
Angin senja mulai menyapa kulit halusnya disini, di depan pantai yang indah ini ia duduk memperhatikan pujaan hatinya yang sedang sibuk berkutat dengan buku gambar di tangannya. Ellena Felicity gadis yang manja dan tak pernah kekurangan kemewahan dalam hidupnya, apapun bisa ia dapatkan terkecuali hati seorang pria di sampingnya saat ini.
Aland Gavin seorang pria biasa yang memiliki 2 pekerjaan sekaligus, pagi hari ia akan bekerja di sebuah cafe coffe dan malam harinya ia akan bekerja di sebuah club malam sebagai seorang Bartender. Karna ekonomi keluarganya yang mengharuskan ia bekerja keras dan melupakan mimpinya.
''Apa kamu belum selesai menggambarnya? apa yang kamu gambar?
''Bukan urusannmu''
''apa kamu haus? aku akan membeli air untukmu'' sambil berdiri hendak membeli air untuk Aland
''kenapa kau menggangguku? bisakah kau tak ada di hadapanku sehari saja? apa kau tak punya pekerjaan? apa kau tidak punya orang tua yang menunggumu di rumah? apa kau tidak punya teman? hingga selalu membuntut tiku? dan hari ini kau kembali menghancurkan hariku'' titahnya dan berlalu pergi
Apa yang mungkin kalian rasakan jika kata2 itu keluar dari seorang yang kalian cintai,pastinya sangat menyakitkan bukan, tapi bukan Ellena namanya jika langsung menyerah hanya dengan kata2 seperti itu, bagaimana mungkin menyerah bahkan untuk pertama kalinya Ellena duduk menunggu seorang pria dan juga mengabaikan dirinya. Dia bukan gadis penyabar seperti itu, terkecuali untuk pujaan hatinya Aland.
''selamat malam'' sapanya sambil membuka pintu rumahnya
''selamat malam juga nona'' sapa pembantunya, Lia
Rumah yang sangat sepi, walau banyak pembantu di rumah itu tapi terasa sangat sepi bagi Ellena karna tidak ada hal hangat yang pernah terjadi di rumah itu, semisal seorang ibu yang bangun pagi2 hanya untuk membuat sarapan untuk anak2nya, atau seorang ayah yang membantu anaknya belajar, tidak ada hal seperti itu di sini, walaupun tidak pernah merasakan kehangatan dari orang tuanya setidaknya ia mendapatkan kemewahan yang di idam- idamkan semua orang.
Keesokan harinya
''Selamat pagi Aland'' dengan senyum khasnya sambil menyapa Aland
''seperti biasa ya"
''apa ?''
"apa? jangan bilang kamu lupa apa yang sering aku pesan di sini, ICE AMERICANO GRANDE ''katanya dengan menakan kata ice americank itu
''yahh kamu tampan Aland tapi ingatan mu sangatlah buruk''
Seperti biasa Aland tidak akan menggubris apapun yang di katan Ella sama seperti saat ini.
''Aland kamu sangat kaku,tidakkah kamu menanyakanku? semisal aku sudah sarapan atau belum pagi ini ,atau yang lain? jangan terlalu kaku Aland''
''silakan bayar dan anda bisa duduk di meja sebelah sana'' sambil menunjuk meja di dekat kaca
Ellena pun menyerah dan langsung membayar tagihannya dan tidak lupa dirinya tidak akan meminta kembaliannya, dan selalu memberikannya pada Aland, sikap inilah yang Aland tidak suka dari Ellena ia seperti menganggap remeh orang2 yang ada di bawah dirinya, walau sebenarnya tujuan Ellena baik terhadap Aland karna ia tahu kondisi keuangan Aland, tapi tetap saja itu tidak baik.
Ellena pun duduk di meja yang di tunjuk Aland tadi, sambil memperhatikan Aland yang tampak ramah meladeni para pembeli yang rata rata adalah perempuan muda yang modus hanya agar bisa melihat Aland walaupun tidak seberani Ellena yang menyapa langsung pria itu. Saat Ellena tengah asik melihat Aland ada seorang wanita yang datang dan tersenyum ramah pada Aland, dan begitupun juga Aland, Ellena tidak pernah melihat Aland tersenyum selebar itu pada wanita.
''Siapa dia? Kenapa dia tersenyum seperti itu pada Alandku? dan Aland kenapa kamu balik tersenyum padanya seperti itu? '' gerutu Ellena tak terima, dan tampa tahu malu Ellena menghampiri gadis itu dan langsung berdiri di hadapannya.
''aku pesan 1 Americano lagi''
''tidak tahu malu'' gerutu Aland pelan
''Oh, maafkan aku nona karna mendahuluimu'' kata Ellena pura2 ramah
''tidak apa2 nona''
''aku Ellena, siapa namamu"
''aku Sisi" jawabnya
''ada hubungan apa kamu dengan Aland?'' tanyanya to the point , Sisi pun terkejut dengan pernyataan tiba2 yang di lontarka Ellena padanya, belum sempat ia menjawab suara Aland menyadarkan keduanya.
''Ini pesanan anda'' kata Aland
''terimakasi'' Ellena pun membayar dan dengan berat hati meningglkan dua insan yang Ellena tidak tahu hubungan keduanya.
next?
maaf yang sayang''ku jika tidak menarik, maklum lah ini cerita pertamaku 😊 semoga suka ya semua 😘
#youAreWriter #Noveltoon #Mangatoon