
Alisa dan Cristy sudah sampai dirumahnya Dady Jordan yang sedang focus menatap layar laptopnya langsung keheranan putri kesayangannya sudah pulang.
“Honey udah pulang kembali?”
“Iya dad ini karena sister Isty, Isty masih pengen main” Ucap Cristy manja
“Maaf dad ini sudah sore tidak baik untuk anak perempuan jika masih diluar” Elak Alisa
Jordan sangat kagum pada Alisa dan dia sangat percaya jika putrinya bersama Alisa.
“Apa yang dikatakan sistermu benar honey kamu harus belajar darinya, oke?”
“Yah dasar dady pilih kasih” Cristy langsung masuk kamar
“Sini sayang dady mau bicara” Ucap Jordan
“Maafin putri dady dia memang seperti itu, dady gak tau harus gimana lagi sayang dady sudah tidak muda lagi, dady titip Isty sayang”
“Dady jangan ngomong gitu, dady akan melihat Isty dan Alisa sukses dulu kan?” Tanya Alisa
“Itu pasti sayang tapi kamu harus berjanji jagain putri dady, dady memang egois tapi dady gak pernah bisa ninggalin dia dady udah berjanji pada momynya”
“Baiklah dady, Alisa sayang dady” Alisa memeluk ayah barunya
“Dady juga sayang terima kasih” Ucap Dady
‘Harusnya Alisa yang berterima kasih dady, dady sudah mau ngaggap Alisa sebagai putrimu padahal aku masih orang baru disini’ Alisa mengeratkan pelukannya.
Sudah 8 bulan lamanya Alisa tidak pernah menemukan Zen ataupun Raka, karena memang informasi yang dia dapat mereka sekolah disini. Selama itupula Alisa dan Cristy menjalani hari-harinya dengan status kakak dan adik.
Mereka melakukan aktivitas seperti biasanya berangkat kuliah bareng yaps itu sudah rutinitas mereka padahal kadang salah satunya berbeda waktu masuknya
“Ada apa sis?” Tanya Cristy
“Eh ngga, gak kerasa ya kita udah mau satu tahun disini” Ucap Alisa berbohong
“Sudahlah sis kamu paling gak pandai berbohong” Selidik Cristy
“Iya aku lagi cari teman-temanku tapi aku belum pernah menemukan mereka”
“Mungkin saja mereka bukan kuliah disini sis”
“Tapi alamatnya sama persis dengan kampus kita Isty tapi aku gak pernah ketemu aneh banget”
“Mungkin kampus kitakan besar, jurusannyapun banyak gak tau deh berapa jadi sangat susah mencari seseorang bahkan sangat mustahil sis”
“Nah dari pada pusing mening kita cari hiburan yuk sis”
Cristy membawa Alisa ke tempat clubbing ya tidak aneh baginya tapi menurut Alisa sangat asing dan sangat tidak pantas di datangi seorang wanita.
“Sis ayo masuk kita senang-senang dulu” Teriak Cristy karena music Dj sangat memekikan telinga
“Aku gak ikut Isty dan mending kita pulang saja” Alisa tak kalah dengan isty terus berteriak
“Hallo sayang kok lama sih” Seseorag yang merangkul pinggang Cristy dan langsung men*i*m pipinya
Alisa terbelak melihat adegan itu, tubuhnya serasa panas pipinya yang mulus langsung berubah warna.
“Cristy sudah ikut aku pulang” Bentak Alisa
Tapi Cristy tidak mendengarnya dan langsung menuju ke teman-teman yang lainnya yang sedang menari dengan sangat tidak jelas seperti Ja***y saja itu yang dipikiran Alisa. Sedangkan Alisa dibiarkan begitu saja oleh Cristy. Alisa memilih pulang dan sebelum dia benar-benar keluar dari tempat itu dia melihat seseorang yang ia sangat kenali. Ya itu Zenia dia sedang melamun di tempan minuman keras berada.
“Zen itu lo?” Tanya Alisa yang membuyarkan lamunan Zen
“Alisa?” Mata Zenia terbelak dan langsung pergi meninggalkan tempat h*r*m itu dengan terburu-buru seperti orang yang sedang menyembunyikan sesuatu.
