
“Sejahat itukah bibi Rumini?” Raka masih belum percaya.
“Anak muda, tidak lihatlah temanmu itu sangat menderita? Itu semua karena bibimu” Jelas Parjo
“Sudahlah paman Alisa tidak butuh belas kasihan dari siapapun” Alisa menyeka Air matanya.
Hati Raka sedikit teriris karena ulah bibinyalah yang menyebabkan wanita yang ia Cintai hidup dengan menderita.
“ Saya Perwakilan bibi Rumini, saya mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya pada kalian semua terutama lo Al” Terang Raka bagaimanapun Rumini adalah bibinya juga.
“Tidak semudah itu nak, dia harus bisa membayar setimpal untuk semuanya” Parjo menerawang
“Paman jangan mempersulit keadaan, yang terpenting Alisa harus menyelamatkan Ayah terlebih dahulu” Jelas Alisa
“Saya menerima perlakuan mereka terhadap saya, tetapi saya tidak menerima perlakuan mereka pada keluarga tuan Tyo dan pada istri dan anaku, kejadian itu sangat membekas” Terang Parjo kembali
“Saya sangat mengerti paman, sebagai gantinya saya siap membantu kalian kapan saja” Tegas Raka
“Gue gak mau ngerepotin banyak orang Ka, cukup gue dan paman Parjo yang ngelakuin ini semua”
“Oh ya boleh tidak paman Parjo menginap di apartemen mu sebelum dua bulan mendatang?”
“Saya sangat senang bila paman bersedia tinggal sementara di apartemen saya” Jelas Raka
“Terima kasih telah membantu saya, terlebih lagi nona Alisa”
“Paman anggap saja aku anakmu itu lebih baik”
Parjo tersenyum bayi yang dulu ia selamatkan kini telah beranjak dewasa dan menjelma menjadi orang yang tangguh dan pintar.
**
“Ka, Zen boleh minjem pesawat pribadi kakak?” Tanya Zen seperti meminta mainan pada Aditya
Entah kenapa setelah Bela mempengaruhi Zen, Zenia berubah menjadi 180 derajat, menjadi lebih sensitive, manja bahkan mungkin Rara, Adam dan Alisa jika bertemu dengannya mereka sudah tidak mengenali lagi Zen.
Aditya sedang mengurus berkas-berkas diruang kerjanya.
“Panggil saja Ken, dia bisa membantumu” Aditya masih focus dengan berkasnya.
“Dan apakah tidak sebaiknya berangkat bersama saja dengan sepupumu itu?”
“Tapi maaf Zen kayanya sepupu lo udah berangkat duluan deh bareng Alisa” Bela sedang memanas-manasi kedua adik kakak itu.
“Tuh kan kak, ayo dong Zen harus berangkat sekarang besok Zen ada kuliah pagi” Jelasnya
Mendengar itu semua dada Aditya terasa terbakar, otaknya seperti mendidih kecemburuan yang berlebihan membuatnya semakin membenci sepupunya sendiri.
“Baiklah aku akan membereskannya setelah kamu selesai kuliah Alisa, kau memanfaatkan keluargaku dan Raka awas kau tunggu pembalasanku” Batin Aditya
Rasa Cinta dan kekesalannya bercampur jadi satu ( Bukan es campur ya wkwk).
“Ayo kak” Rengek Zen
“Baiklah kau dan temanmu siap-siap dahulu aku akan menghubungi pilotnya” Jelas Aditya
**
Alisa dengan sangat tekun dan rajin untuk menyelesaikan scripsinya apalagi dia akan mendaftar di rumah sakit Permata, rumah sakit dengan dokter terbanyak dari luar negeri hanya orang-orang terpilih yang bisa masuk.
Dilain tempat, Rarapun hampir menyelesaikan scripsi, akhirnya dia juga bercita-cita ingin bekerja di rumah sakit terbesar di Indonesia itu.
Banyak yang berminat masuk rumah sakit tersebut bahkan tanpa mereka sadari Rara dan Alisa menjadi saingan karena hanya membutuhkan satu orang yang pantas untuk bekerja di rumah sakit Permata.
