
“Om maaf ya Alisa tidak bisa mengontrol emosi sendiri” Alisa tertunduk malu, bisa-bisanya dia sangat cengeng dan selemah itu
“ Panggil dady saja sayang Cristy jarang banget bawa temen loh, dan setelah dia bawa temen dady sangat senang karena anak manja ini sudah punya teman” Dady Jordan mengacak-ngacak rambut Cristy
“Sudahlah lupakan saja masalah tadi dady mengerti” Jordan mengerti sahabat baru anaknya pasti sudah merindukan kembali keluarganya
“Makasih dad” Alisa tersenyum dia sangat beruntung bertemu dengan keluarga Cristy
“Oh iya Al kamu ikut saja denganku kita jalan-jalan di sekitar sini gimana?” Tanya Cristy
“Honey temanmu itu sangat lelah biarkan dia istirahat dulu nanti aja ya kamu juga kan baru pulang” Hardik Jordan
“Baik dad” Cristy memonyongkan bibirnya
“Maafkan putri dady sayang dia memang begitu” Jordan langsung menyelesaikan makannya.
“Tidak papa dad dia adiku juga” Ucap Alisa tersenyum
“Aaaa dadyy Cristy punya kakak” Mata Cristy langsung berbinar
“Iya udah nanti aja ya sis jalan-jalannya”
“Panggil saja Alisa Isty, baiklah terima kasih sudah mau mengajak aku melihat di sekeliling” Alisa tersenyum simpul
Mereka memasuki kamarnya masing-masing dan Alisa seketika terlelap krena dia belum pernah menempuh perjalanan yang bigitu lama.
**
Aditya sangat merasa bersalah pada Alisa dua hari yang lalu dia sangat marah, dan dia berniat meminta maaf padanya tetapi sudah terlambat Alisa sudah terbang ke Amerika, dia juga bodoh kenapa dia tidak meminta no handphone nya dia terlalu gengsi untuk meminta pada teman-teman Alisa dan jika dia benar memintanya pasti teman-teman Alisa menaruh curiga padanya.
“Tuan rapat akan diadakan 1 jam mendatang” Ucap Ken yang sudah berdiri dihadapan Adit
“Ken kenapa kamu gak ketuk pintu terlebih dahulu tidak sopan” Ucap Aditya sedikit geram
“Maaf tuan saya sudah beberapa kali mengetuk pintu tapi tidak ada sahutan”
‘ Akhir-akhir ini tuan kenapa sering melamun apa yang dipikirkannya, jika masalah pekerjaan pasti tuan Aditya langsung membersekannya' rentetan pertanyaan memenuhi kepala Ken
“Ken apa kamu tau jatuh cinta itu seperti apa?” Tanya Adit spontan
Ken sangat terkejut dengan pertanyaan tuannya dari awal dia berkerja sampai saat ini dia tidak pernah melihat Adit sesemrawut ini dua wanita sekaligus yang ada dipikirannya membuat Adit sangat uring-uringan.
“Lupakan kita langsung ke meja rapat” Adit berkata dengan tegas Ken masih belum juga tersadar dari keterkejutannya
“Ken? Tunggu apa lagi?” Tanya Adit
“Eh maaf tuan rapatnya satu jam lagi” Jelas Ken
“Jatuh Cinta itu memang rumit tuan dan setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk mendefinisikannya, menurut saya sendiri jatuh cinta itu-…” Ken belum meyelesaikan penjelasannya
“Siapa suruh menjawab pertanyaan itu? Saya sudah bilang kita keruang rapat sekarang” Ucap Aditya dingin padahal dia sangat penasaran apa yang dikatan Ken selanjutnya.
“Baik tuan maafkan saya” Huh tuan sangat temperamental sekali
Ken terpaksa memajukan jadwal rapatnya karena perintah tuannya yang tidak bisa diganggu gugat.
***
“Sis udah bangun?” Teriak Cristy
Cklek pintu terbuka.
“Isty kirain siapa, oh iya ada apa?” Tanya Alisa tersenyum
“Sis kita jalan-jalannya sekarang yu”
‘Aneh nih anak kok jadi manjanya sama gue, aduh mana gue masih ngantuk lagi tapi gakpapa lah deket sini juga” Batin Alisa
“Ah iya sebentar ya aku cuci muka dulu”
“Oh iya sis jangan lupa pakai baju agak tebal ya sebentar lagi musim dingin” Cengir cristy
‘Pantesan waktu pertama sudah ada hawa-hawa yang menandai musim dingin' Pikir Alisa kembali
“Baiklah tunggu ya”
Alisa hanya mencuci muka, membawa tas dan memakai jaket tidak terlalu tebal pas ditubuhnya.
