
****Hai kakak-kakak maaf ya kalau ceritanya GJ alias gak jelas wkwk memang kalau tidak membaca dari awal sangat membingungkan dan insya allah kalau membaca dari awal agak ngerti gitu istilahnya😁
Aku ucapkan beribu-ribu terima kasih telah mendukungku sejauh ini aku tidak menyangka dukungan-dukungan dari kakak-kakak sekalian sangat membuat aku semangaat melanjutkan cerita ya walaupun masih acak-acakan tapi aku senang menulis😽**
Salam hangat❤ Sukses dan Semangaaat**
****
“Adam apa ini?” Alisa sangat kaget banyak orang dirumah bibinya seperti sedang melangsungkan sebuah acara.
“Kamu cepetan masuk deh Al, bibi gue udah nungguin lo nanti gue jelasin semuanya, dan Ra lo tunggu sama gue disini” Titah Adam, ada raut kekhawatiran tergambar jelas di wajahnya.
“Kamu sudah datang toh nduk” Ucap Mariam bibi Adam yang sudah pucat pasi diatas tempat tidurnya.
“Bibi maafin Alisa, Alisa baru sempat pulang, bibi kenapa? waktu Alisa kesini bibikan sudah mulai membaik” Alisa bersimpuh ditepi ranjang milik Mariam.
“Bibi tidak apa-apa, uhuk uhuk” Mariam sudah sangat tidak kuat lagi
“Dengarkan apa yang bibi katakan sekarang, bibi sudah tidak kuat lagi tapi bibi harus berkata yang sebenarnya” Akhirnya Mariam menceritakan kisah masa lalunya
Flashback On
“ Aaaaaahh” Aurelia ibu kandungnya Alisa, merintih kesakitan dia sedang melakukan proses persalinan.
“Sedikit lagi sayang, ayo kamu bisa” Tyo ayah kandungnya Alisa selalu disamping istrinya dan selalu menyemangatinya.
Akhirnya Putri mereka yang dinamakan Alisa Prasetyo Putra lahir dengan selamat dengan kondisi yang baik pula, padahal perkiraan dokter sang ibu harus melewati persalinan secara sesar namun Lia begitu panggilan Aurelia bersih keras ingin melakukannya dengan normal apapun itu resikonya Lia sanggup menanggung semuanya.
“Alhamdulilah Putri kalian lahir dengan selamat dan ibunya pun sehat” Begitu keterangan yang dokter berikan.
“Terima kasih dok, anda telah menyelamatkan istri dan anak saya” Ujar Tyo matanya berbinar.
“Itu sudah tugas kami dan jangan lupa berteria kasih pada sang pencipta Dial ah yang menyelamatkan mereka” Ucap Dokter tersenyum
“Itu selalu saya lakukan”
**
Di kediaman Prasetyo ada seseorang yang mengaku-ngaku sebagai istri Tyo dan dia juga membawa seorang bayi mungkil dengan usia kira-kira setengah tahun dia sempat dihadang dua security namun Mariam sebagai kepala pelayan dia merasa Iba dan lagsung membarkan wanita itu masuk.
“Parjoo gimana keadaan ibu?” Tanya Mariam
“Saya juga kurang tahu, iam begitu panggilan Parjo pada Mariam, tapi saya tadi mendengar tangisan bayi semoga mereka selamat” Parjo menengadahkan tangannya ke atas seperti orang yang berdoa.
Mariampun ikut mendoakan mereka, tidak selang beberapa lama Tyo keluar dengan memangku putri kecilnya dia sangat bahagia sekaligus bersyukur akhirnya dia memiliki seorang anak dari wanita yang ia Cintai.
“Pak apakah ini?” Tanya Mariam ragu
“Iya dia purtri saya, cantik kan?” Tanya Tyo
Mariam sebenarnya sangat gelisah karena dirumah tuannya ada seorang wanita yang sedang mencari Tyo namun momen sekarang kurang pas untuk memberi tahu tuannya.
“Ibu baik-baik saja, oh iya ada apa sampai kamu kesini tanpa saya suruh?” Tanya Tyo yang masih setia menggendong putri kesayangannya.
“hm anu tuan” Mariam sangat bingung
“Anu tuan itu dirumah ada yang mencari tuan, tadinya saya mau menelpon tuan tapi saya tau keadaan tuan sedang menemani ibu, dan saya mnghubungi Parjo tidak diangkat angkat” Jelas Mariam
“Ah masa? Kok gak bunyi iam?” Tanya Parjo yang memang HPnya mati
“Walah-walah memang batrainya habis” Cengir Parjo
“Siapa iam?” Tanya Tyo penasaran
“Saya kurang tahu tuan tapi seorang wanita yang menggendong bayi dan mengaku-ngaku sebagai istri tuan?” Mariam menunduk
“Sial*n pasti wanita J*lang itu kembali lagi” Decak kesal tyo
“Iam, Parjo kamu tungguin ibu sebentar, dan saya titip Alisa sama kamu iam” Titah Tyo
“Baik laksanakan tuan” ucap bebarengan Mariam dan Parjo
Tyo kembali kerumahnya dengan perasaan campur aduk emosinya naik turun, dia teringat lagi masa lalunya yang tak kalah rumit.
