak sengaja sih, kita ketemu di pernikahan sahabat Alisa Dini, dia juga sahabatnya Alex”
“Temuilah dia, ayah mendukungmu”
“Asal kamu tau nak dia kakak tiri mu” Tyo menunduk prustasi
“Apa ayah? Sekali lagi ? kakak tiri? Dari mana ayah?” Pertanyaannya beruntun.
“Ayah jawab Alisa” Tyo tidak langsung menjawab pertanyaan dari anaknya.
“Yah Zenia adik yang kamu sebut sebagai adiknya Aditya dia juga adik tirimu”
“Setelah kamu menyebutkan Pramana ya dia mantan suami ibu tirimu Rumini”
Alisa mundur beberapa langkah dia sudah tidak menyangka, pikirannya melayang kemana-mana hampir saja pingsan namun dia langsung menduduki kursi di ruang tamu itu.
“Terus Bela ayah?”
“Dia juga adik tirinya Aditya, dan Zenia dia adiknya Bela” Jelas Tyo
“Alisa pusing yah, biarkan Alisa istirahat”
“Tunggu nak satu lagi yang belum yang kamu ketahui”
“Ayah Aditya meninggal karena istrinya Rumini bahkan mertuanyapun Sanjaya meninggal karena ibu tirimu”
“Ayah, benarkah itu?” Matanya berkaca-kaca
“Iya segeralah terbang ke Indonesia dia akan membutuhkanmu, Rumini wanita yang tidak akan puas dengan nafsu dan egonya”
“Baiklah ayah, kalian tetap disini” Alisa menuju kamarnya
Pikirannya melayang entah kemana, setelah beberapa menit dia langsung terlelap terbawa kealam mimpinya.
**
“Kak makanlah dulu, Zen sudah masak” Mereka sedang makan malam
“Baiklah”
Ting nong ting nong Bel rumah milik Aditya ada yang menekan.
“Biar Zen aja”
Zenia bangkit dan membukakan pintu ia terkejut dan tidak menyangka ibu kandungnya kembali.
“Ibu” Belum hilang dari rasa terkejutnya, Rumini memeluk Zenia.
Aditya langsung menghampiri mereka berdua dan langsung memisahkan keduanya, Aditya sangat membenci ibunya karena dialah ayahnya dan kakenya meninggal dan setelah itu tidak ada kabar sama sekali.
“Lepaskan Adiku, kamu mau apa hah?” Aditya memelototi ibu kandungnya sendiri
Zen yang tidak tahu apa-apa hanya bisa diam dan berdiri dibalik punggu kakaknya Aditya.
“Maafkan ibu nak, maaf kan ibu” Rumini menangis buaya, dan berpura-pura bersujud di kaki Aditya
“Jangan pernah kembali ke sini”
“PERGII” Bentak Aditya
“Ibu akan jelaskan semuanya bukan ibu, bukan nak Tyo yang menyebabkan ini semua ayah Alisa”
“Apa bu? Ibu kenal Alisa?” Tanya Aditya amarahnya sedikit mereda.
“Jadi Om Tyo yang menyebabkan kakek dan ayah meninggal?”
“Iya nak, dia ingin membalas dendam pada ayahmu karena sudah merebut ibu darinya, selama ini ibu disekap dan disiksa disana nak” Rumini pura-pura bersedih
“Tuh kak cewek itu emang gak bener dari awal seperti sedang mengincar sesuatu” Zen ikut nimbrung
“Jangan pernah percaya sama anak itu Zen, Dit mereka sekarang ada di Inggris mereka sedang poya-poya dan ini kesempatan ibu untuk kabur, namun ibu gak ada pilihan lain ibu langsung kesini maafkan ibu”
“Ibu Tidak salah, Adit akan mencarinya sampai ke ujung duniapun”
“ALLIIISSAA kau” Rahang Aditya mengeras tanda emosinya sedang naik.
**
“Alisa berangkat ayah, baik-baik disini”
“Apa perlu paman mu ini ikut bersamamu nak” Seru Parjo
“Tidak perlu paman Alisa hanya minta jaga saja ayah Alisa dengan baik itupun sudah cukup” Alisa tersenyum
“Baiklah nak hati-hati” Ujar Tyo
Alisa menyalami kedua sepuh yang sangat dihormatinya itu.
Alisa sudah berada di dalam pesawat tak henti-hentinya dia mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit senyumnya terulas dibibir mungilnya.
“Nak kita akan ketemu ayahmu, bersabarlah” Dia terus mengajak calon anaknya berkomunikasi.
**
“Kak sepagi ini kamu akan berangkat ke Inggris?” Tanya Zen
“Iya kakak gak terima keluarga kita hancur gara-gara dia kakak akan membalaskan dendam keluarga kita apalagi ayah kenangannya sangat membekas diingatanku”
“Baiklah hati-hati Zen sudah menyiapkan bekal”
“Hati-hati nak” uhuk-uhuk Rumini baru saja keluar dari kamarnya.
Tidak lupa Aditya pamit pada orang rumah.
Aditya sudah sampai di bandara Soekarno-Hatta dengan tujuan penerbangan Indonseia-Inggris. Dengan dibarengi landasnya pesawat yang Alisa tumpangi ya Malam itu juga Alisa berangkat ke Indonesia untuk membantu calon ayah dari anak yang dikandungnya, berbeda tujuan Aditya dia ingin membalaskan dendamnya pada Tyo khususnya pada Alisa.
“Kaya yang kenal” Alisa melihat seseorang yang sedang menunggu jadwal penerbangannya
“Iya itu Aditya, kita akan ketemu ayahmu sayang” Ucap Alisa antusias
“Adit”Alisa menepuk pundak yang si empunya nama
“Alisa” Aditya kaget dia baru saja akan ke inggris namun musuh terbesarnya sudah ada di depan matanya sendiri.
“Aditya kita mau kemana” Alisa diseret Aditya ke luar Bandara dengan kasar bahkan orang-orang yang berada disana sampai keheranan melihat tingkah laku mereka.
Aditya langsung menghempaskan tangan Alisa dengan kasar pula, Buliran bening itu terjun dari mata panda Alisa karena di tidak tidur di dalam pesawat dia terlalu antusias untuk bertemu Aditya entahlah mungkin bawaan si bayi yang ingin bertemu ayahnya.
“ALISA kamu yang udah ngehancurin keluargaku, kamu yang menyebabkan ayah dan kakekku meninggal”
Alisa tidak tahu apa-apa dia gelagapan Aditya malah menuduhnya.
“Apa maksud mu Dit, aku gak ngerti”
Aditya malah menyeret kembali Alisa ke mobilnya yang sebelumnya Aditya sudah menelpon anak buahnya untuk mengirimkan satu mobil ke Bandara tersebut.
Aditya membawa Alisa kerumahnya dengan tangannya terus ia genggam, hingga menimbulkan bekas merah kehitam-hitaman ditangan Alisa.
-
-
-
-
-Salam❤
-Terus dukung novel Help Me Please jan lupa😽 terima kasih🌸