
“Maaf nona ada yang perlu saya bantu?” Tanya salah satu security
“Saya mau bertemu dengan pak Adit apakah ada?” Tanya Alisa
“Maaf nona tapi tuan sedang tidak bisa diganggu” Jelasnya
“Apa-apaan ini? Saya sepupunya juga harus izin dulu? Dasar keterlaluan si Aditya memang benar ya” Mulut raka terus melontarkan sumpah serapah
“Jangan ngomong gitu, mungkin memang dia lagi sibuk inikan masih jam kantor” Alisa mencoba membari penjelasan kepada Raka
Tidak berlangsung lama seseorang keluar dari rumah megah itu.
“Zen?” Alisa keheranan karena Zenia sudah berada di Indonesia.
“Biarkan mereka masuk Pak” Titah Zen pada security
Raka dan Alisa akhirnya dibiarkan masuk oleh kedua security itu atas perintah nona mudanya.
Alisa memasuki Rumah megah nan mewah sekali lagi dia terkejut dengan apa yang terjadi bukan barang barang mewah maupun isi yang terdapat didalam rumah itu yang membuat Alisa terkejut namun Belapun sudah ada disana.
Prok-prok-prok Zen bertepuk tangan atas kedatangan mereka.
“Lo udah puas ngeracuni si Raka?” Tanya Zen penuh dengan selidik
“Apa maksud lo?” Tanya Alisa semakin keheranan.
“Apa-apaan sih Zen kita baru datang bukannya di kasih hidangan kek atau apa gitu” Raka mencoba mencairkan suasana.
“Lo gak nyadar Raka lo udah diracuni pikiran lo sama wanita gak tahu diri ini” Zen memelototi Alisa
“ZENIIAA jaga omongan Lo, gue kira selama disana lo bakal berubah atas semua peristiwa yang menimpa lo tetapi lo malah bringhas seperti singa lapar, mau lo apa? kenapa lo tiba-tiba jadi gini?” emosi Raka hampir saja tersulut karena sepupunya.
“Dan jaga cara bicara lo Raka” Aditya bak pangeran yang akan membantu adiknya yang sedang menuruni anak tangga.
“Gue sangka lo juga akan berubah tetapi lo sama aja kaya ibu gue gak lebih” Aditya sudah turun dari tangga berkeloknya.
“Aditya lo jangan sama-samain gue dan bibi gue, dan asal lo tahu bibi gue ibu kandung lo juga jadi lo harus sedikit menghormatinya” Ucap Raka tak kalahnya
Bela hanya menonton drama queen ini dia sangat senang melihat mereka ter adu dombakan.
“Raka mending kita pulang dulu aja, mungkin mereka gak suka diganggu” Sergah Alisa
“Heh cewek gak tahu diri, mau dibawa kemana lagi si Raka?” Zen menghalangi Alisa
“Gue gak tahu apa yang terjadi sama lo Zen, yang penting gue udah ngelakuin yang bener” Ucap Alisa
“Jangan pernah manggil dia lagi sebagai cewek gak tau diri Zenia” Raka membentak Zen karena menurutnya sepupunya sudah sangat keterlaluan.
Zenia sangat kaget, hatinya hancur orang yang dari dulu selalu mendukunya sekarang sudah berubah, karena dia sangat ketakutan akhirnya kakaknyalah yang dia jadikan prisainya.
“RAKAA, kalian pergi dari sini dan jangan pernah datang lagi” Mata Aditya sudah merah pertanda dia sangat kesal dan emosi.
Zenia POV.
“Zen gue dapet informasi lagi” Ucap Bela si nenek lampir
“Mereka bakal berangkat besok, jadi gimana? Lo gak mau kan kakak lo juga diambil” Bela tersenyum sinis dibalik Zen.
“Gue akan ke Indonesia sekarang” Ucap tegas Zen
Akhirnya Zen dan Bela terbang ke Indonesia malam itu juga, yah dan Bela selalu menguntit dibalik Zen seperti anak dan ibu saja, sampai dia meminta izin menginap di rumah Aditya tujuannya hanya ingin mempengaruhi Zen tetapi setelah mengetahui Aditya mantan tunangannya dahulu adalah kakaknya Zen dia berniat untuk mendekatinya kembali.