“Isty kamu sudah besar cobalah berhemat sedikit” Ucap dady dalam bahasa inggris
“dadyy” Cristy memonyongkan kembali bibirnya
Alisa melihat adegan itu terkekeh pelan dia juga teringat temannya Rara di Indonesia.
‘Iya ampun sampai lupa gue belum hubungin si Rara’ Pikir Alisa
“Sis ayo sekarang kebur gelap”
Akhirnya mereka mengelilingi komplek dekat rumah Cristy, dan banyak bercerita Alisa maupun Cristy dia sangat nyaman dengan kakak barunya begitupun Alisa.
“Ah iya aku lupa Isty aku belum memberi kabar temanku di Indonesia”
“Hubungi saja dulu tapi aku saranin anti aja abis makan malam gimana? Aku takut temanmu belum bangun” Jelas Isty
Ya memang perbedaan waktu Indonesia dan new York kurang lebih 11 jam mungkin di Indonesia baru jam 4 pagi jika di New York pukul 5 sore.
“Baiklah” Alisa memerhatikan Isty dengan sesama dia heran jika diluar Isty sangat terlihat dewasa dan di rumah seperti kucing saja.
“Kenapa?” Tanya Isty heran
“Aku tau, ya aku memang begini sis maaf ya kamu pasti risih maklum aku gak pernah ngerasain kasih sayang ibu dari kecil jadi gini” Seolah Cristy tau apa yang sedang dipikirkan Alisa
“Eh ngga kok aku gak risih malahan aku sangat berterima kasih keluargamu bisa menerimaku dengan baik dan aku sangat kagum padamu Isty” Alisa memang menggagumi kepribadian Isty yang bisa sekuat baja diluar dan semanja kucing jika di dalam.
“Hm aku gak sebaik yang kamu pikirkan Alisa”
Iya dia pernah tersandung narkoba tanpa sepengetahuan dadynya karena memang Jordan sangat sibuk sehingga kadang Cristy sering dititipkan pada nenek kakenya di Inggris dan dia terlepas dari barang haram itu setelah kakeknya sakit parah dan kakenya akan sembuh jika dia berhenti mengonsumsi narkoba.
Alisa sangat tidak percaya melihat Cristy yang memang dari wajahnya masih terlalu polos untuk mengenal barang yang seharusnya tidak ia kenal.
“Kok bisa gitu Isty?” Tanya Alisa sedikit geram
“Karena memang teman-temanku disini begitu Sis, kadang tidak bisa membedakan mana yang baik dan tidaknya jadi aku hanya ikut-ikutan dan lama kelamaan kecanduan, tapi aku menyesal aku tahu ibu ku tidak suka melihatku begitu” Cristy tersenyum
“Baikalh jadi anak yang baik buat dady kita” Ucap Alisa
Cristy memeluk Alisa dia merasakan kasih sayang seorang ibu di diri kakak barunya.
“Eh disini bangus ya sunset nya, kamu sering kesini?” Tanya Alisa
“Iya pasti dong, inikan jalur satu-satunya tapi aku tidak terlalu menikmatinya perasaanku aneh” Cengir Cristy
“Aku juga gitu Isty malahan aku tidak pernah melihat ayahku, dan ibuku meninggal ketika aku tiga tahun lalu” Alisa tertunduk sedih
“Apakah ayahmu meninggal sebelum kamu dilahirkan?” Tanya Cristy polos
“Tidak aku dibesarkan adik dari ibuku, dan sekarang ibu dan ayah angkatkupun sudah tiada” Ucap Alisa menerawang
“Hm berarti aku masih beruntung punya dady?” Cristy sangat bersyukur
“ Ya. Kamu sangat beruntung jangan pernah bikin dia kecewa”
“Baiklah. Kamu memang bisa jadi ibu sekaligus kakaku”
“Ya sudah hari mulai gelap mari kita pulang, oh iya satu minggu lagi kan kita masuk universitas udah disiapin barangnya?”
“Sis nanti saja pulangnya ya ini masih sore kadang aku jam 10 pulang dan masalah persiapan nananti saja dady yang menyiapkannya”
Alisa tidak habis pikir dia sangat liar tetapi manja sekali.
“Isty menurutku ini sudah larut malam ibuku disana sangat sedih melihatku dan pasti ibumu juga seperti itu, kita akan belanja besok titik” Ucap Alisa dan meninggalkan Crsity
“Ayolah sis ini masih jam 6 sore, aah masa jam segini sudah larut malam” Dia mengikuti Alisa dengan langkah gontai karena memang dia masih betah berjalan-jalan sore.
-
-
-
-Salam❤
Jangan lupa bahagia🍭