My Struggle

My Struggle
Tidak peduli



Mereka Dini, Alex dan parjo ikut terharu melihat kerinduan antara anak dan ayah.


“Ayah, Alisa kangen sama ayah, kenapa ayah lama gak cari Alisa” Alisa memegangi tangan sang ayah.


Namun Tyo masih setengah sadar dan belum terlalu percaya pada anak kandungnya itu, Alisa sedikit kecewa namun dia tidak terlalu egois, Alisa langsung memanggil dokter untuk memeriksa ayahnya terlebih dahulu.


“Alisa gue turut berbahagia atas kembalinya lo sama ayah lo” Jelas Dini


“Makasih Din” Alisa memeluk Dini


Sementara sang dokter sedang memeriksa Tyo.


“Nona saya tahu anda belum makan dari kemarin, makanlah” Parjo memberikan makanan dari kantin RS.


“Tidak usah paman Alisa hanya ingin nunggu ayah saja mungkin sebentar lagi” Alisa kembali melihat ayahnya yang sedang dalam pemeriksaan dari luar jendela.


“Al, lo jangan ribet deh lo gak sadar bukan lo aja yang butuh makan bayi lo juga butuh makanan” Tutur Dini


Alisa tidak menyadari itu dia belum sepenuhnya percaya pada apa yang terjadi padanya.


“Sudahlah kita ke Kantin sekarang gue temenin, By kalau ayahnya Alisa butuh apa-apa kabarin ya” Titah Dini pada Alex


Mereka langsung menuju Kantin.


“Apakah benar aku lagi hamil Din?” Pandangannya menerawang tangannya mengelus-ngelus perutnya yang masih rata.


“Apa kita langsung ke dokter kandungan aja?” Ya udah gue pesen makanan dulu.


**


“Tuan apakah tuan bisa ke RS sekarang?” Ujar Tomi


“Saya banyak urusan Tom atur aja, biasanya juga kan anda yang lebih paham” Jelas Aditya yang hampir mematikan ponselnya namun Tomi mencegah dan berteriak.


“INI UNTUK KELANGSUNGAN RS PERMATA, RS INI AKAN BANGKRUT” Tomi memang manusia biasa, yang membutuhkan bantuan dan tidak bisa berdiri sendiri.


“Apa maksudmu Tom?” Tanya Aditya


Dia sedikit prustasi perusahaannya juga sedikit bermasalah sehingga ia harus menyelesaikannya dengan teliti belum lagi RS yang paling terkenal seantero negeri ini juga sedang mengalami masalah. Aditya langsung bergegas ke RS.


“Jelaskan” Aditya memasuki ruangan Tomi dan berbicara sesingkat mungkin.


“Begini pertama dokter Alisa khusus dalam itu resign dan ia beralaskan ingin bekerja di Amerika…-“ Belum Tomi menyelesaikan penjelasannya Aditya langsung menyela.


“Apa? emang kita butuh banget sama orang kaya dia” Aditya meremehkan Alisa


“Aditya gue gak habis pikir sama lo, lo gak nyadar hah diatuh orang berpengaruh di RS ini ya walaupun baru 1 bulan tetapi banyak pasien yang merasa senang jika ditangani oleh Beliau, otomatis performa RS kita meningkat dan banyak lagi keuntungan-keuntuangan buat RS kita” Tomi terbawa emosi bukan aku kamu lagi, langsung gue lo.


Adityapun terbawa emosi dan langsung menggebrak meja kerja Tomi.


“Tomi emang gak ada lagi dokter semacam dokter si Alisa itu? Gak mungkin kan langka dan memang kita kan kebanyakan mengambil tenaga medis dari luar lo puter otak lagi deh gue sibuk, gue percaya sama lo” Aditya akan keluar dari ruangan Tomi namun lagi-lagi langkahnya terhenti.


“Gue cape Dit gue mau resign aja kaya dokter Alisa dan dokter Jorg” Tomi bangkit dari tempat duduknya


“Gue udah gak kenal lagi sama lo, lo dulu masih bisa di ajak bicara namun sekarang? Apa?”


“Gue juga punya batas kesabaran bro gue rela hanya untuk jadi asisten lo, tapi lo jangan semena-mena sama gue, gue duluan” Tomi melangkahkan kakinya keluar


Aditya hanya mematung mendengar pernyataan dari Tomi orang yang sangat-sangat berjasa dan berpengaruh di RS Permata dan Aditya tidak percaya dokter Jorgpun ikut-ikutan resign.


