My Struggle

My Struggle
New York



Ken melihat gelagat Aditya yang tidak beres Ken sudah sangat gelisah ruangan menjadi sangat tegang, Alisa hanya diam karena dia juga sangat takut melihat perubahannya.


“Nona tuan muda sudah tidak bisa diganggu lagi” Ucap Ken mencairkan suasana


“Mari ikuti saya jika nona ada perlu langsung kepada saya saja” Ucap Ken kembali


“Ba baik Ken” Ucap Alisa gugup padahal dia pernah melihat Aditya marah besar namun tidak sejelas saat ini.


Mereka akhirnya keluar dari rungan direktur utama itu dan sudah berada diruangan Ken.


“Maaf Ken kedatangan saya kesini cuman mau meberikan ini” Alisa menyerahkan amplop coklat yang lumayan tebal didalammnya terdapat uang sekitar 10 jt.


“Saya mengerti nona tapi saya tidak bisa menerima ini tanpa sepengetahuan tuan muda, karena bisa saja penkerjaan saya yang menjadi imbasnya” Jelas Ken


Alisa merasa kasian pada Ken, tapi dia juga bingung mau diapakan uang itu dia tidak bisa membawa utang untuk seumur hidupnya.


“Eamng ya aki-aki sukanya ngancem mulu” Batin Alisa


“Tapi saya sudah merelakan kalung ibu saya untuk membayar utang ini Ken”


“Dugaan saya tidak pernah meleset” Batin Ken bangga


“Nona bisa menggunakannya, atau memberikannya pada yang membutuhkannya”


Ah iya Alisa tidak kepikiran yang dipikirannya hanyalah bagaimana cara membayar utangnya.


Alisa keluar dari perusahaan itu dengan wajah lesu dan tidak bersemangat.


“Alisa lo kok bawa lagi sing uangnya?” Tanya Rara heran


“Kata gue juga apa Al, pasti dia ngga anggap itu utang imbasnya kalung ibu lo kan?” Ucap Adam


“Iya sih tapi gakpapa gue akan sumbangin aja ke panti asuhan atas namanya mungkin itu bisa melunasi utang gue” Jelas Alisa


Mereka pergi ke panti asuhan Melati hari ini juga karena besok Alisa sudah harus berangkat ke Amerika.


“Nona terima kasih sudah datang kesini” Ucap Amanda orang yang mengurus panti


“Tidak masalah bu, Alisa mungkin akan jarang kesini tapi Alisa dan teman-teman akan selalu menyempatkan kesini kembali”


“Baiklah Alisa pamit bu”


Alisa dan teman-temannya berpamitan tidak lupa dia memberikan hadiah pada anak panti terlebih dahulu.


***


“Alisa lo hati-hati disana” Ucap Adam langsung memeluk Alisa


“Gue akan baik-baik aja, jagain sahabat gue yang bawel ini” Alisa melihat Rara sudah berkaca-kaca


“Aaah gue akan nyusul lo Al” Rara menyeka air matanya dan langsung memeluk sahabatnya bergantian


“Baiklah aku pergi ya, awas jangan berantem terus” Alisa langsung menuju pesawat karena dalam beberapa menit akan lepas landas.


Membutuhkan waktu kurang lebih 21 jam untuk sampai di kota new York, Amerika Serikat


Alisa sangat tidak sabar seperti apa luar negeri itu yang terngiang-ngiang dikepalanya.


Alisa sudah sampai di bandara internasional John F. Kennedy, dia menanyakan alamat yang akan ditujunya kepada orang sekitar dengan gaya bahasa inggrisnya yang pas-pasan, ya maklum Alisa hanya orang kampung yang berhasil mencapai cita-citanya dan berhasil mendapatkan beasiswa yang tidak main-main.


Karena author tidak bisa bahasa Inggris takutnya salah jadi menggunakan bahasa kebanggan author saja ya bahasa Indonesia wkwk😂


“Permisi apakah saya bisa meminta tolong?” Ucap Alisa dalam bahasa inggris


“Maaf saya pendatang baru disini” Ucap Alisa kembali


“Tentu apa yang saya bisa bantu” Ucap Cristy


Crsity adalah wanita blasteran Inggris, Amerika dan Indonesia dia telah pulang kembali dari Inggris dia datang ke Amerika tujuannya sama degan Alisa yaitu untuk melanjutkan kuliahnya.


“Apakah anda bisa menunjukan alamat ini “ Tutur Alisa


“Wah kebetulah saya juga akan kuliah disini, oh iya perkenalkan saya Cristy Jordan" Jelasnya


“Kebetulan sekali apakah saya bisa ikut dengan anda? Oh iya saya Alisa”


“Alisa? apakah anda orang Indonesia?” Cristy mencoba menggunakan bahasa Indonesia.


Alisa sangat kaget orang yang ditemui pertama kalinya bisa berbahasa Indonesia walaupun kadang di telinga Alisa sangat aneh tapi dia mencoba untuk memahaminya.


