My Struggle

My Struggle
Satu persatu menghilang



Alisa sedang merapihkan semua barang-barangnya dibantu dengan Parjo, dia tidak menyangka Kemarin dia sudah melakukan graduation yang paling bersejarahnya untuk kedua kalinya. Sekarang dia menyandang S2 sebagai dokter ahli dalam.


Sementara dari dua bulan yang lalu Raka sudah terlebih dahulu melakukan graduationnya.


“Lo Yakin akan bekerja di Rumah sakit Permata milik sepupu gue?” Tanya Raka Ragu


“Gue gak ada pilihan lain Ka ayah gue secepatnya harus diselamatkan” Jawabnya


Parjo hanya focus pada barang-barang yang akan mereka bawa ke Indonesia.


“Tapi kan Al pasti ada cara lain untuk menyelamatkan ayah lo, dan emang setelah bekerja di rumah sakit itu apa yang akan lo lakuin Al kok gue gak paham sih”


“Gue juga sebenarnya belum paham apa yang dikatakan bibi Mariam, tapi gue harus ngelakuin cara itu karena jika kita gegabah sedikitpun bibi lo gak akan pernah diam” Jelas Alisa


“Gue udah lama banget gak pernah ketemu sama bibi gue, dan setelah mengetahui tentangnya gue agak kurang percaya namun setelah lo cerita gue mendengarnya miris plus ngeri” Cengir Raka


“Iya gue juga gak tau motifnya apa dan gimana yang jelas keluarga gue berantakan dan sangat sulit untuk mengenangnya” Raut kesedihan tergambar jelas diwajahnya


“Tapi tuhan pasti punya rencana lain buat gue bahagia, dan tanpa bibi Rumini gue gak akan pernah tahu sekuat dan setangguh apa gue” Terang Alisa


Mereka bertiga langsung terbang kembali ke Indonesia Raka terus mengikuti kemanapun Alisa pergi karena janji yang membuatnya terikat tetapi dia juga sangat senang karena selalu berada di sisi gadisnya.


**


“Apa?” Rara melihat dirinya tidak lolos untuk masuk ke rumah sakit Permata.


“Gue bilang juga apa?” Bela sudah berada di sisi Rara entah kenapa dia selalu ada di situasi yang tidak mengenakan.


“Gue yakin tuh si Alisa yang masuk, secara tuan muda Aditya kakaknya Zenia mencintai sahabat lo itu” Terang Bela lalu dia meninggalkan Rara.


“Apa benar, dia kan gak pernah cerita akan masuk kesana coba gue cek lagi deh websitenya” Batin Rara


Dan seketika mata Rara langsung membulat, awalnya dia tidak mempercayai Bela namun setelah melihat kenyataannya dia langsung tersulut emosi dadanya berdebar saking menahan emosi yang tak tersalurkan.


“ALISAA LO” Batin Rara lalu ia mengetik nama seseorang di layar handphonenya.


**


“Yeyyy Alhamdulillah Raka gue keterima” Alisa berjingkrak-jingkrak dan langsung memeluk Raka karena saking senangnya.


Mendapat serangan pelukan mendadak Raka sangat senang dan membalas pelukan Alisa.


Drrrrttt-drtttt Handphone Alisa bergetar otomatis pelukannya terlepas dan membuat Raka sedikit kecewa.


“Eh maaf Ka gue gak bermaksud, gue senang bangeett”


“Gue angkat telepon dulu ya” Alisa pergi meninggalkan Raka


“Halo ini dengan siapa?” Tanya Alisa sebelumnya dia tidak melihat layar hpnya.


“Heh lo masih baru juga udah songong banget ya, apalagi kalau udah lama bekerja disana” Ujar Rara


Alisa mendengar suara yang sangat familiar dan ketika ia menatap ponselnya memang sahabatnya Rara, namun Alisa tidak menyangka kenapa nada suarnya tinggi.