Tyo POV
“Pah apa-apan ini? Tyo udah punya calon yang akan di kenalin secepatnya” Tyo sedang protes pada ayahnya Adiguna karena tanpa sepengetahuannya dia akan dijodohkan bahkan akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat.
“Tyo kamu harus mengerti keadaan kita sekarang kita butuh dana tambahan dan itu gak kecil butuh triliunan jadi kamu harus menikah dengannya secepatnya”
Ya Adiguna menjadikan anaknya korban pernikahan agar keluarga Rumini mau bekerja sama dengan perusahaannya yang diambang kehancuran.
“Baik pah Tyo menerimanya tapi hanya untuk satu tahun” Tyo melangkahkan kakinya keluar, tetapi ayahnya yang serakah tersenyum lega
Tyo tidak sanggup menceritakan semuanya pada Lia dia memilih bungkam dan berbohong kepada wanita pujaannya, dia berdalih akan menyelesaikan pekerjaannya di Amerika untuk satu tahun lamanya, Lia tetap saja percaya dan menunggu lelakinya pulang dan melamarnya.
Perjodohan ini memang sudah direncanakan oleh Rumini, dan dialah yang membuat perusahaan Adiguna bangkrut supaya Adiguna mengajak perusahaan ayahnya Sutoma bekerja sama dan akhirnypun terjadi.
Hampir satu tahun lamanya Tyo sangat menderita, namun sebagai laki-laki dia melakukan pemberontakan-pemberontakan kecil karena namun sekali dia melanggar peraturan yang Rumini berikan keluarga Tyo akan hancur. Rumini tidak pernah absen setiap harinya untuk mendapatkan sekaligus menggoda Tyo, namun Tyo tidak sudi dan belum pernah menyentuh tubuh Rumini sejengkalpun walaupun mereka satu rumah hampir satu tahun
Selang 9 bulan berlalu ayah Tyo meninggal akibat struk yang dideritanya, otomatis perusahaannya berpindah tangan pada Tyo, ya dia membenarkan semuanya, dengan kerja kerasnya dia berhasil keluar dari belenggu Sutomo. Dia memutuskan untuk menceraikan Rumini dan secepatnya melamar Lia.
Sudah satu tahun pula rumah tangga Tyo dan Lia berlangsung namun mereka belum mempunyai momongan Lia berharap dirahimnya ada seorang bayi mungil yang kelak akan menyebutnya mama, namun sang pencipta belum memberikan kepercayaanya.
Rumah tangganya selalu dibumbui dengan teroran Rumini yang tidak rela Tyo dengan yang lain masalah itu selalu bisa diatasi Tyo, namun suatu ketika ia berhasil di jebak oleh Rumini yang licik di sebuah hotel berbintang, Rumini membuat Tyo tidak sadarkan diri dan berpura-pura Rumini sebagai korbannya.
Pagi yang cerah memaksa masuk lewat celah gorden yang belum terbuka Tyo memeluk seseorang dengan erat yang ia sangka adalah Lia namun setelah ia sadar dia terkejut melihat seseorang yang berada di sampingnya itu bukan istrinya, dan yang membuat Tyo lebih terkejut lagi mereka berdua telanj*ng tanpa benang sehelaipun. Tyo murka dia langsung memungut pakainnya dan beranjak pergi namun dicegah Rumini dia meminta pertanggung jawaban dari Tyo namun Tyo enggan karena memang dia dijebak.
Selang beberapa bulan berita kehamilan Nyonya Tyo pun menjadi berita yang sangat menggembirakan, Tyo sangat berantusias dia mengerahkan bodyguardnya untuk menjaga Lia dengan super ekstra bukan gimana, terror Rumini belum berakhir dan anehnya Lia tidak curiga sama sekali.
Rumini sudah hilang akal sehat dan kesabarannya, jebakan yang ia berikan pada Tyo tidak membuahkan hasil dia tidak hamil, dia memutar otak liciknya dia melakukan hubungan Int*m dengan orang lain sehingga dia hamil dan berencana untuk meminta pertanggung jawaban dari Tyo, namun Rumini menunggu anak itu lahir terlebih dahulu agar Tyo lebih Iba melihatnya.