**
“Paman apa maksud bibi Mariam tentang kematian ayah Surya?” Tanya Alisa
Mereka berada diapartemen Alisa, selama ini Parjo selalu membantu Alisa entah berbelanja ke pasar, bersih-bersih ruangan bahkan memasak Parjo bisa melakukannya, pertama Alisa sangat tidak enak tetapi Parjo yang memaksa dan dia ingin membalas budi karena telah menyelamatkannya.
“Semua di dunia ini tidak ada yang kebetulan nona, semua sudah rencana tuhan begitupun semua kejadian yang menimpa pada kehidupan nona” Gaya bicara Parjo yang kekolotan membuat Alisa sedikit kurang mengerti.
“Nonapasti hanya mengetahui tuan Surya meninggal karena kecelakaan bukan?” Tanya balik Parjo
“Iya memang ayah Surya meninggal karena kecelakaan dan itu sudah takdir tuhan paman tapi menurut bibi Mariam ada yang janggal dalam kecelakaan itu”
“Mariam memang patner ter the bast dalam hidup saya”
“Ada seseorang yang merusak rem mobil tuan Surya nona, dia bernama Rianti entahlah memang hanya Mariam yang tahu siapa itu Rianti”
“Jadi memang ayahku tidak meninggal karena kecelakaan murni paman?”
“Paman juga kurang yakin namun jika Mariam yang mengatakannya pasti itu benar, atapun orang itu bisa saja orang terdekat dikeluarga nona”
“Orang terdekat ya? Tapi siapa” Alisa memikirkan nama Rianti
Sekian lama Alisa mengingat nama itu dan akhirnya dia teringat pada ibunya Rara.
“Paman itu sangat tidak mungkin, karena nama itu hanya ada satu-satunya di kampung kami” Jelas Alisa
“Terkadang musuhmu adalah keluargamu sendiri nona”
“Aku sangat tidak yakin paman mungkinkah bibi Rumini yang menyuruh orang lain dengan nama samaran?” Tanya Alisa
“Bibi Rianti sangat baik paman bahkan dia mau menjaga ibu Lusi” Jelasnya kembali
“Bisa saja ibumu meninggal karena dia nona”
“Biar nona lebih percaya setelah ayah nona diselamatkan kita akan menelusuri semuanya” Jelas Parjo
Parjo yakin apapun yang dikatakan Mariam pasti benar, namun Alisa belum sepenuhnya percaya.
**
“Lo yakin Ra mau ngajuin lamaran kerumah sakit Permata?” Tanya Adam
“Demi keluarga gue, gue harus bisa masuk kesana apapun caranya Dam”
“Rara lo jangan berlebihan, lo harus berfikir dulu sebelum bertindak sebelum lo menyesal untuk seumur hidup lo”
“Lo yang lebay Dam biasa aja kali kan ini cuman lamar pekerjaan gak lebih kok lo sampai segitunya” Rara tertawa kecil
“Rara lo jangan selalu anggap sesuatu dengan enteng, lo taukan kalau gak keterima disana bakalan susah buat nyari kerjaan lagi”
“Berarti lo ngeremehin gue ya Dam?”
Entah dari mana awalnya tiba-tiba mereka saling tersulut emosi.
“Gue hanya mengingatkan Rara ko lo jadi sensitive gini sih”
“Adam lo tahu kan akhir-akhir ini gue lagi nyusun scripsi lo harus ngerti dong sebagai cowok” Jelas Rara
“Eamangnya gue gak lagi nyusun? Kan gue udah bilang gue hanya ngingetin lo, apa salahnya sih sebagai sahabat?”
“Udahlah emang kenyataannya semakin sini lo semakin berubah tau gak Ra, udah lah gue juga sibuk” Adam langsung meninggalkan Raka
“Eh dasar tuh anak berubah darimananya badan gue langsing-langsing aja kok” Rara menelaah tubunya dia tidak mengerti apa yang dimaksud Adam.
Sementara Bela terus melancarkan aksinya untuk menghasut-dan mengadu domba Alisa dan orang-orang terdekatnya.
-
-
-
-
-Salam❤