
Setelah pulang dari acara resepsi sahabatnya itu, alisa langsung cuci muka, gosok gigi, membasuh kaki dan langsung menuju tempat tidur, tempat yang sangat ternyaman baginya.
Pagi-pagi sekali Alisa sudah rapi, dan langsung menemui ibunya didapur.
“Al pagi begini kamu mau kemana?”Tanya ibunya
“Itu bu, Alisa mau anterin Rara sekaligus membantunya untuk bicara sama kepala sekolah” jawab Alisa
“Oh ya bu Alisa berangkat dulu, udah telat nih soalnya Alisa mau sekalian jemput Rara dulu” izin Alisa
“ Ini masih pukul 06.00 pagi nak, ayo sarapan dulu, mau ibu bikini apa?” Tanya ibunya lagi
“Gakpapa kok bu nanti aja Alisa makannya udah pulang dari sekolah ya sebentar kok” ujarnya
“Dasar kamu udah segede gini masih keras kepala, ya sudah kalo gak mau, ambil saja roti yang ada di atas meja makan lumayan buat ganjal perut kamu” titah sang ibu
“ hehehe iya-iya bu makasih ya ibu selalu merhatiin alisa” alisa langsung mencium tangan dan kening ibunya
“Iya sana nanti terlambat” kata ibunya
Alisa sudah sampai dirumah Rara, dan mengetok-ngetok pintunya tetapi tidak ada yang menyahut.
"Ini si rara kemana sih, udah bagus gue bantuin" pikir Alisa
Setelah beberapa menit Alisa menunggu, seorang laki-laki paruh baya yang membukakan pintunya dan tak lain itu adalah ayahnya Rara.
“Eh nak Alisa, ayo masuk, jemput Rara ya?, kayanya dia masih mandi tadi kami udah coba membangunkannya tapi dia malah tidur dan tidur lagi” ujar ayahnya Rara
" Dasar emang kebo tuh anak" pikir Alisa
“ Iya paman , gakpapa saya tunggu disini saja, mungkin Rara sebentar lagi” tolak halus alisa
Alisa selalu memanggil siapapun paman ntah kerabatnya ataupun tidak, menurutnya supaya lebih akrab.
“Ayo nak gakpapa jangan sungkan anggap saja ini rumahmu juga, bibi kayanya sudah selesai memasak, ayo kita sarapan bersama ” pinta sang paman
Karena tidak enak hati, alisa pun menuruti permintaan pamannya.
“Rara cepetan ini Alisa sudah nungguin” ujar ayahnya setengah berteriak
“Gakpapa paman ini masih pagi kok” ujar Alisa
Pamanya hanya tersenyum dan berkata
“Semoga kalian sukses ya al, paman percayakan semua tentang Rara padamu, bukannya paman gak percaya sama Rara, paman takut Rara sedih dan gak bahagia di negeri orang” ujarnya
“Paman tenang saja, dengan paman dan bibi sudah memberi izin itu membuat Rara sangat bahagia, dan saya tahu paman dari dulu Rara anaknya ceria dan periang” jelas Alisa
Pamannya terkekeh dan menyadari Rara bukan anak kecil lagi yang bisa ia kekang-kekang
“ kalian pada ngomongin apa sih?” timbrung Rara
“ Ngga yah nanti aja, ini udah telat lagian kasian Alisa nungguin” kata Rara
“ gakpapa kali Ra santai aja” tenang Alisa
“gapapa gue bisa beli jajanan nanti” Rara
memegang tangan alisa dan satunya mengambil bakwan buatan ibunya
“ Ayo nanti kita telat” rara sangat bersemangat
“ Oke-oke”
Setelah 30 menit, mereka sampai juga di sekolahnya.
Rara menjelaskan akan maksud kedatanggannya itu , bahwa Rara juga ingin melanjutkan kuliahnya dengan jalur prestasi supaya bisa mendapatka beasiswa seperti Alisa. Awalnya kepala sekolah agak ragu karena seharusnya pendaftarannya dari 1 bulan kebelakang tetapi, beliau akan mengusahakannya lagi setelah dijelaskan oleh Alisa.
“Tapi bu saya juga ingin kuliah di kota A juga bareng sahabat saya ini” pinta Rara kepada ibu kepala sekolah
“ oke ra saya akan usahakan, tapi bagaimana kalu tidak di kota A atau mungkin bisa saja berbeda universitas?” Tanya kepala sekolah
“Gakpapa bu asalkan saya satu kota, syukur-syukur kalau bisa satu universiatas” ujar Rara
“Oke saya akan mengajukan persyaratannya hari ini juga, dan saya akan beritahu secepatnya” tuturnya
“ terimakasih ya bu” ujar Rara dan Alisa
“Oh ya kalian harus mempersiapkan semuanya, dan kalian juga harus memperiapakan mental kalian karena saingannya tidak sedikit untuk mempertahannkan beasiswa kalian dan juga pastinya akan jarang pulang kampung bagaimana kalian setuju?” Tanya kepala sekolah
“ Apapaun resikonya saya pasti setuju bu” ujar Alisa
“ Saya juga bu” ujar rara
“ Baik ibu apresiasi akan semangat kalian semoga sukses dan bisa meraih apa yang kalian inginkan, waktu kalian disini tinggal dua bulan, gunakan waktu sebaik-baiknya” ujarnya
“ siap bu, sekali lagi terima kasih, saya dan Alisa permisi dulu”
“baik”
" kalian juga seperti anak-anak ibu sendiri Al, Ra kalian berbeda dari yang lainnya, kalian mau berusaha melawan tradisi di kampung ini" pikir ibu kepala sekolah.
-
-
-
-
Salam❤