Zen menceritakan semuanya alasan kenapa dia kembali pulang kepada kakaknya Aditya.
“Makasih Ka lo udah bantuin gue” Ucap Alisa dia tersenyum kecut mengingat kejadian tadi
“Sudah seharusnya Al, gue gak nyangka sepupu gue kaya gitu maafin mereka Al” Alisa dan Raka sudah berada didalam taksi
“Oh iya sekali lagi terima kasih Ka lo selalu membantu gue dan kedepannya lo jangan bantu gue lagi dan mungkin kita gak aka pernah ketemu lagi” Alisa tertunduk
“ Pak stop disini” Alisa memberhentikan taksinya
“Lo ngomong apa Alisa?” Tanya Raka namun Alisa tidak mengubrisnya dia malah turun dan langsung meninggalkan taksinya.
“Akggggghrr kenapa ini?’’ Tanya Raka prustasi dengan dirinya sendiri.
Aditya POV
“Aaaakhhgggr” Aditya membanting semua barang yang ada didepannya.
Setelah Alisa dan Raka pulang Aditya menuju meja kerjanya dia mengamuk disana dia semakin prustasi, bukan adiknya yang ia pikirkan malahan Alisa yang memenuhi ruang pikirnya, padahal Aditya sudah berniat jika Alisa pulang dari New York dia akan mengatakan sesuatu.
Hatinya bimbang antara harus percaya sama adiknya atau Alisa orang yang membuat ia jatuh Cinta untuk pertama kalinya.
Tok-tok-tok Alisa mengetuk pintu kosannya waktu dahulu
Sudah hampir dua tahun dia tidak kesini namun semuanya masih sama tidak ada yang berubah.
“Alisa lo?” Tidak lama kemudian Rara mebukakan pintunya
“Aaa gue kangen banget” Rara langsung memeluk sahabatnya itu dan begituun dengan Alisa
Rara mengajak Alisa masuk, dia terus bertanya-tanya setelah sekian lama dirinya tidak menghubungi Alisa.
Alisa melihat sahabatnya yang berubah drastic, entah mengapa seperti orang yang tidak terurus gaya bahasanyapun sekarang sudah agak baku namun Alisa mengerti semua orang juga bisa berubah
Alisa dan Rara bertukar cerita, dan Rara sangat tidak menyangka bahwa Alisa bertemu dengan sahabat lamanya Dini.
“Wah beruntung banget sih dia” decak Rara
“Eh jangan sirik sama kehidupan orang Ra, lo gak liat perjuangan awalnya kek gimana” jelas Alisa
“Iya sih oh iya ngomong-ngomong dia kapan ke Indonesia kita reunion” Rara sangat antusias
“Gue juga gak gak tau Ra, katanya dia ingin lebih focus ngurus suaminya” Jelasnya kembali
“Halah dasar waktu itu aja ogah-ogahan eh sekarang nempel terus tuh orang hehehe” Rara mengingat perjodohan Alex dan dini dahulu
“Haha gue juga gak tau dasar si Dini emang”
“Oh iya Al lo disini lama kan? Dan oh iya gimana urusan lo sama bibinya Adam?” Tanya Rara
“Gue belum kesana Ra, guekan baru pulang gue mau istirahat dulu aja, dan gue besok lusa harus berangkat lagi, gue lagi nyusun scripsi dan gue pengen cepet-cepet kelar pusing deh” Cengir Alisa
“Iya gue juga sama lagi nyusun gak kelar-kelar keburu pusing duluan gue”
“Gue ikut ya sekalian mau nengokin, katanya sakitnya semakin parah Al, padahal gue udah rekomendnin ke rumah sakit Permata”
“Rumah Sakit terkenal itu?” Tanya Alisa
“Ya iya lah rumah sakit itu semua orang juga tahu rumah sakit super megah alat-alat dan dokternyapun langsung dari luar negeri cuman ada beberapa orang Indonesia aja mungkin itu hanya kebetulan” Jelas Rara
Mereka mengobrol sangat lama, dan tidak terasa waktu sudah sore, mereka memutuskan untuk bersiap-siap mengunjungi rumah Adam.
-
-
-
-
-Salam❤