
Akhirnya Raka mengantarkan Alisa pulang.
“Oh iya lo tadi ngomong apa aja sama si Zen?” Tanya Raka basa-basi
“Ngga gue gak ngomong apa-apa kok emang kenapa?” Tanya Alisa kembali
“Lo jangan terlalu maksain Zen Al, kasian dia selalu tertekan oleh kakaknya biar gue yang jagain disini”
“Ka lo kok ngomongnya gitu? Berarti lo sama aja mau pisahin mereka berdua, lo egois Ka” Alisa memalingkan wajahnya
“Bukan gitu Alisa..-” Belum sempat Raka menjelaskan semuanya dia terkejut hampir mereka menabrak seseorang padahal Raka menjalankan mobilnya dalam kecepatan sedang.
“RAKA lo apa-apaan” Untung Alisa masih sadar dan langsung keluar dari mobil
“Help me, Helpp” Ucap Seseorang
Alisa dan perempuan tadi langsung memasuki mobil Raka dan Raka langsung menancap gasnya kembali.
“Thanks Sir” Perempuan itu sedikit lega karena dia sudah aman.
“Maaf nona, nona mau kemana?” Tanya Raka dalam bahasa Inggris setelah beberapa menit hening.
“Maaf tuan saya sudah merepotkan anda, eh saya pernah liat anda?” Tanya Perempuan itu dengan gaya bahasa inggrisnya yang sudah melekat.
Alisa hanya diam memerhatikan mereka dan anehnya lagi dia seperti tidak asing melihat perempuan yang telah dia tolongnya.
“Iya di kampus B? apakah benar?” Tanyanya kembali
“Ah iya tapi saya tidak mengenalmu” Ucap Raka merasa bersalah
“Tidak masalah karena adikmu dahulu banyak” Tuturnya
“Adik?” Alisa ikutan nimbrung bahasa inggrisnya sudah lumayan
“Kita satu kampus sama dia Al, dan aku pernah jadi seniornya waktu awal dia masuk” Jelas Adam dalam bahasa Indonesia
“Kalian bisa bahasa Indonesia?” Tanya Dini terkejut, dia ragu mengawalinya memang dari awal dia sudah menduga bahwa mereka pasti orang Indonesia
“Alana Dini Apriza Yendra, panggil saja Dini” Dini menyodorkan tangannya, jika suaminya mengetahui itu semua walapun hal sepele habislah dia.
“Dini lo?” Tanya Alisa gak percaya
Dini hanya mengerutkan keningnya dia benar-benar lupa akan sahabat dekatnya karena ulah Alex yang sangat garang di ranjang dan selalu berusaha membahagiakannya jadi dia lupa semuanya.
“Gue Alisa Din, ya ampuun dunia memang sempit ya gue kangen Din” Ucap Alisa yang menoleh dari bangku depan.
“Lo kenal Al?” Tanya Raka heran
“Lo lupa sama gue Din?, dia sahabat gue Ka gue gak akan pernah lupa itu kami berjuang bersama bahkan dari sejak kami TK” Jelas Alisa
“Alisa apa lo itu? Tanya Dini yang sudah meneteskan air matanya.
POV DINI ON
“Gue pamit dulu Lex Din, gue duluan” Ucap Aditya
Memang Aditya sudah menyempatkan waktu untuk ke resepsi sahabatnya Alex, beberapa tahun yang lalu.
Hati Dini masih tidak karuan dia belum bisa menerima Alex, karena memang dia hanya ingin sekolah dan tidak ingin terburu-buru tetapi takdir berkata lain dia harus menikah dengan pria yang belum tentu ia sukai. Ya padahal mereka pernah satu TK, entahlah pikiran dan hatinya belum siap.
Dini menunggu dengan cemas di kamar pengantinya, dia memang tidak tahu apa-apa dia masih remaja tengil yang beranjak dewasa yang sudah bersuami kaya dan tampan.
“Kita ke Inggris sekarang” Alex begitu saja masuk dengan muka dinginnya dan hampir mengaggetkan Dini.
“A apa ta tapi..-“ Ucap Dini terbata-bata karena memang ini pertama kalinya dia berbicara kembali kepada Alex.
“Jangan tapi-tapian ikuti saja” Tegas Alex
Memang Alex tidak beda jauh dengan sahabatnya Aditya dingin, egois.
