My Struggle

My Struggle
Setelah Malam Itu



Hai kakak, maaf ya baru update lagi biasa ada kesibukan didunia nyata yang memang tidak bisa ditinggalkan sama sekali wkwk


Happy Reading


Setelah 2 hari Alisa mengambil cuti hari ini dia pergi kembali bekerja karena memang RS itu sangat ketat dan disiplin.


“Heh lo” Zen menggebrak meja kerja Alisa, Zen tidak mengetuk terlebih dahulu ruangan Alisa ruangan khusus dokter dalam.


Namun Alisa tidak menghiraukan keberadaan Zen, dia memang sedang sangat sibuk pasien hari ini lumayan banyak memenuhi jadwal kerja Alisa.


“Lo udah songong banget ya Al” Tutur Zen


Alisa masih tetap acuh, menurutnya dengan ia meladeni Zen itu tidak ada gunanya.


“Alisaaa lo” Emosi Zen tersulut dia memegang tangan Alisa sehingga Alisa menghentikan aktivitasnya sejenak.


“ZENIA lo mau apa lagi? Lo masih belum puas apa yang telah kakak lo lakuin sama gue” Emosi Alisa memuncak dia tidak bisa terus-terusan untuk mengalah.


Zenia tersentak kaget dan belum reda dari yang ia rasakan saat itu seorang suster memanggil Alisa.


“Maaf dokter saya mengganggu, tetapi pasien di ruangan 03 memerlukan perawatan secepatnya” Jelas sang suster


“Baik sus kamu duluan saja saya akan menyiapkan segala sesuatu yang mungkin nanti dibutuhkan” Jelas Alisa


“Baik dok”


Alisa akan menuju ruangan tersebut namun Zen kembali menghadangnya dan mencekal tangannya.


“Gue ingin tahu rekasi orang rumah sakit jika mengetahui lo tidur dengan orang yang belum sah sama lo” Zen menyeringai


Alisa menghempas tangannya.


“Dan gue ingin tahu siapa yang telah meniduri gue tanpa adanya tanggung jawab” Balas Alisa dia tidak gentar


“ALISAA”


“Dan yah gue gak tahu dari mana dan kenapa lo sampai sebenci ini ke gue, secepatnya gue akan keluar dari sini tanpa lo suruh” Allisa langsung keluar dari ruangannya


“Gue akan buat lo keluar hari ini juga” Zen menaikan sebelah alisnya.


Alisa sedang menelusuri koridor dia telah menangani pasiennya dan tidak sengaja mendengar pembicaraan dua orang dokter lainnya yang kelihatan sedang sibuk dengan dokumen-dokumennya.


“Bagaimana ini?” Tanya salah satu dokter


“Saya juga ada urusan, pasien yang telah saya tangani harus berangkat malam ini juga ke Australia” ucap satu dokter


“Ya sudah terima kasih” dia langsung memasuki ruangannya kembali dan di susul Alisa.


“Maaf Pak Jorg adakah yang bisa saya bantu, saya telah lancang mendengar pembicaraan anda tadi, kelihatannya anda sangat sibuk sekali?” Tanya Alisa yang sudah berada di ruangan Jorg, senior RS Permata.


“Apakah anda yang bernama Alisa?” Tanya Jorg


“Iya saya Alisa” Jawab Alisa


“Saya telah mendengar pendidikan dan prestasi anda, dan selamat bekerja disini” Jorg baru melihat wujud Alisa karena memang rumah sakit itu sangat besar sangat-sangat sulit menemukan seseorang atau dokter bahkan satu ruanganpun karena memiliki kesibukan masing-masing.


“Apakah malam ini anda Free?” Tanyannya kembali


“Iya dok kebetulam malam ini saya sudah tidak bekerja” Jelasnnya


“Bisakah kamu membantu saya?” Jorg memberikan sebuah berkas


Alisa melihat dengan seksama dia terkejut melihat pasien pak Jorg.


“Eh maaf dok saya sudah lancang, saya akan melakukan yang terbaik untuk pasien bapak” Jelas Alisa menutup berkas yang diberikan Jorg


“Saya sangat heran, sudah 10 tahun beliau berobat dengan saya tetapi tidak ada perubahan bahkan hari demi hari keadaannya semakin melemah bukan bagaimana tetapi obat yang saya berikan itu bukan obat sembarangan jadi tidak mungkin kalau tidak bekerja”


“Hari ini saya harus menangani pasien saya yang ada di Malaysia keadaannyapun sangat darurat bahkan siang ini saya harus terbang ke sana bagaimana?” Tanya Jorg kembali


Alisa mengerti dan langsung mengIyakan tawaran Jorg


“Baiklah saya ingin mendengar kabar baik dari anda nona” Jelas Jorg


**


“Zenia kakak dimana?” Aditya tersadar dari tidurnya dan pengaruh Alkoholnya sudah menghilang.


“Hm kakak ada dikamar” Zen membantu Aditya bangun


“Kenapa aku semalam?” Tanya Aditya


“Sudahlah kak sarapan dulu saja bukankah kakak akan ke kantor?”


“Baiklah”


**


“Tuan-tuan saya punya kabar buruk” Ken membuntuti Aditya dari belakang


“Ken kita ada meeting dengan klien dan pertemuan dengan PT X kita gak ada waktu” Jelas Aditya dan langsung memasuki ruangannya.


“Bagaimana ini? Dan nona Alisa tidak tahu apa-apa” Batin Ken


**


Hari ini Raka sangat malas dengan pekerjaannya dipikirannya hanya kejadian memalukan yang sepupu dan orang yang ia cintainya lakukan.


Drtttt ponselnya bergetar Raka mengangkatnya dengan malas-malasan.


“Raka lo harus bantuin gue buat keluarin si Alisa dari RS bokap gue” Terang Zen


Raka tidak bergeming dia tidak mau berurusan lagi dengan mereka.


“Raka-raka lo dengerin gue gak sih?” Tanya di sebrang


Namun Raka malah mematikan ponselnya dia ingin melupakannya perlahan.


**


Alisa bersiap-siap malam ini, tidak lupa ia me make over wajahnya agar tidak ada yang mengetahuinnya.


“Paman harus menyelesikan ini se teliti mungkin jangan sampai ada yang cacat, paman sudah tahu betul siapa bibi Rumini” Jelas Alisa


“Baik nona, saya akan melakukannya sebaik mungkin” Jawab Parjo


Mereka melakukan rencana untuk kebaikan semuanya dan Alisa secepatnya akan bertemu dengan ayahnya.


-


-


-


-Salam❤