“A Alisa?” Tany Raka kaget
“Raka Lo?” Alisa tak kalah kaget
Raka langsung meminta maaf dia tidak sengaja dan tidak melihat jika ada Alisa dipinggir jalan. Raka mengajak Alisa pergi ke sebuah kafe disana sederhana tapi sangat nyaman.
“Jelaskan Ka kenapa sepupumu ada disana?” Ucap Alisa tanpa basa-basi
“Itu- itu mhh” Raka Ragu mengatakannya
“Katakan Raka atau gue pergi sekarang, gue masih banyak urusan” Alisa sudah mau pergi namun di cegah
“Oke-oke gue cerita” Ucap Raka tertunduk
Raka menjelaskan awal dari Zenia ingin memindahkan beasiswanya dan memutuskan untuk menetap disana seperti dirinya.
Alisa sangat tidak percaya dengan apa yang dikatakan Raka apalagi mendengar alasan Zen memindahkan beasiswanya.
“Aditya memang tidak akan pernah berubah Al” Ucap Raka
“Tapi Ka malahan Adit memintaku untuk membawa Zen pulang” Jelas Alisa
“Dan setiap kakak memiliki caranya masing-masing untuk mencurahkan kasih sayangnya”
“Setiap orang tidak bisa merubah sikapnya dengan mudah bahkan dalam seisngkat itu sangat mustahil merubahnya yang sudah berakar dan menjadi karakteristik manusia itu sendiri”
“Iya aku tahu itu Ka, tapi apakah kita harus mencampuri urusan mereka?”
“Awalnya gue juga gak mau terlibat Al, tapi setelah meliah Zen menderita gue sadar gue juga harus melindunginya”
“Oh iya lupain sepupuku itu, ceritakan kenapa lo bisa kesini?”
Giliran Alisa yang menceritakan awal mula dia bisa sampai dikota besar ini.
“Iya iya lah lo gak bisa nemuin gue, gue mahasiswa akhir disni ya lumayan berat hahah” Raka tertawa lepas.
“Eh tunggu Cristy? Kok gue kaya kenal deh” Raka mengingat-ngingat nama itu
“Iya gue gak tau harus gimana lagi padahal dadynya nyuruh gue untuk jagain dia tapi kalau gini kenyataanya gue jadi bingung Ka, apalagi gue baru tahu dia suka ke Club setelah pulang dari kampus dan baru sekrang gue menyadariny”
“Jadi lo tadi tuh abis nganterin adik lo eh maksud gue si Cristy”
“Masa iya gue sebagai kaka nganterin ke tempat yang gak bener, gue ajak ke mall sekalian biar habisin duit ayahnya heheh” Alisa terkekeh
“Eh bentar lo belum jawab pertanyaan gue yang di awal kepa si Zen ada ditempt begituan?”
“Semenjak datang kesini memang dia sering kesana tapi dia belum pernah minum dan main laki-laki gitu”
“Kok lo bisa tahu sih?”
“Iya gue kadang nyewa mata-mata gue juga gak rela kalau sepupu gue di gerayangi cowok berengsek”
“Gue juga gak bisa salahin dia sepenuhnya kok Al, mungkin karena lingkungan dan waktu saja yang tidak mendukungnya jadilah seperti itu”
“Kita harus membantunya keluar dari situasi buruknya Zen Ka, lama-lama Zen juga pasti bakal minum dan terpengaruh sama teman-temannya”
“Baiklah hanya lo yang bisa bantu Zen gue percaya sama lo sepenuhnya Al, yang di awal maaf ya pertemuan kita tidak pas” Cengir Raka
“Sudahlah lupakan, btw maksih ya lo udah ajakin gue kesini tempatnya bagus, nah biar klop gimana kita langsung saja ke apartemannya Zen” Usul Alisa
“Oke nanti gue jemput dan sekarang gue anterin dulu lo ya Al”
Akhirnya Raka mengantarkan Alisa pulang dan Alisa melupakan Cristy yang dia tidak tahu keadaannya seperti apa sekarang.