“Tidak perlu biar aku yang urus, soal baju kita beli saja nanti disana”
Malam itu juga mereka terbang langsung ke Inggris, malam pertama mereka tidak seperti kebanyakan orang lain yang penuh dengan keromantisan. Dini hanya gadis polos yang tidak tahu apa-apa jadi menurutnya dengan mematuhi suaminya dia sudah menjadi istri yang baik.
Dini hanya memerhatikan Alex dengan sesama, memang Alex sedang mengejar studinya sama seperti Adit dia merasa rugi jika hanya untuk bermalas-malasan bahkan dia sampai tega mengacuhkan Dini yang sedang memerhatikannya.
“Ada apa? perlu sesuatu?” Tanya Alex tanpa berpaling dari laptopnya.
“Eh maaf ngga aku gakpapa” Dini tertangkap basah
Dini bosan akhirnya dia memutuskan untuk tidur terlebih dahulu dan meninggalkan Alex yang sedang berkutat dengan berbagai masalahnya.
“Hey bangun, sudah siang” Alex membangunkan Dini dengan cara menggoyang-goyangkan kaki Dini dengan kakinya sendiri.
“Hm dimana ini” Dini masih setengah sadar dan remang-remang melihat Alex bertelanjang dada.
Otomatis tubuh Dini langsung terlonjak dan kaget bukan main.
“Ma mau apa kau?” Tanya Dini dia bukannya kagum dia malah bergidik ngeri melihat roti sobek Alex
“Apa yang kamu pikirkan? Aku mau ngampus” Jawab Alex ketus
Dini lupa hari ini hari pertamanya sebagai nonya Alex, bahkan sampai lupanya dia tidak menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya.
“Eh iya maaf, a aku akan me membuatkan sarapan untukmu” Dini berangsut dari ranjangnya namun Alex malah naik ke ranjangnya dan Dini malah bersuaha menjauh.
“Apakah aku menakutkan bagimu?” Tanya Alex
“Ti tidak mana mungkin sudah sana katanya mau berangkat nanti kesiangan” Dini berlindung dibawah selimut dia tidak mau dan malu melihat Alex bertelanjang dada padahal sastus mereka sudah suami istri.
Alex tersenyum, dia sangat gemas pada sosok wanita yang ia cintai sejak duduk di Taman Kanak-kanak. Namun sayangnya senyuman itu tidak terliaht oleh Dini. Alex langsung bangkit dan mengambil baju yang biasa ia pakai ke kampus.
“Aku berangkat dulu, sarapannya nanti saja diluar dan aku sudah memesan makanan sebentar lagi datang” Ucap Alex langsung pergi
Dini masih enggan keluar dari persembunyiannya sebelum Alex pergi, dan dia baru keluar setelah suaminya ke kampus.
5 bulan telah berlalu sifat Alex masih sepert biasnya dingin, serius dan sedikit egois, dan yang terpenting selama itu mereka belum pernah berhubungan layaknya suami istri, Dini menerimanya dengan lapang dada karena memang dia juga belum terlalu membuka hati pada Alex.
“Apakah kamu juga ingin kuliah?” Tanya Alex serius
Alex sudah lulus dari universitas ternama kala itu di Inggris
“Cukup bagiku untuk melayanimu saja” Dini tersenyum simpul
“Tidak aku tahu kamu ingin kuliah, kita pindah ke Amerika secepatnya dan kamu akan kuliah disana sekalian aku ada pekerjaan disana”
“Baiklah aku akan menurut saja”
Alex memutuskan untuk menetap di Amerika dia berjanji akan membahagiakan Istrinya disana, dia juga tidak ingin terburu-buru untuk mempunyai momongan karena Dini akan kuliah.
Semenjak itu Alex sedikit lembut tidak seperti biasanya dan Dinipun sedikit demi sedikit menerima Alex sebagai suaminya.
Malam pertama mereka dilakukan karena ketidak sengajaan Alex yang tidak sabaran, Dini memahami sifat suaminya yang sama saja suami normal kebanyakan. Akhirnya Dini mengandung tetapi memang Tuhan belum menakdirkan mereka berdua menjadi orang tua, Dini mengalami keguguran karena keteledorannya yang berani pergi ke kampus sendiri dan tak sengaja terserempet mobil.
Alex sangat terpukul tetapi dia juga mengerti bagaimana rewelnya ibu hamil dia harus menuruti apa kemauannya termasuk pergi ke kampus sendiri. Alex dan Dini berusaha untuk mendapatkannya kembali tetapi sampai beberapa tahun mereka belum juga dikaruniai.
OFF
-
-
-
-Salam❤