My Struggle

My Struggle
Mount Sinai Hospital



“Maafkan saya Parjo,saya salah” Tyo terus memegangi tangan Parjo namun Parjo bersikeras karena dia juga salah telah memberikan berita palsu tentang Alisa


“Jangan begini tuan, saya malah merasa bersalah pada tuan”


“Tidak Parjo kalau Alisa dan kamu tidak cepat-cepat menolong saya mungkin, rasa ini tidak akan pernah berubah hanya ada amarah dan kebencian di hati saya”


Alisa hanya menyimak pembicaraan mereka dan ada seseorang yang menelponnya.


“Halo” Alisa mengangkat panggilan


“Al lo masih di Inggriskan? Ini gue Dini gue butuh pertolongan lo dong gimana?” Tanyanya


“Namun sebelumnya lo harus kesini dulu gakpapa?” Tanyanya lagi


“Ada apa Din, pertolongan seperti apa?”


“Ceritanya Panjang Al” Suara Dini terdengar khawatir


“Baik Din gue akan segera kesana sore ini juga”


Alisa bergegas ke kamarnya membereskan bajunya dan sebelumnya dia sudah memesan tiket penerbangan ke new York.


“Nak kau mau kemana lagi?” Tanya Tyo


“Maafkan Allisa Ayah Alisa harus membantu Dini di new York mereka sepertinya sedang ada masalah”


“Oh iya paman sekali lagi Alisa akan merepotkan paman, tolong jaga ayah ya paman”


“Pergilah nona, paman rasa disini sudah cukup aman bagi kami” Jelas Parjo


Akhirnya Alisa terbang ke New York dan baru sampai tengah malam.


“Dini, gue udah ditempat yang lo tunjukin” Alisa sedang menghubungi sahabatnya


“Sebentar gue kebawah” Dini mematikan ponselnya.


Mereka sedang berada di lorong rumah sakit bekas Tyo dirawat.


“Sebenarnya ada apa ini Din?” Dini dan Alisa sedikit berlari untuk menuju kesebuah ruangan


“Suami gue Al, Alex dia tidak sadarkan diri dia sudah di rampok oleh komplotan bersenjata dan tentu saja suami gue kalah”


“Tolong dia Al, dokter disini hanya menyarankan lo untuk menangani suami gue karena dokter Ahli disini sedang keluar dan tidak bisa kembali dalam waktu singkat” Jelas Dini


Malam itu juga hampir fajar Alisa menginstruksikan untuk melakukan oprasi dadakan karena kondisi Alex yang semakin Kritis


Setelah beberapa jam akhirnya operasi itu berjalan dengan lancar tentunya dengan usaha para medis dan doa dari istri tercinta wk


“Keadaan Alex sudah membaik tenanglah dia akan baik-baik saja, sebentar lagi dia akan dipindahkan ke ruangan perawatan” Alisa menepuk-nepuk pundak sahabatnya itu


“Oh iya gue izin dulu” Alisa akan kembali keruangannya dan memberikan waktu sendiri untuk sahabatnya.


**


“Maaf sus apakah ada pasien yang bernama Prasetyo Putra?” Tanya Bela dalam bahasa Inggris


Kebetulan Alisa melewati tempat pendaftaran entah kenapa dia bisa ada disana.


“Maaf nona, pasien yang anda sebutkan sudah tidak dirawat disini lagi”


“Tidak dirawat lagi? Memangnya dipindahkan kemana?” Tanya Bela kembali


“Maaf nona ini privasi Pasien pihak rumah sakit tidak bisa menjelaskannya”


“Paman Parjo benar Bibi Rumini pasti akan mencarinya sampai kemanapun mereka berada” Batin Alisa kemudian ia buru-buru keruangannya.


**


“Apa mah? Dokter s*alan pasti itu si Alisa pantesan Bela serasa mengenalnya”


Rumini menjelaskan semuanya pada Bela bahwa yang dimakamkan itu bukan ayahnya tetapi orang lain.


“Bela yang akan mencarinya mah, dan dalam waktu dekat ayah akan pulang” Tegas bela


“Gue udah nganggap lo sebagai adik gue Al tapi apa balasan lo, lo tunggu pembalasan gue” Batin Bela.


**


Semua orang di RS itu sedang sibuk ya maklum RS terkenal Alisa menyandarkan tubuhnya untuk sekedar melepas penatnya.


“Ada apa sih?” Alisa melihat keluar dia melihat ada seseorang yang akan dimasukan ke UGD


“Hm ya tuhan beri kesembuhan pada mereka” Alisa menengadahkan kepalanya ke atas.


“Dokter Alisa” Seorang perawat memasuki ruangannya


“Iya ada apa?”


“Maaf dok apakah anda bisa memeriksa pasien kami dengan nomor ruangan 751” Jelas Suster


Alisa menunjukan wajah herannya tetapi kemudian ia menyanggupi tawaran itu.


“Ini dok berkas-berkas pasien” Alisa memasuki ruangan dan dia sangat terkejut dengan siapa yang akan ia tanganinya.


“Ayah” Alisa mendekati Jordan


“Maaf dok bisa kita mulai?” Tanya perawat


“Baiklah”


Alisa memeriksa ayah angkatnya untuk saat ini keadaannya stabil, detak jantungnyapun normal.


“Sus sudah berapa hari dia dirawat dan dimana keluarganya?” Tanya Alisa


“Kurang lebih 2 minggu dok saya sudah mencoba menghubungi keluarganya namun usaha saya hanya sia-sia”


“Saya yang akan bertanggung jawab dengan pasien ini, berikan pelayanan yang terbaik untuknya”


“Baik dok”


Alisa terus bolak-balik memeriksa Alex dan Jordan karena dokter yang menangani Jordan sedang ada keperluan mendadak dan darurat.


Sementara Aditya dia hampir berhasil menyelamatkan RS permata dan menyelamatkan perusahaannya dengan kemampuan intelektualnya yang tinggi membuat dirinya sangat disegani dan sanggup menyelesaikan 2 masalah dengan cepat.


-


-


-


-


-Salam🌸


Jangan lupa dukung 7 Misi Hana juga ya kakak-kakak😍