“Iya saya orang Indonesia asli, apakah anda bisa berbahasa Indonesia?”


“Nanti saya akan jelaskan lebih baik anda ikut dengan saya, oh iya anda sudah mendapat tempat tinggal?”


“Kebetulan juga saya belum mendapatkannya”


“Baiklah dirumah saya ada satu kamar yang tidak terpakai mungkin bisa anda gunakan”


“Ayo masuk Al jangan sungkan” Ucap Cristy


“Eh iya sekali lagi terima kasih”


Alisa sangat kagum melihat rumah cristy yang sangat minimalis dan elegan, Alisa menempati kamar yang disampaing juga kamarnya Cristy, sementara Cristy bergegas ke dapur untuk membuat makanan ala kadarnya.


“Al saya memasak untuk anda”


Alisa sangat terkekeh mendenger Cristy berbicara, kadang baku kadang sangat aneh sekali.


“Apakah ada yang salah?”


“Tidak kamu sangat lucu jika berbicara seperti ini” Cengir Alisa


“Iya beginilah, bisakah anda membantu saya untuk belajar bahasa Indonesia lebih dalam?” mata Cristy berbinar


“Eh saya juga kadang masih salah mari kita belajar bersama-sama anda ajarkan saya bahasa Inggris dan saya akan ajarkan anda bahasa Indonesia”


“Baik saya sangat beruntung bisa mendapatkan teman Indonesia, oh iya saya sudah menyiapkan makanan di meja makan saya ingin menjelaskan sesuatu”


“Baiklah, eh Cris orang tuamu dimana?”


“Panggil saja saya isty, Dady saya kerja dan ibu saya-…” Cristy tertunduk


“Maaf saya mengganggu privasi anda” Ucap Alisa merasa bersalah


Cristy ,menjelaskan bahwa ayahnya keturunan Amerika-Inggris dan Ibunya orang Indonesia Asli, ibunya sudah meninggal sehari setelah dirinya dilahirkan. Waktu pertama dia mengetahui ibunya meninggal karena dirinya Cristy sangat terpukul dan merasa bersalah tetapi ayahnya Jordan selalu ada disamping putri kesayangannya dan saking setianya ayah cristy tidak menikah lagi.


Cristy juga menjelaskan bahwa dirinya kadang menetap di Inggris hanya sekedar menemani kakek dan neneknya.


“Pasti orang tuamu bangga Al bisa sekolah di universitas favourite di kota ini” Ucap Cristy


“Iya ibu dan ayahku pasti bangga sekali mereka selalu memperhatikanku di atas sana” Alisa menerawang jauh


“Sorry Al tapi kamu ada aku”


Alisa ketawa dengan riangnya dia tidak mengerti apa yang diucapkan temannya itu, Cristy hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia malah tidak mengerti sama sekali apa yang dia ucapkan.


“Maksudnya tenang aja ada kamu gitu?” Tanya Alisa ragu


“Ah iya itu hehe aku udah lama gak ke Indonesia jadi gini ancur banget” Cengir Cristy


Dalah beberapa Jam pun mereka sudah sangat akrab seperti sahabat yang sudah lama tidak ketemu


“Honey itukah kamu” Ucap ayah Cristy dalam bahasa Inggris


“Iya Dadyy, dad Cristy kangen, apakah dady bawa sesuatu?” Cristy memeluk sang ayah yang baru pulang kerja dari luar negeri


“Dasar manja, nih coba liat dady bawa apa” dia membawa pesanan putri kesayangannya, tapi sedetik kemudian Jordan melihat Alisa


“Tumben putriku bawa temen” pikir Jordan


Cristy menyadari keheranan ayahnya langsung saja dia memperkenalkan Alisa.


“Dady aku bawa temen orang Indonesia” Ucap cristy dalam bahasa inggris


“Alisa Prasetyo Putra sir” Alisa mencium tangan Jordan


( Sudah tradisi ya soalnya di daerah author juga gitu salim kalau berkenalan ataupun sekedar ketemu juga gitu ).


“Panggil dady saja sayang, kau juga putriku” Jordan berbicara dalam bahasa Indonesia yang sangat fasih


Jordan merentangkan tangannya agar Alisa juga memeluknya seperti Cristy.


“Jadi ini rasanya dipeluk seorang ayah” Air mata Alisa tidak terasa membasahi pipi manisnya


“Ada yang salah sayang?” Tanya Jordan


“Sudahlah dad ayo kita makan, Alisa mungkin cape ingin istirahat, dan dady juga harus istirahat” Ucap Cristy


“Baik-baik Honey anggap saja rumahmu sayang” Ucap Jordan


Alisa, Cristi dan Dady Jordan langsung makan bersama setelah itu mereka ke kamarnya masing-masing untuk sekedar melepas penat hari ini.


-


-


-


-Salam❤


Jangan lupa bersyukur hari ini ❤