“Apa maksud lo Ra?” Tanya Alisa


“Halah apa-apan lo pura-pura b*go, lo sengaja kan masuk ke rumah sakit Permata agar gue gak bisa masuk, kalau lo cerita dari awal kalau lo juga mau masuk kesana pasti gue gak bakalan ikutan ngelamar kesana dan akhirnya gue gak keterimakan? Lo pasti tau konsekuensinya jika ditolak dari rumah sakit itu “ Terang Rara


Alisa tidak menemukan nada rendah pada ucapan sahabanya itu.


“Lo kenapa Ra?” Tanya Alisa


“Sahabat macam apa lo yang mementingkan diri sendiri? Guekan pernah cerita waktu lo pertama kali pulang ke kosan ya walaupun gak bicara akan melamar disana ya tapi lo peka dong” Sungut Rara


“Rara gue gak ngerti sama lo, dari dulu lo selalu ngedukung gue, lo sahabat terbaik gue dan lo ngerti banget semua tentang gue, dan jika tanpa Alasan yang penting gue gakbakalan kerja di Indonesia lo harus tahu gaji di New York lebih menggiurkan” Alisa hampir saja tersulut emosi karena ucapan Parjo terus terngiang-ngiang dikepalanya.


“Persahabatan kita cukup sampai sini Alisa lo bukan sahabat gue lagi, lo ngecewain gue dari dulu gue memang sangat mengerti lo dan selalu ngalah hanya karena lo karena gue tahu lo udah gak punya orang tua yang utuh” Jelas Rara dan langsung mematikan ponselnya


Alisa hanya tertegun kenapa sahabat terdekatnya seperti itu. Dia mencoba menghubungi Adam namun tidak ada yang menjawabnya karena memang Adam sedang sibuk mencari pekerjaan kesana-kemari. Dia ingin meminta tolong pada Adam untuk menjelaskan semuanya pada Rara.


Raka melihat Alisa keheranan dan dia langsung menghampirinya.


“Al lo baik-baik aja ?” Tanya Raka dia melihat wajah kusut Alisa


“Gue baik-baik aja Ka, oh ya mending kita beres-beres di apartemen kasian paman” Alisa langsung melewati Raka dia tidak mau jika Raka melihatnya menitikan Air mata.


**


“Kak kenapa si Alisa sih yang bekerja di RS Permata?” Zen sedang bergelayut manja di kuri kerja Aditya


“Kenapa si Tomi memasukan si wanita itu” Pikir Aditya


“Kakak juga gak tau karena yang bertanggung jawab dalam hal ini si Tomi orang yang sudah berjasa di RS kita” Jelas Aditya


“Masa wanita gak tau diri itu akan bekerja di RS kita Kak dia itu wanita yang gak bener sebentar lagi RS permata bakal jadi milik dia” Jelas Zen


“Apa maksud mu?”


“Kakak belum sadar liat si Raka sepupu kita sekarang dia tidak pernah kesini lagi dan tidak pernah menemui Zen dia udah di guna-guna sama si wanita itu”


“Masa iya sih, kalau benar apa yang dikatakan Zen awas kau Alisa bukan saja hatiku yang sudah kau ambil hartakupun kau akan ambil juga” Batin Adit geram


Aditya langsung melangkahkan kakinya menuju RS untuk meminta klarifikasi pada Tomo.


Drrrrttt ponsel Zen bergetar.


“Lo udah dengar wanita murahan itu bekerja di RS lo” Ujar Bela


“Denger lah dan gue udah mempengaruhi kakak gue biar dia langsung di pending aja” Gelak tawa sinis menggelegar di ruangan itu


“B*go jangan dulu Zen kita harus memanfaatkannya dulu lo emang mau si Raka benar-benar jadi babunya wanita itu?”


“Emang rencana apa lagi sih yang lo siapin?” Tanya Zen


Mereka berdua merencanakan sesuatu yang buruk tentunya bagi Alisa.


-


-


-


-


-


-


-Salam❤