“Ken jemput saya di RS Permata” Aditya menghubungi Ken karena memang Ken sedang menggantikan Adityauntuk meeting di kantornya.


**


Air mata Bela mengalir begitu saja saat mendengar cerita Aryo dan pernyataan-pernyaatannya yang membuat menyayat hati, Aryo juga sangat kaget dan dia baru menyadari bahwa Alisa waktu itu ingin mengorek informasi darinya.


“Benarkah nak?” Tanya Aryo


“Iya paman, Bela menemukan ini di laci ayah tapi apakah benar Alisa yang Bela maksud adalah Alisa sahabatnya Adam dan Rara?” Tanya Bela yang masih belum percaya


“Jadi Alisa adiknya Bela?” Airmatanya terus saja membasahi pipinya dia teringat atas kejahatan-kajahatan yang ia telah perbuat.


“Ya karena nyonya besar nyonya Lia setelah melahirkan anaknya, ibumu Rumini telah membawamu dan usiamu sepertinya sudah 5 bulannan”


“Nyonya besar?bukankah ibuku?” Tanya Bela yang menyombogkan ibunya.


“kamu sama saja nak sama ibumu, ingatlah ibumu yang merusak kebahagiaan keluarga Tyo Adiguna” Aryo padahal sudah menjelaskan masa lalunya sedetail mungkin yang notaben ibunya yang paling salah disini namun Bela masih saja mengaggungkla ibunya.


“Sudahlah nak, paman masih sibuk paman akan masuk dulu”


“Maafkan aku paman”


Namun Aryo tidak menggubrisnya, iblis ya akan selalu begitu.


“Alisa aku akan menemukanmu” Bela melangkahkan kakinya keluar dari rumah Aryo.


**


DRRTTTTTTT Ponsel Aditya terus bergetar namun ia terus mengabaikan panggilan masuk itu, ia kira hanya orang yang tidak ada kerjaan yang terus-terusan menelponnya.


“Maaf tuan mungkin seseorang sedang perlu denganmu” Jelas Ken


“Angkat saja” Aditya hanya merenung di kursi kebesarannya.


“Maaf ada yang bisa saya bantu?” Ucap Ken


Alex langsung mengenali suara itu pasti asistennya ken.


“Ken Aditya ada?”


“Maaf tuan, tuan Aditya sedang..-“ Belum sempat melnajutkan percakapannya Aditya langsung merebut Ponselnya.


“Wah apa kabar bro, gimana sehat?” Aditya kembali sumringah karena memang Alex adalah sahabt satu-satunya yang sepemahaman dan pasti salah seorang bakal mengerti jika ada sedang ada masalah.


“Gue gak mau basa-basi Dit gue minta pertanggung jawaban dari lo” Jelas Alex


“Tunggu bro maksud lo apa?” Tanya Aditya selidik


“Lo abis ngehamilin anak orang masih aja pura-pura gak tahu? Gue ngerti kalau lo banyak masalah Aditya tapi jangan pernah lo lakuin hal bejat kaya gini” Emosi Alex meningkat.


“Gue sama sekali gak paham Alex maksud lo apa?”


“Lo gak inget si Alisa sahabatnya istri gue hamil gara-gara lo?”


“Mana mungkin Alex lo ngelindur di siang bolong gue gak pernah ketemu lagi sama dia semenjak satu minggu yang lalu, atau lo yang ingin ngejebak gue Alex? yang sebenarnya lokan yang ngehamilin cewek murahan itu supaya istri lo percaya sama lo?”


“Gue gak sebodoh itu Alex Yendra”


“Gue udah gak kenal sama lo Dit asal lo tahu, terakhir lo ketemu sama dia lo ngapain? Jangan pernah nyesel dan jangan pernah cari anak lo” Alex langsung mematikan ponselnya.


Alisa yang sedari tadi mendengar percakapan mereka sedih, kecewa bercampur aduk ayah dari anak yang sedang dikandungnya tidak menagnggapnya.


Sementara Aditya heran kenapa sahabatnya semarah itu pada dirinya, tetapi dia tidak peduli dia langsung akan bergegas ke RS permata kembali untuk menyelesaikan dengan tangannya sendiri.


-


-


-


-


-


-Salam❤